Nama Latin
Durio zibenthinus Murr.
Taksonomi
Kingdom : Plantae
Divisi : spermatophyte
Subdivisi : Angioessparmae
Kelas : dicotyledonae
Ordo : bambacales
Famili : bombacacaae
Genus : Durio
Spesies : Durio zibenthinus murr ( Nursida, 2008)
Definisi Umum
Durian (Durio zibethinus Murr.) merupakan tanaman buah tropis asli Asia Tenggara yang banyak ditemukan di negara seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Tanaman ini termasuk famili Bombacaceae dan dikenal luas sebagai “raja buah” karena cita rasa khas serta aromanya yang kuat. Durian umumnya tumbuh di daerah dengan kondisi iklim tropis dan banyak dibudidayakan baik secara tradisional di kebun campuran maupun secara intensif di perkebunan komersial. Di Indonesia, durian termasuk komoditas buah penting dengan produksi yang cukup tinggi dan memiliki keanekaragaman genetik yang besar (Yuniastuti et al., 2018).
Kandungan
Berdasarkan literatur yang dikutip dalam jurnal, durian memiliki kandungan gizi dan senyawa bioaktif yang cukup tinggi, di antaranya:
- Air: sekitar 58,80–79,35%
- Karotenoid (beta-karoten)
- Likopen
- Alfa-tokoferol (vitamin E)
- Senyawa fenolik (antioksidan)
Kandungan tersebut menunjukkan bahwa durian memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami yang bermanfaat bagi kesehatan (Charoensiri et al., 2009; Feng et al., 2016 dalam Yuniastuti et al., 2018).
Khasiat
Durian memiliki beberapa manfaat atau khasiat, antara lain:
- Sebagai sumber antioksidan karena mengandung senyawa fenolik yang mampu menangkal radikal bebas
- Menjaga kesehatan jantung dan hati, terbukti dari penelitian pada hewan yang diberi diet tinggi kolesterol (Leontowicz et al., 2011 dalam Yuniastuti et al., 2018)
- Sumber energi karena kandungan karbohidrat dan gula alami yang cukup tinggi
- Meningkatkan daya tahan tubuh melalui kandungan vitamin dan senyawa bioaktif.
Selain itu, durian juga memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi sebagai komoditas unggulan hortikultura (Yuniastuti et al., 2018).
Cara Pengolahan
Dalam jurnal disebutkan bahwa durian tidak hanya dikonsumsi langsung, tetapi juga dapat diolah untuk meningkatkan nilai tambah. Beberapa cara pengolahan durian antara lain:
- Dikonsumsi segar sebagai buah meja
- Diolah menjadi jus durian (dapat melalui perlakuan enzim seperti pektinase untuk meningkatkan kualitas) (Norjana & Noor Aziah, 2011 dalam Yuniastuti et al., 2018)
- Produk olahan lain seperti dodol durian, tempoyak (fermentasi durian), es krim, dan kue berbahan durian
- Pengolahan pascapanen juga dapat melibatkan teknologi pemisahan daging buah (defleshing) untuk efisiensi produksi (Dang & Nguyen, 2015 dalam Yuniastuti et al., 2018)
Pengolahan ini penting untuk memperpanjang umur simpan dan meningkatkan nilai ekonomi buah durian.
Daftar Pustaka
Yuniastuti, E., Nandariyah, & Bukka, S. R. (2018). Karakterisasi Durian (Durio zibethinus) Ngrambe di Jawa Timur, Indonesia. Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture, 33(2), 136–145. https://doi.org/10.20961/carakatani.v33i2.19610
Charoensiri, R., Kongkachuichai, R., Suknicom, S., & Sungpuag, P. (2009). Beta-carotene, lycopene, and alpha-tocopherol contents of selected Thai fruits. Food Chemistry, 113(1), 202–207.
Feng, J., Wang, Y., Yi, X., Yang, W., & He, X. (2016). Phenolics from durian exert antioxidant activities. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 64(21), 4273–4279.
Leontowicz, H., et al. (2011). Positive effects of durian fruit on heart and liver health. European Journal of Integrative Medicine, 3(3), e169–e181.
Norjana, I., & Noor Aziah, A. A. (2011). Quality attributes of durian juice after enzyme treatment. International Food Research Journal, 18(3), 1117–1122.
Dang, T. N., & Nguyen, B. H. (2015). Study on durian processing technology. Asia Pacific Journal of Sustainable Agriculture, Food and Energy, 3(1), 12–16.

