Matoa (Pometia Pinnata)

Nama Latin

Pometia Pinnata

Taksonomi

KingdomPlantae
Divisi Tracheophyta
SubclassMagnoliopsida
OrderSapindales
FamillySapindaceae
Genus Pometia
SpesiesPometia pinnata(Thomson dan Thaman (2006)

Definisi Umum

Matoa (Pometia pinnata) merupakan tanaman buah tropis yang berasal dari wilayah Asia Tenggara dan banyak ditemukan di Indonesia, terutama di Papua. Tanaman ini termasuk dalam famili Sapindaceae, yang juga mencakup tanaman rambutan dan leci. Matoa dikenal sebagai tanaman yang memiliki nilai gizi tinggi serta potensi sebagai tanaman obat karena mengandung berbagai senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Buahnya banyak dikonsumsi sebagai sumber nutrisi, sedangkan daun dan bagian tanaman lainnya telah dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional oleh masyarakat (Rahmah et al., 2021).

Secara morfologi, matoa merupakan pohon berkayu yang dapat tumbuh hingga lebih dari 20 meter dengan batang yang kuat serta daun majemuk menyirip. Tanaman ini banyak dibudidayakan di daerah tropis karena memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap lingkungan. Selain dimanfaatkan sebagai buah konsumsi, bagian daun dan kulit batang juga digunakan sebagai bahan obat tradisional karena memiliki aktivitas biologis seperti antioksidan dan antibakteri (Putri et al., 2023).

Kandungan

Tanaman matoa diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder yang berperan penting dalam aktivitas biologis. Senyawa yang ditemukan pada daun maupun buah matoa antara lain flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, fenolik, dan terpenoid. Selain itu, buah matoa juga mengandung beberapa vitamin penting seperti vitamin C, vitamin A, dan vitamin E yang berperan sebagai antioksidan alami dalam tubuh (Islamiyati, 2024).

             Kandungan senyawa flavonoid dan fenolik pada matoa memiliki kemampuan untuk menangkal radikal bebas dengan cara mendonorkan elektron sehingga dapat mencegah kerusakan sel. Aktivitas antioksidan ini sangat penting dalam mencegah berbagai penyakit degeneratif yang berkaitan dengan stres oksidatif, seperti penyakit kardiovaskular dan kanker (Putri et al., 2023).

Khasiat

Tanaman matoa memiliki berbagai aktivitas farmakologis yang berpotensi dikembangkan sebagai obat bahan alam. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun matoa memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Aktivitas ini menunjukkan potensi matoa sebagai sumber antibakteri alami yang dapat dimanfaatkan dalam bidang kesehatan (Pagarra et al., 2025).

       Selain sebagai antibakteri, kandungan senyawa flavonoid dan fenolik pada tanaman  matoa juga memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Senyawa antioksidan tersebut mampu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas yang dapat memicu berbagai penyakit kronis dan degeneratif (Rahmah et al., 2021).

          Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa senyawa bioaktif yang terdapat pada tanaman matoa berpotensi memiliki aktivitas antikanker. Aktivitas ini berkaitan dengan kemampuan flavonoid dan senyawa fenolik dalam menghambat proliferasi sel kanker, menginduksi apoptosis (kematian sel terprogram), serta menekan stres oksidatif yang berperan dalam perkembangan sel kanker (Putri et al., 2023).

Cara Pengolahan

1. Ambil sekitar 10–15 gram daun matoa segar.

2. Cuci bersih menggunakan air mengalir.

3. Rebus dengan 2–3 gelas air hingga tersisa sekitar 1 gelas.

4. Saring air rebusan tersebut.

5. Minum air rebusan tersebut 1–2 kali sehari secara tradisional untuk membantu menjaga kesehatan tubuh (Putri et al., 2023).

Daftar Pustaka

Rahmah W, Hamzah H, Hajar S, Ressandy SS, Putri EM. Potential of matoa fruit extract (Pometia pinnata) as antioxidant source. Jurnal Farmasi Sains dan Praktis. 2021;7(1).

Putri AC, Yuliana TN, Suzery M, Aminin ALN. Total phenolic, flavonoid and LC-MS analysis of the ethanolic extract of matoa (Pometia pinnata) leaves. Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi. 2023;26(12).

Islamiyati R. Phytochemical screening and determination of total flavonoids of matoa leaves using UV-VIS spectrophotometry. PHARMACON. 2024;13(2).

Pagarra H, Rachmawaty, Musawira, Handayani B, Haq MNS. Phytochemical screening and antimicrobial activity of matoa (Pometia pinnata) leaves against Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Biosel: Biology Science and Education. 2025;14(2).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top