Uncategorized

Daun Duduk

Nama Latin Desmodium triquetrum Taksonomi Kingdom : Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Fabales Famili : Fabaceae Genus : Desmodium Spesies : Desmodium triquetrum (L.) DC. (Tjitrosoepomo, 2010) Deskripsi Umum Daun duduk merupakan tanaman semak kecil dengan batang tegak dan bercabang. Daunnya berwarna hijau berbentuk lonjong hingga lanset, sedangkan bunganya kecil berwarna ungu muda. Tanaman ini umumnya tumbuh liar di tepi jalan, kebun, maupun lahan terbuka yang lembap. Tanaman daun duduk mudah tumbuh dan mampu beradaptasi pada berbagai kondisi lingkungan. Bagian tanaman yang sering dimanfaatkan sebagai obat herbal adalah daun dan batangnya. Kandungan Tanaman daun duduk mengandung berbagai senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan, antara lain: Kandungan tersebut berperan sebagai antiinflamasi dan membantu melindungi tubuh dari radikal bebas. Khasiat Cara Pengolahan untuk Obat Herbal 1. Rebusan Daun Duduk Bahan: Segenggam daun duduk segar 3 gelas air Cara membuat:Daun duduk dicuci bersih kemudian direbus hingga air tersisa sekitar 1 gelas. Air rebusan disaring dan diminum setelah dingin. Ramuan ini dipercaya membantu meredakan nyeri dan menjaga kesehatan tubuh. 2. Obat Oles Tradisional Bahan: Daun duduk segar secukupnya Cara membuat:Daun duduk dicuci bersih lalu ditumbuk hingga halus. Hasil tumbukan ditempelkan pada bagian tubuh yang bengkak atau luka ringan. Daftar Pustaka Materia Medika Indonesia. 1989. Materia Medika Indonesia Jilid V. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Tjitrosoepomo, G. 2010. Taksonomi Tumbuhan Spermatophyta. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Dalimartha, S. 2008. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta: Puspa Swara. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2016. Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga. Jakarta: Kemenkes RI.

Daun Duduk Read More »

Sambang Darah (Excoecaria cochinchinensis)

Nama Latin Excoecaria cochinchinensis Taksonomi Kingdom: Plantae Subkingdom: Tracheobionta Superdivisi: Spermatophyta Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Subkelas: Rosidae Ordo: Euphorbiales Famili: Euphorbiaceae Genus: Excoecaria Spesies: Excoecaria cochinchinensis Lour. (Plantamor.com) Definisi Umum Sambang darah dengan nama lokal daun remek daging (Jateng), ki sambaing memiliki ciri Tanaman tegak tanaman hingga 200 centimeter dengan percabangan banyak dan getah berwarna putih. Bentuk daun berhelai lancip, dengan tangkai bercabang kayu. Warna daun pada permukaan atas hijau tua, dan permukaan bawah merah gelap. Kandungan Sambang darah dengan nama lokal daun remek daging (Jateng), ki sambaing memiliki ciri Tanaman tegak tanaman hingga 200 centimeter dengan percabangan banyak dan getah berwarna putih. Bentuk daun berhelai lancip, dengan tangkai bercabang kayu. Warna daun pada permukaan atas hijau tua, dan permukaan bawah merah gelap. Khasiat Obat disentri, muntah dan batuk darah, pendarahan setelah melahirkan ataupun keguguran, obat penyakit kulit. Cara Pengolahan Berikut cara pengolahan sambang darah untuk obat: Pemanfaatan Dalam (Diminum/Rebusan) diolah dengan cara rebus 10-15 lembar daun segar atau cuci bersih ranting kering sepanjang satu jari, rebus dalam 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Air rebusan daunnya dapat dikonsumsi setiap pagi dan sore hari. Pemanfaatan Luar (Obat Oles) dapat diolah dengan cara Giling atau tumbuk daun segar sampai halus, lalu lumurkan pada bagian tubuh yang terluka atau gatal. Selanjutnya dapat diolah dengan melalui proses pengeringan dimana daun sambang darah bisa dikeringkan terlebih dahulu untuk digunakan sebagai bahan teh herbal atau rebusan. Daftar Pustaka Aminah, dkk. 2022. Formulasi Sediaan Serbuk Perona Pipi Ekstrak Daun Sambang Darah (Excoecaria cochinchinensis) sebagai Pewarna Alami. Jurnal Farmasi. Vol 5(1).

Sambang Darah (Excoecaria cochinchinensis) Read More »

Iler (Plectranthus scutellarioides (L.) R. Br.)

Nama Latin Plectranthus scutellarioides (L.) R. Br. Taksonomi Kingdom : Plantae Devisi : Spermatophyta Class : Dicotylendonae Ordo : Solanales Family : Lamiaceae Genus : Coleus Spesies : Plectranthus scutellarioides (L) R. Br (Elfianis, 2021). Deskripsi Umum Tanaman iler memiliki banyak sinonim, seperti Coleus atropurpureus Benth, Coleus scutellarioides (L) Benth, Coleus blumei Benth, Solenostemon scutellarioides (L) Codd. Nama daerah di Indonesia dikenal dengan si gesing (Batak), jawer kotok (Sunda), kentangan (Jawa), ati-ati, saru-saru (Bugis), majana (Madura) dan adang-adang (Padang) (Elfanis, 2021). Kandungan Daun iler memiliki berbagai kandungan senyawa kimia seperti minyak atsiri, alkaloid, flavonoid, tannin, saponin dan turunan fenolik/polifenol. Hal ini dibuktikan oleh penelitian Mpila et al., (2012) yang menyatakan bahwa daun iler mengandung minyak atsiri, saponin, flavonoid dan polifenol, begitu juga dengan beberapa penelitian setelahnya. Auliawan et al. (2014) melakukan penapisan fitokimia terhadap ekstrak daun iler menunjukkan bahwa hasil uji tabung positif terhadap keberadaan alkaloid, flavonoid, tannin dan saponin. Flavonoid adalah salah satu senyawa fenolik yang dapat memproteksi sel beta pankreas dari radikal bebas dengan bersifat sebagai antioksidan, selain itu flavonoid mampu menghambat enzim alfa glukosidase yang berfungsi memecah karbohidrat. Penghambatan enzim alfa glukosidase ini menyebabkan penundaan penyerapan glukosa sehingga mampu menurunkan kadar gula dalam darah (Fitrianto dan Priyo, 2010). Khasiat Antioksidan, Antibakteri, Imunomodulator, Antihistamin, Antihelmintik, Mukolitik Cara Pengolahan Obat Batuk dan Demam (Seduhan): Siapkan 5 lembar daun muda dan 15 cm batang atas tanaman iler, lalu cuci bersih. Rebus dengan 300 ml air hingga mendidih. Air rebusan diminum setelah hangat. Obat Batuk Berdahak dan Asma (Perasan): Ambil 7-10 lembar daun miana/iler, cuci bersih. Tumbuk halus daun tersebut Seduh dengan sedikit air panas, lalu saring. Tambahkan madu untuk mengurangi rasa pahit (opsional) lalu minum Daftar Pustaka Alzamani, L. M., Marbun, M. R., Purwanti, M. E., Salsabilla, R., & Rahmah, S. (2022). Ulkus Kronis : Mengenali Ulkus Dekubitus dan Ulkus Diabetikum. Jurnal Nasional Indonesia, 2(02), 272–286. American Diabetes Association. (2018). Standards of medical care in diabetes – 2021 abridged for primary care providers. Clinical Diabetes, 39(1), 14–43. https://doi.org/10.2337/cd21-as01 American Diabetes Association. (2022). Professional Practice Committee: Standards of Medical Care in Diabetes—2022. Diabetes Care, 45(January), S3. https://doi.org/10.2337/dc22-SPPC Anita, Basarang, M., Arisanti, D., Rahmawati, & Fatmawati, A. (2019). Analisis Daya Hambat Esktrak Etanol Daun Miana (Coleus atropurpureus) terhadap Staphylococcus aureus dan Vibrio Cholera. Seminar Nasional Sains, Teknologi, Dan Sosial Humaniora Uit 2019, 1(1), 1–9. Bela, Preyendiswara, A. (2021). Manfaat Dan Budidaya Daun Miana. Universitas Tarumanegara, Jakarta.

Iler (Plectranthus scutellarioides (L.) R. Br.) Read More »

Gempur Batu (Ruellia napifera Zoll. & Mor. )

Nama Latin Ruellia napifera Zoll. & Mor.  Taksonomi Kingdom: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Ordo: Scrophulariales Famili: Acanthaceae Genus: Ruellia Spesies: Ruellia napifera Zoll. & Mor. \ (A Rozak,2011) Deskripsi Umum Tumbuhan Gempur batu ini merupakan tumbuhan liar yang ada di hutan-hutan, diladang pada tanah agak lembab pada dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl tumbuhan ini berhabitus semak. Tanaman daun gempur batu adalah salah satu tanaman yang telah lama dikenal sebagai tanaman herbal. Daun berbentuk tombak dan berakar, daun agak kasar terdapat banyak bulu halus di permukaannya, memiliki bunga berukuran kecil-kecil warna-nya putih. Kandungan Bagian  akar  diketahui mengandung  triterpenes  (lupeol),  fitosterol  (sitosterol,  stigmasterol,  dan kampesterol), 2,6-Dimetoksikuinon, dan akasetin, sedangkan pada daun dan bunga telah diisolasi senyawa apigenin-7-â-D-glukoronida. Dari tanaman ini telah pula diisolasi senyawa golongan flavonoid yaitu kirsimaritin, kirsimarin, kirsiol  4’-glikosida,  sorbifolin,  dan  pedalitin. Ruellia   brittoniana telah mengandung  senyawa  2-O-galaktopiranosil  gliserol  heksaasetat.  Tanaman Ruellia   patula mengandung  senyawa  lioniresinol-9-O-â-D-glukopiranosida dan 5,5-dimetoksi. Larisiresinol -9- O -â- glukopiranosida yang merupakan suatu lignan. Khasiat Tanaman gempur batu ini dapat menyembuhkan penyakitkencing batu, sebagai obat batu ginjal, melancarkan buang airkecil, mencegah sembelit, mengatasi sakit kuning, anti tumor, Untuk lebih jelasnyamengatasi wasir, anti tumor, mengobati maag, anti kolesterol, obat mengenai daun gempurdiare, gatal-gatal, baik untuk lambung. Cara Pengolahan Siapkan sekitar 7 lembar daun gempur batu, 30 gram daun semanggi, dan 7 lembar daun kembangbungang. Bersihkan semua daun tersebut dan rebus bersama-samadalam 800cc hingga tersisa setengahnya. Minumlah air rebusantersebut secara teratur 2 kali sehari. Daftar Pustaka Bahriyah, I., Hayati, A., & Zayadi, H. (2015). Etnobotani dan Penggunaan Tumbuhan Liar Berkhasiat Obat di Kecamatan Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep Madura.  Departemen Kesehatan RI. (1986). Medical Herb Index in Indonesia. Ningsih, I. Y. (2016). Studi Etnofarmasi Penggunaan Tumbuhan Obat di Kecamatan Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep Madura.  Putri Citrawati. (n.d.). Khasiat dan Perawatan Gempur Batu.  Repository UGM. (1991). Pengaruh Daun Gempur Watu (Borreria hispida, SCHUM) Terhadap Daya Larut Kalsium Batu Ginjal secara In Vitro.

Gempur Batu (Ruellia napifera Zoll. & Mor. ) Read More »

Garut (Maranta arundinacea Linn)

Nama Latin Maranta arundinacea Linn Taksonomi kerajaan :Plantae; divisi : Spermatophyte; kelas : Monocotyledoneae; bangsa : Zingerbales; suku : Marantacea; magra : Maranta; jenis : Maranta arundinacea Linn (TANAMAN GARUT BUDIDAYA DAN PEMASARAN SECARA ONLINE,2019) Deskripsi Umum Garut merupakan tanaman umbi-umbian yang dapat menghasilkan karbohidrat dengan jumlah yang cukup tinggi. Tanaman ini memiliki potensi pasar internasional, karena dapat diusahakan secara komersial. Garut mudah beradaptasi pada banyak agroekologi, tetapi setiap daerah menghasilkan garut dalam jumlah yang berbeda-beda tergantung pada kadar air dalam tanah karena jumlah hujan yang sedikit mengakibatkan pasokan air dalam tanah juga sedikit. Kandungan Umbi garut memiliki kandungan gizi tinggi, kandungan karbohidrat 25-30%, kandungan pati Buletin Plasma Nutfah Vol.17 No.1 Th.2011 13 +20% (Widowati, 1998; Suhartini T dan Hadiatmi, 2011), tepungnya dapat digunakan sebagai bahan baku pengganti terigu (Djaafar dan Rahayu, 2006;Suhartini T dan Hadiatmi,2011). Umbi garut memiliki manfaat kesehatan karena indeks glikemiknya rendah Khasiat Garut merupakan tanaman multifungsi, antara lain penghasil pati dan bahan baku industri emping garut, yang diketahui sebagai makanan sehat.Limbah pengolahan umbi garut berupa kulit dan ampas dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak. Umbi garut merupakan penghasil pati yang potensial dengan hasil pati 12 berkisar antara 1,92-2,56 t/ha (Djaafar et al. 2007; Anonim 2009a;Titiek F,dkk,2010). Pati garut dapat digunakan sebagai bahan substitusi terigu (Djaafar dan Rahayu 2006;Titiek F,dkk,2010) hingga 50-100%. Oleh karena itu, pati garut berpotensi menurunkan impor terigu yang telah mencapai 4,10 juta t/tahun dengan nilai Rp3,40 triliun (Gusmaini et al. 2003; Anonim 2008;Titiek F,dkk,201 Cara Pengolahan Umbi garut dapat langsung direbus atau dibakar sebagai camilan tradisional yang rasanya mirip bengkuang namun lebih gurih. Umbi garut memiliki indeks glikemik rendah , menjadikannya sangat baik untuk kesehatan pencernaan dan penderita diabetes. Daftar Pustaka Amalia, B. 2014. Umbi Garut Sebagai Alternatif Pengganti Terigu Untuk Individual Austitik. Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Insustri. Vol. 20. No. 2. Hal: 30-31 Anusavice, K.J. 2003. Buku Ajar Ilmu Bahan Kedoktera Gigi. Ed. Ke-10. Alih bahasa: Budiman JA, Purwoko S. Jakarta:EGC. Hal. 94. 103-106. Cahyani, E.D. dan Nugroho, D.H. 2012. Pengaruh Uji Temperatur Air Pencampur Terhadap Setting Time Bahan Cetak Alginat Dengan Penambahan Pati Garut (Maranta Arundinaceae L.). Departemen Biomaterial Pendidikan Dokter Gigi, UMY. Hal 6 Faridah, D.N., Fardiaz, D., Andarwulan, N., Sunarti, T.C. 2014. Karakteristik Sifat Fisikokimia Pati Garut (Maranta Arundinaceae). Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan. Universitas Pertanian Bogor. Hal 15

Garut (Maranta arundinacea Linn) Read More »

Gragas Otot (Equisetum ramosissimum)

Nama Latin Equisetum ramosissimum Taksonomi Kerajaan:Plantae Divisi:  Polypodiophyta Kelas:  Polypodiopsida Subkelas:Equisetidae Ordo:   Equisetales Famili: Equisetaceae Genus: Equisetum Spesies:Equisetum ramosissimum (Herbie,2015) Deskripsi Umum Equisetum ramosissimum var. huegelii adalah tumbuhan berspora dengan batang tegak, silindris, dan berongga. Cabang-cabangnya panjang, ramping, memiliki dua atau tiga bagian dalam vertisil, berusuk, simpul yang dikelilingi oleh selubung ketat sisik bawaan seperti daun dan memiliki strobilus lonjong di ujung cabang Kandungan Asam kersik 5 % – 10 %, asam oksalat, asam malat, asam akonitat, asam tanat, kalium, natrium dan saponin Khasiat Indikasi khusus: Peradangan pada kelenjar prostat – membantu hilangnya kontrol pada saluran kandung kemih pada anak (mengurangi mengompol pada anak) – Diuretik – meringankan Cystitis (nyeri pada kandung kemih) dengan kondisi hematuria (kencing berdarah) – meringankan uretritis (pembengkakan pada saluran kandung kemih). – penggunaan Oral : untuk terapi irigasi pada penyakit bakteri dan inflamasi pada saluran kemih bagian bawah dan kerikil (serpihan batu) ginjal  Cara Pengolahan Untuk minum: 10-15 g herba kering, rebus. Pemakaian luar: Dibuat parem. Digunakan untuk sakit pada persendian, digosokkan pada anak untuk memperkuat anggota gerak dan obat luka. Daftar Pustaka Departemen Kesehatan Republik Indonesia (1978).”Materia Medika Indonesia jilid 2″ Global Biodiversity Information Facility Research (1999).”Global Biodiversity Information Facility” Mithun Biswas, Aninda Mandal, Madhuparna Hore, Subikash Biswas, Suvendu Dey, Jayita Biswas1, Amrik Mondal, Bidyut Kumar Mandal, Piu Das, Sudha Gupta (2016).”new record of equisetum ramosissimum susbsp. debile from lower gangetic plain, west bengal, india and conservation approach” British Herbal Medicine Association (1976).”British Herbal Pharmacopoeia” American Botanical Council (1986).”Herbal Medicine: Expanded Commission E Monographs”

Gragas Otot (Equisetum ramosissimum) Read More »

Takokak (Solanum torvum Sw.)

Nama Latin Solanum torvum Sw. Taksonomi Kingdom: Plantae Subkingdom: Tracheobionta Superdivisi: Spermatophyta Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Subkelas: Asteridae Ordo: Solanales Famili: Solanaceae Genus: Solanum Spesies: Solanum torvum Sw. IPNI (2024) Deskripsi Umum Terung pipit adalah salah satu spesies tumbuhan berbentuk perdu dari famili Solanaceae (suku terong-terongan). Tumbuhan yang dikenal dengan nama ilmiah Solanum torvum ini berasal dari bioma beriklim tropis basah dengan rentang sebaran mulai dari Meksiko, Amerika Selatan bagian utara, Karibia, hingga Brazil timur. Di Indonesia terung pipit memiliki beberapa nama, antara lain ada yang menyebutnya takokak, pokak (Jawa), atau terong pipit (Sumatra). Nama ilmiah Solanum torvum pertama kali dipublikasikan oleh botanis Olof Peter Swartz pada tahun 1788. Kandungan Menurut Rahman (2013), senyawa flavonol dan flavon dimanfaatkan dalam sayuran indigenous tersebut sangat bervariasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sayuran indigenous yang diteliti mengandung senyawa quarcetin. Selain itu, menurut Astri (2012) buah takokak mengandung flavonoid, tanin, saponin, fenol dan quercetin. Khasiat Takokak (Solanum torvum Swartz) digunakan oleh masyarakat sebagai sayur baik dimasak atau sebagai lalapan. Selain itu, takokak juga digunakan sebagai obat darah tinggi dan penambah nafsu makan. Tanaman ini juga dapat digunakan sebagai obat sakit lambung, sakit gigi, tidak datang haid, batuk kronis, obat sakit pinggang kaku, bisul, koreng, darah tinggi, penambah nafsu makan, gatal-gatal, mata kering, penghilang rasa sakit, anti radang dan alat kontrasepsi (Mustarichie, dkk. 2011). Cara Pengolahan  Sediakan 10-15 gram takokak kering atau 30-60 gram takokak segar, rebus hingga mendidih, lalu minum airnya. Daftar Pustaka Gandhi GR, Ignacimuthu S, Paulraj MG. 2011. Solanum torvum Swartz: fruit containing phenolic compounds shows antidiabetic and antioxidant effects in streptozotocin induced diabetic rats. Food Chem Toxicol 49:2725-2733. Helilusiatiningsih, N. (2020). Pengolahan buah terung pokak (Solanum torvum) menjadi teh herbal sebagai minuman fungsional. Buana Sains, 20(2), 139–148. Lee et al. (2013). PENGARUH LOKASI TUMBUH TERHADAP SENYAWA FITOKIMIA PADA BUAH, BIJI, DAUN, KULIT BUAH TANAMAN TAKOKAK (Solanum torvum). Buana Sains.

Takokak (Solanum torvum Sw.) Read More »

Tapak Liman (Elephantopus scaber L)

Nama Latin Elephantopus scaber L Taksonomi Kingdom : Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Sub Kelas : Asteridae Ordo : Asterales Famili : Asteraceae Genus : Elephantopus Spesies : Elephantopus scaber L Deskripsi Umum Tapak liman (Elephantopus scaber L.) dikenal sebagai jenis tumbuhan liar yang tersebar luas di berbagai daerah di Indonesia. Tumbuhan ini umumnya tumbuh di area yang tidak terkena sinar matahari secara langsung, di ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini tergolong dalam famili Asteraceae dan memiliki asal-usul dari wilayah Amerika serta Asia.. (Mandal et al., 2018). Kandungan Ekstrak etanol daun tapak liman mengandung senyawa-senyawa seperti steroid, alkaloid, dan flavonoid yang berpotensi sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Flavonoid diketahui memiliki aktivitas antibakteri melalui mekanisme perusakan membran sitoplasma, yaitu dengan berikatan dengan protein hingga merusak struktur protein tersebut (Widyaningrum et al., 2020). Khasiat Cara Pengolahan Air Rebusan (Infus): Tumbukan (Obat Luar): Daftar Pustaka Ahmad, A. R., Juwita, J., & Ratulangi, S. A. D., 2015. Penetapan Kadar Fenolik dan Flavonoid Total Ekstrak Metanol Buah dan Daun Patikala (Etligera elatior (Jack) RM SM). Pharmaceutical Sciences & Research, 2(1), pp. 1-10. Alponsin, Maideliza, T., & Noli, Z. A. 2017. Studi Anatomi Daun Cantigi (Vaccinium korinchense Ridl.) pada Altitud Berbeda di Gunung Talang. Jurnal Metamorfosa, 4(1), pp. 114-121. Andrian, Supriadi., & Purba, M. 2014. Pengaruh Ketinggian Tempat dan Kemiringan Lereng terhadap Produksi Karet (Havea brasiliensis Muell. Arg.) di Kebun Hapesong PTPN III Tapanuli Selatan. Jurnal Online Agroteknologi, 2(3), 981-989. Azter, A. A., 2009. Uji Efek Ekstrak Etanol Herba Tapak Liman (Elephantopus scaber L.) terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Darah pada Tikus Putih Jantan yang Diinduksi Kafeina. Skripsi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta

Tapak Liman (Elephantopus scaber L) Read More »

Tapak Dara (Catharanthus roseus (L.) G.Don)

Nama Latin Catharanthus roseus (L.) G.Don Taksonomi Kingdom: Plantae Subkingdom: Tracheobionta Superdivisi: Spermatophyta Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Subkelas: Asteridae Ordo: Gentianales Famili: Apocynaceae Genus: Catharanthus Spesies: Catharanthus roseus (L.) G.Don (POWO,2024) Deskripsi Umum Tapak dara adalah salah satu spesies tumbuhan perdu atau perdu kecil dari famili Apocynaceae. Tumbuhan yang dikenal dengan nama ilmiah Catharanthus roseus ini berasal dari bioma beriklim tropis kering di wilayah Madagaskar timur dan selatan. Di Indonesia tapak dara memiliki beberapa nama, antara lain ada yang menyebutnya bunga serdadu, kembang tembaga, atau tapak dara. Nama ilmiah Catharanthus roseus pertama kali dipublikasikan oleh botanis George Don pada tahun 1837. Kandungan Ekstrak etanol daun tapak liman mengandung senyawa-senyawa seperti steroid, alkaloid, dan flavonoid yang berpotensi sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Flavonoid diketahui memiliki aktivitas antibakteri melalui mekanisme perusakan membran sitoplasma, yaitu dengan berikatan dengan protein hingga merusak struktur protein tersebut (Widyaningrum et al., 2020). Khasiat Daun tapakdara (Catharanthus roseus) telah digunakan secara tradisional untuk membantu menurunkan tekanan darah, membantu meringankan malaria, sembelit dan kencing manis. Akarnya digunakan untuk membantu meringankan kencing manis dan peluruh haid. Cara Pengolahan Merebus, menyeduh, atau mengeringkan daun dan bunganya untuk pengobatan tradisional, seperti diabetes dan darah tinggi. Cara utamanya meliputi perebusan 10-16 lembar daun dengan 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas, atau menyeduh 7 lembar daun dengan air panas.  Daftar Pustaka Hariana.A. 2011. Tumbuhan Obat Dan Khasiatnya. Hal 110 – 112. Penebar Swadaya : Jakarta. Leonindita.2009. Formulasi Tablet Ekstrak Herba Tapak Dara (Catharantus Roseus (L) G. Don) Dengan Bahan Pengikat Gelatin Dan Gom Arab Pada Berbagai Konsentrasi.Skripsi.Fakultas Farmasi Universitas Muhamadiah Surakarta. Sakina. 2012. Khasiat Di Balik Tapak Dara (Catharanthus Roseus) Dan Mahkota Dewa (Phaleria Macrocarp ).Jurusan Farmasi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Haluoleo. Kendari.

Tapak Dara (Catharanthus roseus (L.) G.Don) Read More »

Tembelekan (Lantana camara L.)

Nama Latin Lantana camara L. Taksonomi Regnum : Plantae Divisio : Spermatophyta Sub Classis : Angiospermae Classis : Dicotyledonae Ordo : Lamiales Familia : Verbenaceae Genus : Lantana Species : Lantana camara L. (Van Steenis, 1997) Deskripsi Umum Tembelekan (L. camara) merupakan tanaman perdu tegak atau setengah merambat dengan ciri-ciri batang : berkayu, bercabang banyak, ranting berbentuk segi empat, tinggi lebih dari 0,5-4 m, memiliki bau yang khas, terdapat dua varietas (berduri dan tidak berduri); Daun : tunggal, duduk berhadapan, bentuk bulat telur dengan ujung meruncing dan bagian 7 pinggirnya bergerigi, panjang 5-8 cm, lebar 3,5-5 cm, warna hijau tua, tulang daun menyirip, permukaan atas berbulu banyak, kasar dan permukaan bawah berbulu jarang; Bunga : majemuk bentuk bulir, mahkota bagian dalam berbulu, berwarna putih, merah muda, jingga kuning, dan masih banyak warna lainnya; Buah : seperti buah buni dan berwarna hitam mengkilat bila sudah matang (Dalimarta, 1999). Kandungan Menurut Pramono 1999, daun tembelekan (L. camara) memiliki kandungan senyawa kimia seperti lantadene A, lantadene B, lantanolic acid, lantic acid, minyak atsiri (berbau menyengat yang tidak disukai serangga), beta- caryophyllene, gamma-terpidene, alpha-pinene dan p-cymene. Khasiat Tanaman tembelekan selain dapat digunakan sebagai tanaman hias juga dapat digunakan sebagai tanaman obat dan insektisida alami. Bagian tanaman yang dapat digunakan adalah akar yang bersifat tawar dan sejuk, untuk meredakan demam, TBC, rematik, memar, keputihan, kencing nanah, gondongan, sakit kulit, penawar racun, penghilang nyeri dan penghenti pendarahan. Daun yang bersifat pahit, sejuk dan berbau, untuk menghilangkan gatal, batuk, rematik, anti-toksik, menghilangkan bengkak. Bunga tembelekan bersifat manis dan sejuk dapat digunakan untuk penyakit TBC, sesak nafas dan dapat menghentikan pendarahan. Tanaman ini juga digunakan sebagai pengendali serangga (Dalimarta, 1999). Cara Pengolahan Tanaman tembelekan (Lantana camara) diolah secara tradisional maupun modern sebagai obat luar (luka/bisul) dan dalam (batuk/diare). Cara utamanya meliputi pelumatan daun untuk kompres, perebusan 5-7 lembar daun, atau ekstraksi etanol untuk lotion dan salep. Daun harus dicuci bersih dan dikeringkan (diangin-anginkan) sebelum diolah.  Daftar Pustaka Azis. S. 2014. Senyawa Alam Metabolit Sekunder Teori. Konsep dan Tekhnik Pemurnian.: Yogyakarta Ansel. H.C. (1989). Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Universitas Indonesia Press : Jakarta. Gandjar IG & Abdul R. 2014. Kimia Farmasi Analisis. Pustaka Pelajar : Yogyakarta. Gandjar IG & Abdul R. 2008. Kimia Farmasi Analisis. Pustaka Pelajar : Yogyakarta. Gandjar IG & Abdul R. 2007. Kimia Farmasi Analisis. Pustaka Pelajar : Yogyakarta. Hanani. E. 2015. Analisa Fitokimia. Buku Kedokteran EGC : Jakarta. Hidayat S. 2015. Kitab Tumbuhan Obat. Cibubur. Jakarta Timur. Herbie. T. 2015. Kitab Tanaman Berkhaisat Obat. Octopus Publishing House : Yogyakarta.

Tembelekan (Lantana camara L.) Read More »

Scroll to Top