May 2026

PACAR CINA (Aglai odorata Lour)

Nama Latin (Aglai odorata Lour) Taksonomi Tanaman pacar cina (Aglaia odorata Lour.) termasuk dalam: Kingdom: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Ordo: Sapindales Famili: Meliaceae Genus: Aglaia Spesies: Aglaia odorata Lour. Definisi Umum Tanaman pacar cina (Aglaia odorata Lour.) merupakan tanaman semak atau perdu yang banyak ditemukan di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai tanaman hias karena bunganya yang harum, namun juga dikenal sebagai tanaman obat tradisional. Bagian yang digunakan meliputi daun, bunga, dan batang, yang secara turun-temurun dimanfaatkan untuk berbagai keperluan kesehatan. Kandungan Tanaman pacar cina mengandung berbagai senyawa kimia yang berperan dalam aktivitas biologis, di antaranya: Beberapa senyawa tersebut diketahui memiliki aktivitas antitumor dan antioksidan yang cukup kuat. Khasiat Tanaman pacar cina memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, antara lain: Selain itu, kandungan metabolit sekundernya menjadikan tanaman ini potensial dikembangkan sebagai bahan obat alami modern. Cara Pengolahan Pengolahan tanaman pacar cina dapat dilakukan secara tradisional maupun modern. Secara tradisional, daun atau bunga biasanya direbus dan air rebusannya diminum untuk menjaga kesehatan tubuh atau mengatasi bau badan. Selain itu, bagian tanaman juga dapat digunakan secara langsung sebagai ramuan herbal. Dalam pengolahan modern, bagian tanaman seperti kulit batang atau daun dikeringkan terlebih dahulu, kemudian dihaluskan menjadi simplisia. Selanjutnya dilakukan proses ekstraksi menggunakan pelarut seperti etanol melalui metode maserasi. Hasil ekstrak kemudian disaring dan diuapkan hingga diperoleh senyawa aktif seperti β-sitosterol dan flavonoid yang dapat digunakan untuk penelitian atau diformulasikan menjadi produk herbal. Daftar Pustaka ResearchGate – Isolasi dan Karakterisasi Senyawa β-sitosterol dan Flavonoid dari Kulit Batang Aglaia odorata  https://www.researchgate.net/publication/355994047  Repository Universitas Andalas – BAB II Aglaia odorata  http://scholar.unand.ac.id/29161/3/BAB%20II%20%28ISI%29.pdf Kompas.com – Manfaat Pacar Cina  https://www.kompas.com/tren/read/2022/12/30/090500165

PACAR CINA (Aglai odorata Lour) Read More »

PACING (Costus speciosus)

Nama Latin Costus speciosus Taksonomi Tanaman pacing termasuk dalam: Kingdom: Plantae Divisi: Spermatophyta Kelas: Monokotil Ordo: Zingiberales Famili: Cannaceae Genus: Canna Spesies: Canna edulis Kerr. Definisi Umum Tanaman pacing (Costus speciosus) merupakan tanaman umbi-umbian yang banyak tumbuh di daerah tropis, termasuk Indonesia. Tanaman ini dikenal sebagai sumber pangan alternatif karena menghasilkan umbi yang kaya pati dan dapat diolah menjadi berbagai produk makanan. Selain sebagai bahan pangan, tanaman ini juga memiliki potensi sebagai tanaman obat dan bahan industri karena kandungan gizinya yang cukup tinggi. Kandungan Umbi dan bagian lain tanaman pacing mengandung berbagai zat penting, antara lain: Selain itu, pati ganyong juga mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi meningkatkan kesehatan, terutama dalam sistem pencernaan dan metabolisme tubuh. Khasiat Tanaman pacing memiliki berbagai manfaat, antara lain: Selain itu, dalam pengembangan modern, ganyong juga berpotensi sebagai bahan pangan fungsional yang mendukung kesehatan usus dan metabolisme tubuh. Cara Pengolahan Pengolahan tanaman pacing umumnya dilakukan dengan memanfaatkan bagian umbinya. Umbi yang telah dipanen dicuci hingga bersih, kemudian dikupas dan dipotong-potong. Setelah itu, umbi dapat dikeringkan dan diolah menjadi tepung sebagai bahan pangan alternatif. Selain itu, umbi juga dapat direbus atau dikukus untuk dikonsumsi langsung sebagai sumber karbohidrat. Dalam pengolahan lebih lanjut, pati dari umbi ganyong dapat diekstraksi dan digunakan sebagai bahan pembuatan makanan seperti biskuit, cendol, atau produk olahan lainnya.  Daftar Pustaka Sasmita, K. D., & Taher, S. (2019).  Budidaya Tanaman Ganyong (Canna edulis Kerr.).Diakses dari: https://repository.pertanian.go.id Noriko, N., & Pambudi, A. (2014).  Diversifikasi pangan sumber karbohidrat Canna edulis Kerr. (Ganyong).  Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Sains dan Teknologi.https://jurnal.uai.ac.id/index.php/SST/article/view/160 Santoso, J., dkk. (2025).  Canna (Canna edulis) flour’s properties as functional food. Indonesian Journal of Life Sciences.  https://journal.i3l.ac.id/index.php/IJLS/article/view/206

PACING (Costus speciosus) Read More »

Sesuru (Euphorbia antiquorum L)

Nama Latin Euphorbia antiquorum L Taksonomi Kingdom : Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Malpighiales Famili : Euphorbiaceae Genus : Euphorbia Spesies : Euphorbia hirta L. Definisi Umum Tanaman sesuru (Euphorbia hirta L.) merupakan tanaman herbal liar yang tumbuh di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Tanaman ini biasanya ditemukan di lahan terbuka, tepi jalan, dan pekarangan dengan kondisi tanah kering hingga lembap. Sesuru memiliki ciri khas berupa batang berambut halus, daun kecil berbentuk oval, serta menghasilkan getah putih yang sering dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Dalam praktik etnobotani, tanaman ini dikenal luas sebagai obat herbal untuk mengatasi gangguan pernapasan seperti asma, batuk, dan bronkitis, serta masalah pencernaan dan infeksi kulit. Selain itu, berbagai penelitian menunjukkan bahwa Euphorbia hirta mengandung senyawa bioaktif yang berperan dalam aktivitas farmakologis seperti antiinflamasi, antimikroba, dan antioksidan, sehingga menjadikan tanaman ini penting dalam pengembangan obat herbal modern (Kumar et al., 2010). Kandungan Tanaman sesuru (Euphorbia hirta L.) mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berkontribusi terhadap aktivitas biologisnya. Kandungan utama meliputi flavonoid seperti quercetin dan rutin, yang berperan sebagai antioksidan kuat dalam menangkal radikal bebas. Selain itu, tanaman ini juga mengandung tanin, saponin, dan alkaloid yang berfungsi sebagai antimikroba dan antiinflamasi. Senyawa lain seperti triterpenoid, fitosterol, serta asam fenolat juga ditemukan dalam ekstrak tanaman ini dan berperan dalam meningkatkan aktivitas farmakologisnya. Kehadiran senyawa tersebut menjadikan Euphorbia hirta memiliki potensi besar dalam pengobatan tradisional maupun pengembangan fitofarmaka, terutama dalam mengatasi infeksi, peradangan, dan gangguan metabolik (Kumar et al., 2010). Khasiat Tanaman sesuru memiliki berbagai khasiat, antara lain: 1Mengatasi gangguan pernapasanDigunakan untuk meredakan asma, batuk, dan bronkitis. AntiinflamasiMembantu mengurangi peradangan pada tubuh. AntimikrobaEfektif melawan bakteri dan jamur penyebab penyakit. AntidiareDigunakan sebagai obat tradisional untuk diare. AntioksidanMelindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Penyembuhan lukaMembantu mempercepat proses penyembuhan luka dan iritasi kulit. Cara Pengolahan a. Rebusan HerbalAmbil seluruh bagian tanaman (daun, batang, akar) Cuci bersih Rebus dengan 2–3 gelas air hingga tersisa 1 gelas Saring dan minum Digunakan untuk batuk, asma, dan diare. b. Obat LuarTumbuk daun segar hingga halus Tempelkan pada luka atau kulit yang iritasi c. Infus HerbalSeduh daun kering dengan air panas Diamkan 10–15 menit Saring dan minum Daftar Pustaka Kumar, S., et al. (2010). Pharmacological and phytochemical properties of Euphorbia hirta. Journal of Medicinal Plants Research. Ahmad, W., et al. (2017). Phytochemical and pharmacological profile of Euphorbia hirta. Journal of Applied Pharmaceutical Science. Tjitrosoepomo, G. (2013). Taksonomi Tumbuhan Obat-obatan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Harborne, J. B. (1987). Metode Fitokimia. Bandung: ITB Press. Departemen Kesehatan RI. (2017). Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Sesuru (Euphorbia antiquorum L) Read More »

Sukun (Artocarpus altilis)

Nama Latin Artocarpus altilis Taksonomi Kerajaan: PlantaeKlad: TracheophytaKlad: AngiospermaeKlad: EudikotilKlad: RosidaeOrdo: RosalesFamili: MoraceaeGenus: ArtocarpusSpesies: A. Altilis(Bantari,2008) Definsi Umum Sukun(Artocarpus altilis) adalah nama sejenis pohon yang berbuah. Buah sukun tidak berbiji dan memiliki bagian yang empuk, yang mirip roti setelah dimasak atau digoreng. Karena itu, orang-orang Eropa mengenalnya sebagai “buah roti”.Sukun sesungguhnya adalah kultivar yang terseleksi sehingga tak berbiji. Kata “sukun” dalam bahasa Jawa berarti “tanpa biji” dan dipakai untuk kultivar tanpa biji pada jenis buah lainnya, seperti jambu klutuk dan durian. “Moyangnya” yang berbiji (dan karenanya dianggap setengah liar) dikenal sebagai gomasi (Makassar), amakir, umare (Ambon), sukunutan (Banda),[6] 𝗞𝘂𝗹𝗼𝗿𝗼 (bahasa Selayar), timbul, kulur (bahasa Sunda), atau kluwih (bahasa Jawa), kulu (bahasa Aceh), kalawi (bahasa Minang), bakara’ (bahasa Makassar). Di Kepulauan Maluku, sukun disebut sebagai amo (Maluku Utara) dan suune (Maluku).[2] Di daerah Pasifik, kulur dan sukun menjadi sumber karbohidrat penting. Di sana dikenal dengan berbagai nama, seperti kuru, ulu, atau uru. Nama ilmiahnya adalah Artocarpus altilis.Sekilas, pohon sukun memiliki daun besar dengan bentuk unik, dengan buah yang terlihat seperti buah nangka.[2] Buah sukun acap kali diolah sebagai makanan pokok, seperti sukun goreng atau sukun rebus. Di Kepulauan Maluku, sukun disajikan dengan cocolan sambal sebagai kudapan Kandungan Buah sukun mengandung niasin, vitamin C, riboflavin, karbohidrat, kalium, thiamin, natrium, kalsium, dan besi (Mustafa, A.M.,1998). Pada kulit kayunya ditemukan senyawa turunan flavanoid yang terprenilasi, yaitu artonol B dan sikloartobilosanton. Kedua senyawa terebut telah diisolasi dan diuji bioaktivitas antimitotiknya pada cdc2 kinase dan cdc25 kinase (Makmur, L., et al., 1999). Kayu yang dihasilkan dari tanaman sukun bersih dan berwarna kuning, baik untuk digergaji menjadi papan kotak, dapat digunakan sebagai bahan bangunan meskipun tidak begitu baik. Kulit kayunya digunakan sebagai salah satu bagian minuman di Ambon kepada wanita setelah melahirkan (Heyne K, 1987).Flavanoid adalah senyawa polifenol yang secara umum mempunyai struktur phenylbenzopyrone (C6-C3-C6). Flavanoid dan derivatnya terbukti memiliki aktivitas biologi yang cukup tinggi sebagai cancer prevention. Berbagai data dari studi laboratorium, investigasi epidemiologi, dan uji klinik pada manusia telah menunjukkan bahwa Flavanoid memberikan efek signifikan sebagai cancer chemoprevention dan pada chemotheraphy (Ren, W., et al., 2003) Khasiat Tanaman sukun memiliki banyak manfaat yang telah digunakan secara tradisional dan didukung penelitian:a. AntioksidanKandungan flavonoid dan fenolik mampu menangkal radikal bebas dan mencegah kerusakan sel.b. Menurunkan Tekanan DarahAir rebusan daun sukun digunakan untuk membantu mengatasi hipertensi.c. AntidiabetesDigunakan untuk membantu mengontrol kadar gula darah secara alami.d. AntiinflamasiMembantu meredakan peradangan seperti rematik dan nyeri sendi.e. Menjaga Kesehatan JantungDigunakan secara tradisional untuk menurunkan kolesterol dan menjaga fungsi jantung.f. Menjaga Kesehatan GinjalDigunakan dalam pengobatan tradisional untuk gangguan ginjal.g. Sumber EnergiBuah sukun kaya karbohidrat sehingga baik sebagai sumber energi alternatif pengganti beras. Cara Pengolahan Tanaman sukun dapat diolah dengan berbagai cara sesuai kebutuhan:a. Rebusan DaunAmbil 3–5 lembar daun sukunCuci bersihRebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelasSaring dan minumDigunakan untuk hipertensi, diabetes, dan kesehatan ginjal. b. Olahan BuahKupas buah sukunPotong sesuai kebutuhanGoreng, kukus, atau rebusDigunakan sebagai makanan sumber energi seperti keripik atau gorengan. c. Tepung SukunIris buah sukunKeringkanHaluskan menjadi tepungDigunakan sebagai bahan pangan alternatif dalam industri makanan. d. Obat LuarTumbuk daun sukun segarTempelkan pada bagian tubuh yang sakit atau lukaDigunakan untuk mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan luka. Daftar Pustaka Heyne, K., 1987, Tumbuhan Berguna Indonesia Jilid II, Badan Litbang Kehutanan, JakartaMakmur, L., et al., 1999, Artonol B dan Sikloartobilosanton dari Tumbuhan Artocarpus teysmanii MIQ, Lembaga Penelitian ITB, BandungMustafa, A.M., 1998, Isi Kandungan Artocarpus communis, Food Science, 9:23Ren, W., et al., 2003.Flavanoids: Promising Anticancer Agents, Medical research Reviews, Vol 23, No 4, Willey Periodical, Inc, 519-534.Syamsuhidayat, S.S and Hutapea, J.R, 1991, Inventaris Tanaman Obat Indonesia, edisi kedua, Departemen Kesehatan RI, JakartaNisa, S., et al. (2024). Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Sukun. Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia.Badriyah, L., & Mutripah, S. (2023). Kandungan Flavonoid Daun Sukun. Jurnal Estu Utomo Health Science.Raihandhany, R. (2022). Ethnobotanical Aspects of Artocarpus altilis. Genbinesia Journal of Biology.Kurniawati, I. F., & Sutoyo, S. (2021). Potensi Antioksidan Bunga Sukun. Unesa Journal of Chemistry.Daenlangi, R., et al. (2016). Isolasi Senyawa Metabolit Sekunder Sukun. Chemica Journal.Aliyah, A., & Rahman, L. (2021). Analisis Pati Buah Sukun. Media Pharmaceutica Indonesiana.

Sukun (Artocarpus altilis) Read More »

Inggu (Ruta graveolens)

Nama Latin Ruta graveolens Taksonomi Kerajaan: PlantaeKlad: TracheophytaKlad: AngiospermaeKlad: EudikotilKlad: RosidOrdo: SapindalesFamili: RutaceaeGenus: RutaSpesies: R. graveolens Definisi Umum Ruta graveolens, umumnya dikenal sebagai inggu , adalah spesies tumbuhan dalam genus Ruta yang ditanam sebagai tanaman hias dan ramuan. Merupakan tumbuhan asli di Semenanjung Balkan. Sekarang tumbuh di seluruh dunia di kebun-kebun, terutama karena daun yang kebiruan, dan kadang-kadang karena toleransi yang baik terhadap panas dan kondisi tanah kering. Juga dibudidayakan sebagai ramuan obat, bumbu, dan yang lebih jarang sebagai penolak serangga. Kandungan Tanaman ingu mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, dan senyawa fenolik yang memberikan banyak manfaat kesehatan. Penggunaan tanaman inggu telah dilakukan oleh banyak masyarakat untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan secara alami. Khasiat Berikut adalah beberapa manfaat utama dari tanaman inggu untuk kesehatan: Rebusan Akar atau Daun Inggu : Akar atau daun tanaman inggu dapat direbus dan air rebusannya diminum untuk meredakan nyeri, peradangan, atau gangguan pencernaan. Teh Inggu : Beberapa orang membuat teh herbal dari tanaman inggu yang dapat membantu menenangkan pikiran, meredakan stres, dan meningkatkan sirkulasi darah. Pasta Daun Inggu : Daun tanaman inggu yang dihancurkan bisa digunakan sebagai kompres pada bagian tubuh yang terasa sakit atau bengkak untuk meredakan peradangan. Daftar Pustaka Noer, S., Pratiwi, R. D., Gresinta, E., Biologi, P., & Teknik, F. (2018). Penetapan kadar senyawa fitokimia (tanin, saponin dan flavonoid) sebagai kuersetin pada ekstrak daun inggu (Ruta angustifolia L.). Jurnal Eksakta, 18(1), 19-29.

Inggu (Ruta graveolens) Read More »

Suruhan (Peperomia pellucida (L.) Kunth)

Nama Latin Peperomia pellucida (L.) Kunth Taksonomi Kingdom: PlantaeSubkingdom: TracheobiontaSuperdivisi: SpermatophytaDivisi: MagnoliophytaKelas: MagnoliopsidaSubkelas: MagnoliidaeOrdo: PiperalesFamili: PiperaceaeGenus: PeperomiaSpesies: Peperomia pellucida (L.) Kunth Definisi Umum Suruhan adalah salah satu spesies tumbuhan epifit dari famili Piperaceae (suku sirih-sirihan). Tumbuhan yang dikenal dengan nama ilmiah Peperomia pellucida ini berasal dari bioma beriklim tropis basah di kawasan tropis dan subtropis Amerika, kawasan tropis Afrika, Madagaskar. Di Indonesia suruhan memiliki beberapa nama, antara lain ada yang menyebutnya ketumpangan air (Melayu), sasaladaan (Sunda), atau suruh-suruhan (Jawa). Nama ilmiah Peperomia pellucida pertama kali dipublikasikan oleh botanis Carl Sigismund Kunth pada tahun 1816. Kandungan Tanaman suruhan (Peperomia pellucida) kaya akan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, triterpenoid, dan steroid yang berfungsi sebagai antiinflamasi, antioksidan, serta antibakteri. Kandungan ini efektif meredakan asam urat, radang kulit, jerawat, serta mengatasi sakit perut.Berikut adalah rincian kandungan dan manfaat tanaman suruhan:Senyawa Aktif (Fitokimia):Flavonoid: Berfungsi sebagai antioksidan kuat, antiinflamasi, dan agen antikanker.Alkaloid, Saponin, Tanin, dan Steroid: Memberikan efek antimikroba (antibakteri) yang menghambat pertumbuhan bakteri seperti Pseudomonas aeruginosa.Minyak Atsiri: Didominasi oleh seskuiterpenoid (87,5%) yang memiliki sifat terapeutik.Senyawa Fenolik: Termasuk pellucidin A, dillapiole, dan apiol yang memiliki aktivitas pengobatan.Kandungan Nutrisi:Kaya akan vitamin A dan C, yang penting untuk kesehatan kulit dan meningkatkan kekebalan tubuh. Khasiat Tanaman suruhan memiliki berbagai manfaat yang telah digunakan secara tradisional dan didukung oleh penelitian ilmiah, antara lain:a. AntioksidanSuruhan mampu menangkal radikal bebas karena kandungan fenolik dan flavonoidnya tinggi.b. AntiinflamasiMembantu meredakan peradangan, terutama pada kasus rematik dan nyeri sendi.c. AntimikrobaEfektif melawan bakteri dan jamur karena kandungan senyawa aktif seperti alkaloid dan flavonoid.d. AntidiabetesDigunakan secara tradisional untuk membantu menurunkan kadar gula darah.e. AntikankerMemiliki potensi sebagai agen antikanker berdasarkan aktivitas senyawa bioaktifnya.f. Mengatasi Demam dan Sakit KepalaSering digunakan sebagai obat herbal untuk menurunkan demam dan meredakan sakit kepala.g. Penyakit KulitDigunakan untuk mengobati jerawat, luka, dan iritasi kulit. Cara Pengolahan Tanaman suruhan dapat diolah dengan cara sederhana sesuai kebutuhan:a. Rebusan HerbalAmbil seluruh bagian tanaman segar (daun dan batang)Cuci bersihRebus dengan 2–3 gelas air hingga tersisa 1 gelasSaring dan minumDigunakan untuk mengatasi demam, rematik, dan gangguan dalam tubuh. b. Lalapan atau Konsumsi SegarCuci daun segarKonsumsi sebagai lalapanCara ini umum digunakan untuk menjaga kesehatan dan membantu menurunkan tekanan darah. c. Tumbukan (Obat Luar)Tumbuk daun segar hingga halusTempelkan pada bagian luka atau kulit yang meradangDigunakan untuk mempercepat penyembuhan luka dan mengatasi iritasi kulit. d. Ekstrak atau Jus HerbalHaluskan tanaman segar dengan airSaring dan minumDigunakan sebagai terapi alternatif untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Daftar Pustaka Rovik, A., et al. (2024). Ethnobotany and Potential of Suruhan (Peperomia pellucida) as a Herbal Medicine Ingredient. Journal of Biomedical Sciences and Health.Sukri, M. A. M., et al. (2025). A Comprehensive Review of Peperomia pellucida. Malaysian Journal of Applied Sciences.Silalahi, M. (2022). Peperomia pellucida: Traditional medicinal and its bioactivity. World Journal of Biology Pharmacy.Puluhulawa, Y. A., et al. (2021). Kandungan dan manfaat suruhan. Jurnal Agrosains.Ashibna, S. F., & Nurkholidah, I. (2023). Skrining fitokimia suruhan. Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan.Sodik, J. J., et al. (2024). Aktivitas antioksidan Peperomia pellucida. Medical Sains.

Suruhan (Peperomia pellucida (L.) Kunth) Read More »

Jenitri (Elaeocarpus ganitrus)

Nama Latin Elaeocarpus ganitrus Taksonomi Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledoneae Ordo : Malvales Famili : Elaeocarpaceae Genus : Elaeocarpus Spesies : E. Ganitrus Roxb. (USDA.) Definisi Umum Tanaman jenitri (Elaeocarpus ganitrus) merupakan tanaman pohon berkayu yang dapat tumbuh hingga ±25–30 meter. Tanaman ini banyak ditemukan di wilayah Indonesia seperti Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali, dan Papua. Jenitri awalnya dimanfaatkan sebagai tanaman peneduh karena memiliki tajuk yang rindang. Bagian yang paling bernilai dari tanaman ini adalah bijinya, yang dikenal sebagai rudraksha. Biji jenitri memiliki tekstur keras, unik, dan tahan lama, sehingga banyak dimanfaatkan sebagai bahan aksesori seperti kalung, gelang, dan anting, serta memiliki potensi manfaat kesehatan. Kandungan Bagian yang memiliki kandungan kimia adalah bijinya, dengan kandungan antara lain: Khasiat Cara Pengolahan Daftar Pustaka Arnold, X., & Withers, S. (2013). Compendium of Jewelry Making Techniques. London: Search Press. Djakaria, E. (2018). Workshop Membuat Aksesori Berbahan Dasar Sumber Daya Alam dari Biak Selatan untuk Meningkatkan Perekonomian Keluarga. Prosiding Sendimas. Ginting, S. (2020). Peran Dosen dalam Membangun Karakter Era Milenial. Gorontalo: Pascasarjana Universitas Negeri. Hendarman. (2019). Pendidikan Karakter Era Milenial. Bandung: Remaja Rosdakarya. Mahmud, M. (2017). Pendidikan Karakter: Konsep dan Implementasi. Bandung: Alfabeta. Sumantri, E. (2011). Pendidikan Karakter. Bandung: Widaya Aksara Press. Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta. Tim PPM Manajemen. (2012). Business Model Canvas Penerapan di Indonesia. Jakarta: PPM.

Jenitri (Elaeocarpus ganitrus) Read More »

Durian (Durio zibenthinus Murr.)

Nama Latin Durio zibenthinus Murr. Taksonomi Kingdom : Plantae  Divisi : spermatophyte Subdivisi : Angioessparmae Kelas : dicotyledonae Ordo : bambacales Famili : bombacacaae Genus : Durio Spesies : Durio zibenthinus murr ( Nursida, 2008) Definisi Umum Durian (Durio zibethinus Murr.) merupakan tanaman buah tropis asli Asia Tenggara yang banyak ditemukan di negara seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Tanaman ini termasuk famili Bombacaceae dan dikenal luas sebagai “raja buah” karena cita rasa khas serta aromanya yang kuat. Durian umumnya tumbuh di daerah dengan kondisi iklim tropis dan banyak dibudidayakan baik secara tradisional di kebun campuran maupun secara intensif di perkebunan komersial. Di Indonesia, durian termasuk komoditas buah penting dengan produksi yang cukup tinggi dan memiliki keanekaragaman genetik yang besar (Yuniastuti et al., 2018). Kandungan Berdasarkan literatur yang dikutip dalam jurnal, durian memiliki kandungan gizi dan senyawa bioaktif yang cukup tinggi, di antaranya: Kandungan tersebut menunjukkan bahwa durian memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami yang bermanfaat bagi kesehatan (Charoensiri et al., 2009; Feng et al., 2016 dalam Yuniastuti et al., 2018). Khasiat Durian memiliki beberapa manfaat atau khasiat, antara lain: Selain itu, durian juga memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi sebagai komoditas unggulan hortikultura (Yuniastuti et al., 2018). Cara Pengolahan Dalam jurnal disebutkan bahwa durian tidak hanya dikonsumsi langsung, tetapi juga dapat diolah untuk meningkatkan nilai tambah. Beberapa cara pengolahan durian antara lain: Pengolahan ini penting untuk memperpanjang umur simpan dan meningkatkan nilai ekonomi buah durian. Daftar Pustaka Yuniastuti, E., Nandariyah, & Bukka, S. R. (2018). Karakterisasi Durian (Durio zibethinus) Ngrambe di Jawa Timur, Indonesia. Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture, 33(2), 136–145. https://doi.org/10.20961/carakatani.v33i2.19610  Charoensiri, R., Kongkachuichai, R., Suknicom, S., & Sungpuag, P. (2009). Beta-carotene, lycopene, and alpha-tocopherol contents of selected Thai fruits. Food Chemistry, 113(1), 202–207.  Feng, J., Wang, Y., Yi, X., Yang, W., & He, X. (2016). Phenolics from durian exert antioxidant activities. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 64(21), 4273–4279.  Leontowicz, H., et al. (2011). Positive effects of durian fruit on heart and liver health. European Journal of Integrative Medicine, 3(3), e169–e181. Norjana, I., & Noor Aziah, A. A. (2011). Quality attributes of durian juice after enzyme treatment. International Food Research Journal, 18(3), 1117–1122. Dang, T. N., & Nguyen, B. H. (2015). Study on durian processing technology. Asia Pacific Journal of Sustainable Agriculture, Food and Energy, 3(1), 12–16.

Durian (Durio zibenthinus Murr.) Read More »

Tegetes (Tagetes L)

Nama Latin Tagetes L. Taksonomi Kingdom: PlantaeDivisi: Magnoliophyta / SpermatophytaKelas: MagnoliopsidaOrdo: AsteralesFamili: AsteraceaeSub Famili: TageteaeGenus: Tagetes Definisi Umum Tanaman marigold adalah salah satu jenis tanaman yang tumbuh liar dan memiliki mahkota bunga yang berwarna cerah dan juga mempunyai manfaat sebagai agen kemopreventif karena dalam tanaman tersebut mengandung senyawa-senyawa yang bersifat antioksidan untuk menangkal radikal bebas (Susanti, et al. 2018). Tanaman marigold ini sudah sangat umum diketahui oleh masyarakat karena tanaman ini telah tersebar di seluruh Indonesia dan juga telah banyak dibudidayakan, khususnya dipulau Bali dikenal sebagai gemitir (Dewi, & Pharmawati, 2018) dan diwilayah lain ada yang menyebutkan tanaman bunga tahi ayam, tahi kotok, kenikir, randa kencana,dan ades.. Kandungan Bunga Tagetes erecta merupakan tanaman dari keluarga Asteraceae yang tersebar luas di seluruh dunia dengan berbagai spesies dan biasa digunakan sebagai tanaman hias. Bunga Tagetes erecta diketahui mengandung senyawa karotenoid seperti lutein, beta-karoten, alfa-karoten, zeaxantin, antraxantin dan alfakriptoxantin. Bunganya berwarna kuning diduga mengandung lutein dalam jumlah besar karena lutein merupakan pigmen berwarna kuning, namun senyawa karotenoid yang terdapat dalam tumbuhan masih berupa karotenoid ester (Kusmiati et al., 2015). Tanaman Tagetes sudah banyak diteliti di luar negeri karena bunganya merupakan sumber pigmen karotenoid berwarna kuning seperti karoten yaitu alfa dan beta karoten dan xantofil yaitu lutein dan zeaxantin (Kusmiati dan Agustini, 2010). Khasiat Tanaman tegetes memiliki berbagai khasiat yang telah dimanfaatkan secara tradisional maupun diteliti secara ilmiah, yaitu:a. AntioksidanKandungan karotenoid dan flavonoid mampu menangkal radikal bebas dan melindungi sel tubuh.b. AntiinflamasiSenyawa aktifnya membantu mengurangi peradangan pada jaringan tubuh.c. AntimikrobaEfektif melawan bakteri, jamur, dan parasit karena adanya thiophenes dan minyak atsiri.d. Menjaga Kesehatan MataLutein dan zeaxanthin berperan dalam menjaga kesehatan retina dan mencegah degenerasi makula.e. Penyembuhan LukaMempercepat penyembuhan luka dan mencegah infeksi pada kulit.f. Gangguan PencernaanDigunakan sebagai obat tradisional untuk meredakan kram dan gangguan lambung.g. Pestisida AlamiDigunakan dalam pertanian sebagai pengendali hama dan nematoda. Cara Pengolahan Tanaman tegetes dapat diolah dengan berbagai cara tergantung tujuan penggunaannya:a. Infus atau Teh HerbalAmbil bunga kering atau segarSeduh dengan air panas selama 10–15 menitSaring dan minumDigunakan untuk membantu pencernaan dan meningkatkan daya tahan tubuh.b. Kompres atau Obat LuarRebus bunga atau daunGunakan air rebusan sebagai kompres pada luka atau iritasi kulitc. Tumbukan (Poultice)Tumbuk daun atau bunga segarTempelkan langsung pada bagian yang luka atau meradangd. Minyak HerbalRendam bunga dalam minyak (zaitun/kelapa)Diamkan beberapa hariGunakan untuk perawatan kulite. Pestisida AlamiHaluskan bagian tanamanCampur dengan airSemprotkan ke tanaman untuk mengusir hama Daftar Pustaka Dewi, I. A. R. P., & Pharmawati, M. (2018). Penggandaan Kromosom Marigold (Tagetes erecta L.) dengan Perlakuan Kolkisin. A Scientific Journal, 35(3), 153-157.KUSMIATI, K., TAMAT, S. R., & ILMIARTI, T. A. (2015). Isolasi Lutein dari Bunga Kenikir (Tagetes erecta L.) dan Identifikasi Menggunakan Fourier Transformed Infra Red dan Kromatografi Cair Spektrometri Massa. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 13(2), 123-130.Susanti, R., Hanif, A., & Lisdayani, L. (2018). Analisa Kadar Kualitatif Senyawa Lutein dari Tanaman Kenikir (Tagetes erecta L) Sebagai Mikrohabitat Dari Musuh Alami Hama. AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian, 21(3), 230-233.Raihandhany, R., & Hanifah, D. S. (2025). A Review on The Traditional Utilization of Tagetes erecta L. in Indonesia. Berkala Ilmiah Biologi.Priyanka Dixit et al. (2024). A Brief Study on Marigold (Tagetes species). International Research Journal of Pharmacy.Aarti Khulbe (2015). A Review on Tagetes erecta. World Journal of Pharmaceutical Sciences.Floramedical Global (2025). Tagetes erecta Botanical Data.PMC (2018). Tagetes spp. Essential Oils and Biological Activity.

Tegetes (Tagetes L) Read More »

Drakaena (Dracaena agustifolia)

Nama Latin Dracaena agustifolia Taksonomi Divisi : Spermatophyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Famili : Lyliaceae Ordo : Lyliales Genus : Dracaena Spesies : Dracaena compacta. (Direktorat Jenderal Hortikultura, 2012) Definisi Umum Tanaman daun suji (Dracaena angustifolia) merupakan salah satu tanaman yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia, terutama sebagai pewarna alami hijau pada makanan serta sebagai tanaman obat tradisional. Tanaman ini termasuk genus Dracaena yang memiliki peran penting di bidang hortikultura, pengobatan, dan budaya (Amalo et al., 2022). Kandungan Daun suji diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder, antara lain: Kandungan flavonoid dan klorofil berperan penting dalam aktivitas biologis seperti antioksidan dan antimikroba (Amalo et al., 2022). Khasiat Daun suji memiliki berbagai manfaat kesehatan, antara lain: Aktivitas antijamur ini dibuktikan dengan adanya zona hambat pertumbuhan Candida albicans pada berbagai konsentrasi ekstrak daun suji (Amalo et al., 2022). Cara Pengolahan Daftar Pustaka Amalo, D., Mauboy, R. S., Karyawati, A., Ruma, M. T. L., Dima, A. O. M., & Saminda, F. R. (2022). Aktivitas ekstrak daun suji (Dracaena angustifolia) terhadap daya hambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Jurnal Biotropikal Sains, 19(3), 77–82.

Drakaena (Dracaena agustifolia) Read More »

Scroll to Top