Nama Latin Canna edulis Ker Gawl. Taksonomi Kingdom : PlantaeDivisi : MagnoliophytaKelas : LiliopsidaOrdo : ZingiberalesFamili : CannaceaeGenus : CannaSpesies : Canna edulis Ker Gawl. Plants of the World Online oleh Royal Botanic Gardens, Kew (2024) Deskripsi Umum Ganyong merupakan tanaman herba tahunan yang banyak tumbuh di daerah tropis. Tanaman ini memiliki rimpang (umbi batang) yang berkembang di dalam tanah dan menjadi bagian utama yang dimanfaatkan. Tinggi tanaman dapat mencapai 1–2 meter dengan batang semu yang tegak dan lunak. Daunnya lebar, berbentuk lonjong memanjang, berwarna hijau hingga kemerahan, dengan tulang daun yang jelas. Bunganya berwarna mencolok, umumnya merah, oranye, atau kuning, dan tersusun dalam tandan. Ganyong dapat tumbuh dengan baik pada berbagai jenis tanah, terutama tanah gembur dan cukup lembap. Tanaman ini juga cukup tahan terhadap kondisi lingkungan yang kurang subur, sehingga sering dijadikan tanaman alternatif sumber pangan. Kandungan Kimia Rimpang ganyong mengandung berbagai zat yang bermanfaat, terutama karbohidrat dalam bentuk pati (amilum) dengan kadar yang cukup tinggi. Selain itu, ganyong juga mengandung serat, protein dalam jumlah kecil, serta mineral seperti kalsium dan fosfor. Kandungan lainnya meliputi vitamin, terutama vitamin C, serta senyawa fenolik yang berperan sebagai antioksidan. Khasiat Ganyong dikenal sebagai tanaman pangan sekaligus tanaman obat. Kandungan patinya yang tinggi menjadikan ganyong sebagai sumber energi alternatif pengganti beras atau tepung. Selain itu, ganyong memiliki sifat mudah dicerna sehingga baik untuk penderita gangguan pencernaan. Secara tradisional, ganyong juga digunakan untuk membantu mengatasi diare, memperbaiki fungsi pencernaan, serta menjaga kesehatan tubuh. Kandungan seratnya membantu melancarkan sistem pencernaan, sedangkan antioksidannya berperan dalam menangkal radikal bebas. Cara Pengolahan Pengolahan ganyong umumnya difokuskan pada bagian rimpangnya. Rimpang dapat direbus atau dikukus hingga matang, kemudian dikonsumsi langsung sebagai sumber karbohidrat. Selain itu, rimpang juga dapat diolah menjadi tepung ganyong dengan cara dikupas, dicuci, diparut, kemudian diperas dan diendapkan untuk diambil patinya, lalu dikeringkan. Tepung ganyong dapat digunakan sebagai bahan dasar berbagai produk makanan seperti kue, bubur, atau makanan tradisional lainnya. Selain itu, ganyong juga dapat diolah menjadi keripik atau olahan pangan lain sesuai kebutuhan. Daftar Pustaka Dalimartha, S. (2000). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta: Trubus Agriwidya.Heyne, K. (1987). Tumbuhan Berguna Indonesia. Jakarta: Yayasan Sarana Wana Jaya.Kementerian Kesehatan RI. (2017). Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.Tjitrosoepomo, G. (2010). Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.Rukmana, R. (2000). Ganyong: Budidaya dan Pascapanen. Yogyakarta: Kanisius. Canna (Canna edulis Ker Gawl.) Latin Name Canna edulis Ker Gawl. Taxonomy Kingdom: PlantaeDivision: MagnoliophytaClass: LiliopsidaOrder: ZingiberalesFamily: CannaceaeGenus: CannaSpecies: Canna edulis Ker Gawl. Plants of the World Online by Royal Botanic Gardens, Kew (2024) General Description Canna is a perennial herb that grows widely in tropical regions. This plant has rhizomes (stem tubers) that develop underground and are the main part used. The plant can reach 1–2 meters in height with erect, soft pseudostems. The leaves are broad, elongated-oval, green to reddish in color, with distinct veins. Its flowers are strikingly colored, generally red, orange, or yellow, and are arranged in clusters. Canna can grow well in various types of soil, especially loose and moderately moist soil. This plant is also quite resistant to less fertile environmental conditions, so it is often used as an alternative food source. Chemical Content Canna rhizomes contain various beneficial substances, especially carbohydrates in the form of starch (starch) at fairly high levels. In addition, canna also contains fiber, small amounts of protein, and minerals such as calcium and phosphorus. Other nutrients include vitamins, especially vitamin C, and phenolic compounds that act as antioxidants. Benefits Canna is known as both a food crop and a medicinal plant. Its high starch content makes it an alternative energy source to replace rice or flour. Furthermore, canna is easily digested, making it good for people with digestive disorders. Traditionally, canna is also used to help treat diarrhea, improve digestive function, and maintain body health. Its fiber content helps smooth the digestive system, while its antioxidants play a role in warding off free radicals. Processing Methods Ganyong processing generally focuses on the rhizome. The rhizome can be boiled or steamed until cooked, then consumed directly as a source of carbohydrates. Additionally, the rhizome can be processed into ganyong flour by peeling, washing, grating, squeezing, and settling to extract the starch, which is then dried. Ganyong flour can be used as a base ingredient in various food products such as cakes, porridge, or other traditional dishes. Furthermore, ganyong can be processed into chips or other food products as needed. Bibliography Dalimartha, S. (2000). Atlas of Indonesian Medicinal Plants. Jakarta: Trubus Agriwidya.Heyne, K. (1987). Useful Plants of Indonesia. Jakarta: Sarana Wana Jaya Foundation.Ministry of Health of the Republic of Indonesia. (2017). Indonesian Herbal Pharmacopoeia. Jakarta: Ministry of Health of the Republic of Indonesia.Tjitrosoepomo, G. (2010). Plant Taxonomy. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.Rukmana, R. (2000). Ganyong: Cultivation and Post-Harvest. Yogyakarta: Kanisius.