naturindofresh

FRAMBOS (Rubus idaeus L.)

Nama Latin Rubus idaeus L. Taksonomi Kingdom : Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Rosales Famili : Rosaceae Genus : Rubus Spesies : Rubus idaeus L. Definisi Umum Frambos merupakan tanaman semak berduri yang menghasilkan buah kecil berwarna merah cerah dengan rasa manis sedikit asam. Tanaman ini berasal dari wilayah Eropa dan Asia Utara, kemudian menyebar ke berbagai negara karena nilai ekonominya yang cukup tinggi. Buah frambos tersusun dari kumpulan buah kecil yang menyatu membentuk satu buah utuh dengan tekstur lunak dan banyak mengandung air. Selain dikonsumsi langsung, frambos sering dimanfaatkan sebagai bahan selai, sirup, jus, teh herbal, hingga produk kosmetik. Tanaman ini juga dikenal kaya akan senyawa bioaktif sehingga banyak diteliti dalam bidang kesehatan dan pangan fungsional. Kandungan Buah dan daun frambos mengandung berbagai senyawa aktif yang bermanfaat bagi tubuh, di antaranya: Khasiat Frambos memiliki berbagai manfaat kesehatan karena kandungan senyawa bioaktifnya, antara lain: Cara Pengolahan Buah frambos dicuci menggunakan air bersih kemudian dapat dikonsumsi secara langsung atau diolah menjadi jus, sirup, maupun campuran makanan penutup. Daftar Pustaka

FRAMBOS (Rubus idaeus L.) Read More »

MELATI (Jasminum sambac (L.))

Nama Latin Jasminum sambac (L.) Aiton Taksonomi Kingdom : Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Lamiales Famili : Oleaceae Genus : Jasminum Spesies : Jasminum sambac (L.) Aiton. (Khan, 2021) Definisi Umum Bunga melati merupakan tanaman hias sekaligus tanaman obat yang terkenal karena aroma bunganya yang harum dan khas. Tanaman ini berasal dari kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara, kemudian menyebar luas ke berbagai negara tropis. Melati tumbuh berupa semak atau perdu dengan batang berkayu, daun hijau mengilap, serta bunga berwarna putih yang mekar terutama pada sore hingga malam hari. Selain dimanfaatkan sebagai tanaman hias, bunga melati juga sering digunakan sebagai bahan parfum, teh aromatik, minyak atsiri, dan pengobatan tradisional. Bagian tanaman yang umum dimanfaatkan meliputi bunga, daun, dan akar. Kandungan Berdasarkan hasil penelitian fitokimia, bunga melati mengandung beberapa senyawa aktif, antara lain: Senyawa volatil pada bunga melati berperan besar dalam menghasilkan aroma khas yang kuat dan menenangkan. Khasiat Tanaman melati memiliki berbagai manfaat dalam bidang kesehatan maupun pengobatan tradisional, di antaranya: Cara Pengolahan Bunga melati segar dicuci terlebih dahulu menggunakan air bersih, kemudian dapat digunakan secara langsung sebagai campuran teh, aromaterapi, maupun ramuan tradisional. Daftar Pustaka

MELATI (Jasminum sambac (L.)) Read More »

TANDUK RUSA (Platycerium bifurcatum)

Nama Latin Platycerium bifurcatum Taksonomi Kingdom                                      : Plantae Divisio                                         : Tracheophyta Class                                            : Polypodipsida Ordo                                             : Polypodiales Famili                                          : Polypodiaceae Genus                                           : Platycerium Spesies                                         : Platycrium bifurcatum (Cav.) C. Chr. Definisi Umum Platycerium bifurcatum merupakan tumbuhan paku epifit dari famili Polypodiaceae yang hidup menempel pada batang pohon tanpa merugikan tanaman inangnya. Tanaman ini dikenal karena bentuk daunnya yang menyerupai tanduk rusa sehingga banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Paku tanduk rusa memiliki rhizoma berwarna cokelat yang tertutup daun penyangga, sedangkan daunnya bercabang menggarpu, berwarna hijau muda, serta memiliki permukaan kasar dan berbulu halus pada bagian bawah daun. Tanaman ini berasal dari Australia dan Kaledonia Baru, kemudian menyebar ke berbagai wilayah tropis termasuk Indonesia. Di Indonesia, paku tanduk rusa dapat ditemukan di Jawa, Sumatera, Papua, Nusa Tenggara, dan Pulau Kangean. Tanaman ini tumbuh baik pada daerah terbuka dengan ketinggian hingga 500 mdpl dan umumnya menempel pada batang pohon besar, hutan jati, maupun kebun karet. Selain sebagai tanaman hias, masyarakat tradisional juga memanfaatkan paku tanduk rusa sebagai bahan pengobatan alami. Kandungan Berdasarkan hasil penelitian, tanaman paku tanduk rusa mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder dan senyawa aktif biologis, di antaranya: Khasiat Tanaman paku tanduk rusa diketahui memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, antara lain: Cara Pengolahan Tahapan pengolahan tanaman tanduk rusa menjadi simplisia dilakukan sebagai berikut: 2. Pembuatan Ekstrak Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan langkah berikut: Metode maserasi dipilih karena dapat menjaga kestabilan senyawa aktif yang sensitif terhadap panas. Daftar Pustaka Juanda, L. Y. 2024. Standarisasi Simplisia dan Ekstrak Paku Tanduk Rusa (Platycerium bifurcatum) Berdasarkan Parameter Spesifik dan Non Spesifik. Skripsi. Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pakuan, Bogor.

TANDUK RUSA (Platycerium bifurcatum) Read More »

MONDOKAKI (Tabernaemontana divaricate)

Nama Latin Tabernaemontana divaricate Taksonomi Kingdom                                      : Plantae Divisi                                           : Magnoliophyta Filum                                           : Tracheophyta Kelas                                            : Magnoliopsida Famili                                          : Apocynaceae Genus                                           : Tabernaemontana Spesies                                         : Tabernaemontana divaricate (L.) R. Br (Ghosh et al, 2021) Definisi Umum Mondokaki (Tabernaemontana divaricata (L.) R.Br.) merupakan tanaman perdu dari famili Apocynaceae yang banyak tumbuh di daerah tropis dan sering dimanfaatkan sebagai tanaman hias maupun tanaman obat tradisional. Tanaman ini memiliki batang berkayu, bercabang, daun berwarna hijau tua mengilap dengan bentuk lonjong hingga lanset, serta bunga putih menyerupai baling-baling yang harum. Mondokaki dikenal masyarakat di berbagai daerah Indonesia dengan nama bunga susu, bunga manila, atau kembang mantega. Secara tradisional, tanaman ini digunakan untuk membantu mengatasi demam, sakit kepala, luka, peradangan, sakit gigi, hingga gangguan kulit karena mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai bahan obat herbal. Kandungan Khasiat Cara Pengolahan Daftar Pustaka

MONDOKAKI (Tabernaemontana divaricate) Read More »

KELENGKENG (Dimocarpus longan)

Nama Latin Dimocarpus longan Taksonomi Kingdom                                      : Plantae Sub kingdom                                : Tracheophyta Divisi                                           : Spermatophyta Subdivisi                                      : Angiospermae Kelas                                            : Magnoliopsida Ordo                                             : Dimocarpus Famili                                          : Sapindaceae Genus                                           : Dimiocarpus Spesies                                         : Dimocarpus longan (Rahmah, 2013) Definisi Umum Kelengkeng (Dimocarpus longan Lour.) merupakan tanaman buah tahunan yang berasal dari kawasan Asia Tenggara dan termasuk ke dalam famili Sapindaceae, satu keluarga dengan rambutan dan leci. Tanaman ini dapat tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 40 meter dengan diameter batang mencapai 1 meter. Daunnya termasuk daun majemuk yang tersusun berpasangan dengan bentuk lonjong dan ujung meruncing. Bunga kelengkeng tersusun dalam bentuk malai dan umumnya muncul di ujung cabang. Buah kelengkeng berbentuk bulat dengan kulit tipis berwarna cokelat kekuningan, memiliki daging buah berwarna putih bening, bertekstur lembut, dan rasa manis khas. Selain digemari sebagai buah konsumsi, kelengkeng juga memiliki nilai ekonomi tinggi karena permintaan pasar yang terus meningkat serta kandungan gizinya yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Kandungan Buah kelengkeng mengandung berbagai zat gizi yang bermanfaat bagi tubuh, antara lain: Khasiat Beberapa manfaat dan khasiat buah kelengkeng antara lain: Cara Pengolahan Buah kelengkeng dapat diolah dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan konsumsi maupun pengolahan pangan. Buah yang matang biasanya dikonsumsi secara langsung setelah kulit dan bijinya dipisahkan. Selain itu, kelengkeng juga dapat diolah menjadi jus, sirup, manisan, selai, campuran es buah, hingga bahan tambahan pada minuman dan makanan penutup. Dalam pengolahan tradisional, buah kelengkeng juga sering dikeringkan untuk dijadikan kelengkeng kering yang memiliki rasa lebih manis dan daya simpan lebih lama. Daftar Pustaka

KELENGKENG (Dimocarpus longan) Read More »

Prasman (Eupatorium triplinerve Vahl.)

Nama Latin Eupatorium triplinerve Vahl. Taksonomi Kingdom : Plantae Super divisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Sub kelas : Asteridae Ordo : Asterales Famili : Asteraceae Genus : Eupatorium Spesies : Eupatorium triplinerve Vahl Definisi Umum Tanaman prasman adalah taaman yang ditemukan tumbuh liar di daerah Amazon. Tanaman ini telah lama dibawa ke Jawa, tumbuh liar di daerah berbukit dan pegunungan rendah sampai dengan ketinggian 1600 mdpl. Tanaman ini dapat tumbuh baik di tempat terbuka maupun di tempat terlindung. Sering di tanam sebagai tanaman obat maupun penutup tanah pada perkebunan karet atau teh untuk mencegah erosi. Kandungan Ekstrak daun prasman dapat bekerja sebagai antiulcer karena memiliki aktivitas radical scavenging (antioksidan). (Manigandan, 2013). Terdapat juga kandungan senyawa-senyawa yang berkhasiat sebagai antibakteri seperti flavonoid, saponin dan alkaloid. (Wangkanusa et al, 2016). Khasiat Prasman dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan diare kronis, sariawan, haid tidak teratur, busung air, dan demam. Cara Pengolahan Pengolahan daun prasman untuk dijadikan ramuan obat tradisional sangatlah praktis, hanya dengan merebus daun prasman untuk diambil air rebusannya ataupun daunnya bisa dikeringkan yang kemudian nantinya dapat diseduh seperti teh. Daftar Pustaka Arifiani. R. A., dan Fadila. F. N. 2018. Tugas Akhir Botani Farmasi II Review Simplisia Terstandar dan Pemanfaatan Tanaman Prasman (Eupatorium triplinerve Vahl.). Tugas Akhir Botani Farmasi II. Fakultas Farmasi. Universitas Airlangga.

Prasman (Eupatorium triplinerve Vahl.) Read More »

Pohon Yodium (Jatropha multifida L.)

Nama Latin Jatropha multifida L. Taksonomi Kingdom: Plantae Subkingdom: Tracheobionta Superdivisi: Spermatophyta Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Subkelas: Rosidae Ordo: Euphorbiales Famili: Euphorbiaceae Genus: Jatropha                           Spesies: Jatropha multifida L. (Plantamor.com) Definisi Umum Jarak tintir atau pohon yodium merupakan tumbuhan berbentuk perdu atau pohon dari famili Euphorbiaceae (suku kastuba-kastubaan). Tumbuhan yang dikenal dengan nama ilmiah Jatropha multifida ini berasal dari bioma beriklim tropis kering di wilayah Meksiko, Karibia. Di Indonesia jarak tintir memiliki beberapa nama, antara lain ada yang menyebutnya jarak cina (Jawa), atau jarak gurita (Sunda). Nama ilmiah Jatropha multifida pertama kali dipublikasikan oleh botanis Carolus Linnaeus dalam Species Plantarum tahun 1753. Pohon yodium (Jatropha multifida L.) atau jarak tintir adalah tanaman perdu dari famili Euphorbiaceae yang berasal dari Meksiko dan Karibia, dikenal luas sebagai tanaman obat antiseptik luka luar. Tanaman ini berciri getah putih, daun menjari, dan bunga merah cerah, sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati luka sayat, gores, atau infeksi kulit ringan. Kandungan Terdapat beberapa senyawa yang terkandung pada tanaman pohon yodium. Senyawa aktif tanaman ini antara lain tanin, saponin, flavonoid dan fenol. Khasiat Getah dan daun : luka baka, pengobatan infeksi luka pada kulit atau lidah bayi. Biji dan Minyak : obat pencahar, mengobati kerusakan gigi dan mengobati luka berdarah. Cara Pengolahan Pohon yodium merupakan tanaman yang dapat dijadikan sebagai obat tradisional. Cara pengolahannya pun untuk bagian getah tanaman dapat digunakan dengan diteteskan langsung pada bagia yang terluka, sedangkan untuk bagian daun dapat digunakan dengan cara dilakukan perebusan terlebih dahulu ataupun dihaluskan untuk dijadikan obat oles. Definisi Umum Aryantini. D., Sari. E. A., Nanda. D. 2021. Karakter Spesifik Ekstrak Daun Yodium (Japtropha multifida L.) dari Tiga Lokasi Tempat Tumbuh di Jawa Timur. Journal of Pharmacy Science and Technology. Vol 2(2).

Pohon Yodium (Jatropha multifida L.) Read More »

Jukut Pendul atau Teki (Kyllinga nemoralis)

Nama Latin Kyllinga nemoralis Taksonomi Adapun klasifikasi tumbuhan herbal jukut pendul atau Teki (Kyllinga nemoralis) yaitu sebagai berikut (Raju et al., 2011). Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Monocotyledoneae Subkelas : Commelinidae Ordo : Cyperales Famili : Cyperaceae Genus : Kyllinga Rottb. Spesies : Kyllinga nemoralis Definisi Umum Jukut pendul atau juga disebut rumput teki (Kyllinga nemoralis) adalah tumbuhan perennial atau menahun yang dapat hidup dengan dengan baik pada kondisi tanah lembap. Tumbuhan ini dapat ditemukan tumbuh subur pada wilayah tropis yang mempunyai temperatur hangat dan berada di dataran rendah hingga ketinggian 2.600 m di atas permukaan laut. Oleh karena itu, tumbuhan ini dapat dengan mudah ditemukan di wilayah negara Indonesia (Astari, 2017). Kandungan Khasiat Cara Pengolahan Cara pengolahan jukut kendul atau teki dapat dilakukan dengan cara perebusan bagian daun ataupun rimpang yang telah dicuci bersih, kemudian air rebusan tersebut disaring. Air rebusan dapat digunakan dengan cara diminum langsung ataupun dijadikan air basuhan tergantung cara pengobatan yang dibutuhkan. Cara pengolahan yang lainnya dapat dilakukan dengan menumbuk halus bagian daun tanaman jukut pendul atau teki dan kemudian dioleskan ke bagian tubuh yang terasa gatal. Daftar Pustaka Niluwih K. D.P . K. 2023. Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Jukut Pendul (Kyllinga Nemoralis) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus. Poltekkes Kemenkes Denpasar.

Jukut Pendul atau Teki (Kyllinga nemoralis) Read More »

Senggungu (Rotheca serrata)

Nama Latin Rotheca serrata Taksonomi Kingdom: Plantae Subkingdom: Tracheobionta Superdivisi: Spermatophyta Divisi: Streptophyta Kelas: Equisetopsida Subkelas: Magnoliidae Ordo: Lamiales Famili: Lamiaceae Genus: Rotheca Spesies: Rotheca serrata (L.) Steane & Mabb. (Plantamor.com). Definisi umum Senggugu (Rotheca serrata) adalah salah satu spesies tumbuhan berbentuk perdu dari famili Lamiaceae (suku nilam-nilaman). Tumbuhan ini berasal dari bioma beriklim tropis basah dengan rentang sebaran mulai dari anak benua India hingga China selatan dan kawasan Malesia barat. Di Indonesia tumbuhan ini dikenal dengan nama singgugu (Sunda), sagunggu (Jawa), atau kertase (Madura). Nama ilmiah Rotheca serrata pertama kali dipublikasikan pada tahun 1998 (Plantamor.com). Kandungan Ekstrak  metanol  daun  senggugu mengandung   golongan   senyawa   kimia terpenoid/  steroid  bebas,  polifenol  dan flavonoid.    Fraksi    heksana    dan    fraksi diklorometana mengandung  terpenoid/ steroid   bebas.   Fraksi   etil   asetat   dan residu mengandung polifenol dan flavonoid. akar senggugu memiliki aktivitas hepatoprotektif (Vidya    dkk.,    2007), antioksidan (Nasrudin     dkk.,     2017), antinosiseptif, antiinflamasi dan antipiretik (Narayanan    dkk.,    1999). Khasiat Cara Pengolahan Terdapat beberapa cara pengolahan senggugu berdaasarkan kebutuhan yaitu: Daftar Pustaka Putri. N. A. A., Triatmoko. B., Nughraha A.S. 2021. Skrining Fitrokimia dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak dan Fraksi Daun Senggugu (Rotheca serrata (L.) Steane & Mabb.) terhadap Staphylococcus aerus. Jurnal Farmasi Indonesia. Vol 18(01).

Senggungu (Rotheca serrata) Read More »

Seligi (Phyllanthus buxifolius (Blume ) MULL.ARG)

Nama Latin Phyllanthus buxifolius (Blume ) MULL.ARG Taksonomi Kingdom : Plantae Divisi : Magnoliophyta (tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (dikotil) Ordo : Malpighiales Famili : Phyllanthaceae Genus : Phyllanthus Spesies : Phyllanthus buxifolius (Blume) Müll.Arg. (Kebun raya indrokilo.boyolali.id) Definisi Umum Seligi (Phyllanthus buxifolius) adalah semak hingga pohon kecil dengan tinggi 2–5 meter. Batangnya banyak bercabang sejak pangkal, membentuk tajuk yang rapat. Kulit batang berwarna cokelat keabu-abuan dengan tekstur halus. Daunnya majemuk semu, tersusun berseling rapat pada ranting, berbentuk lonjong hingga bulat telur kecil dengan ujung membulat, berwarna hijau mengilap di bagian atas dan lebih pucat di bagian bawah. Bunganya berukuran kecil, berwarna kehijauan hingga kekuningan, tumbuh di ketiak daun. Buahnya kecil berbentuk bulat, berwarna hijau saat muda dan berubah menjadi kehitaman ketika matang. Tanaman ini banyak ditemukan di hutan sekunder, tepi sungai, maupun daerah terbuka di kawasan tropis Asia Tenggara. Kandungan Seligi meengandung senyawa flavonoid, lignan, tanin, dan saponin. Aktivitas yang terdapat dalam kandungan tanaman seligi adalah aktivitas antioksidan, hepatoprotektif, dan antimikroba. Khasiat Daun dan akar tanaman seligi dapat digunakan sebagai bahan baku obat hipertensi, penyakit hati, meredakan demam, gangguan pencernaan serta sebagai antiinflamasi alami untuk mengurangi bengkak. Cara Pengolahan Cara pengolahan daun seligi untuk dijaadikan ramuan adalah dengan menyiapkan 30 gram daun seligi segar untuk dicuci bersih, selanjutnya ditumbuk atau dihaluskan sampai benar-benar halus dan ditambah dengan dua sendok makan minyak kelapa lalu dioleskan pada bagian yang sakit. Daftar Pustaka Ambarwanto. S. T., Suhendriyo. Sunarmi. 2024. Uji kandungan Fenol dan Flavonoid Ekstrak Daun Seligi (Phyllanthus buxifolius) dengan Pelarut Etanol dan Etil Asetat. Journal Of Social Science Research. Vol 4(6).

Seligi (Phyllanthus buxifolius (Blume ) MULL.ARG) Read More »

Scroll to Top