Kecombrang ( Etlingera elatior )
Nama Latin Etlingera elatior Taksonomi Kingdom : Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Liliopsida Ordo : Zingiberales Famili : Zingiberaceae Genus : Etlingera Spesies : Etlingera elatior (Prastowo, et al., 2025) Definisi Umum Kecombrang adalah tanaman herba yang tumbuh di daerah tropis, terutama di Asia Tenggara. Di Indonesia, bunga dan batang kecombrang kerap dipakai sebagai bumbu masakan karena memiliki aroma segar, sedikit pedas, dan khas. Dalam tradisi etnobotani, tanaman ini digunakan untuk menyegarkan tubuh, mengharumkan masakan, hingga sebagai bahan kosmetik alami (Prastowo, et al., 2025). Secara farmakognosi, kecombrang termasuk tanaman yang memiliki potensi tinggi sebagai sumber bahan baku obat dan kosmetik karena mengandung senyawa aktif seperti minyak atsiri, flavonoid, dan tanin (Rasyadi, et al.,2022). Kandungan Kecombrang mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder, antara lain: Fenol dan polifenol: Bertindak sebagai antioksidan dan mampu memperlambat proses oksidasi lipid (Rasyadi, et al.,2022). Flavonoid: Senyawa antioksidan yang mampu menekan radikal bebas dan berperan sebagai antibakteri (Rasyadi, et al.,2022). Saponin, tanin, dan steroid: Berperan dalam aktivitas antiinflamasi dan modulasi sistem imun (Kusumaningtyas & Hartati, 2024). Minyak atsiri: Mengandung dodecanal, yang memiliki aktivitas antimikroba dan dapat digunakan sebagai bahan alami pengawet atau repellent ( Wasito, et al., 2025). Khasiat a. Antioksidan: Ekstrak etanol bunga kecombrang menunjukkan aktivitas antioksidan dengan nilai IC₅₀ yang masih tergolong lemah, namun cukup menjanjikan sebagai bahan tambahan dalam formulasi kosmetik seperti lip balm untuk perlindungan bibir dari radikal bebas (Rasyadi, et al.,2022). b. Antibakteri: Ekstrak daun dan bunga kecombrang terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen seperti Klebsiella pneumoniae dan Staphylococcus aureus (Puspitasari, et al., 2022; Helmidanora, et al., 2024). Hal ini berpotensi untuk pengembangan antiseptik alami. c. Repellent dan anti-larva: Ekstrak kecombrang dan beluntas dapat diformulasikan sebagai lotion anti-nyamuk alami, efektif melawan Aedes aegypti, serta tidak mengandung bahan kimia sintetis berbahaya (Endah, et al., 2024; Puspitasari, et al., 2022). d. Antihiperglikemik: Ekstrak daun kecombrang memiliki potensi menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2, kemungkinan berhubungan dengan efek senyawa flavonoid dalam meningkatkan sensitivitas insulin (Lutfiyah, et al., 2025). e. Pengawetan Alami: Kecombrang dapat dimanfaatkan dalam pengawetan daging ayam broiler karena aktivitas antimikrobanya mampu memperpanjang umur simpan bahan pangan (Wardani, et al., 2024). Cara Pengelolaan : a. Penggunaan Kuliner: Bunga kecombrang segar biasanya diiris dan ditambahkan ke dalam masakan seperti sambal, gulai, atau pepes sebagai penyedap dan pengharum masakan. b. Pengolahan Herbal Tradisional: Bunga atau daun kecombrang dapat direbus untuk menghasilkan seduhan herbal yang bermanfaat untuk detoksifikasi tubuh dan meredakan bau badan. c. Ekstraksi untuk Bahan Kosmetik: Metode maserasi atau ekstraksi berbantuan ultrasonik (ultrasound-assisted extraction/UAE) digunakan untuk memperoleh ekstrak pekat yang kaya senyawa bioaktif, kemudian diformulasikan sebagai bahan dalam lip balm atau lotion (Wasito, et al., 2025). d. Sediaan Larvasida: Larutan ekstrak kecombrang dapat digunakan sebagai larvasida alami untuk pengendalian vektor penyakit seperti Aedes aegypti yang menyebabkan demam berdarah dengue (Puspitasari, et al., 2022). Daftar Pustaka Endah E, Taurhesia S, Basuki W, Djamil R. Formulation and test of mosquito repellent lotion from the extract of kecombrang (Etlingera elatior) and beluntas (Pluchea indica) leaves. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia. 2024;22(1):54–60. https://doi.org/10.35814/jifi.v22i1.1521 Prastowo I, Ahda M, Aprilia N, Dhaniaputri R. Kecombrang (Etlingera elatior), a revivingly popular Indonesian culinary herb. Journal of Ethnic Foods. 2025;12(29):1–27. https://doi.org/10.1186/s42779-025-00290-6 Lutfiyah F, Sulaeman A, Stiani SN. Daun kecombrang (Etlingera elatior) sebagai antihiperglikemik pada penderita diabetes mellitus. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan. 2025;24(1):40–48. https://doi.org/10.30743/ibnusina.v24i1.701 Kusumaningtyas R, Hartati NS. Aktivitas antioksidan ekstrak Etlingera elatior pada berbagai metode ekstraksi. Jurnal Teknologi Bahan Baku. 2024;14(2):123–129. https://doi.org/10.22146/jtbb.58528Helmidanora R, Sukawati Y, Miranti D, Prayoga T, Lisnawati N. Uji aktivitas antibakteri ekstrak bunga kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) terhadap Staphylococcus aureus. Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi dan Kesehatan. 2024;10(1):43–50. https://doi.org/10.51352/jim.v10i1.769 Puspitasari E, Pratiwi CD, Novian DR, Turista DD. Antibacterial activity of kecombrang (Etlingera elatior) leaf ethanol extract against Klebsiella pneumoniae. Edubiotik. 2022;7(1):36–42. https://doi.org/10.33503/ebio.v7i01.1867 Puspitasari E, Khoirunnisa R, Sundari RS. Efektivitas larutan kecombrang sebagai larvasida alami terhadap Aedes aegypti. Sanitasi: Jurnal Ilmiah Kesehatan Lingkungan. 2022;9(2):68–74. https://doi.org/10.29238/sanitasi.v9i2.755 Rasyadi Y, Agustin D, Aulia G. Aktivitas antioksidan lip balm ekstrak etanol bunga kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.). Jurnal Insan Farmasi Indonesia. 2022;5(1):140–148. https://doi.org/10.36387/jifi.v5i1.896 Wardani P, Ningsih D, Setiawan F. Pemanfaatan ekstrak kecombrang (Etlingera elatior) dalam pengawetan ayam broiler. Jurnal Pangan Sehat. 2024;6(4):112–118. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v6i4.228 Wasito H, Ridha KS, Fareza MS. Optimizing Ultrasound-Assisted Extraction Methods of Etlingera elatior Using Response Surface Methodology for High Performance Liquid Chromatography Fingerprinting. Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi. 2025;28(7):355–361. https://doi.org/10.14710/jksa.28.7.355-361
Kecombrang ( Etlingera elatior ) Read More »



