BINTARO (Cerbera manghas/odollam)
Nama Latin Cerbera manghas/odollam Taksonomi Kingdom : Plantae Sub kingdom : Tracheobionta Super devisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida sub kelas : Asteridae Ordo : Gentianales Famili : Apocynaceae Genus : Cerbera Spesies : Cerbera manghas Boiteau, Pierre L. (Zailani; 2015) Definisi Umum Tanaman bintaro (Cerbera odollam) merupakan tumbuhan dari famili Apocynaceae yang dikenal sebagai tanaman pantai dan memiliki kandungan senyawa toksik seperti cerberin. Secara umum, bintaro dimanfaatkan sebagai sumber pestisida nabati karena mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, tanin, dan steroid yang bersifat racun bagi organisme pengganggu tanaman. Berdasarkan penelitian, ekstrak daun bintaro memiliki sifat antifedan (penolak makan) dan racun perut yang efektif dalam mengendalikan hama, khususnya ulat krop kubis (Crocidolomia pavartata), dengan tingkat mortalitas tinggi serta mampu menghambat perkembangan larva menjadi pupa dan imago, sehingga berpotensi besar sebagai alternatif pengendalian hama yang ramah lingkungan dibanding pestisida kimia sintetis. Kandungan Daun bintaro (Cerbera odollam) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, tanin, steroid, fenol, serta racun cerberin yang bersifat toksik dan berfungsi sebagai penolak makan serta penghambat pertumbuhan hama seperti ulat krop kubis (Crocidolomia pavartata). Khasiat Cara Pengolahan Cara pengolahan daun bintaro (Cerbera odollam) sebagai pestisida nabati cukup sederhana, yaitu daun segar ditumbuk halus lalu direndam dalam pelarut (misalnya air atau aseton) selama ±48 jam, kemudian disaring untuk diambil ekstraknya. Hasil ekstrak dapat dipanaskan hingga menjadi lebih kental, lalu sebelum digunakan dicampur air dan bahan perekat (seperti tween) agar mudah menempel pada daun tanaman. Larutan ini selanjutnya diaplikasikan dengan cara disemprotkan pada tanaman yang terserang hama seperti ulat krop kubis (Crocidolomia pavartata). Daftar Pusstaka Asikin, S., & Akhsan, N. (2020). Efektivitas Ekstrak Daun Tumbuhan Bintaro (Cerbera odollam), Bayam Jepang (Amaranthus viridis) dan Paku Perak (Niprolepis hirsutula) Terhadap Ulat Krop Kubis (Crocidolomia pavartata). Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab, 2(2), 111–117. Utami, S., Syaufina, L., & Haneda, N. F. (2010). Daya racun ekstrak kasar daun bintaro (Cerbera odollam Gaertn.) terhadap larva Spodoptera litura. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 15(2), 96–100. Rohimatun, S., & Sondang. (2011). Bintaro (Cerbera manghas) sebagai pestisida nabati. Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 17(1), 1–6.
BINTARO (Cerbera manghas/odollam) Read More »










