Uncategorized

Brojo Lintang

Nama latin Belamcanda chinensis (L.) DC Taksonomi Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Ordo : Asparagales Famili : Asparagaceae Genus : Belamcanda Spesies : Belamcanda chinensis (L.) DC. (Syahrin, 2023)\ Definisi Umum Brojo lintang berasal dari Asia Timur, menyebar di daerah Jepang, India, dan Indo-China, dan Amerika Utara. Brojo lintang sering dijadikan tanaman hias pada pekarangan rumah. Namun tanaman ini ternyata memiliki beberapa khasiat dan berguna untuk kesehatan. Telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok untuk mengobati gangguan paru-paru dan hati, menurunkan demam, dan mengurangi peradangan. Jamaka, Sulinga (Sunda), Semprit, Wordi (Jawa), Karimenga kulo, Katna, Ketep, Ketew, Kiris (Minahasa).  Semak, herba, tinggi 0,6-1,0m. Daun berumput, seperti tali, tersusun kipas pipih pada batang pendek tegak. Bunganya berwarna kuning jingga bertitik merah, menggulung rapat setelah diserbuki. Buah polong kering, matang dari hijau menjadi coklat, dibelah hingga terlihat kelompok biji. Biji berwarna hitam, beracun jika tertelan. Ideal sebagai tanaman penutup tanah yang berbunga bebas dan mencolok di perbatasan bunga dengan tanah lembab dan memiliki drainase yang baik. Mampu mekar di tempat teduh parsial. Rimpang berwarna coklat pucat. Perbanyak dengan pembagian bola akar atau biji.  Kandungan Flavonoid, terpenoid, quinones, senyawa fenolik, ketones, glikosida skekanin, belamkandin, dan iridin. Khasiat Antiinflamasi, antipiretik, ekspektoran, sakit perut dan purgatif, mengobati asma, bau mulut, batuk, masalah pencernaan, radang amandel, penurun panas, mencegah kerusakan hati. Daun untuk mengobati sembelit, sakit pinggang, sakit tenggorokan, asma, batuk dan penyakit kulit. Akar untuk mengobati radang amandel, pembengkakan limfah/hati dan demam nifas. Bunga dan daun untuk menurunkan demam. Cara Pengolahan Hepatitis Penurun demam Daftar Pustaka CABI. (2020). Invasive Species Compendium. Iris domestica(blackberry lily). https://www.cabi.org/isc/datasheet/62815878. 21-10-2020. Fern, Ken. (2014). Useful Tropical Plants. Iris domestica. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Bixa+orellana. 21-10-2020. Stuart Xchange. (2015). Philippine Medicinal Plants. Abaniko. http://www.stuartxchange.com/Abaniko.html. 21-10-2020.

Brojo Lintang Read More »

Bidara Upas

Nama latin Merremia mammosa Chois Taksonomi Kingdom : Plantae (tumbuhan)  Subkingdom : Tracheobionta (berpembuluh)  Superdivisio : Spermatophyta (menghasilkan biji)  Divisio : Magnoliophyta (berbunga)  Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)  Sub-kelas : Asteridae  Ordo : Solanales  Familia : Convolvulaceae (suku kangkung-kangkungan)  Genus : Merremia  Spesies : Merremia mammosa Chois (Anonim, 2007) Deskripsi umum Decalobanthus mammosus atau Bidara Upas merupakan salah satu tanaman dari keluarga Convolvulaceae yang bukan tanaman asli Indonesia, tetapi berasal dari wilayah India, Pulau Andaman, dan Indo-Cina. Di Indonesia bidara upas ini dibudidayakan di Pulau Jawa, Bali, Maluku, dan Madura sebagai tanaman obat dan sumber makanan (bagian umbinya). Spesies ini adalah salah satu spesies langka dan termasuk dalam kriteria langka berdasarkan Indonesia Biodiversity Strategy and Action Plan yang dikeluarkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (2003). Di wilayah Indonesia dan Malaysia, spesies ini banyak dimanfaatkan sebagai tanaman obat yang secara empiris berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit. Bidara upas juga merupakan bahan herbal yang banyak dijual sebagai jamu gendong dan digunakan dalam industri kecil obat tradisional. Selain itu, bidara upas juga telah digunakan masyarakat sebagai sumber serat, dimana batangnya dapat menghasilkan serat yang sangat halus dan kuat, dengan kilau satin, yang dapat dibuat menjadi kain. Kandungan Zat oxydase (getahnya), flavonoid, kuinon, senyawa fenolik, triterpenoid dan steroid. Khasiat Menurunkan demam, mengobati gangguan pernafasan, pencernaan, luka akibat gigitan ular atau luka bakar, diabetes, batuk, suara serak, difteri, radang tenggorokan, radang paru (pneumonia), radang usus buntu, tifus, sembelit, buang air besar darah dan lendir, muntah darah, kusta, melanoma, sifilis (lues), batu kantung kemih atau kencing batu, digunakan dalam terapi pengobatan kanker, mengatasi keracunan makanan, menghilangkan bengkak, memperlancar ASi (penggunaan eksternal), bersifat sebagai pencahar dan penyejuk. Memiliki aktivitas sebagai antinflamasi, analgetik (menghilangkan rasa sakit), antidot (menetralkan racun). Cara pengolahan Untuk diabetes,  Daftar pustaka Cahyaningsih R., Hidayat S., Hidayat E. 2017. Perbanyakan Vegetatif Bidara Upas (Merremia mammosa (Lour.) Hallier f) Kebun Raya Bogor. Berita Biologi, Jurnal Ilmu-Ilmu Hayati 16(2), Agustus 2017. Herbal Medicine. 2014. Diabetes mellitus use Merremia mammosa. https://www.herbs-medicine.com/2016/01/17-benefits-merremia-mammosa-for-health.html. 07-09-2022. Sadiyah E. R., Yuliawati K. M., Aniq L. Phytochemical Study of Bidara Upas (Merremia mammosa (Lour.) Hallier f.) Leaf. Proceeding of “The International Conference on Herbal Medicine Industrialization as Complementary Therapy in Natural Disasters.

Bidara Upas Read More »

Bunga Pagoda

Nama Latin Clerodendrum japonicum [Thunb.]Sweet . Taksonomi Kingdom : Plantae (Tumbuhan)  Sub Kingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)  Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)  Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)  Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas : Asteridae  Ordo : Lamiales  Family : Verbenaceae  Genus : Clerodendron  Spesies : Clerodendrum japonicum [Thunb.] Sweet  (Kurnianingsih, 2010) Deskripsi umum Bunga pagoda berasal dari China kemudian menyebar ke seluruh dunia. Umumnya ditanam di taman, pinggir jalan, pekarangan rumah sebagai tanaman hias. Disebut bunga pagoda karena memiliki bentuk bunga yang unik bersusun seperti pagoda. Selain indah dan dijadikan tanaman hias, pagoda juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Tanaman daun bunga pagoda umumnya merupakan salah satu tanaman hias yang biasa ditanam dipekarangan rumah. Tanaman ini merupakan tanaman perdu meranggas, tinggi 1-3 m, batangnya dipenuhi rambut halus. Daun tunggal, bertangkai, dan letaknya berhadapan. Helaian daun berbentuk bulat telur melebar, pangkal daun berbentuk jantung, daun tua bercangap menjari, panjangnya dapat mencapai 30 cm, bunganya majemuk berwarna merah, terdiri dari bunga-bunga kecil yang berkumpul membentuk piramida dan keluar dari ujung tangkai, buahnya berbentuk bulat. Bunga pagoda dapat diperbanyak dengan biji. Bunga pagoda ini merupakan tanaman obat yang berkhasiat untuk berbagai macam penyakit pada manusia. Rasa daunnya manis, asam, agak kelat, dan bersifat netral Kandungan Alkaloid, flavonoid, steroid, terpenoid, zat samak, saponin, polifenol, syringaresinol, medioresinol, martinoside, cytocalasin, dehydrovomifoliol, butylitaconic acid, loliolide. Khasiat Mengobati asam urat, mengobati wasir berdarah, mengobati luka, peluruh air seni, menyembuhkan bengkak, antiradang, menghancurkan darah beku, mengatasi insomnia. Cara pengolahan Untuk penyakit yang proses penyembuhannya menggunakan akar, digunakan sebanyak 30 sampai 90 gram akar lalu digodok atau dijadikan bubuk, lalu diseduh dan diminum. Sedangkan penyakit yang disembuhkan dengan daunnya, pemakaiannya cukup dengan melumatkan beberapa daun segar yang kemudian dibubuhkan pada tempat yang sakit. Dan untuk memanfaatkan bunganya, digunakan bunga yang sudah dikeringkan, talu disajikan dalam bentuk serbuk. Atau bisa dengan merebusnya dan diminum setelah dingin. Untuk mencuci luka berdarah, wasir berdarah, gatal- gatal (pruritus). Selain itu, dapat juga menggunakan banga segar yang digiling halus, lalu tempelkan ke tempat yang sakit seperti keputihan Daftar Pustaka Lasmani, Naqnngune. 2013. Gorontalo. Pengaruh Filtrat Daun Tanaman bunga Pagoda (Clerodendrum squamatum Vahl) Terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Aedes aegypti. Universitas Negeri Gorontalo.  Fern, Ken. (2019). Useful Tropical Plants. Clerodendrum japonicum (Thunb.) Sweet. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Clerodendrum+japonicum 31.08.2020 Formularium Ramuan Etnomedisin Obat Asli Indonesia Volume II. 2012. Direktorat Obat Asli Indonesia Badan Pengawas Obat dan Makanan RI Kurdi A. 2010. Tanaman herbal Indonesia. Badan Litbang Depkes

Bunga Pagoda Read More »

Bunga Pukul Empat

Nama latin Mirabilis jalapa L. Taksonomi Kingdom : Plantae  Sub kingdom : Tracheobionta  Seb devision : Spermatophyta Division : Magnoliophyta Clas : Magnoliopsida Subclass : Caryophylidae Order : Caryophyllales Family : Nyctaginaceae  Genus : Mirabilis  Spesies : Mirabilis jalapa L.  (Ramesh et al., 2014) Definisi umum Indonesia: kembang pukul empat. Sumatra: kempang pagi sore, kembang pukul empat, bunga waktu kecil. Jawa: kederat, segerat, tegerat. Nusatenggara: noja, koderat, bunga ledonosok, loro laka. Sulawesi: pukul ampa, turaga,bodoko sina, bunga teteapa, bunga-bunga paranggi, bunga-bunga parengki. Maluku: kupa, oras, cako, raha.Herba tahunan, tegak, tinggi 20-80 cm, berasal dari Amerika Selatan, banyak ditanam orang sebagai tanaman hias  di pekarangan atau sebagai pembatas pagar rumah. Tumbuh di dataran rendah yang cukup mendapat sinar matahari maupun di daerah perbukitan. Termasuk suku kampah-kampahan, berbatang basah, daunnya berbentuk jantung, warna hijau tua, panjang 2-11 cm, lebar 7-8 cm, pangkal daun mambulat, ujung meruncing, tepi daun rata, letak berhadapan, mempunyai tangkai daun yang panjangnya 5-6 cm. Bunganya berbentuk terompet, dengan banyak macam warna antara lain: merah, putih, jingga, kuning, kombinasi/belang-belang. Mekar di waktu sore hari dan kuncup kembali pada pagi hari menjelang fajar. Buahnya keras warna hitam berbentuk telur dapat dibuat bedak. Kulit umbinya bewarna coklat kehitaman berbentuk bulat memanjang, panjang 7-9 cm dengan diameter 2-5 cm, isi umbi bewarna putih. Kandungan Akar mengandung betaxanthins. Buah mengandung zat tepung, lemak (4,3%), zat asam lemak (24,4%), zat asam minyak (46,9%). Khasiat Selain sebagai tanaman hias, tanaman pukul empat memiliki manfaat sebagai antioksidan dan aktivitas sitotoksisitas (Rumzhum et al., 2008), antiartritis, (Augustine et al., 2013), antispasmodik (Aoki et al., 2008), antinociceptive (Walker et al., 2008), anti inflamasi (Singh et al., 2010), efek hipoglikemia dan 9 hipolipidemik (Zhou et al., 2011), antibakteri (Devi, 2010). Aktivitas farmakologi pada berbagai ekstrak yang dilaporkan oleh Shaik et al. (2012), menunjukkan aktivitas antidiabetes, antioksidan, antimikroba, antifungal, antiviral, dan penyakit urinan. Cara pengolahan a. Acute arthritis: akar segar direbus lalu diminum, bila badan panas ditambah tahu. b. Bunga putih sebanyak 120 gram, direbus lalu minum. c. Bisul: 1) Pada bisulnya dioleskan sedikit minyak kemiri. Daun kembang pukul empat dilayukan diatas api, kemudian dioleskan sedikit minyak kelapa, tengahnya dilubang dan letakkan diatas bisul. 2)   10 lembar kembang pukul empat dicuci kemudian dilumatkan ditambah air garam secukupnya, ditempelkan pada bisul dan sekelilingnya lalu dibalut. 3) Akar segar dibuang kulitnya kemudian dilumatkan dan ditambah gula enau. Tempelkan pada bisulnya, sehari diganti 2 kali. d. Jerawat:Buahnya mengandung zat tepung, dibuat tepung bedak, tepung bedak ditambah air kemudian dioleskan. Daftar Pustaka Anggara MA. 2013. Aktivitas MAP (Mirabilis Antiviral protein) sebagai Pengendalian Penyakit Gemini Virus pada Tanaman Cabai. Institut Pertanian Bogor. Bogor. [Skripsi]. Ariantari N P, Ikawati Z, Sudjadi, Sismindari. 2010. Efek sitotoksik protein dari daun Mirabilis jalapa L. hasil pemurnian dengan kolom CM Sepharose CL6B terhadap kultur sel HeLa. Jurnal farmasi dan ilmu kesehatan. 1(1): 1-7. Asniwita, SH hidayat, G Suastika, S Sujiprihatin, S Susanto dan I Hayati. 2012. Eksplorasi isolat lemah Chili veinal mottle potyvirus pada pertanaman cabai di Jambi, Sumatera barat dan Jawa Barat. J.Hortikultura. 22(2): 181-186. Ayuni FFL dan Mulyanti D. 2015. Uji aktivitas antibakteri tepung biji bunga pukul empat (Mirabilis jalapa L.) terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan formulasinya dalam sediaan krim. Prosding Penelitian SPeSIA Unisba. 154-158 Badan Pusat Statistik. 2018. Produksi sayuran di Indonesia. Jakarta (ID): Badan Pusat Statistik. http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php. Diunduh 26 Desember 2018.

Bunga Pukul Empat Read More »

Buah Tin

Nama latin Ficus carica L. Taksonomi Kerajaan : Plantae Divisi : Magnoliophta Kelas : Magnoliospida Ordo : Rosales Famili : Moraceae Genus : Ficus Spesies : Ficus carica L. (Sobir dan Mega, 2013) Definisi umum Pohon Tin masuk kedalam kerabat pohon beringin dengan batang lunak berwarna abu-abu halus kecoklatan. Buah yang disebut dengan buah Tin adalah buah semu, yaitu bukan buah dalam pengartian biologi melainkan bagian bunga yang terdiri dari ratusan tangkai sari dan putik, ukurannya sebesar bola pingpong ada yang berbentuk lonjong dan ada yang bulat. Sekilas, buah Tin memiliki rasa dan aroma yang mirip dengan jambu biji. Aromanya harum, teksturnya empuk, rasanya keset, sedikit mengandung air dan berbiji kecil banyak. Buah Tin masih belum populer dikalangan masyarakat Indonesia sehingga keberadaanya belum banyak diketahui, oleh karena itu tanaman Tin masih menjadi tanaman yang langka yang mempunyai nilai jual tinggi (Sobir dan Mega, 2013).  Tanaman Tin dapat tumbuh pada suhu 21º – 27 º C dengan kondisi curah hujan sedang dengan kelembaban tinggi. Tanaman Tin membutuhkan sinar matahari penuh sepanjang hari untuk pertumbuhan, perkembangan tanaman, serta proses pematangan buah. Kondisi media tanam yang lembab dengan drainase yang baik merupakan jenis media yang disukai oleh tanaman Tin. Tanaman Tin juga bisa tumbuh dalam berbagai tanah mulai dari tanah pasir, tanah kaya akan kandungan lempung, tanah berliat berat maupun tanah yang mengandung kapur. Kandungan Buah tin mengandung sedikit air dan biji yang banyak. Selain itu, buah tin juga mengandung zat-zat yang mampu menghilangkan keasamaan bagi tubuh. Unsur-unsur zat yang terkandung di dalam buah tin, diantaranya yaitu karbohidrat, protein, minyak, yodium, kalsium, fosfor, zat besi, magnesium, belerang (fosfat), klorin, malic acid, dan nicotinic acid. Buah Tin (Ficus carica L.) juga disebutkan oleh Allah swt. dalam al-Qur’an yang termuat dalam QS. At-Tin. Hal tersebut memberikan isyarat bahwa Allah swt. menurunkan ayat tersebut pasti bermanfaat bagi umat-Nya, yang mana terbukti dengan buah tin yang memiliki segudang manfaat bagi manusia. Khasiat a. Menjaga Kesehatan Saluran Pencernaan Buah tin diketahui dapat mengatasi sembelit, diare, kembung, kram perut, dan lain sebagainya. Di dalam buah tin terdapat kandungan serat yang berfungsi sebagai probiotik. Kandungan serat tersebut mendukung pertumbuhan bakteri baik yang berada di saluran pencernaan, sehingga meningkatan kesehatan pada sistem pencernaan b. Mencegah Terjadinya Penyakit Kronis Buah tin memiliki kandungan antioksidan, seperti asam fenolik dan flavonoid yang dapat mencegah terjadinya penyakit kronis, seperti diabetes, katarak, penyakit jantung, dan lain sebagainya. Kandungan antioksidan tersebut paling banyak ditemukan di kulit buah tin yang berwarna ungu gelap. c. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Penyakit hipertensi yang berkepanjangan akan menyebabkan penyakit jantung dan stroke. Faktor penyebab munculnya hipertensi salah satunya yaitu ketidakseimbangnya kalium akibat terlalu banyak memakan makanan yang mengandung natrium dan makanan yang kekurangan kalium. Oleh karena itu, buah tin dapat digunakan sebagai obat penurun hipertensi karena merupakan buah yang kaya akan kalium. Kandungan serat yang tinggi dalam buah tersebut dapat membantu membuang kelebihan natrium dari sistem tubuh. d. Meningkatkan Kesehatan Tulang Buah tin merupakan buah yang kaya akan kalsium dan potasium yang baik. Mineral tersebut berfungsi untuk meningkatkan kesehatan tulang, sehingga dapat mencegah pengeroposan tulang, seperti osteoporosis. e. Membantu Menstabilkan Berat Badan Secara alami, buah tin mengandung serat tinggi yang dikemas dalam bentuk vitamin dan mineral. Buah tin dapat menjadi makanan inklusi yang berguna untuk meningkatkan nutrisi dalam pola makan. Dengan begitu berat badan menjadi stabil dan dapat dikelola dengan baik. Cara pengolahan a. Teh/rebusan daun tin Meskipun bukan buahnya, daun tin sering diolah menjadi teh untuk menurunkan gula darah dan maag. Bahan: 1 sendok teh daun tin kering (cacah), 1 cangkir air panas. Cara: Seduh daun tin kering dengan air panas, diamkan selama 5-10 menit, lalu saring. Manfaat: Mengatasi sesak napas (asma), mengencerkan dahak, dan menurunkan tekanan darah b. Sirup buah tin Bahan: Buah tin, sedikit air, perasan lemon, madu (opsional). Cara: Blender buah tin hingga kental. Masukkan dalam panci, tambahkan sedikit air, rebus dengan api kecil. Aduk terus hingga konsistensi seperti sirup. Tambahkan perasan lemon untuk rasa segar. Cara Minum: Campurkan 1-2 sendok makan sirup buah tin ke dalam segelas air hangat Daftar Pustaka Agustin, S. 2022. 4 Manfaat Buah Tin untuk Kesehatan. https://www.alodokter.com/intip- manfaat-buah-tin-untuk-kesehatan. Diakses pada 30 April 2022. Makarim, F.R. 2022. Catat, Ini Manfaat Buah Tin yang Sayang untuk Dilewatkan.https://www.halodoc.com/artikel/catat-ini-manfaat-buah-tin-yang-sayang-untuk- dilewatkan. Diakses pada 30 April 2022. Nugraha, W.F., dan Tri, M. 2020. Review Artikel : Etnofarmakologi Tanaman Tin (Ficus carica L.) (Kajian Tafsir Ilmi Tentang Buah Tin Dalam Al-Qur’an). Jurnal Farmagazine. 7(1): 58-65.

Buah Tin Read More »

Bunga Nusa Indah

Nama Latin Mussaenda frondosa L Taksonomi Kingdom : Plantae  Phylum : Tracheoophyta  Class : Magnoliopsida  Order : Gentianules  Family : Rubiaceae Genus : Mussaenda  Species : Mussaenda frondosa L  (Setia et al., 2022) Definisi umum Tanaman nusa indah berasal dari Filipina, awalnya merupakan tanaman liar yang tumbuh disemak-semak di lereng perbukitan. Tanaman ini umumnya ditanam sebagai tanaman hias. Selain cantik, Nusa Indah juga memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan. Tumbuhan liar ini memiliki cabang-cabang yang berbulu halus. Tangkai bunga dapat mencapai panjang 1,5 cm dengan pangkalnya yang lonjong dan berujung runcing. Daunnya memiliki panjang antara 6 hingga 10 cm, juga ditumbuhi bulu-bulu halus di bagian bawah dan ujungnya yang runcing. Stipula tanaman ini memiliki panjang 3-4 mm, berbentuk lonjong, dan bercabang dua di 5 bagian puncaknya.Bunga tumbuhan ini tumbuh dalam bentuk majemuk di bagian terminal, membentuk cymes yang longgar dan memiliki tampilan tomentose linier dengan panjang antara 1 hingga 1,5 cm serta ditutupi rambut halus. Brakteolnya memiliki bentuk linier.Yang menarik, salah satu dari lima lobus kelopak bunga berkembang menjadi struktur yang menyerupai daun dengan ukuran 8-12 x 4,5 cm dan juga ditutupi rambut putih, menciptakan pemandangan yang sungguh menakjubkan. Panjang lobus tersebut berkisar 6-7 mm, berbentuk oval-lanset, dan terhubung dengan corolla yang memiliki panjang 2,5-3 cm, berbentuk corong dan melebar di bagian tengah, dengan warna yang menawan, baik oranye maupun kuning (Setia et al., 2022). Kandungan Terdapat Fitokonstituen seperti quercetin, isoquercetin, hyperin, asam singapat, asam ferulat, dan stiglusida diisolasi menggunakan kromatografi arus balik tetes dari ekstrak metanol daun bunga Mussaenda frondosa L (Shanthi & Radha, 2020). Khasiat Menyembuhkan influenza, demam, batuk, radang amandel, radang tenggorokan, koreng, luka, bisul, mencegah kanker payudara, mencegah dan mengatasi kanker payudara. Akar dari tanaman bunga Nusa Indah berguna untuk mengobati batuk dan aktivitas farmakologi yang telah dilaporkan yaitu sebagai diuretik, antipologis, antipiretik aktivitas dalam laringoparingitis, gastroenteritis akut, liver dan hepatitis (Rojin dkk., 2015). Kandungan senyawa kimia yang terdapat pada bunga Nusa Indah diantaranya adalah senyawa flavonoid, saponin, glikosida dan terpenoid (Eishwaraiah, 2011; Raju dan Rao, 2011). Senyawa terpenoid merupakan salah satu metabolit sekunder yang dapat dijumpai pada bagian akar, batang, daun, buah maupun biji tanaman. Senyawa golongan terpenoid menunjukkan aktivitas farmakologi yang menarik sebagai antiviral, antibakteri, antiinflamasi, sebagai inhibisi terhadap sintesis kolesterol dan antikanker (Mahato et al.,1997). Menurut Andini, dkk., (2014), senyawa golongan triterpenoid merupakan agen fitokimia yang dapat secara selektif membunuh sel kanker payudara dan mencegah rusaknya sel normal. Cara pengolahan a. Untuk mencegah kanker payudara : Siapkan 15-30 g batang nusa indah kering atau 30-60 g yang segar, dan 30 g tapak dara. Rebus semua bahan dengan 600 ml air hingga mendidih dan air tersisa 300 ml. Saring dan dinginkan, minum ramuan. b. Untuk Influenza : Cuci bersih 12 g daun segar lalu rebus dengan 200 ml air bersih hingga mendidih (selama 5 menit). Saring dan dinginkan lalu minum sekaligus (sehari 2-3 kali). Daftar Pustaka Raju, N.J., and Rao, G.B., 2011, Anthelmintic Activities Of Antigonon Leptopus Hook and Mussaenda erythrophylla Lam., J. Pharm. Pharmaceut. Sci., 3 : 68-69.  Rojin, Sukanya S., dan Rajendra H., 2015, Hepatoprotective Effect Of Erythrophylla And Aegle Marmelos In Ethanol Induced Rat Hepatotoxicity Model, International Journal Of Applied Biology And Pharmaceutical Technology, 6 (3).  Tussanti, Iin, Andrew J., dan Kisdjamiatun, 2014, Sitotoksisitas In Vitro Ekstrak Etanolik Buah Parijoto (Medinilla Speciosa, Reinw.Ex Bl.) Terhadap Sel Kanker Payudara T47D, J. Gizi Indonesia, 2(2) : 53-58  Parwata IM. O.A.P.,Ratnayani K., dan Listya A. , 2010. Aktivitas Antiradical Bebas serta Kadar Beta Karoten pada Madu Randu (Ceiba Pentendra) dan Madu Kelengkeng (Nephelium longata L). Jurnal Kimia. 4:54-62.  Putra,B.A.A., Bogoriani, N.W., Diantariani, N.W., 2014. Ekstraksi Warna Alam dari Bonggol Tanaman Pisang (Musa Paradiasciaca L.) dengan Metode Maserasi, Refluks, dan Sokletasi. 8:113-199.  Rita, W.S., 2010. Isolasi, Identifikasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Senyawa Golongan Triterpenoid pada Rimpang Temu Putih (Curcuma Zedooria Berg.) (Roscoe). J.Kim 4:20-26.

Bunga Nusa Indah Read More »

Jeruk Bali (Citrus maxima)

Taksonomi Kingdom: Plantae Subkingdom: Tracheobionta Superdivisi: Spermatophyta Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Subkelas: Rosidae  Ordo: Sapindales Famili: Rutaceae Genus: Citrus Spesies: Citrus maxima (Burm.) Merr. (USDA, 2013) Definisi Umum Jeruk Bali merupakan tanaman yang termasuk dalam famili Rutaceae yang dimana jeruk ini dapat tumbuh subur hingga 5-15 meter dibawah sinar matahari dengan limpahan hujan sekitar 1.500-2.000 mm baik di dataran yang rendah maupun tinggi serta kelembapan yang mencapai suhu 25-32°C. Kandungan Kandungan pada kulit jeruk Bali terdiri dari flavonoid, pectin, dan lycopene yang membuat buah ini semakin banyak manfaatnya. Flavonoid mempunyai fungsi sebagai antioksidan. Pectin pada kulit jeruk bali mempunyai efektivitas antimikroba. Jeruk Bali juga mengandung limonen yang menimbulkan adanya rasa pahit. Khasiat Kulit jeruk Bali memiliki sangat banyak manfaat dimana ekstrak etanol pada kulit jeruk Bali memiliki kandungan flavonoid, alkaloid, triterpenoid atau steroid, saponin, serta tannin yang mempunyai aktivitas antioksidan. Salah satu peran senyawa flavonoid dinamakan sebagai free radical scavenger dimana atom hidrogen dilepaskan oleh flavonoid dari gugus hidroksilnya, radikal bebas akan mengikat atom hidroksil yang terlepas sehingga membuatnya kembali dalam kondisi netral.  Cara Pengolahan DAFTAR PUSTAKA Filbert K, dkk. 2023. UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT JERUK BALI CITRUS MAXIMA PERICARPIUM) TERHADAP PSEUDOMONAS AERUGINOSA DAN ENTEROCOCCUS FAECALIS. JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCE AND RESEARCH. 5 (1). 

Jeruk Bali (Citrus maxima) Read More »

Matoa (Pometia Pinnata)

Nama Latin Pometia Pinnata Taksonomi Kingdom Plantae Divisi  Tracheophyta Subclass Magnoliopsida Order Sapindales Familly Sapindaceae Genus  Pometia Spesies Pometia pinnata(Thomson dan Thaman (2006) Definisi Umum Matoa (Pometia pinnata) merupakan tanaman buah tropis yang berasal dari wilayah Asia Tenggara dan banyak ditemukan di Indonesia, terutama di Papua. Tanaman ini termasuk dalam famili Sapindaceae, yang juga mencakup tanaman rambutan dan leci. Matoa dikenal sebagai tanaman yang memiliki nilai gizi tinggi serta potensi sebagai tanaman obat karena mengandung berbagai senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Buahnya banyak dikonsumsi sebagai sumber nutrisi, sedangkan daun dan bagian tanaman lainnya telah dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional oleh masyarakat (Rahmah et al., 2021). Secara morfologi, matoa merupakan pohon berkayu yang dapat tumbuh hingga lebih dari 20 meter dengan batang yang kuat serta daun majemuk menyirip. Tanaman ini banyak dibudidayakan di daerah tropis karena memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap lingkungan. Selain dimanfaatkan sebagai buah konsumsi, bagian daun dan kulit batang juga digunakan sebagai bahan obat tradisional karena memiliki aktivitas biologis seperti antioksidan dan antibakteri (Putri et al., 2023). Kandungan Tanaman matoa diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder yang berperan penting dalam aktivitas biologis. Senyawa yang ditemukan pada daun maupun buah matoa antara lain flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, fenolik, dan terpenoid. Selain itu, buah matoa juga mengandung beberapa vitamin penting seperti vitamin C, vitamin A, dan vitamin E yang berperan sebagai antioksidan alami dalam tubuh (Islamiyati, 2024).              Kandungan senyawa flavonoid dan fenolik pada matoa memiliki kemampuan untuk menangkal radikal bebas dengan cara mendonorkan elektron sehingga dapat mencegah kerusakan sel. Aktivitas antioksidan ini sangat penting dalam mencegah berbagai penyakit degeneratif yang berkaitan dengan stres oksidatif, seperti penyakit kardiovaskular dan kanker (Putri et al., 2023). Khasiat Tanaman matoa memiliki berbagai aktivitas farmakologis yang berpotensi dikembangkan sebagai obat bahan alam. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun matoa memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Aktivitas ini menunjukkan potensi matoa sebagai sumber antibakteri alami yang dapat dimanfaatkan dalam bidang kesehatan (Pagarra et al., 2025).        Selain sebagai antibakteri, kandungan senyawa flavonoid dan fenolik pada tanaman  matoa juga memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Senyawa antioksidan tersebut mampu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas yang dapat memicu berbagai penyakit kronis dan degeneratif (Rahmah et al., 2021).           Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa senyawa bioaktif yang terdapat pada tanaman matoa berpotensi memiliki aktivitas antikanker. Aktivitas ini berkaitan dengan kemampuan flavonoid dan senyawa fenolik dalam menghambat proliferasi sel kanker, menginduksi apoptosis (kematian sel terprogram), serta menekan stres oksidatif yang berperan dalam perkembangan sel kanker (Putri et al., 2023). Cara Pengolahan 1. Ambil sekitar 10–15 gram daun matoa segar. 2. Cuci bersih menggunakan air mengalir. 3. Rebus dengan 2–3 gelas air hingga tersisa sekitar 1 gelas. 4. Saring air rebusan tersebut. 5. Minum air rebusan tersebut 1–2 kali sehari secara tradisional untuk membantu menjaga kesehatan tubuh (Putri et al., 2023). Daftar Pustaka Rahmah W, Hamzah H, Hajar S, Ressandy SS, Putri EM. Potential of matoa fruit extract (Pometia pinnata) as antioxidant source. Jurnal Farmasi Sains dan Praktis. 2021;7(1). Putri AC, Yuliana TN, Suzery M, Aminin ALN. Total phenolic, flavonoid and LC-MS analysis of the ethanolic extract of matoa (Pometia pinnata) leaves. Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi. 2023;26(12). Islamiyati R. Phytochemical screening and determination of total flavonoids of matoa leaves using UV-VIS spectrophotometry. PHARMACON. 2024;13(2). Pagarra H, Rachmawaty, Musawira, Handayani B, Haq MNS. Phytochemical screening and antimicrobial activity of matoa (Pometia pinnata) leaves against Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Biosel: Biology Science and Education. 2025;14(2).

Matoa (Pometia Pinnata) Read More »

Putri Malu (Mimosa Pudica L)

Nama Latin Mimosa pudica L. Taksonomi Kingdom : Plantae  Divisi : Magnoliophyta  Kelas : Magnoliopsid Ordo : Fabales  Famili : Fabaceae  Genus : Mimosa  Spesies : Mimosa pudica, Linn  (Syahid, 2009)  Definisi Umum Putri malu adalah tanaman semak kecil yang dikenal karena daunnya yang akan menutup secara cepat bila disentuh atau digoyangkan — fenomena ini disebut seismonasti. Tanaman ini tumbuh liar di tempat terbuka seperti pinggir jalan, ladang, dan kebun. Meskipun sering dianggap gulma, Mimosa pudica memiliki berbagai manfaat pengobatan tradisional. Kandungan Beberapa senyawa aktif yang terdapat dalam tanaman Mimosa pudica antara lain: Alkaloid, Flavonoid, Tanin,Saponin, Mimosin (senyawa khas putri malu), Steroid dan terpenoid, Asam amino dan glikosida Khasiat Secara tradisional, Mimosa pudica digunakan dalam pengobatan herbal karena memiliki aktivitas farmakologis seperti: Cara Pengolahan Metode rebusan atau teh adalah salah satu cara paling umum untuk mengonsumsi daun putri malu secara internal. Pengolahan ini relatif mudah dan dapat dilakukan di rumah. Rebusan ini bertujuan untuk mengekstrak senyawa aktif yang terkandung dalam daun. DAFTAR PUSTAKAJournal of Pharmacognosy and Phytochemistry (2018). Phytochemical and pharmacological review of Mimosa pudica L. Rahmawati, D., & Sari, P. (2020). Potensi ekstrak daun Mimosa pudica sebagai antibakteri alami. Jurnal Biologi Tropis, 20(2), 115–123. Kumar, V., Singh, R., & Sharma, A. (2020). Phytochemical and pharmacological properties of Mimosa pudica: A review. International Journal of Pharmaceutical Sciences Review and Research, 61(1), 45–52. Putra, I. G. N. A., & Dewi, N. L. P. (2020). Uji aktivitas antiinflamasi tanaman putri malu (Mimosa pudica L.). Jurnal Farmasi Udayana, 9(1), 30–36. Hasanah, U., & Lestari, T. (2020). Pemanfaatan tanaman putri malu sebagai obat tradisional di masyarakat. Jurnal Kesehatan Herbal Indonesia, 5(2), 78–85.Patil, S., & Patil, R. (2020). Evaluation of antioxidant activity of Mimosa pudica leaves. Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research, 13(4), 120–124.

Putri Malu (Mimosa Pudica L) Read More »

Sosor Bebek (Kalanchoe pinnata)

Nama Ilmiah Kalanchoe pinnata Taksonomi Kingdom : PlantaeDivisi : MagnoliophytaKelas : MagnoliopsidaOrdo : SaxifragalesFamili : CrassulaceaeGenus : KalanchoeSeksi : BryophyllumSpesies : Kalanchoe pinnata (Sumber: USDA Plants Database; Plants of the World Online) Definisi Umum Cocor bebek (Kalanchoe pinnata L). Cocor bebek (Kalanchoe pinnata L) merupakan tanaman dengan ciri-ciri daunnya yang tebal dan berair (Amiyati, 2015). Daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata L) sering digunakan sebagai obat untuk mengatasi bisul, peluruh dahak, radang dan luka bakar (Purwitasari, 2017).  Uji fitokimia daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata L) positif mengandung golongan senyawa flavonoid, terpenoid, tanin, saponin, dan steroid (Almeida, 2006). Menurut Yantih, (2011), Isolasi dan karakterisasi senyawa ekstrak etanol daun cocor bebek, hasil FTIR menunjukkan senyawa flavonoid, tanin, dan saponin memiliki intensitas yang kuat di daerah 3550cm⁻¹-3200cm⁻¹. Kandungan senyawa daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata L) diduga memiliki kemiripan yang sama dengan ekstrak rimpang kencur yang memiliki aktivitas antiinflamasi dengan persen inhibisi sebesar 51,27%.  Senyawa flavonoid diduga berperan penting pada aktivitas antiinflamasi dengan cara menghambat sintesis prostaglandin dari asam arakidonat (Hasanah, 2011). Daun cocor bebek merupakan spesies Crassulaceae yang kaya akan senyawa fenolik yaitu kuersetin dan merupakan flavonoid utama daun cocor bebek sehingga memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai obat antiinflamasi (Costa, 2008).  Kandungan Daun cocor bebek mengandung senyawa flavonoid, senyawa tanin dan senyawa saponin. Flavonoid merupakan salah satu metabolit sekunder, kemungkinan keberadaannya dalam daun dipengaruhi oleh adanya proses fotosintesis sehingga daun muda belum terlalu banyak mengandung flavonoid. Kandungan flavonoid ini bersifat polar karena mempunyai sejumlah gugus hidroksil ataupun mengikat gula, oleh karena itu flavonoid umumnya larut dalam pelarut polar seperti etanol, metanol, dan butanol. Flavonoid dapat digunakan sebagai antioksidan. Antioksidan adalah senyawa yang melindungi sel terhadap efek kerusakan oleh oksigen reaktif. Flavonoid juga dapat mempengaruhi kenaikan jumlah trombosit dan memiliki bioaktivitas sebagai anti kanker, antivirus, anti bakteri, anti peradangan dan anti alergi (Fitriyah, 2013). Flavonoid juga dapat mempengaruhi kecepatan proses inflamasi pada penyembuhan luka dan dapat melindungi luka dari radikal bebas, flavonoid telah disintesis oleh tanaman dalam responnya terhadap infeksi mikroba sehingga tidak mengherankan jika senyawa flavonoid efektif secara in vitro terhadap sejumlah mikroorganisme. Tanin bersifat antiseptik pada permukaan luka bekerja sebagai bakteriostatik yang biasanya digunakan sebagai penangkal infeksi pada kulit, mukosa, dan infeksi pada luka (Elis, 2013). Tanin juga memiliki efek menangkal radikal bebas, oksigenasi, meningkatkan kontraksi luka, meningkatkan pembentukan pembuluh darah, dan jumlah fibroblas (Pratiwi, 2018). Saponin merupakan salah satu kelas senyawa glikosida, steroid, triterpenoid struktur dan spesifitas yang memiliki solusi koloid bentuk dalam air dan berbusa seperti sabun. Ada menggambarkan sekelompok senyawa kompleks dan molekul besar yang memiliki banyak manfaat. Saponin dapat ditemukan pada akar dan daun tanaman juga sebagai antimikroba seperti virus antibakteri dan antiviral, kehadiran saponin ditandai dengan keberadaan dari solusi koloid yang stabil fungsi sebagai pembersih dan mampu merangsang pembentukan kolagen, suatu protein yang berperan dalam proses penyembuhan luka lebih baik (Putri, 2015).  Saponin dapat diklasifikasikan sebagai steroid, triterpenoid atau alkaloid tergantung pada sifat aglikon, dan bagian aglikon dari saponin disebut sebagai sapogenin yang umumnya oligosakarida. Steroid saponin hormon dapat dikelompokkan menjadi lima kelompok dengan reseptor yang mengikat mereka glikortikoid, kortikoids, mineral, androgen, estrogen, prostagen, vitamin D, dan erathormon. Steroid dalam studi klinis modern telah mendukung peran mereka sebagai anti inflamasi dan analgesik agen (Pratiwi, 2018). Khasiat Secara tradisional, Kalanchoe pinnata digunakan dalam pengobatan herbal karena memiliki aktivitas farmakologis seperti: Cara Pengolahan a. Untuk luka dan bisulDaun segar dicuci bersih, ditumbuk halus, lalu ditempelkan pada bagian yang luka. Gunakan 2–3 kali sehari. b. Untuk luka bakar ringanAmbil daun segar, haluskan, lalu oleskan langsung pada area luka. Lakukan secara rutin sampai kondisi membaik. c. Untuk batukRebus 2–3 lembar daun dalam 1 gelas air selama 10–15 menit. Saring dan minum 1–2 kali sehari. d. Untuk radang atau bengkakDaun ditumbuk dan digunakan sebagai kompres pada bagian tubuh yang meradang. e. Sebagai antiinflamasi internalEkstrak daun dapat dikonsumsi dalam bentuk rebusan dengan dosis terbatas (konsultasi dianjurkan untuk penggunaan jangka panjang). Daftar Pustaka Almeida, A. P. (2006). Phytochemical and pharmacological studies of Kalanchoe pinnata. Journal of Ethnopharmacology. Amiyati. (2015). Pemanfaatan tanaman obat keluarga dalam pengobatan tradisional. Jakarta: Penebar Swadaya. Costa, S. S. (2008). Flavonoids and phenolic compounds of Kalanchoe pinnata. Phytochemistry Reviews. Elis, R. (2013). Peran tanin dalam penyembuhan luka. Jurnal Farmasi Indonesia. Fitriyah, N. (2013). Aktivitas antioksidan flavonoid pada tanaman obat. Jurnal Biologi. Hasanah, U. (2011). Mekanisme flavonoid sebagai antiinflamasi. Jurnal Kedokteran. Pratiwi, D. (2018). Efektivitas senyawa tanin dan saponin dalam penyembuhan luka. Jurnal Ilmu Farmasi. Purwitasari, E. (2017). Studi etnobotani tanaman obat di Indonesia. Yogyakarta: UGM Press. Putri, A. (2015). Saponin sebagai agen penyembuhan luka. Jurnal Kimia Farmasi. Yantih. (2011). Isolasi dan karakterisasi senyawa aktif daun cocor bebek menggunakan FTIR. Skripsi.

Sosor Bebek (Kalanchoe pinnata) Read More »

Scroll to Top