Nama Latin
Clerodendrum japonicum [Thunb.]Sweet .
Taksonomi
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Sub Kingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Lamiales
Family : Verbenaceae
Genus : Clerodendron
Spesies : Clerodendrum japonicum [Thunb.] Sweet
(Kurnianingsih, 2010)
Deskripsi umum
Bunga pagoda berasal dari China kemudian menyebar ke seluruh dunia. Umumnya ditanam di taman, pinggir jalan, pekarangan rumah sebagai tanaman hias. Disebut bunga pagoda karena memiliki bentuk bunga yang unik bersusun seperti pagoda. Selain indah dan dijadikan tanaman hias, pagoda juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Tanaman daun bunga pagoda umumnya merupakan salah satu tanaman hias yang biasa ditanam dipekarangan rumah. Tanaman ini merupakan tanaman perdu meranggas, tinggi 1-3 m, batangnya dipenuhi rambut halus. Daun tunggal, bertangkai, dan letaknya berhadapan. Helaian daun berbentuk bulat telur melebar, pangkal daun berbentuk jantung, daun tua bercangap menjari, panjangnya dapat mencapai 30 cm, bunganya majemuk berwarna merah, terdiri dari bunga-bunga kecil yang berkumpul membentuk piramida dan keluar dari ujung tangkai, buahnya berbentuk bulat. Bunga pagoda dapat diperbanyak dengan biji. Bunga pagoda ini merupakan tanaman obat yang berkhasiat untuk berbagai macam penyakit pada manusia. Rasa daunnya manis, asam, agak kelat, dan bersifat netral
Kandungan
Alkaloid, flavonoid, steroid, terpenoid, zat samak, saponin, polifenol, syringaresinol, medioresinol, martinoside, cytocalasin, dehydrovomifoliol, butylitaconic acid, loliolide.
Khasiat
Mengobati asam urat, mengobati wasir berdarah, mengobati luka, peluruh air seni, menyembuhkan bengkak, antiradang, menghancurkan darah beku, mengatasi insomnia.
Cara pengolahan
Untuk penyakit yang proses penyembuhannya menggunakan akar, digunakan sebanyak 30 sampai 90 gram akar lalu digodok atau dijadikan bubuk, lalu diseduh dan diminum. Sedangkan penyakit yang disembuhkan dengan daunnya, pemakaiannya cukup dengan melumatkan beberapa daun segar yang kemudian dibubuhkan pada tempat yang sakit. Dan untuk memanfaatkan bunganya, digunakan bunga yang sudah dikeringkan, talu disajikan dalam bentuk serbuk. Atau bisa dengan merebusnya dan diminum setelah dingin. Untuk mencuci luka berdarah, wasir berdarah, gatal- gatal (pruritus). Selain itu, dapat juga menggunakan banga segar yang digiling halus, lalu tempelkan ke tempat yang sakit seperti keputihan
Daftar Pustaka
Lasmani, Naqnngune. 2013. Gorontalo. Pengaruh Filtrat Daun Tanaman bunga Pagoda (Clerodendrum squamatum Vahl) Terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Aedes aegypti. Universitas Negeri Gorontalo.
Fern, Ken. (2019). Useful Tropical Plants. Clerodendrum japonicum (Thunb.) Sweet. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Clerodendrum+japonicum 31.08.2020
Formularium Ramuan Etnomedisin Obat Asli Indonesia Volume II. 2012. Direktorat Obat Asli Indonesia Badan Pengawas Obat dan Makanan RI
Kurdi A. 2010. Tanaman herbal Indonesia. Badan Litbang Depkes
Pagoda Flower
Latin Name
Clerodendrum japonicum [Thunb.]Sweet .
Taxonomy
Kingdom: Plantae (Plants)
Subkingdom: Tracheobionta (Vascular Plants)
Superdivision: Spermatophyta (Seed-bearing Plants)
Division: Magnoliophyta (Flowering Plants)
Class: Magnoliopsida (Dicotyledons)
Subclass: Asteridae
Order: Lamiales
Family: Verbenaceae
Genus: Clerodendron
Species: Clerodendrum japonicum [Thunb.] Sweet
(Kurnianingsih, 2010)
General Description
The pagoda flower originates from China and has since spread throughout the world. It is commonly grown in gardens, along roadsides, and in home yards as an ornamental plant. It is called the pagoda flower because its blossoms have a unique, tiered shape resembling a pagoda. In addition to being beautiful and used as an ornamental plant, the pagoda flower also offers health benefits. The pagoda flower is generally one of the most common ornamental plants grown in home yards. This plant is a deciduous shrub, 1–3 m tall, with stems covered in fine hairs. The leaves are simple, petiolate, and arranged oppositely. The leaf blades are broadly ovate, with a heart-shaped base; mature leaves are deeply lobed, and can reach up to 30 cm in length. The flowers are red, composed of small florets clustered into a pyramid shape and emerging from the tip of the stem; the fruit is round. The pagoda flower can be propagated by seed. The pagoda flower is a medicinal plant effective for treating various human ailments. The leaves have a sweet, sour, and slightly astringent taste and possess cooling properties.
Components
Alkaloids, flavonoids, steroids, terpenoids, tannins, saponins, polyphenols, syringaresinol, medioresinol, martinoside, cytocalasin, dehydrovomifoliol, butylitaconic acid, loliolide.
Benefits
Treats gout, treats bleeding hemorrhoids, heals wounds, promotes urination, reduces swelling, anti-inflammatory, dissolves blood clots, treats insomnia.
Preparation Method
For ailments treated with the root, use 30 to 90 grams of the root, which is then boiled or ground into a powder, brewed, and consumed. For ailments treated with the leaves, simply crush a few fresh leaves and apply them to the affected area. To use the flowers, dried flowers are used, often in powder form. Alternatively, they can be boiled and consumed once cooled. This is effective for washing bleeding wounds, bleeding hemorrhoids, and itching (pruritus). Additionally, fresh flowers can be finely ground and applied to the affected area, such as for vaginal discharge.
Daftar Pustaka
Lasmani, Naqnngune. 2013. Gorontalo. Pengaruh Filtrat Daun Tanaman bunga Pagoda (Clerodendrum squamatum Vahl) Terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Aedes aegypti. Universitas Negeri Gorontalo.
Fern, Ken. (2019). Useful Tropical Plants. Clerodendrum japonicum (Thunb.) Sweet. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Clerodendrum+japonicum 31.08.2020
Formularium Ramuan Etnomedisin Obat Asli Indonesia Volume II. 2012. Direktorat Obat Asli Indonesia Badan Pengawas Obat dan Makanan RI
Kurdi A. 2010. Tanaman herbal Indonesia. Badan Litbang Depkes

