Uncategorized

Bougenvile (Bougainvillea glabra Choisy)

Nama Latin Bougainvillea glabra Choisy Taksonomi Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta SubDivisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledoneae Sub Kelas : Apetalae/Monochlamydeae Ordo : Caryophyllales Familia : Nyctaginaceae Genus : Bougainvillea Spesies : Bougainvillea glabra Choisy Definisi Umum Tanaman bunga kertas (Bougainvillea) merupakan jenis tanaman yang paling banyak dijumpai di pekarangan rumah sebagai tanamanhias. Tanaman ini juga dijumpai dalam bentuk semak berbatang keras dan tumbuh dengan baik di daerah tropis. Bunga kertas ini karena memiliki varian warna yang beranekaragam baik daun seludang maupun daunnya, menjadikan tanaman tersebut dimanfaatkan sebagai tanaman hias di pekarangan rumah. Karakter morfologi yang mudah dikenali dari tanaman ini yaitu semak hingga pohon kecil yang berbatang keras, memiliki seludang bunga yang beraneka ragam,bercabang banyak, dan terdapat modifikasi duri pada batang dan cabangnya (Umaternate H, dkk 2022). Kandungan Bunga kertas memiliki sifat anti inflamasi, antimaag, antidiabetes, antidiare, dan antibakteri (Saadprai et al., 2025) dengan kandungan senyawanya berupa flavonoid, glikosida, fenol, alkaloid, saponin, steroid, tanin dan terpenoid (Kalaiyarasan dkk, 2022). Khasiat Tanaman bunga kertas (Bougainvillea glabra) memiliki beberapa khasiat dan kegunaan dalam pengobatan tradisional antara lain sebagai penyembuh luka, analgesik, insektisida, anti-inflamasi, anti diare, antimaag, antimikroba dan anti-diabetes. Tanaman ini juga dilaporkan digunakan sebagai agen hepatoprotektif dan antibakteri. Di Panama, bunga ini digunakan untuk pengobatan hipotensi sementara di India tanaman ini digunakan untuk pengobatan berbagai gangguan termasuk diare, batuk, radang tenggorokan, masalah pembuluh darah, keputihan, dan hepatitis (Saleem et al., 2021). Cara Pengolahan Untuk pengolahan bugenvil yang bisa diminum sebagai obat tradisional antidiabetes, cara yang umum digunakan adalah dengan membuat teh bunga bugenvil (Kirana, 2023). Metode pengolahannya sederhana dan sesuai untuk dikonsumsi langsung: Daftar pustaka Kirana,  febi anindya. (2023). Resep Teh Bunga Bougenville. Fimela.com Saadprai, C., Chaichana, C., Swainson, N., Tangjittipokin, W., & Chukiatsiri, S. (2025). Evaluation of anti-diabetic effects of ethanolic extract of Bougainvillea glabra. Biocatalysis and Agricultural Biotechnology, 67, 103617. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.bcab.2025.103617 Saleem, H., Usman, A., Mahomoodally, M. F., & Ahemad, N. (2021). Bougainvillea glabra (choisy): A comprehensive review on botany, traditional uses, phytochemistry, pharmacology and toxicity. Journal of Ethnopharmacology, 266, 113356. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.jep.2020.113356 Umaternate, hendra. Munawar, suslina. Soamole, R. (2022). Karakteristik Morfologi Bunga Kertas (Bougenville). Jurnal JBES: Journal Of Biology Education And Sciencee, 2(2). V. Kalaiyarasan, C. Kalaiselvi, C. Jothimanivannan, M. Sakthivel, S. S., & Varma, J. T. S. (2022). Pharmacological activities of bougainvillea glabra. World Journal of Pharmaceutical Research, 11(13), 1023–1029.

Bougenvile (Bougainvillea glabra Choisy) Read More »

Tempuyung (Sonchus arvensis L.)

Nama latin Sonchus arvensis L. Taksonomi Kingdom : Plantae Divisi    : Magnoliophyta Kelas     : Magnoliopsida (dikotil) Ordo     : Asterales Famili   : Asteraceae Genus    : Sonchus Spesies   : Sonchus arvensis L. (Hariana, A, 2019.). Definisi Umum Tempuyung (Sonchus arvensis L.) merupakan tanaman herbal yang memiliki khasiat obat dan tumbuh subur di daerah beriklim tropis maupun subtropis. Tanaman ini termasuk famili Asteraceae dan sering dijumpai tumbuh liar di tempat lembap seperti tepi jalan, ladang, atau tanah berbatu. Tempuyung memiliki tinggi tanaman sekitar 50–150 cm dengan batang tegak, berongga, dan mengandung getah putih. Daunnya berbentuk lonjong hingga memanjang, berwarna hijau muda, dengan tepi bergerigi tidak beraturan. Daun bagian bawah biasanya lebih besar, panjangnya dapat mencapai 20–40 cm dan lebarnya 4–10 cm, serta menempel melingkari batang. Bunga tempuyung tersusun dalam tandan berbentuk bongkol (capitulum) berwarna kuning cerah, sedangkan buahnya kecil dan ringan sehingga mudah diterbangkan angin. Akar tempuyung termasuk jenis akar tunggang dengan cabang halus di sekitarnya. Bagian tanaman yang paling sering dimanfaatkan adalah daun (Folium Sonchi arvensis), karena mengandung berbagai senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, kalium, dan triterpenoid, yang berperan dalam efek diuretik, antiinflamasi, dan peluruh batu ginjal (antilithiasis) (Djamal, R., et al. 2017). Khasiat Kandungan kalium pada daun tempuyung membantu melarutkan dan menghambat pembentukan batu ginjal dengan cara menggantikan ion kalsium pada batu oksalat, sehingga batu lebih mudah larut dan dikeluarkan melalui urin (Djamal et al., 2017). Efek diuretik dan relaksasi otot polos pembuluh darah dari ekstrak daun tempuyung dapat membantu menurunkan tekanan darah (Hariana, 2019). Cara Pengolahan Tempuyung (Sonchus arvensis L) dapat diolah menjadi beberapa bentuk sediaan untuk pengobatan, antara lain: Daun segar/kering direbus dalam air 10-25 menit (biasanya 5-20 g dalam 200 ml air). dengan cara  ini ekstrak air dapat diminum langsung. Ramuan ini dapat dikonsumsi secara tunggal atau ditambahkan madu maupun gula merah untuk memperbaiki rasa. Sediaan ini umumnya digunakan sebagai penurun kadar asam urat karena hasil uji fitokimia menunjukan infusa daun tempuyung positig mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin (Estevany Priliansi et al., 2025) Pilih 2–3 helai daun segar, cuci bersih di air mengalir untuk menghilangkan kotoran dan getah berlebih. Tumbuk atau haluskan daun hingga menjadi pasta lembut. Jika diinginkan, tambahkan 1–2 sendok teh air hangat atau beberapa tetes minyak kelapa untuk meningkatkan daya sebar dan penyerapan zat aktif pada kulit (Hariana, A. 2019) Daftar Pustaka Estevany Priliansi, Sarah Puspita Atmaja, & Ari Widhiarso. (2025). Antihyperuricemia Activity Test of Tempuyung Leaf Infusion (Sonchus arvensis L.) on Male Swiss Webster Mice (Mus musculus). JURNAL FARMASIMED (JFM), 7(2), 264–273. https://doi.org/10.35451/jfm.v7i2.2588  Hariana, A. (2019). Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. Jakarta: Penebar Swadaya. Isnindar, I., et al. (2014). “Study of diuretic and uric acid lowering effect of Sonchus arvensis L. leaf infusion.” Indonesian Journal of Pharmacy. Kementerian Kesehatan RI. (2020). Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. Jakarta: Kemenkes RI.

Tempuyung (Sonchus arvensis L.) Read More »

Scroll to Top