Nama latin
Mirabilis jalapa L.
Taksonomi
Kingdom : Plantae
Sub kingdom : Tracheobionta
Seb devision : Spermatophyta
Division : Magnoliophyta
Clas : Magnoliopsida
Subclass : Caryophylidae
Order : Caryophyllales
Family : Nyctaginaceae
Genus : Mirabilis
Spesies : Mirabilis jalapa L.
(Ramesh et al., 2014)
Definisi umum
Indonesia: kembang pukul empat. Sumatra: kempang pagi sore, kembang pukul empat, bunga waktu kecil. Jawa: kederat, segerat, tegerat. Nusatenggara: noja, koderat, bunga ledonosok, loro laka. Sulawesi: pukul ampa, turaga,bodoko sina, bunga teteapa, bunga-bunga paranggi, bunga-bunga parengki. Maluku: kupa, oras, cako, raha.Herba tahunan, tegak, tinggi 20-80 cm, berasal dari Amerika Selatan, banyak ditanam orang sebagai tanaman hias di pekarangan atau sebagai pembatas pagar rumah. Tumbuh di dataran rendah yang cukup mendapat sinar matahari maupun di daerah perbukitan. Termasuk suku kampah-kampahan, berbatang basah, daunnya berbentuk jantung, warna hijau tua, panjang 2-11 cm, lebar 7-8 cm, pangkal daun mambulat, ujung meruncing, tepi daun rata, letak berhadapan, mempunyai tangkai daun yang panjangnya 5-6 cm. Bunganya berbentuk terompet, dengan banyak macam warna antara lain: merah, putih, jingga, kuning, kombinasi/belang-belang. Mekar di waktu sore hari dan kuncup kembali pada pagi hari menjelang fajar. Buahnya keras warna hitam berbentuk telur dapat dibuat bedak. Kulit umbinya bewarna coklat kehitaman berbentuk bulat memanjang, panjang 7-9 cm dengan diameter 2-5 cm, isi umbi bewarna putih.
Kandungan
Akar mengandung betaxanthins. Buah mengandung zat tepung, lemak (4,3%), zat asam lemak (24,4%), zat asam minyak (46,9%).
Khasiat
Selain sebagai tanaman hias, tanaman pukul empat memiliki manfaat sebagai antioksidan dan aktivitas sitotoksisitas (Rumzhum et al., 2008), antiartritis, (Augustine et al., 2013), antispasmodik (Aoki et al., 2008), antinociceptive (Walker et al., 2008), anti inflamasi (Singh et al., 2010), efek hipoglikemia dan 9 hipolipidemik (Zhou et al., 2011), antibakteri (Devi, 2010). Aktivitas farmakologi pada berbagai ekstrak yang dilaporkan oleh Shaik et al. (2012), menunjukkan aktivitas antidiabetes, antioksidan, antimikroba, antifungal, antiviral, dan penyakit urinan.
Cara pengolahan
a. Acute arthritis: akar segar direbus lalu diminum, bila badan panas ditambah tahu.
b. Bunga putih sebanyak 120 gram, direbus lalu minum.
c. Bisul:
1) Pada bisulnya dioleskan sedikit minyak kemiri. Daun kembang pukul empat dilayukan diatas api, kemudian dioleskan sedikit minyak kelapa, tengahnya dilubang dan letakkan diatas bisul.
2) 10 lembar kembang pukul empat dicuci kemudian dilumatkan ditambah air garam secukupnya, ditempelkan pada bisul dan sekelilingnya lalu dibalut.
3) Akar segar dibuang kulitnya kemudian dilumatkan dan ditambah gula enau. Tempelkan pada bisulnya, sehari diganti 2 kali.
d. Jerawat:
Buahnya mengandung zat tepung, dibuat tepung bedak, tepung bedak ditambah air kemudian dioleskan.
Daftar Pustaka
Anggara MA. 2013. Aktivitas MAP (Mirabilis Antiviral protein) sebagai Pengendalian Penyakit Gemini Virus pada Tanaman Cabai. Institut Pertanian Bogor. Bogor. [Skripsi]. Ariantari N P, Ikawati Z, Sudjadi, Sismindari. 2010. Efek sitotoksik protein dari daun Mirabilis jalapa L. hasil pemurnian dengan kolom CM Sepharose CL6B terhadap kultur sel HeLa. Jurnal farmasi dan ilmu kesehatan. 1(1): 1-7. Asniwita, SH hidayat, G Suastika, S Sujiprihatin, S Susanto dan I Hayati. 2012. Eksplorasi isolat lemah Chili veinal mottle potyvirus pada pertanaman cabai di Jambi, Sumatera barat dan Jawa Barat. J.Hortikultura. 22(2): 181-186. Ayuni FFL dan Mulyanti D. 2015. Uji aktivitas antibakteri tepung biji bunga pukul empat (Mirabilis jalapa L.) terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan formulasinya dalam sediaan krim. Prosding Penelitian SPeSIA Unisba. 154-158 Badan Pusat Statistik. 2018. Produksi sayuran di Indonesia. Jakarta (ID): Badan Pusat Statistik. http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php. Diunduh 26 Desember 2018.

