Sesuru (Euphorbia antiquorum L)

Nama Latin

Euphorbia antiquorum L

Taksonomi

Kingdom : Plantae

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida

Ordo : Malpighiales

Famili : Euphorbiaceae

Genus : Euphorbia

Spesies : Euphorbia hirta L.

Definisi Umum

Tanaman sesuru (Euphorbia hirta L.) merupakan tanaman herbal liar yang tumbuh di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Tanaman ini biasanya ditemukan di lahan terbuka, tepi jalan, dan pekarangan dengan kondisi tanah kering hingga lembap. Sesuru memiliki ciri khas berupa batang berambut halus, daun kecil berbentuk oval, serta menghasilkan getah putih yang sering dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Dalam praktik etnobotani, tanaman ini dikenal luas sebagai obat herbal untuk mengatasi gangguan pernapasan seperti asma, batuk, dan bronkitis, serta masalah pencernaan dan infeksi kulit. Selain itu, berbagai penelitian menunjukkan bahwa Euphorbia hirta mengandung senyawa bioaktif yang berperan dalam aktivitas farmakologis seperti antiinflamasi, antimikroba, dan antioksidan, sehingga menjadikan tanaman ini penting dalam pengembangan obat herbal modern (Kumar et al., 2010).

Kandungan

Tanaman sesuru (Euphorbia hirta L.) mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berkontribusi terhadap aktivitas biologisnya. Kandungan utama meliputi flavonoid seperti quercetin dan rutin, yang berperan sebagai antioksidan kuat dalam menangkal radikal bebas. Selain itu, tanaman ini juga mengandung tanin, saponin, dan alkaloid yang berfungsi sebagai antimikroba dan antiinflamasi. Senyawa lain seperti triterpenoid, fitosterol, serta asam fenolat juga ditemukan dalam ekstrak tanaman ini dan berperan dalam meningkatkan aktivitas farmakologisnya. Kehadiran senyawa tersebut menjadikan Euphorbia hirta memiliki potensi besar dalam pengobatan tradisional maupun pengembangan fitofarmaka, terutama dalam mengatasi infeksi, peradangan, dan gangguan metabolik (Kumar et al., 2010).

Khasiat

Tanaman sesuru memiliki berbagai khasiat, antara lain:

1Mengatasi gangguan pernapasanDigunakan untuk meredakan asma, batuk, dan bronkitis.

AntiinflamasiMembantu mengurangi peradangan pada tubuh.

AntimikrobaEfektif melawan bakteri dan jamur penyebab penyakit.

AntidiareDigunakan sebagai obat tradisional untuk diare.

AntioksidanMelindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Penyembuhan lukaMembantu mempercepat proses penyembuhan luka dan iritasi kulit.

Cara Pengolahan

a. Rebusan HerbalAmbil seluruh bagian tanaman (daun, batang, akar) Cuci bersih Rebus dengan 2–3 gelas air hingga tersisa 1 gelas Saring dan minum Digunakan untuk batuk, asma, dan diare.

b. Obat LuarTumbuk daun segar hingga halus Tempelkan pada luka atau kulit yang iritasi

c. Infus HerbalSeduh daun kering dengan air panas Diamkan 10–15 menit Saring dan minum

Daftar Pustaka

Kumar, S., et al. (2010). Pharmacological and phytochemical properties of Euphorbia hirta. Journal of Medicinal Plants Research.

Ahmad, W., et al. (2017). Phytochemical and pharmacological profile of Euphorbia hirta. Journal of Applied Pharmaceutical Science.

Tjitrosoepomo, G. (2013). Taksonomi Tumbuhan Obat-obatan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Harborne, J. B. (1987). Metode Fitokimia. Bandung: ITB Press.

Departemen Kesehatan RI. (2017). Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top