naturindofresh

Garut (Maranta arundinacea Linn)

Nama Latin Maranta arundinacea Linn Taksonomi kerajaan :Plantae; divisi : Spermatophyte; kelas : Monocotyledoneae; bangsa : Zingerbales; suku : Marantacea; magra : Maranta; jenis : Maranta arundinacea Linn (TANAMAN GARUT BUDIDAYA DAN PEMASARAN SECARA ONLINE,2019) Deskripsi Umum Garut merupakan tanaman umbi-umbian yang dapat menghasilkan karbohidrat dengan jumlah yang cukup tinggi. Tanaman ini memiliki potensi pasar internasional, karena dapat diusahakan secara komersial. Garut mudah beradaptasi pada banyak agroekologi, tetapi setiap daerah menghasilkan garut dalam jumlah yang berbeda-beda tergantung pada kadar air dalam tanah karena jumlah hujan yang sedikit mengakibatkan pasokan air dalam tanah juga sedikit. Kandungan Umbi garut memiliki kandungan gizi tinggi, kandungan karbohidrat 25-30%, kandungan pati Buletin Plasma Nutfah Vol.17 No.1 Th.2011 13 +20% (Widowati, 1998; Suhartini T dan Hadiatmi, 2011), tepungnya dapat digunakan sebagai bahan baku pengganti terigu (Djaafar dan Rahayu, 2006;Suhartini T dan Hadiatmi,2011). Umbi garut memiliki manfaat kesehatan karena indeks glikemiknya rendah Khasiat Garut merupakan tanaman multifungsi, antara lain penghasil pati dan bahan baku industri emping garut, yang diketahui sebagai makanan sehat.Limbah pengolahan umbi garut berupa kulit dan ampas dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak. Umbi garut merupakan penghasil pati yang potensial dengan hasil pati 12 berkisar antara 1,92-2,56 t/ha (Djaafar et al. 2007; Anonim 2009a;Titiek F,dkk,2010). Pati garut dapat digunakan sebagai bahan substitusi terigu (Djaafar dan Rahayu 2006;Titiek F,dkk,2010) hingga 50-100%. Oleh karena itu, pati garut berpotensi menurunkan impor terigu yang telah mencapai 4,10 juta t/tahun dengan nilai Rp3,40 triliun (Gusmaini et al. 2003; Anonim 2008;Titiek F,dkk,201 Cara Pengolahan Umbi garut dapat langsung direbus atau dibakar sebagai camilan tradisional yang rasanya mirip bengkuang namun lebih gurih. Umbi garut memiliki indeks glikemik rendah , menjadikannya sangat baik untuk kesehatan pencernaan dan penderita diabetes. Daftar Pustaka Amalia, B. 2014. Umbi Garut Sebagai Alternatif Pengganti Terigu Untuk Individual Austitik. Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Insustri. Vol. 20. No. 2. Hal: 30-31 Anusavice, K.J. 2003. Buku Ajar Ilmu Bahan Kedoktera Gigi. Ed. Ke-10. Alih bahasa: Budiman JA, Purwoko S. Jakarta:EGC. Hal. 94. 103-106. Cahyani, E.D. dan Nugroho, D.H. 2012. Pengaruh Uji Temperatur Air Pencampur Terhadap Setting Time Bahan Cetak Alginat Dengan Penambahan Pati Garut (Maranta Arundinaceae L.). Departemen Biomaterial Pendidikan Dokter Gigi, UMY. Hal 6 Faridah, D.N., Fardiaz, D., Andarwulan, N., Sunarti, T.C. 2014. Karakteristik Sifat Fisikokimia Pati Garut (Maranta Arundinaceae). Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan. Universitas Pertanian Bogor. Hal 15 Arrowroot (Maranta arundinacea Linn.)Latin Name Maranta arundinacea Linn. Taxonomy Kingdom: Plantae; Physique: Spermatophyte; Class: Monocotyledoneae; Order: Zingerbales; Family: Marantacea; Magra: Maranta; Species: Maranta arundinacea Linn. (ARROUT PLANT CULTIVATION AND ONLINE MARKETING, 2019) General Description Arrowroot is a tuber plant that can produce high levels of carbohydrates. This plant has international market potential because it can be cultivated commercially. Arrowroot adapts easily to various agroecologies, but each region produces arrowroot in varying amounts depending on soil water content, as low rainfall results in limited soil water supplies. Nutritional Content Arrowroot tubers have a high nutritional value, with a carbohydrate content of 25-30% and a starch content of 20% (Widowati, 1998; Suhartini T and Hadiatmi, 2011). Their flour can be used as a substitute for wheat flour (Djaafar and Rahayu, 2006; Suhartini T and Hadiatmi, 2011). Arrowroot tubers offer health benefits due to their low glycemic index. Benefits Arrowroot is a multifunctional plant, producing starch and raw material for the arrowroot chips industry, known as a healthy food. The waste from arrowroot tuber processing, in the form of skin and pulp, can be used as animal feed. Arrowroot tubers are potential starch producers with starch yields ranging from 1.92-2.56 t/ha (Djaafar et al. 2007; Anonymous 2009a; Titiek F, et al., 2010). Arrowroot starch can be used as a wheat flour substitute (Djaafar and Rahayu 2006; Titiek F, et al., 2010) up to 50-100%. Therefore, arrowroot starch has the potential to reduce wheat flour imports, which have reached 4.10 million tons/year with a value of IDR 3.40 trillion (Gusmaini et al. 2003; Anonymous 2008; Titiek F, et al., 201). Processing Methods Arrowroot tubers can be directly boiled or baked as a traditional snack that tastes similar to jicama but is more savory. Arrowroot tubers have a low glycemic index, making them excellent for digestive health and diabetes sufferers. Bibliography Amalia, B. 2014. Arrowroot Tubers as an Alternative to Flour for Individuals with Austitis. Journal of Industrial Plant Research and Development. Vol. 20. No. 2. Pages: 30-31 Anusavice, K.J. 2003. Textbook of Dentistry Materials Science. 10th Ed. Translated by: Budiman JA, Purwoko S. Jakarta: EGC. Page 94. 103-106. Cahyani, E.D. and Nugroho, D.H. 2012. The Effect of Mixing Water Temperature Test on the Setting Time of Alginate Impression Material with the Addition of Arrowroot Starch (Maranta Arundinaceae L.). Department of Biomaterials, Dentistry Education, UMY. Page 6 Faridah, D.N., Fardiaz, D., Andarwulan, N., Sunarti, T.C. 2014. Characteristics of the Physicochemical Properties of Arrowroot Starch (Maranta Arundinaceae). Department of Food Science and Technology. Bogor Agricultural University. Page 15

Garut (Maranta arundinacea Linn) Read More »

Gragas Otot (Equisetum ramosissimum)

Nama Latin Equisetum ramosissimum Taksonomi Kerajaan:Plantae Divisi:  Polypodiophyta Kelas:  Polypodiopsida Subkelas:Equisetidae Ordo:   Equisetales Famili: Equisetaceae Genus: Equisetum Spesies:Equisetum ramosissimum (Herbie,2015) Deskripsi Umum Equisetum ramosissimum var. huegelii adalah tumbuhan berspora dengan batang tegak, silindris, dan berongga. Cabang-cabangnya panjang, ramping, memiliki dua atau tiga bagian dalam vertisil, berusuk, simpul yang dikelilingi oleh selubung ketat sisik bawaan seperti daun dan memiliki strobilus lonjong di ujung cabang Kandungan Asam kersik 5 % – 10 %, asam oksalat, asam malat, asam akonitat, asam tanat, kalium, natrium dan saponin Khasiat Indikasi khusus: Peradangan pada kelenjar prostat – membantu hilangnya kontrol pada saluran kandung kemih pada anak (mengurangi mengompol pada anak) – Diuretik – meringankan Cystitis (nyeri pada kandung kemih) dengan kondisi hematuria (kencing berdarah) – meringankan uretritis (pembengkakan pada saluran kandung kemih). – penggunaan Oral : untuk terapi irigasi pada penyakit bakteri dan inflamasi pada saluran kemih bagian bawah dan kerikil (serpihan batu) ginjal  Cara Pengolahan Untuk minum: 10-15 g herba kering, rebus. Pemakaian luar: Dibuat parem. Digunakan untuk sakit pada persendian, digosokkan pada anak untuk memperkuat anggota gerak dan obat luka. Daftar Pustaka Departemen Kesehatan Republik Indonesia (1978).”Materia Medika Indonesia jilid 2″ Global Biodiversity Information Facility Research (1999).”Global Biodiversity Information Facility” Mithun Biswas, Aninda Mandal, Madhuparna Hore, Subikash Biswas, Suvendu Dey, Jayita Biswas1, Amrik Mondal, Bidyut Kumar Mandal, Piu Das, Sudha Gupta (2016).”new record of equisetum ramosissimum susbsp. debile from lower gangetic plain, west bengal, india and conservation approach” British Herbal Medicine Association (1976).”British Herbal Pharmacopoeia” American Botanical Council (1986).”Herbal Medicine: Expanded Commission E Monographs” Muscle Gragas (Equisetum ramosissimum)Latin name Equisetum ramosissimum Taxonomy Kingdom: Plantae Division: Polypodiophyta Class: Polypodiopsida Subclass: Equisetidae Order: Equisetales Family: Equisetaceae Genus: Equisetum Species:Equisetum ramosissimum (Herbie, 2015) General Description Equisetum ramosissimum var. huegelii is a spore plant with erect, cylindrical, hollow stems. The branches are long, slender, have two or three inner verticils, ribbed, and the nodes are surrounded by a dense sheath of leaf-like scales. They have oblong strobili at the ends of the branches. Contents 5% – 10% ricin, oxalic acid, malic acid, aconitic acid, tannic acid, potassium, sodium, and saponins. Benefits Specific Indications: Inflammation of the prostate gland Processing Method To drink: Boil 10-15 g of dried herb. External use: Made into a paste. Used for joint pain, rubbed on children to strengthen limbs, and as a wound healer. Bibliography Ministry of Health of the Republic of Indonesia (1978) “Materia Medika Indonesia Volume 2” Global Biodiversity Information Facility Research (1999) “Global Biodiversity Information Facility” Mithun Biswas, Aninda Mandal, Madhuparna Hore, Subikash Biswas, Suvendu Dey, Jayita Biswas1, Amrik Mondal, Bidyut Kumar Mandal, Piu Das, Sudha Gupta (2016) “New Record of Equisetum ramosissimum subsp. debile from Lower Gangetic Plain, West Bengal, India and Conservation Approach” British Herbal Medicine Association (1976) “British Herbal Pharmacopoeia” American Botanical Council (1986) “Herbal Medicine: Expanded Commission E Monographs”

Gragas Otot (Equisetum ramosissimum) Read More »

Takokak (Solanum torvum Sw.)

Nama Latin Solanum torvum Sw. Taksonomi Kingdom: Plantae Subkingdom: Tracheobionta Superdivisi: Spermatophyta Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Subkelas: Asteridae Ordo: Solanales Famili: Solanaceae Genus: Solanum Spesies: Solanum torvum Sw. IPNI (2024) Deskripsi Umum Terung pipit adalah salah satu spesies tumbuhan berbentuk perdu dari famili Solanaceae (suku terong-terongan). Tumbuhan yang dikenal dengan nama ilmiah Solanum torvum ini berasal dari bioma beriklim tropis basah dengan rentang sebaran mulai dari Meksiko, Amerika Selatan bagian utara, Karibia, hingga Brazil timur. Di Indonesia terung pipit memiliki beberapa nama, antara lain ada yang menyebutnya takokak, pokak (Jawa), atau terong pipit (Sumatra). Nama ilmiah Solanum torvum pertama kali dipublikasikan oleh botanis Olof Peter Swartz pada tahun 1788. Kandungan Menurut Rahman (2013), senyawa flavonol dan flavon dimanfaatkan dalam sayuran indigenous tersebut sangat bervariasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sayuran indigenous yang diteliti mengandung senyawa quarcetin. Selain itu, menurut Astri (2012) buah takokak mengandung flavonoid, tanin, saponin, fenol dan quercetin. Khasiat Takokak (Solanum torvum Swartz) digunakan oleh masyarakat sebagai sayur baik dimasak atau sebagai lalapan. Selain itu, takokak juga digunakan sebagai obat darah tinggi dan penambah nafsu makan. Tanaman ini juga dapat digunakan sebagai obat sakit lambung, sakit gigi, tidak datang haid, batuk kronis, obat sakit pinggang kaku, bisul, koreng, darah tinggi, penambah nafsu makan, gatal-gatal, mata kering, penghilang rasa sakit, anti radang dan alat kontrasepsi (Mustarichie, dkk. 2011). Cara Pengolahan  Sediakan 10-15 gram takokak kering atau 30-60 gram takokak segar, rebus hingga mendidih, lalu minum airnya. Daftar Pustaka Gandhi GR, Ignacimuthu S, Paulraj MG. 2011. Solanum torvum Swartz: fruit containing phenolic compounds shows antidiabetic and antioxidant effects in streptozotocin induced diabetic rats. Food Chem Toxicol 49:2725-2733. Helilusiatiningsih, N. (2020). Pengolahan buah terung pokak (Solanum torvum) menjadi teh herbal sebagai minuman fungsional. Buana Sains, 20(2), 139–148. Lee et al. (2013). PENGARUH LOKASI TUMBUH TERHADAP SENYAWA FITOKIMIA PADA BUAH, BIJI, DAUN, KULIT BUAH TANAMAN TAKOKAK (Solanum torvum). Buana Sains.

Takokak (Solanum torvum Sw.) Read More »

Kaca Piring (Gardenia jasminoides J.Ellis.)

Nama Latin Gardenia jasminoides J.Ellis. Taksonomi (POWO, 2024) Definisi Umum Kaca piring merupakan tanaman hias berbunga dari famili Rubiaceae yang dikenal karena bunganya berwarna putih, harum, dan mengilap seperti porselen. Tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias, bahan obat tradisional, serta pewarna alami. Kandungan Kaca piring mengandung berbagai senyawa kimia yang berperan penting dalam karakteristik dan pemanfaatannya. Di antaranya adalah geniposida yang termasuk golongan iridoid, serta genipin yang merupakan turunan dari geniposida. Selain itu, tanaman ini juga mengandung flavonoid, saponin, dan minyak atsiri yang memberikan aroma khas pada bunganya. Pada bagian buahnya terdapat pigmen alami berupa crocin yang memberikan warna kuning. Khasiat Tanaman bunga kaca piring juga ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Manfaat Bunga Kaca Piring: Cara Pengolahan Berikut beberapa cara pengolahan kaca piring: Daftar Pustaka Dalimartha, S. (2006). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta: Puspa Swara. Duke, J.A. (2002). Handbook of Medicinal Herbs. CRC Press. Harborne, J.B. (1987). Metode Fitokimia. Bandung: ITB. Heyne, K. (1987). Tumbuhan Berguna Indonesia. Jakarta: Yayasan Sarana Wana Jaya. Kementerian Kesehatan RI. (2017). Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI. POWO. (2024). Plants of the World Online. Royal Botanic Gardens, Kew. Diakses dari https://powo.science.kew.org/

Kaca Piring (Gardenia jasminoides J.Ellis.) Read More »

Tapak Liman (Elephantopus scaber L)

Nama Latin Elephantopus scaber L Taksonomi Kingdom : Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Sub Kelas : Asteridae Ordo : Asterales Famili : Asteraceae Genus : Elephantopus Spesies : Elephantopus scaber L Deskripsi Umum Tapak liman (Elephantopus scaber L.) dikenal sebagai jenis tumbuhan liar yang tersebar luas di berbagai daerah di Indonesia. Tumbuhan ini umumnya tumbuh di area yang tidak terkena sinar matahari secara langsung, di ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini tergolong dalam famili Asteraceae dan memiliki asal-usul dari wilayah Amerika serta Asia.. (Mandal et al., 2018). Kandungan Ekstrak etanol daun tapak liman mengandung senyawa-senyawa seperti steroid, alkaloid, dan flavonoid yang berpotensi sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Flavonoid diketahui memiliki aktivitas antibakteri melalui mekanisme perusakan membran sitoplasma, yaitu dengan berikatan dengan protein hingga merusak struktur protein tersebut (Widyaningrum et al., 2020). Khasiat Cara Pengolahan Air Rebusan (Infus): Tumbukan (Obat Luar): Daftar Pustaka Ahmad, A. R., Juwita, J., & Ratulangi, S. A. D., 2015. Penetapan Kadar Fenolik dan Flavonoid Total Ekstrak Metanol Buah dan Daun Patikala (Etligera elatior (Jack) RM SM). Pharmaceutical Sciences & Research, 2(1), pp. 1-10. Alponsin, Maideliza, T., & Noli, Z. A. 2017. Studi Anatomi Daun Cantigi (Vaccinium korinchense Ridl.) pada Altitud Berbeda di Gunung Talang. Jurnal Metamorfosa, 4(1), pp. 114-121. Andrian, Supriadi., & Purba, M. 2014. Pengaruh Ketinggian Tempat dan Kemiringan Lereng terhadap Produksi Karet (Havea brasiliensis Muell. Arg.) di Kebun Hapesong PTPN III Tapanuli Selatan. Jurnal Online Agroteknologi, 2(3), 981-989. Azter, A. A., 2009. Uji Efek Ekstrak Etanol Herba Tapak Liman (Elephantopus scaber L.) terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Darah pada Tikus Putih Jantan yang Diinduksi Kafeina. Skripsi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta

Tapak Liman (Elephantopus scaber L) Read More »

Tapak Dara (Catharanthus roseus (L.) G.Don)

Nama Latin Catharanthus roseus (L.) G.Don Taksonomi Kingdom: Plantae Subkingdom: Tracheobionta Superdivisi: Spermatophyta Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Subkelas: Asteridae Ordo: Gentianales Famili: Apocynaceae Genus: Catharanthus Spesies: Catharanthus roseus (L.) G.Don (POWO,2024) Deskripsi Umum Tapak dara adalah salah satu spesies tumbuhan perdu atau perdu kecil dari famili Apocynaceae. Tumbuhan yang dikenal dengan nama ilmiah Catharanthus roseus ini berasal dari bioma beriklim tropis kering di wilayah Madagaskar timur dan selatan. Di Indonesia tapak dara memiliki beberapa nama, antara lain ada yang menyebutnya bunga serdadu, kembang tembaga, atau tapak dara. Nama ilmiah Catharanthus roseus pertama kali dipublikasikan oleh botanis George Don pada tahun 1837. Kandungan Ekstrak etanol daun tapak liman mengandung senyawa-senyawa seperti steroid, alkaloid, dan flavonoid yang berpotensi sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Flavonoid diketahui memiliki aktivitas antibakteri melalui mekanisme perusakan membran sitoplasma, yaitu dengan berikatan dengan protein hingga merusak struktur protein tersebut (Widyaningrum et al., 2020). Khasiat Daun tapakdara (Catharanthus roseus) telah digunakan secara tradisional untuk membantu menurunkan tekanan darah, membantu meringankan malaria, sembelit dan kencing manis. Akarnya digunakan untuk membantu meringankan kencing manis dan peluruh haid. Cara Pengolahan Merebus, menyeduh, atau mengeringkan daun dan bunganya untuk pengobatan tradisional, seperti diabetes dan darah tinggi. Cara utamanya meliputi perebusan 10-16 lembar daun dengan 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas, atau menyeduh 7 lembar daun dengan air panas.  Daftar Pustaka Hariana.A. 2011. Tumbuhan Obat Dan Khasiatnya. Hal 110 – 112. Penebar Swadaya : Jakarta. Leonindita.2009. Formulasi Tablet Ekstrak Herba Tapak Dara (Catharantus Roseus (L) G. Don) Dengan Bahan Pengikat Gelatin Dan Gom Arab Pada Berbagai Konsentrasi.Skripsi.Fakultas Farmasi Universitas Muhamadiah Surakarta. Sakina. 2012. Khasiat Di Balik Tapak Dara (Catharanthus Roseus) Dan Mahkota Dewa (Phaleria Macrocarp ).Jurusan Farmasi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Haluoleo. Kendari.

Tapak Dara (Catharanthus roseus (L.) G.Don) Read More »

Jeruk Lemon (Citrus limon L.)

Nama Latin Citrus limon L. Taksonomi (USDA – NRCS, 2024) Definisi Umum Jeruk lemon adalah buah dari tanaman Citrus limon yang termasuk dalam famili Rutaceae. Buah ini berbentuk bulat hingga lonjong, berwarna kuning cerah saat matang, dan memiliki rasa asam yang khas karena kandungan asam sitrat yang tinggi. Jeruk lemon banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan, minuman, serta dalam bidang kesehatan karena kandungan vitamin C, antioksidan, dan senyawa bioaktif lainnya yang bermanfaat bagi tubuh. Kandungan Jeruk lemon mengandung air dalam jumlah tinggi yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Selain itu, lemon juga mengandung protein dalam jumlah kecil, karbohidrat sebagai sumber energi, gula alami, serat, serta sedikit lemak. Kandungan seratnya terutama berupa pektin yang termasuk serat larut. Lemon juga kaya akan vitamin dan mineral penting, seperti vitamin C sebagai antioksidan, vitamin B6 yang berperan dalam metabolisme, serta mineral seperti magnesium dan kalium. Di samping itu, lemon mengandung senyawa bioaktif atau senyawa tumbuhan, seperti hesperidin, eriocitrin, dan D-limonene yang berkontribusi pada nilai gizinya. Khasiat Jeruk lemon memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh dan kulit. Lemon dapat membantu mencerahkan kulit karena kandungan vitamin C dan asam sitrat yang berperan dalam mengangkat sel kulit mati, merangsang regenerasi sel baru, memudarkan hiperpigmentasi, serta meratakan warna kulit. Selain itu, lemon juga bermanfaat untuk mengatasi jerawat dan komedo karena memiliki sifat antibakteri dan antijamur yang mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab infeksi kulit, serta membantu memudarkan bintik hitam dan bekas luka melalui proses eksfoliasi alami. Dalam menjaga kesehatan tubuh, lemon berperan dalam menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes melalui kandungan antioksidan yang membantu mengurangi stres oksidatif. Sifat antimikroba dalam lemon juga membantu mencegah infeksi. Konsumsi lemon secara rutin dapat membantu menurunkan berat badan karena meningkatkan rasa kenyang sehingga mengurangi asupan makanan. Selain itu, lemon dapat membantu mencegah batu ginjal dengan meningkatkan volume dan pH urine. Lemon juga bermanfaat dalam mencegah anemia karena kandungan vitamin C yang membantu meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh. Di sisi lain, lemon dapat meningkatkan kesehatan pencernaan dan membantu mengatasi konstipasi, terutama jika dikonsumsi dalam bentuk air hangat. Senyawa tumbuhan di dalam lemon juga memiliki potensi sebagai antikanker karena dapat membantu menghambat pertumbuhan tumor. Kandungan vitamin C yang tinggi turut berperan dalam meningkatkan sistem imun tubuh sehingga membantu melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Cara Pengolahan Daftar Pustaka Clinical Nutrition Research. (2025). Effect of Pre-meal Water Consumption on Energy Intake and Satiety in Non-obese Young Adults. Direktorat Jenderal Hortikultura. (2019). Statistik Hortikultura. Jakarta: Kementerian Pertanian RI. Everyday Health. (2025). Lemons 101: A Complete Guide. Healthline. (2025). 6 Evidence-Based Health Benefits of Lemons. Healthline. (2025). 6 Ways Your Body Benefits from Lemon Water. Healthline. (2025). Lemons 101: Nutrition Facts and Health Benefits. Journal of Biomedicine and Biotechnology. (2023). Cancer chemoprevention by citrus pulp and juices containing high amounts of β-cryptoxanthin and hesperidin. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Tabel Komposisi Pangan Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI. Life Science. (2025). Lemons: Health Benefits & Nutrition Facts. Medical News Today. (2025). How can lemons benefit your health? Rukmana, R. (2003). Budidaya Jeruk. Yogyakarta: Kanisius. Sunarjono, H. (2013). Berkebun 21 Jenis Tanaman Buah. Jakarta: Penebar Swadaya. USDA – NRCS. (2024). United States Department of Agriculture – Natural Resources Conservation Service, Plant Profile. WebMD. (2025). Health Benefits of Lemon.

Jeruk Lemon (Citrus limon L.) Read More »

Tembelekan (Lantana camara L.)

Nama Latin Lantana camara L. Taksonomi Regnum : Plantae Divisio : Spermatophyta Sub Classis : Angiospermae Classis : Dicotyledonae Ordo : Lamiales Familia : Verbenaceae Genus : Lantana Species : Lantana camara L. (Van Steenis, 1997) Deskripsi Umum Tembelekan (L. camara) merupakan tanaman perdu tegak atau setengah merambat dengan ciri-ciri batang : berkayu, bercabang banyak, ranting berbentuk segi empat, tinggi lebih dari 0,5-4 m, memiliki bau yang khas, terdapat dua varietas (berduri dan tidak berduri); Daun : tunggal, duduk berhadapan, bentuk bulat telur dengan ujung meruncing dan bagian 7 pinggirnya bergerigi, panjang 5-8 cm, lebar 3,5-5 cm, warna hijau tua, tulang daun menyirip, permukaan atas berbulu banyak, kasar dan permukaan bawah berbulu jarang; Bunga : majemuk bentuk bulir, mahkota bagian dalam berbulu, berwarna putih, merah muda, jingga kuning, dan masih banyak warna lainnya; Buah : seperti buah buni dan berwarna hitam mengkilat bila sudah matang (Dalimarta, 1999). Kandungan Menurut Pramono 1999, daun tembelekan (L. camara) memiliki kandungan senyawa kimia seperti lantadene A, lantadene B, lantanolic acid, lantic acid, minyak atsiri (berbau menyengat yang tidak disukai serangga), beta- caryophyllene, gamma-terpidene, alpha-pinene dan p-cymene. Khasiat Tanaman tembelekan selain dapat digunakan sebagai tanaman hias juga dapat digunakan sebagai tanaman obat dan insektisida alami. Bagian tanaman yang dapat digunakan adalah akar yang bersifat tawar dan sejuk, untuk meredakan demam, TBC, rematik, memar, keputihan, kencing nanah, gondongan, sakit kulit, penawar racun, penghilang nyeri dan penghenti pendarahan. Daun yang bersifat pahit, sejuk dan berbau, untuk menghilangkan gatal, batuk, rematik, anti-toksik, menghilangkan bengkak. Bunga tembelekan bersifat manis dan sejuk dapat digunakan untuk penyakit TBC, sesak nafas dan dapat menghentikan pendarahan. Tanaman ini juga digunakan sebagai pengendali serangga (Dalimarta, 1999). Cara Pengolahan Tanaman tembelekan (Lantana camara) diolah secara tradisional maupun modern sebagai obat luar (luka/bisul) dan dalam (batuk/diare). Cara utamanya meliputi pelumatan daun untuk kompres, perebusan 5-7 lembar daun, atau ekstraksi etanol untuk lotion dan salep. Daun harus dicuci bersih dan dikeringkan (diangin-anginkan) sebelum diolah.  Daftar Pustaka Azis. S. 2014. Senyawa Alam Metabolit Sekunder Teori. Konsep dan Tekhnik Pemurnian.: Yogyakarta Ansel. H.C. (1989). Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Universitas Indonesia Press : Jakarta. Gandjar IG & Abdul R. 2014. Kimia Farmasi Analisis. Pustaka Pelajar : Yogyakarta. Gandjar IG & Abdul R. 2008. Kimia Farmasi Analisis. Pustaka Pelajar : Yogyakarta. Gandjar IG & Abdul R. 2007. Kimia Farmasi Analisis. Pustaka Pelajar : Yogyakarta. Hanani. E. 2015. Analisa Fitokimia. Buku Kedokteran EGC : Jakarta. Hidayat S. 2015. Kitab Tumbuhan Obat. Cibubur. Jakarta Timur. Herbie. T. 2015. Kitab Tanaman Berkhaisat Obat. Octopus Publishing House : Yogyakarta. . . . Tembelekan (Lantana camara L.) Latin Name Lantana camara L. Taksonomi Regnum : Plantae Divisio : Spermatophyta Sub Classis : Angiospermae Classis : Dicotyledonae Ordo : Lamiales Familia : Verbenaceae Genus : Lantana Species : Lantana camara L. (Van Steenis, 1997) General Description Tembelekan (Lantana camara L.) is an upright or semi-climbing shrub with the following characteristics: Stem: woody, highly branched, with quadrangular twigs, reaching a height of more than 0.5–4 m, possessing a distinctive odor, and occurring in two varieties (thorny and thornless). Leaves: simple, oppositely arranged, ovate in shape with pointed tips and serrated margins, 5–8 cm long and 3.5–5 cm wide, dark green in color, with pinnate venation. The upper surface is densely hairy and rough, while the lower surface is sparsely hairy. Flowers: compound flowers arranged in spike-like clusters, with hairy inner corollas, and varying in color, including white, pink, orange, yellow, and many other colors. Fruits: berry-like fruits that become glossy black when fully ripe (Dalimartha, 1999). Contents According to Pramono (1999), tembelekan (L. camara) leaves contain chemical compounds such as lantadene A, lantadene B, lantanolic acid, lantic acid, essential oils (with a pungent odor that is disliked by insects), beta-caryophyllene, gamma-terpinene, alpha-pinene, and p-cymene. Benefits In addition to being used as an ornamental plant, the tembelekan plant can also be used as a medicinal plant and a natural insecticide. The part of the plant that can be used is the root, which is bland in taste and cooling in nature, to relieve fever, tuberculosis (TB), rheumatism, bruises, vaginal discharge, gonorrhea, mumps, skin diseases, poisoning, pain, and bleeding. The leaves, which are bitter, cooling, and aromatic, are used to relieve itching, coughs, rheumatism, act as an anti-toxic agent, and reduce swelling. Tembelekan flowers are sweet and cooling in nature and can be used for tuberculosis (TB), shortness of breath, and to stop bleeding. This plant is also used as an insect control agent (Dalimartha, 1999). Processing Methods The tembelekan plant (Lantana camara) is processed both traditionally and modernly for external use (wounds/boils) and internal use (coughs/diarrhea). The main methods include crushing the leaves for compresses, boiling 5–7 leaves, or ethanol extraction for lotions and ointments. The leaves must be thoroughly washed and dried (air-dried) before processing. References Azis, S. (2014). Natural Secondary Metabolite Compounds: Theory, Concepts, and Purification Techniques. Yogyakarta. Ansel, H. C. (1989). Introduction to Pharmaceutical Dosage Forms. Universitas Indonesia Press: Jakarta. Gandjar, I. G., & Abdul, R. (2014). Analytical Pharmaceutical Chemistry. Pustaka Pelajar: Yogyakarta. Gandjar, I. G., & Abdul, R. (2008). Analytical Pharmaceutical Chemistry. Pustaka Pelajar: Yogyakarta. Gandjar, I. G., & Abdul, R. (2007). Analytical Pharmaceutical Chemistry. Pustaka Pelajar: Yogyakarta. Hanani, E. (2015). Phytochemical Analysis. EGC Medical Book Publisher: Jakarta. Hidayat, S. (2015). Book of Medicinal Plants. Cibubur, East Jakarta. Herbie, T. (2015). Book of Medicinal Plants and Their Benefits. Octopus Publishing House: Yogyakarta.

Tembelekan (Lantana camara L.) Read More »

Talok/kersen (Muntingia calabura L.)

Nama Latin Muntingia calabura L. Taksonomi Kingdom : Plantae (tumbuhan) Sub kingdom : Tracheobionta (berpembuluh) Super divisi : Spermatophyta (berbiji) Divisi : Magnoliophyta (berbunga) Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub kelas : Dilleniidae Bangsa : Malvales (Culumniferae) Suku : Elaeocarpaceae Marga : Muntingia Jenis : Muntingia calabura L. (Shiddiqua, et al. 2010) Deskripsi Umum Kersen/ceri/talok/baleci dapat tumbuh di daerah tropis dan banyak dijumpai oleh masyarakat karena sifat pertumbuhannya tidak memerlukan perlakuan khusus dan memiliki kemampuan beradaptasi yang baik, Kersen (Muntingia calabura L.) dapat berbunga dan berbuah setiap tahun. Keadaan musim berbunga dan berbuah hampir terus menerus tidak menentu (Kosasih dkk, 2013). Kersen atau talok (Muntingia calabura L.) merupakan tumbuhan tropis yang tersebar di berbagai dataran tropis. Tanaman ini dapat tumbuh subur di tanah yang tandus dan toleran terhadap asam dan basa. Buah yang matang memiliki rasa yang manis dan dimakan dalam kondisi segar. Tanaman kersen memiliki pertumbuhan yang cepat dan proporsinya ramping. Tanaman ini asli dari Benua Amerika dan banyak dibudidayakan di Asia. Kandungan Penelitian Khusnawati dan Sulistyowati (2014), daun kersen memiliki kesamaan beberapa kandungan zat gizi seperti daun teh (Camellia sinensis L.) yaitu karbohidrat, vitamin C, kafein dan polifenol. Khasiat Selain memiliki banyak manfaat, daun kersen juga memiliki beberapa efek samping yang dapat mengganggu kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dan secara berlebihan. Untuk rebusan daun kersen yang memiliki zat inflamasi dan antibiotik kuat dapat berubah berbahaya bagi kesehatan tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan. Cara Pengolahan Teh Herbal (Rebusan): Daftar Pustaka Arum, Y. P., Supartono, & Sudarmin. (2012). Isolasi dan Uji Daya Antimikroba Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.). Jurnal MIPA, 35(2), 165-174. Balai Perbenihan Tanaman Hutan Jawa dan Madura. (n.d.). Informasi Singkat Benih Kersen/Talok (Muntingia calabura L.). Biofarma. (2026). 8 Manfaat Buah Kersen yang Jarang Diketahui untuk Kesehatan Tubuh. Halodoc. (2026). Kerennya Daun Talok Kersen: Kontrol Gula Darah Alami. Krishnaveni, M., & Dhanalakshmi, R. (2014). Penelitian terkait fitokimia Muntingia calabura.

Talok/kersen (Muntingia calabura L.) Read More »

Klingit Taiwan (Malpighia coccigera L.)

Nama Latin Malpighia coccigera L.  Taksonomi Kerajaan: Plantae (Plantarum) Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Bangsa (Ordo): Polygalales Suku (Famili): Malpighiaceae Marga (Genus): Malpighia Jenis (Spesies): Malpighia coccigera L.  Kew Science (2024) Deskripsi Umum Tanaman M. coccigera L. mempunyai nama lain yaitu daun serut, bunga mutiara, kelingkit dan daun selaput. Selain itu juga memiliki nama asing yaitu mirten lurus. Tanaman kelingkit berasal dari India Barat yang beriklim sub-tropis, dan banyak ditemukan di Malaysia dan China. Di Indonesia tumbuh di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Jawa berada di dataran tinggi Kandungan Tanaman kelingkit mengandung flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan untuk menanggulangi produksi radikal bebas yang menimbulkan kerusakan pada sel-sel yang hebat. Flavonoid dapat menghambat produksi radikal bebas, menghambat produksi enteroksin, dan meningkatkan imunitas tubuh. Khasiat M. coccigera L. merupakan tanaman tradisional yang mempunyai aktivitas farmakologi yaitu sebagai antibakteri, antioksidan, mencegah pembekuan darah, antikanker, antidiabetes, antidiare, sebagai obat batuk, dan memiliki aktivitas sitotoksik Cara Pengolahan Pengolahan tanaman klingit Taiwan umumnya menggunakan bagian daun atau bunga. Daun segar dapat direbus dengan air hingga mendidih, kemudian air rebusannya disaring dan diminum dalam jumlah terbatas sebagai ramuan herbal. Selain itu, daun dapat ditumbuk hingga halus dan digunakan sebagai obat luar dengan cara ditempelkan pada bagian tubuh yang mengalami luka atau peradangan. Tanaman ini juga dapat dikeringkan dan diseduh sebagai minuman herbal. Daftar Pustaka Pathare, Y. S., Hastak, V. S. dan Bajaj, A. N. (2013). Polymers Used For Fast Disintegrating Oral Films: A review. International Journal of Pharmaceutical Sciences Review and Research, 21(1), pp. 169–178. 20 Saucedo V.A., Abarca N.A., Ocampo, H.A.G., Reyes, J.A.A., Valdez, L.S.G., Gonzalez, A.L., Alvarado, E.A.D., Ricario R.T. Phytochemical Characterization And Antioxidant Properties Of The Wild Edible Acerola Malpighia umbellata rose’, CYTA – Journal of Food. Taylor & Francis, 16:1(2018):698–706. 21 Betta, F.D., Nehring, P., Seraglio, S.K.T., Schulz, M., Valese, A.C. H., Gonzaga, L.V., Fett, R., Costa, A..O. Phenolic Compounds Determined by LC-MS/MS and In Vitro Antioxidant Capacity of Brazilian Fruits in Two Edible Ripening Stages. Plant Foods for Human Nutrition. 73:4(2018): 302- 307 22 Bala, R. dan Sharma, S. Formulation Optimization and Evaluation Of Fast Dissolving Film Of Aprepitant By Using Design Of Experiment. Bulletin of Faculty of Pharmacy, Cairo University. Elsevier B.V. 56:2(2018):159–168.

Klingit Taiwan (Malpighia coccigera L.) Read More »

Scroll to Top