Tembelekan (Lantana camara L.)

Nama Latin

Lantana camara L.

Taksonomi

Regnum : Plantae

Divisio : Spermatophyta

Sub Classis : Angiospermae

Classis : Dicotyledonae

Ordo : Lamiales

Familia : Verbenaceae

Genus : Lantana

Species : Lantana camara L.

(Van Steenis, 1997)

Deskripsi Umum

Tembelekan (L. camara) merupakan tanaman perdu tegak atau setengah merambat dengan ciri-ciri batang : berkayu, bercabang banyak, ranting berbentuk segi empat, tinggi lebih dari 0,5-4 m, memiliki bau yang khas, terdapat dua varietas (berduri dan tidak berduri); Daun : tunggal, duduk berhadapan, bentuk bulat telur dengan ujung meruncing dan bagian 7 pinggirnya bergerigi, panjang 5-8 cm, lebar 3,5-5 cm, warna hijau tua, tulang daun menyirip, permukaan atas berbulu banyak, kasar dan permukaan bawah berbulu jarang; Bunga : majemuk bentuk bulir, mahkota bagian dalam berbulu, berwarna putih, merah muda, jingga kuning, dan masih banyak warna lainnya; Buah : seperti buah buni dan berwarna hitam mengkilat bila sudah matang (Dalimarta, 1999).

Kandungan

Menurut Pramono 1999, daun tembelekan (L. camara) memiliki kandungan senyawa kimia seperti lantadene A, lantadene B, lantanolic acid, lantic acid, minyak atsiri (berbau menyengat yang tidak disukai serangga), beta- caryophyllene, gamma-terpidene, alpha-pinene dan p-cymene.

Khasiat

Tanaman tembelekan selain dapat digunakan sebagai tanaman hias juga dapat digunakan sebagai tanaman obat dan insektisida alami. Bagian tanaman yang dapat digunakan adalah akar yang bersifat tawar dan sejuk, untuk meredakan demam, TBC, rematik, memar, keputihan, kencing nanah, gondongan, sakit kulit, penawar racun, penghilang nyeri dan penghenti pendarahan. Daun yang bersifat pahit, sejuk dan berbau, untuk menghilangkan gatal, batuk, rematik, anti-toksik, menghilangkan bengkak. Bunga tembelekan bersifat manis dan sejuk dapat digunakan untuk penyakit TBC, sesak nafas dan dapat menghentikan pendarahan. Tanaman ini juga digunakan sebagai pengendali serangga (Dalimarta, 1999).

Cara Pengolahan

Tanaman tembelekan (Lantana camara) diolah secara tradisional maupun modern sebagai obat luar (luka/bisul) dan dalam (batuk/diare). Cara utamanya meliputi pelumatan daun untuk kompres, perebusan 5-7 lembar daun, atau ekstraksi etanol untuk lotion dan salep. Daun harus dicuci bersih dan dikeringkan (diangin-anginkan) sebelum diolah. 

Daftar Pustaka

Azis. S. 2014. Senyawa Alam Metabolit Sekunder Teori. Konsep dan Tekhnik Pemurnian.: Yogyakarta Ansel. H.C. (1989). Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Universitas Indonesia Press : Jakarta. Gandjar IG & Abdul R. 2014. Kimia Farmasi Analisis. Pustaka Pelajar : Yogyakarta. Gandjar IG & Abdul R. 2008. Kimia Farmasi Analisis. Pustaka Pelajar : Yogyakarta. Gandjar IG & Abdul R. 2007. Kimia Farmasi Analisis. Pustaka Pelajar : Yogyakarta. Hanani. E. 2015. Analisa Fitokimia. Buku Kedokteran EGC : Jakarta. Hidayat S. 2015. Kitab Tumbuhan Obat. Cibubur. Jakarta Timur. Herbie. T. 2015. Kitab Tanaman Berkhaisat Obat. Octopus Publishing House : Yogyakarta.

.

.

.

Tembelekan (Lantana camara L.)

Latin Name

Lantana camara L.

Taksonomi

Regnum : Plantae

Divisio : Spermatophyta

Sub Classis : Angiospermae

Classis : Dicotyledonae

Ordo : Lamiales

Familia : Verbenaceae

Genus : Lantana

Species : Lantana camara L.

(Van Steenis, 1997)

General Description

Tembelekan (Lantana camara L.) is an upright or semi-climbing shrub with the following characteristics: Stem: woody, highly branched, with quadrangular twigs, reaching a height of more than 0.5–4 m, possessing a distinctive odor, and occurring in two varieties (thorny and thornless). Leaves: simple, oppositely arranged, ovate in shape with pointed tips and serrated margins, 5–8 cm long and 3.5–5 cm wide, dark green in color, with pinnate venation. The upper surface is densely hairy and rough, while the lower surface is sparsely hairy. Flowers: compound flowers arranged in spike-like clusters, with hairy inner corollas, and varying in color, including white, pink, orange, yellow, and many other colors. Fruits: berry-like fruits that become glossy black when fully ripe (Dalimartha, 1999).

Contents

According to Pramono (1999), tembelekan (L. camara) leaves contain chemical compounds such as lantadene A, lantadene B, lantanolic acid, lantic acid, essential oils (with a pungent odor that is disliked by insects), beta-caryophyllene, gamma-terpinene, alpha-pinene, and p-cymene.

Benefits

In addition to being used as an ornamental plant, the tembelekan plant can also be used as a medicinal plant and a natural insecticide. The part of the plant that can be used is the root, which is bland in taste and cooling in nature, to relieve fever, tuberculosis (TB), rheumatism, bruises, vaginal discharge, gonorrhea, mumps, skin diseases, poisoning, pain, and bleeding. The leaves, which are bitter, cooling, and aromatic, are used to relieve itching, coughs, rheumatism, act as an anti-toxic agent, and reduce swelling. Tembelekan flowers are sweet and cooling in nature and can be used for tuberculosis (TB), shortness of breath, and to stop bleeding. This plant is also used as an insect control agent (Dalimartha, 1999).

Processing Methods

The tembelekan plant (Lantana camara) is processed both traditionally and modernly for external use (wounds/boils) and internal use (coughs/diarrhea). The main methods include crushing the leaves for compresses, boiling 5–7 leaves, or ethanol extraction for lotions and ointments. The leaves must be thoroughly washed and dried (air-dried) before processing.

References

Azis, S. (2014). Natural Secondary Metabolite Compounds: Theory, Concepts, and Purification Techniques. Yogyakarta.

Ansel, H. C. (1989). Introduction to Pharmaceutical Dosage Forms. Universitas Indonesia Press: Jakarta.

Gandjar, I. G., & Abdul, R. (2014). Analytical Pharmaceutical Chemistry. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.

Gandjar, I. G., & Abdul, R. (2008). Analytical Pharmaceutical Chemistry. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.

Gandjar, I. G., & Abdul, R. (2007). Analytical Pharmaceutical Chemistry. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.

Hanani, E. (2015). Phytochemical Analysis. EGC Medical Book Publisher: Jakarta.

Hidayat, S. (2015). Book of Medicinal Plants. Cibubur, East Jakarta.

Herbie, T. (2015). Book of Medicinal Plants and Their Benefits. Octopus Publishing House: Yogyakarta.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top