naturindofresh

KELENGKENG (Dimocarpus longan)

Nama Latin Dimocarpus longan Taksonomi Kingdom                                      : Plantae Sub kingdom                                : Tracheophyta Divisi                                           : Spermatophyta Subdivisi                                      : Angiospermae Kelas                                            : Magnoliopsida Ordo                                             : Dimocarpus Famili                                          : Sapindaceae Genus                                           : Dimiocarpus Spesies                                         : Dimocarpus longan (Rahmah, 2013) Definisi Umum Kelengkeng (Dimocarpus longan Lour.) merupakan tanaman buah tahunan yang berasal dari kawasan Asia Tenggara dan termasuk ke dalam famili Sapindaceae, satu keluarga dengan rambutan dan leci. Tanaman ini dapat tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 40 meter dengan diameter batang mencapai 1 meter. Daunnya termasuk daun majemuk yang tersusun berpasangan dengan bentuk lonjong dan ujung meruncing. Bunga kelengkeng tersusun dalam bentuk malai dan umumnya muncul di ujung cabang. Buah kelengkeng berbentuk bulat dengan kulit tipis berwarna cokelat kekuningan, memiliki daging buah berwarna putih bening, bertekstur lembut, dan rasa manis khas. Selain digemari sebagai buah konsumsi, kelengkeng juga memiliki nilai ekonomi tinggi karena permintaan pasar yang terus meningkat serta kandungan gizinya yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Kandungan Buah kelengkeng mengandung berbagai zat gizi yang bermanfaat bagi tubuh, antara lain: Khasiat Beberapa manfaat dan khasiat buah kelengkeng antara lain: Cara Pengolahan Buah kelengkeng dapat diolah dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan konsumsi maupun pengolahan pangan. Buah yang matang biasanya dikonsumsi secara langsung setelah kulit dan bijinya dipisahkan. Selain itu, kelengkeng juga dapat diolah menjadi jus, sirup, manisan, selai, campuran es buah, hingga bahan tambahan pada minuman dan makanan penutup. Dalam pengolahan tradisional, buah kelengkeng juga sering dikeringkan untuk dijadikan kelengkeng kering yang memiliki rasa lebih manis dan daya simpan lebih lama. Daftar Pustaka

KELENGKENG (Dimocarpus longan) Read More »

Prasman (Eupatorium triplinerve Vahl.)

Nama Latin Eupatorium triplinerve Vahl. Taksonomi Kingdom : Plantae Super divisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Sub kelas : Asteridae Ordo : Asterales Famili : Asteraceae Genus : Eupatorium Spesies : Eupatorium triplinerve Vahl Definisi Umum Tanaman prasman adalah taaman yang ditemukan tumbuh liar di daerah Amazon. Tanaman ini telah lama dibawa ke Jawa, tumbuh liar di daerah berbukit dan pegunungan rendah sampai dengan ketinggian 1600 mdpl. Tanaman ini dapat tumbuh baik di tempat terbuka maupun di tempat terlindung. Sering di tanam sebagai tanaman obat maupun penutup tanah pada perkebunan karet atau teh untuk mencegah erosi. Kandungan Ekstrak daun prasman dapat bekerja sebagai antiulcer karena memiliki aktivitas radical scavenging (antioksidan). (Manigandan, 2013). Terdapat juga kandungan senyawa-senyawa yang berkhasiat sebagai antibakteri seperti flavonoid, saponin dan alkaloid. (Wangkanusa et al, 2016). Khasiat Prasman dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan diare kronis, sariawan, haid tidak teratur, busung air, dan demam. Cara Pengolahan Pengolahan daun prasman untuk dijadikan ramuan obat tradisional sangatlah praktis, hanya dengan merebus daun prasman untuk diambil air rebusannya ataupun daunnya bisa dikeringkan yang kemudian nantinya dapat diseduh seperti teh. Daftar Pustaka Arifiani. R. A., dan Fadila. F. N. 2018. Tugas Akhir Botani Farmasi II Review Simplisia Terstandar dan Pemanfaatan Tanaman Prasman (Eupatorium triplinerve Vahl.). Tugas Akhir Botani Farmasi II. Fakultas Farmasi. Universitas Airlangga.

Prasman (Eupatorium triplinerve Vahl.) Read More »

Pohon Yodium (Jatropha multifida L.)

Nama Latin Jatropha multifida L. Taksonomi Kingdom: Plantae Subkingdom: Tracheobionta Superdivisi: Spermatophyta Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Subkelas: Rosidae Ordo: Euphorbiales Famili: Euphorbiaceae Genus: Jatropha                           Spesies: Jatropha multifida L. (Plantamor.com) Definisi Umum Jarak tintir atau pohon yodium merupakan tumbuhan berbentuk perdu atau pohon dari famili Euphorbiaceae (suku kastuba-kastubaan). Tumbuhan yang dikenal dengan nama ilmiah Jatropha multifida ini berasal dari bioma beriklim tropis kering di wilayah Meksiko, Karibia. Di Indonesia jarak tintir memiliki beberapa nama, antara lain ada yang menyebutnya jarak cina (Jawa), atau jarak gurita (Sunda). Nama ilmiah Jatropha multifida pertama kali dipublikasikan oleh botanis Carolus Linnaeus dalam Species Plantarum tahun 1753. Pohon yodium (Jatropha multifida L.) atau jarak tintir adalah tanaman perdu dari famili Euphorbiaceae yang berasal dari Meksiko dan Karibia, dikenal luas sebagai tanaman obat antiseptik luka luar. Tanaman ini berciri getah putih, daun menjari, dan bunga merah cerah, sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati luka sayat, gores, atau infeksi kulit ringan. Kandungan Terdapat beberapa senyawa yang terkandung pada tanaman pohon yodium. Senyawa aktif tanaman ini antara lain tanin, saponin, flavonoid dan fenol. Khasiat Getah dan daun : luka baka, pengobatan infeksi luka pada kulit atau lidah bayi. Biji dan Minyak : obat pencahar, mengobati kerusakan gigi dan mengobati luka berdarah. Cara Pengolahan Pohon yodium merupakan tanaman yang dapat dijadikan sebagai obat tradisional. Cara pengolahannya pun untuk bagian getah tanaman dapat digunakan dengan diteteskan langsung pada bagia yang terluka, sedangkan untuk bagian daun dapat digunakan dengan cara dilakukan perebusan terlebih dahulu ataupun dihaluskan untuk dijadikan obat oles. Definisi Umum Aryantini. D., Sari. E. A., Nanda. D. 2021. Karakter Spesifik Ekstrak Daun Yodium (Japtropha multifida L.) dari Tiga Lokasi Tempat Tumbuh di Jawa Timur. Journal of Pharmacy Science and Technology. Vol 2(2).

Pohon Yodium (Jatropha multifida L.) Read More »

Jukut Pendul atau Teki (Kyllinga nemoralis)

Nama Latin Kyllinga nemoralis Taksonomi Adapun klasifikasi tumbuhan herbal jukut pendul atau Teki (Kyllinga nemoralis) yaitu sebagai berikut (Raju et al., 2011). Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Monocotyledoneae Subkelas : Commelinidae Ordo : Cyperales Famili : Cyperaceae Genus : Kyllinga Rottb. Spesies : Kyllinga nemoralis Definisi Umum Jukut pendul atau juga disebut rumput teki (Kyllinga nemoralis) adalah tumbuhan perennial atau menahun yang dapat hidup dengan dengan baik pada kondisi tanah lembap. Tumbuhan ini dapat ditemukan tumbuh subur pada wilayah tropis yang mempunyai temperatur hangat dan berada di dataran rendah hingga ketinggian 2.600 m di atas permukaan laut. Oleh karena itu, tumbuhan ini dapat dengan mudah ditemukan di wilayah negara Indonesia (Astari, 2017). Kandungan Khasiat Cara Pengolahan Cara pengolahan jukut kendul atau teki dapat dilakukan dengan cara perebusan bagian daun ataupun rimpang yang telah dicuci bersih, kemudian air rebusan tersebut disaring. Air rebusan dapat digunakan dengan cara diminum langsung ataupun dijadikan air basuhan tergantung cara pengobatan yang dibutuhkan. Cara pengolahan yang lainnya dapat dilakukan dengan menumbuk halus bagian daun tanaman jukut pendul atau teki dan kemudian dioleskan ke bagian tubuh yang terasa gatal. Daftar Pustaka Niluwih K. D.P . K. 2023. Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Jukut Pendul (Kyllinga Nemoralis) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus. Poltekkes Kemenkes Denpasar.

Jukut Pendul atau Teki (Kyllinga nemoralis) Read More »

Senggungu (Rotheca serrata)

Nama Latin Rotheca serrata Taksonomi Kingdom: Plantae Subkingdom: Tracheobionta Superdivisi: Spermatophyta Divisi: Streptophyta Kelas: Equisetopsida Subkelas: Magnoliidae Ordo: Lamiales Famili: Lamiaceae Genus: Rotheca Spesies: Rotheca serrata (L.) Steane & Mabb. (Plantamor.com). Definisi umum Senggugu (Rotheca serrata) adalah salah satu spesies tumbuhan berbentuk perdu dari famili Lamiaceae (suku nilam-nilaman). Tumbuhan ini berasal dari bioma beriklim tropis basah dengan rentang sebaran mulai dari anak benua India hingga China selatan dan kawasan Malesia barat. Di Indonesia tumbuhan ini dikenal dengan nama singgugu (Sunda), sagunggu (Jawa), atau kertase (Madura). Nama ilmiah Rotheca serrata pertama kali dipublikasikan pada tahun 1998 (Plantamor.com). Kandungan Ekstrak  metanol  daun  senggugu mengandung   golongan   senyawa   kimia terpenoid/  steroid  bebas,  polifenol  dan flavonoid.    Fraksi    heksana    dan    fraksi diklorometana mengandung  terpenoid/ steroid   bebas.   Fraksi   etil   asetat   dan residu mengandung polifenol dan flavonoid. akar senggugu memiliki aktivitas hepatoprotektif (Vidya    dkk.,    2007), antioksidan (Nasrudin     dkk.,     2017), antinosiseptif, antiinflamasi dan antipiretik (Narayanan    dkk.,    1999). Khasiat Cara Pengolahan Terdapat beberapa cara pengolahan senggugu berdaasarkan kebutuhan yaitu: Daftar Pustaka Putri. N. A. A., Triatmoko. B., Nughraha A.S. 2021. Skrining Fitrokimia dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak dan Fraksi Daun Senggugu (Rotheca serrata (L.) Steane & Mabb.) terhadap Staphylococcus aerus. Jurnal Farmasi Indonesia. Vol 18(01).

Senggungu (Rotheca serrata) Read More »

Seligi (Phyllanthus buxifolius (Blume ) MULL.ARG)

Nama Latin Phyllanthus buxifolius (Blume ) MULL.ARG Taksonomi Kingdom : Plantae Divisi : Magnoliophyta (tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (dikotil) Ordo : Malpighiales Famili : Phyllanthaceae Genus : Phyllanthus Spesies : Phyllanthus buxifolius (Blume) Müll.Arg. (Kebun raya indrokilo.boyolali.id) Definisi Umum Seligi (Phyllanthus buxifolius) adalah semak hingga pohon kecil dengan tinggi 2–5 meter. Batangnya banyak bercabang sejak pangkal, membentuk tajuk yang rapat. Kulit batang berwarna cokelat keabu-abuan dengan tekstur halus. Daunnya majemuk semu, tersusun berseling rapat pada ranting, berbentuk lonjong hingga bulat telur kecil dengan ujung membulat, berwarna hijau mengilap di bagian atas dan lebih pucat di bagian bawah. Bunganya berukuran kecil, berwarna kehijauan hingga kekuningan, tumbuh di ketiak daun. Buahnya kecil berbentuk bulat, berwarna hijau saat muda dan berubah menjadi kehitaman ketika matang. Tanaman ini banyak ditemukan di hutan sekunder, tepi sungai, maupun daerah terbuka di kawasan tropis Asia Tenggara. Kandungan Seligi meengandung senyawa flavonoid, lignan, tanin, dan saponin. Aktivitas yang terdapat dalam kandungan tanaman seligi adalah aktivitas antioksidan, hepatoprotektif, dan antimikroba. Khasiat Daun dan akar tanaman seligi dapat digunakan sebagai bahan baku obat hipertensi, penyakit hati, meredakan demam, gangguan pencernaan serta sebagai antiinflamasi alami untuk mengurangi bengkak. Cara Pengolahan Cara pengolahan daun seligi untuk dijaadikan ramuan adalah dengan menyiapkan 30 gram daun seligi segar untuk dicuci bersih, selanjutnya ditumbuk atau dihaluskan sampai benar-benar halus dan ditambah dengan dua sendok makan minyak kelapa lalu dioleskan pada bagian yang sakit. Daftar Pustaka Ambarwanto. S. T., Suhendriyo. Sunarmi. 2024. Uji kandungan Fenol dan Flavonoid Ekstrak Daun Seligi (Phyllanthus buxifolius) dengan Pelarut Etanol dan Etil Asetat. Journal Of Social Science Research. Vol 4(6).

Seligi (Phyllanthus buxifolius (Blume ) MULL.ARG) Read More »

Sawo Manila (Manilkara zapota L)

Nama Latin Manilkara zapota L Taksonomi Taksonomi tanaman Sawo Manila : Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo : Ebenales Famili : Sapotaceae Genus : Achras/Manilkara Spesies : Acrhras zapota L sinonim Manilkara zapota L Definisi Umum Sawo manila adalah tanaman buah yang termasuk dalam famili Sapotaceaeyang berasal dari Amerika Tengah dan Meksiko. Tanaman sawo merupakan tumbuhan tropis yang mudah beradaptasi sehingga mudah dibudidayakan di berbagai negara di Indonesia, sawo banyak diusahakan di lahan pekarangan dan sangat mudah dijumpai di pasaran (Puspaningtyas, 2013). Sawo manila (Manilkara zapota L) merupakan anggota sapotaceae yang banyak dibudidayakan terlebih dibudidayakan di pekarangan rumah ini memiliki banyak manfaat seperti umumnya sebagai peneduh. Kayunya bermanfaat untuk bahan bangunan. Bunganya juga dapat sebagai bahan pembuatan kosmetik dan yang paling umum buahnya dapat di konsumsi dan makanan olahan (Chanda dan Nagani, 2010). Kandungan Pada ekstrak daun sawo manila mengandung senyawa alkaloid dan flavonoid yang tergolong sedikit, saponin tergolong sedang dan tanin yang tergolong tinggi (Kaneria,2009). Khasiat Cara Pengolahan Buah : dimakan langsung atau dibuat jus. Buah sawo muda juga dapat direbus dan air rebusan tersebut dapat diminum langsung untuk obat. Daun : direbus dengan air secukupnya, dan air rebusannya dapat diminum langsung. Daun sawo manila juga bisa digunakan sebagai obat luar  yang dihaluskan atau ditumbuk halus untuk dijadikan salep. Daftar Pustaka Hasanah Nurul. 2018. Uji Anti Bakteri Ekstrak Daun Sawo Manila (Manilkara zapota) terhadap Escherichia coli. Skripsi Fakultas Biologi. Universitas Medan Area. Idrus. H.H., Budu. Mustamin. 2020. Pembuatan Ekstrak Metode Maserasi dan Skrining Fitokimia (Kualitatif) Senyawa Buah Sawo Manila (Archas zapota Linn) Van Royen. Jurnal Wal’afiat Hospital. Vol 1(1).

Sawo Manila (Manilkara zapota L) Read More »

Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr)

Nama Latin Gynura procumbens (Lour.) Merr Taksonomi Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledoneae Ordo : Asterales Faamili : Asteraceae Genus : Gynura Spesies : Gynura procumbens (Lour.) Merr (Sinaga. M.S., Siagian . P. D., Ariska . R., 2017) Definisi Umum Sambung Nyawamerupakan tanaman herbalyang termasuk famili Compositae, merupakan tanaman menahun. Tanaman ini tingginya mencapai 3 meter atau lebih, batangnya bersegi agak lunak dan berair. Helaian daun berwarna hijau muda dengan bentuk bulat telur. Panjang daun sampai 6 cm dan lebar 3,5 cm. Ujung daun runcing, pangkal daun membulat, pinggir daun bergerigi dangkal, tangkai daun 1,5 cm atau lebih. Kandungan Daun Sambung Nyawa mengandung senyawa flavonoid, sebagai antioksidan alami. Selain itu, sambung nyawa juga mengandung triterpenoid, polifenol, saponin, steroid, asam klorogenat, asam kafeat, asam vanilat, asam kumarat, asam para hidroksi benzoat,flavonoid, dan minyak atsiri. Khasiat Sambung Nyawa dapat digunakan sebagai pengobatan demam, ruam, penyakit ginjal, migrain, sembelit, hipertensi, diabetes mellitus,dan kanker. Cara Pengolahan Daun sambung nyawa dapat dikonsumsi secara langsung sebagai lalapan ataupun diolah dengan cara direbus untuk diminum air rebusannya. Daftar Pustaka Sinaga. M.S., Siagian . P. D., Ariska . R. 2017. Pemanfaatan Ekstrak Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr) sebagai Antioksidan pada Minyak Kelapa Menggunakan Pelarut Metanol. Jurnal Teknik Kimia USU. Vol 6(2). Hananti Alya. 2026. Ketahui Khasiat Daun Sambung Nyawa Untuk Kesehatan. Artikel. Alodokter. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr) Read More »

Jambu Air (Syzygium aqueum)

Nama Latin Syzygium aqueum Taksonomi Kingdom: Plantae Subkingdom: Tracheobionta Superdivisi: Spermatophyta Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Subkelas: Rosidae Ordo: Myrtales Famili: Myrtaceae Genus: Syzygium Spesies: Syzygium aqueum (Burm.f.) Alston (Plantamor.com) Definisi Umum Jambu air merupakan anggota dari family myrtaceae yang merupakan tanaman asli Malaysia dan Indonesia serta dikenal dengan nama lokal jambu air. Kandungan Daun jambu air mengandung senyawa berupa flavonoid, saponin, alkaloid dan triterpenoid. Selain itu, daun tanaman ini juga mengandung senyawa felonik dan tanin menurut Wong dan Lai (1996) dan Okuda dkk. (2009). Khasiat Daun tanaman jambu air dapat dimanfaatkan sebagai agen antibakteri alami, antioksidan, antidiabetes atau mengelola kadar gula darah, antikanker serta obat diare. Cara Pengolahan Daun jambu air dapat diolah dengan cara direbus dan air rebusannya dapat diminum ataupun sebagai obat kumur. Selain itu, daun jambu juga dapat diolah menjadi teh daun jambu air dengan cara memotong daun jambu air hingga kecil yang kemudian dikeringkan dibawah sinar matahari langsung ataupun dengan cara disangrai hingga kadar air pada daun jambu air berkurang. Daun jambu air juga dapat digunakan sebagai obat luar yang diolah dengan cara ditumbuk halus kemudian dioleskan sebagai salep. Daftar Pustaka Agustina Eva, dkk. 2018. Identifikasi Senyawa Aktif dari Ekstrak Daun Jambu Air (Syzygium aueum) dengan Perbandungan Beberapa Pelarut pada Metode Maserasi. Jurnal Biotropik. Vol 2(2). Anggrawati. P. S., dan Ramadhania. Z. M. 2016. Review Artikel: Kandungan dan Bioakticitas dari Jambu Air (Syzygium aqueum Burn. F. Alston). Jurnal Farmaka Vol 14(2).

Jambu Air (Syzygium aqueum) Read More »

Jambu Bol (Syzygium malaccense L.)

Nama Latin Syzygium malaccense L. Taksonomi Kingdom: Plantae Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Divisi: Magnoliophyta / Spermatophyta (Tumbuhan berbiji) Kelas: Magnoliopsida / Dicotyledonae (Dikotil) Ordo: Myrtales Famili: Myrtaceae (Suku jambu-jambuan) Genus: Syzygium Spesies: Syzygium malaccense (L.) Merr. & Perry (ImagroUGM, 2023). Definisi Umum Jambu bol (Syzygium malaccense) merupakan tanaman buah yang berasal dari Semenanjung Malaysia. Di Indonesia tanaman ini dapat ditemukan di pekarangan masyarakat dan sebagian lagi ditanam di kebun. Jambu bol (Syzygium malaccense) adalah pohon buah dari suku jambu-jambuan (Myrtaceae) yang berasal dari Asia Tenggara. Taksonomi jambu bol termasuk dalam kelas tumbuhan dikotil (berkeping dua) dengan ciri khas buah berdaging lembut, padat, dan berwarna merah hingga ungu kehitaman saat matang. Kandungan Buah jambu bol memiliki aktivitas antioksidan serta anti inflamasi yang tinggi. Bagian daging buah, biji dan daun jambu bol juga menunjukkan kandungan senyawa fenolik, flavonoid dan karetonoid yang merupakan sumber aktivitas antioksidan. Terdapat kandungan metabolit sekunder yang meliputi flavonoid, tanin, dan saponin. Selain itu, jambu bol juga kaya akan vitamin C, antioksidan dan serat. Khasiat Tanaman jambu bol dapat digunakan sebagai obat mata, mengatasi diare, sedangkan jus daunnya digunakan sebagai obat untuk menurunkan panas, bubuk daunnya digunakan sebagai efek pendinginan pada pengobatan penyakit cacar, dan rebusan daunnya dapat digunakan sebagai obat untuk luka bakar. Cara Pengolahan Untuk Diare: Rebus beberapa lembar daun jambu bol yang sudah dicuci bersih dengan air secukupnya hingga mendidih. Air rebusan ini dapat diminum untuk membantu memadatkan feses. Untuk Sakit Gigi/Karies: Ekstrak daun jambu bol diketahui efektif melawan bakteri penyebab karies gigi seperti Streptococcus mutans. Anda bisa berkumur dengan air rebusan daunnya untuk membantu meredakan infeksi Daftar Pustaka Devitria R., Elfia M., Cahyani. M.T. 2023. Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Biji Jambu Bol (Syzygium malaccense (L.) Merr. & Perry) dengan Metode 1, 1-Diphenyl-2-Picryhidrazyl (DPPH). Jurnal Hasil Penenlitian dan Pengkajian Ilmiah Eksakta. Vol. 2(1). Hadiati. S., Andini. M., Kuswandi. 2019. Pegaruh Curah Hujan dalam Pembentukan Bunga dan Buah Jambu Bol (Syzygium malaccense). Jurnal Budidaya Pertanian. Vol 15(1).

Jambu Bol (Syzygium malaccense L.) Read More »

Scroll to Top