Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban)
Nama Latin Centella asiatica (L.) Urban Taksonomi Kingdom (Kerajaan): Plantae Subkingdom: Tracheobionta Divisi (Divisio): Magnoliophyta / Spermatophyta (Angiospermae) Kelas (Classis): Magnoliopsida (Dicotyledonae) Subkelas (Subclassis): Rosidae Ordo (Ordo): Apiales Famili (Famili): Apiaceae (Umbelliferae) Genus: Centella Spesies: Centella asiatica (L.) Urban (Sutardi 2008) Definisi Umum Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) adalah tanaman herba tahunan yang tumbuh menjalar dengan batang tipis, beruas, dan mampu mengeluarkan akar pada setiap ruas yang menyentuh tanah. Tanaman ini termasuk dalam famili Apiaceae dan sering ditemukan tumbuh liar di tempat yang lembab, seperti tepi sawah, pekarangan, maupun area berumput yang teduh. Daun pegagan berbentuk bundar atau menyerupai ginjal dengan tepi bergerigi halus, berwarna hijau cerah, dan bertangkai panjang yang keluar dari setiap ruas batang, membentuk roset di permukaan tanah. Bunganya kecil berwarna merah muda keunguan, tersusun dalam bentuk payung majemuk (umbel), dan menghasilkan buah kecil pipih berbiji. Pegagan memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi, mampu tumbuh baik di daerah tropis dengan intensitas cahaya sedang hingga rendah, serta dapat berkembang di dataran rendah maupun tinggi. Secara morfologis, tanaman ini tidak memiliki batang tegak seperti tanaman berkayu, melainkan batang menjalar yang memudahkan penyebarannya melalui stolon. Kandungan Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) mengandung berbagai senyawa bioaktif penting yang berperan dalam aktivitas farmakologinya. Kandungan utama tanaman ini adalah kelompok triterpenoid saponin, terutama asiaticoside, madecassoside, asiatic acid, dan madecassic acid, yang berfungsi sebagai agen penyembuh luka, antiinflamasi, dan stimulan pembentukan kolagen. Selain itu, pegagan juga mengandung flavonoid seperti quercetin, kaempferol, dan apigenin yang berperan sebagai antioksidan alami untuk menangkal radikal bebas dan melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Senyawa lain yang ditemukan meliputi tanin, alkaloid, sterol (β-sitosterol dan stigmasterol), minyak atsiri, glikosida, serta senyawa fenolik yang mendukung aktivitas antimikroba dan antidiabetes. Kandungan asam amino dan vitamin dalam pegagan juga berkontribusi terhadap efek tonik dan regeneratif jaringan tubuh. Kombinasi berbagai senyawa tersebut menjadikan pegagan tidak hanya bermanfaat untuk perawatan kulit dan penyembuhan luka, tetapi juga untuk menjaga kesehatan saraf, memperbaiki fungsi kognitif, serta meningkatkan sistem imun secara alami. Khasiat Dalam berbagai tradisi pengobatan, pegagan dikenal luas sebagai tanaman obat multifungsi yang telah digunakan selama berabad-abad di Asia, termasuk dalam sistem pengobatan Ayurveda, pengobatan tradisional Tiongkok, dan jamu Indonesia. Pegagan sering disebut sebagai “herba peremajaan” karena dipercaya dapat meningkatkan daya ingat, menenangkan sistem saraf, mempercepat penyembuhan luka, serta memperbaiki kesehatan kulit. Kandungan senyawa aktifnya, terutama triterpenoid saponin seperti asiaticoside, madecassoside, dan asiatic acid, memberikan aktivitas farmakologis yang beragam, termasuk antioksidan, antiinflamasi, dan penyembuh luka. Selain digunakan sebagai obat, pegagan juga dikonsumsi sebagai lalapan atau dibuat menjadi minuman herbal karena rasanya yang segar dan manfaatnya bagi kesehatan. Dalam industri modern, ekstrak pegagan telah banyak diaplikasikan dalam produk kosmetik, suplemen kesehatan, serta obat topikal untuk regenerasi kulit dan perawatan jaringan. Kombinasi antara kemudahan budidaya, nilai ekonomi tinggi, dan khasiat ilmiah yang terbukti menjadikan pegagan salah satu tanaman obat unggulan Indonesia yang potensial dikembangkan secara berkelanjutan. Cara Pengolahan Berikut ini beberapa metode pengolahan pegagan yang umum digunakan dalam praktik tradisional dan penelitian: Daftar Pustaka Azzahra, F., & Hayati, M. (2019). Formulasi dan Aktivitas Gel Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) terhadap Staphylococcus epidermidis. Jurnal Perspektif, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Diakses dari https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/prepotif/article/view/30520 Brinkhaus, B., Lindner, M., Schuppan, D., & Hahn, E. G. (2000). Chemical, pharmacological and clinical profile of the East Asian medical plant Centella asiatica. Phytomedicine, 7(5), 427–448. Departemen Pertanian Republik Indonesia. (2024). Budidaya Pegagan: Tanaman Obat Berkhasiat. Direktorat Jenderal Hortikultura. Diakses dari https://hortikultura.pertanian.go.id/wp-content/uploads/2024/11/Budidaya-Pegagan-Tanaman-Obat-Berkhasiat_watermark.pdf Jurnal Universitas Muhammadiyah Jakarta. (2022). Optimasi Waktu Maserasi pada Ekstraksi Daun Pegagan (Centella asiatica). Seminar Nasional Sains dan Teknologi. Diakses dari https://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnastek/article/view/22497 Sadik, F., & Anwar, A. R. A. (2022). Standarisasi Parameter Spesifik Ekstrak Etanol Daun Pegagan (Centella asiatica L.) Sebagai Antidiabetes. Journal Syifa Sciences and Clinical Research, 4(1). Diakses dari https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jsscr/article/download/13310/3835 Subhawa, I. M., et al. (2020). Efek Pemberian Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica) terhadap Penyembuhan Luka Sayat pada Tikus. Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma, 9(1). Diakses dari https://journal.uwks.ac.id/index.php/jikw/article/download/664/pdf Sutardi. (2016). Kandungan Bahan Aktif Tanaman Pegagan dan Khasiatnya untuk Meningkatkan Sistem Imun. Jurnal Litbang Pertanian, 35(3). Sulistio, A. D., dkk. (2021). Pemanfaatan Daun Pegagan (Centella asiatica) Menjadi Olahan Keripik. Jurnal Pengabdian Masyarakat, Universitas Negeri Yogyakarta. Diakses dari https://journal.uny.ac.id/index.php/jpmmp/article/download/44317/pdf Universitas Udayana. (2023). Potensi Tanaman Pegagan (Centella asiatica) dalam Pengembangan Obat Herbal Tradisional. Jurnal Farmasi Udayana, 12(2). Diakses dari https://ojs.unud.ac.id/index.php/jfu/article/download/114802/57768 Wikipedia. (2025). Centella asiatica. Diakses dari https://id.wikipedia.org/wiki/Pegagan
Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) Read More »










