naturindofresh

Kecubung (Datura metel L.)

Nama Latin Datura metel L. Taksonomi (Sugara, 2008) Definisi Umum Datura metel atau kecubung adalah tumbuhan berbunga yang dikenal sebagai tanaman hias sekaligus tanaman beracun yang termasuk dalam famili Solanaceae. Secara umum, kecubung merupakan tanaman perdu yang memiliki bunga berbentuk terompet besar, biasanya berwarna putih, ungu, atau kuning. Tanaman ini tumbuh di daerah tropis dan sering ditemukan di pekarangan atau tumbuh liar. Kecubung juga dikenal karena kandungan senyawa alkaloid tropana seperti atropin, skopolamin, dan hiosiamin yang bersifat toksik. Karena itu, seluruh bagian tanaman ini beracun jika dikonsumsi secara berlebihan atau tidak tepat. Dalam beberapa tradisi, kecubung pernah digunakan sebagai tanaman obat atau ritual, tetapi penggunaannya sangat terbatas karena efek sampingnya yang dapat memengaruhi sistem saraf, menyebabkan halusinasi, hingga keracunan berat. Kandungan Kandungan senyawa di dalam tanaman kecubung antara lain alkaloid, zat lemak, steroid, fenol saponin, tannin, dan terpentin dengan bahan aktif, seperti atropine, hiostamin, scopolamin, hiosin, zat lemak, kalsium oksalat, metosdina, norhiosiamina, norskopolamina, kuskohigrina, nikotin, dan hyoscamine (Huong, 1990; Thomas, 2003). Tanaman kecubung mengandung zat alkaloid yang diketahui merupakan bahan yang dapat digunakan untuk membius dan juga dapat digunakan sebagai obat (Kartasapoetra, 1988). Alkaloid dalam tumbuhan kecubung terbanyak terdapat di dalam akar dan biji dengan kadar antara 0,4-0,9%, sedangkan dalam daun dan bunga hanya 0,2-0,3% (Sastrapradja, 1978). Menurut (Heyne, 1987), kandungan alkaloid tanaman kecubung dalam masing-masing organ bervariasi, pada daun muda 0,813 %, daun tua 0,038 % dan bunga 0,2 %. Khasiat Kecubung dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional, diantaranya sebagai obat pada penderita asma, reumatik, sakit pinggang, pegal linu, eksim, bisul, sakit gigi, sakit perut bagian atas, bangkak (obat luar), ketobe (obat luar), sulit buang air besar (obat luar), terkilir (obat luar) (Ipteknet, 2005). Secara tradisional kecubung juga dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat kanker payudara. Cara Pengolahan Dalam pemanfaatan secara tradisional, kecubung biasanya diolah dalam bentuk sederhana, namun penggunaannya harus sangat hati-hati karena tanaman ini bersifat beracun. Beberapa cara pengolahan tradisional yang pernah dilakukan masyarakat antara lain: Karena kandungan alkaloid tropana (seperti atropin dan skopolamin), penggunaan kecubung secara internal (diminum) tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan efek samping serius seperti gangguan saraf, halusinasi, hingga keracunan. Daftar Pustaka Heyne, K. (1987). Tumbuhan Berguna Indonesia. Jakarta: Yayasan Sarana Wana Jaya. Huong, N. (1990). Phytochemical Studies on Medicinal Plants. Vietnam: National Institute of Medicinal Materials. Ipteknet. (2005). Tanaman Obat Tradisional Indonesia: Kecubung (Datura metel L.). Jakarta: IPTEKnet. Kartasapoetra, G. (1988). Koleksi Tanaman Obat Indonesia. Jakarta: Bina Aksara. Sastrapradja, S. (1978). Beberapa Jenis Tumbuhan Obat Indonesia. Bogor: Lembaga Biologi Nasional LIPI. Sugara, R. (2008). Taksonomi Tumbuhan Berkhasiat Obat. Bandung: Pustaka Ilmu. Thomas, A. N. S. (2003). Tanaman Obat Tradisional 2. Yogyakarta: Kanisius.

Kecubung (Datura metel L.) Read More »

Katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.)

Nama Latin Sauropus androgynus (L.) Merr. Taksonomi (Santoso, 2013) Definisi Umum Daun katuk adalah daun yang berasal dari tanaman Sauropus androgynus, yaitu tumbuhan perdu dari famili Euphorbiaceae yang banyak tumbuh di daerah tropis, termasuk Indonesia. Secara umum, daun katuk didefinisikan sebagai bahan pangan sekaligus tanaman obat yang memiliki daun kecil berbentuk oval, berwarna hijau, dan tersusun rapi pada batang. Daun ini sering dimanfaatkan sebagai sayuran serta dikenal memiliki kandungan gizi tinggi. Selain sebagai makanan, daun katuk juga dikenal dalam pengobatan tradisional. Kandungan Senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak etanol 90% daun katuk yaitu berupa golongan senyawa alkaloid, triterpenoid, saponin, tanin, polifenol, glikosida, dan flavonoid. Khasiat Daun katuk memiliki khasiat sebagai antioksidan yang kuat, sebagai afrodisiaka, dan meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Serta memiliki daya hambat sebagai antibakteri, sebagai antikolesterol, dan antiobesitas. Cara Pengolahan Daftar Pustaka Andini, R. (2014). Uji efek afrodisiaka ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.). Skripsi. Fakultas Farmasi, Universitas Indonesia. Mulyani, S., dkk. (2017). Aktivitas antibakteri ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.). Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 4(2), 45–52. Patonah, dkk. (2017). Uji aktivitas antiobesitas ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.). Jurnal Gizi dan Pangan, 12(3), 123–130. Sa’roni, dkk. (2004). Effectiveness of Sauropus androgynus (L.) Merr. leaf extract in increasing breast milk production. Media Litbang Kesehatan, 14(3), 20–24. Santoso, B. (2013). Taksonomi dan morfologi tanaman obat Indonesia. Jakarta: Penebar Swadaya. Susanti, N., dkk. (2014). Analisis kandungan senyawa kimia ekstrak etanol daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.). Jurnal Kimia Farmasi, 6(1), 1–7. Warditiani, N.K. (2015). Uji aktivitas antikolesterol ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.). Jurnal Farmasi Udayana, 4(1), 30–36. Zahra, F., dkk. (2008). Aktivitas antioksidan ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.). Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi, 13(2), 67–72.

Katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.) Read More »

Iler (Plectranthus scutellarioides (L.) R. Br.)

Nama Latin Plectranthus scutellarioides (L.) R. Br. Taksonomi Kingdom : Plantae Devisi : Spermatophyta Class : Dicotylendonae Ordo : Solanales Family : Lamiaceae Genus : Coleus Spesies : Plectranthus scutellarioides (L) R. Br (Elfianis, 2021). Deskripsi Umum Tanaman iler memiliki banyak sinonim, seperti Coleus atropurpureus Benth, Coleus scutellarioides (L) Benth, Coleus blumei Benth, Solenostemon scutellarioides (L) Codd. Nama daerah di Indonesia dikenal dengan si gesing (Batak), jawer kotok (Sunda), kentangan (Jawa), ati-ati, saru-saru (Bugis), majana (Madura) dan adang-adang (Padang) (Elfanis, 2021). Kandungan Daun iler memiliki berbagai kandungan senyawa kimia seperti minyak atsiri, alkaloid, flavonoid, tannin, saponin dan turunan fenolik/polifenol. Hal ini dibuktikan oleh penelitian Mpila et al., (2012) yang menyatakan bahwa daun iler mengandung minyak atsiri, saponin, flavonoid dan polifenol, begitu juga dengan beberapa penelitian setelahnya. Auliawan et al. (2014) melakukan penapisan fitokimia terhadap ekstrak daun iler menunjukkan bahwa hasil uji tabung positif terhadap keberadaan alkaloid, flavonoid, tannin dan saponin. Flavonoid adalah salah satu senyawa fenolik yang dapat memproteksi sel beta pankreas dari radikal bebas dengan bersifat sebagai antioksidan, selain itu flavonoid mampu menghambat enzim alfa glukosidase yang berfungsi memecah karbohidrat. Penghambatan enzim alfa glukosidase ini menyebabkan penundaan penyerapan glukosa sehingga mampu menurunkan kadar gula dalam darah (Fitrianto dan Priyo, 2010). Khasiat Antioksidan, Antibakteri, Imunomodulator, Antihistamin, Antihelmintik, Mukolitik Cara Pengolahan Obat Batuk dan Demam (Seduhan): Siapkan 5 lembar daun muda dan 15 cm batang atas tanaman iler, lalu cuci bersih. Rebus dengan 300 ml air hingga mendidih. Air rebusan diminum setelah hangat. Obat Batuk Berdahak dan Asma (Perasan): Ambil 7-10 lembar daun miana/iler, cuci bersih. Tumbuk halus daun tersebut Seduh dengan sedikit air panas, lalu saring. Tambahkan madu untuk mengurangi rasa pahit (opsional) lalu minum Daftar Pustaka Alzamani, L. M., Marbun, M. R., Purwanti, M. E., Salsabilla, R., & Rahmah, S. (2022). Ulkus Kronis : Mengenali Ulkus Dekubitus dan Ulkus Diabetikum. Jurnal Nasional Indonesia, 2(02), 272–286. American Diabetes Association. (2018). Standards of medical care in diabetes – 2021 abridged for primary care providers. Clinical Diabetes, 39(1), 14–43. https://doi.org/10.2337/cd21-as01 American Diabetes Association. (2022). Professional Practice Committee: Standards of Medical Care in Diabetes—2022. Diabetes Care, 45(January), S3. https://doi.org/10.2337/dc22-SPPC Anita, Basarang, M., Arisanti, D., Rahmawati, & Fatmawati, A. (2019). Analisis Daya Hambat Esktrak Etanol Daun Miana (Coleus atropurpureus) terhadap Staphylococcus aureus dan Vibrio Cholera. Seminar Nasional Sains, Teknologi, Dan Sosial Humaniora Uit 2019, 1(1), 1–9. Bela, Preyendiswara, A. (2021). Manfaat Dan Budidaya Daun Miana. Universitas Tarumanegara, Jakarta.

Iler (Plectranthus scutellarioides (L.) R. Br.) Read More »

Gempur Batu (Ruellia napifera Zoll. & Mor. )

Nama Latin Ruellia napifera Zoll. & Mor.  Taksonomi Kingdom: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Ordo: Scrophulariales Famili: Acanthaceae Genus: Ruellia Spesies: Ruellia napifera Zoll. & Mor. \ (A Rozak,2011) Deskripsi Umum Tumbuhan Gempur batu ini merupakan tumbuhan liar yang ada di hutan-hutan, diladang pada tanah agak lembab pada dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl tumbuhan ini berhabitus semak. Tanaman daun gempur batu adalah salah satu tanaman yang telah lama dikenal sebagai tanaman herbal. Daun berbentuk tombak dan berakar, daun agak kasar terdapat banyak bulu halus di permukaannya, memiliki bunga berukuran kecil-kecil warna-nya putih. Kandungan Bagian  akar  diketahui mengandung  triterpenes  (lupeol),  fitosterol  (sitosterol,  stigmasterol,  dan kampesterol), 2,6-Dimetoksikuinon, dan akasetin, sedangkan pada daun dan bunga telah diisolasi senyawa apigenin-7-â-D-glukoronida. Dari tanaman ini telah pula diisolasi senyawa golongan flavonoid yaitu kirsimaritin, kirsimarin, kirsiol  4’-glikosida,  sorbifolin,  dan  pedalitin. Ruellia   brittoniana telah mengandung  senyawa  2-O-galaktopiranosil  gliserol  heksaasetat.  Tanaman Ruellia   patula mengandung  senyawa  lioniresinol-9-O-â-D-glukopiranosida dan 5,5-dimetoksi. Larisiresinol -9- O -â- glukopiranosida yang merupakan suatu lignan. Khasiat Tanaman gempur batu ini dapat menyembuhkan penyakitkencing batu, sebagai obat batu ginjal, melancarkan buang airkecil, mencegah sembelit, mengatasi sakit kuning, anti tumor, Untuk lebih jelasnyamengatasi wasir, anti tumor, mengobati maag, anti kolesterol, obat mengenai daun gempurdiare, gatal-gatal, baik untuk lambung. Cara Pengolahan Siapkan sekitar 7 lembar daun gempur batu, 30 gram daun semanggi, dan 7 lembar daun kembangbungang. Bersihkan semua daun tersebut dan rebus bersama-samadalam 800cc hingga tersisa setengahnya. Minumlah air rebusantersebut secara teratur 2 kali sehari. Daftar Pustaka Bahriyah, I., Hayati, A., & Zayadi, H. (2015). Etnobotani dan Penggunaan Tumbuhan Liar Berkhasiat Obat di Kecamatan Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep Madura.  Departemen Kesehatan RI. (1986). Medical Herb Index in Indonesia. Ningsih, I. Y. (2016). Studi Etnofarmasi Penggunaan Tumbuhan Obat di Kecamatan Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep Madura.  Putri Citrawati. (n.d.). Khasiat dan Perawatan Gempur Batu.  Repository UGM. (1991). Pengaruh Daun Gempur Watu (Borreria hispida, SCHUM) Terhadap Daya Larut Kalsium Batu Ginjal secara In Vitro.

Gempur Batu (Ruellia napifera Zoll. & Mor. ) Read More »

Karuk (Piper sarmentosum Roxb.)

Nama Latin Piper sarmentosum Roxb. Taksonomi (IPNI, 2024) Definisi Umum Daun karuk, atau dikenal juga sebagai Piper sarmentosum, adalah tanaman herbal yang banyak ditemukan di Asia Tenggara. Selain populer sebagai penyedap rasa dalam masakan, daun ini juga sudah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan. Kandungan Daun karuk kaya akan berbagai zat aktif dan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan, antara lain: Kandungan ini menjadikan daun karuk memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, serta antimikroba yang kuat. Khasiat Daun karuk memiliki berbagai manfaat kesehatan yang telah dikenal baik melalui penelitian maupun penggunaan tradisional. Tanaman ini dapat membantu meredakan gangguan pencernaan seperti perut kembung dan diare ringan karena kandungan senyawa aktifnya yang menenangkan saluran cerna. Selain itu, daun karuk juga bermanfaat dalam meredakan batuk dan pilek berkat sifat antimikroba dan antiinflamasinya, sehingga mampu melegakan tenggorokan serta membantu mengeluarkan dahak sebagai ekspektoran alami. Kandungan antioksidannya turut berperan dalam mempercepat penyembuhan luka ringan dengan mendukung regenerasi jaringan dan melindungi sel dari kerusakan. Rebusan daun karuk juga dikenal memiliki efek antipiretik alami yang dapat membantu menurunkan demam. Bahkan, beberapa studi awal menunjukkan potensi daun karuk dalam mencegah kanker, meskipun masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaat tersebut secara ilmiah. Cara Pengolahan Teh Daun Karuk 5–7 lembar daun karuk segar, 2 gelas air. Rebus daun karuk dalam air hingga mendidih. Saring dan minum selagi hangat. Kamu bisa menambahkan sedikit madu atau perasan lemon untuk meningkatkan rasa sekaligus manfaat kesehatannya. Daftar Pustaka IPNI. (2024). International Plant Names Index. Dipublikasikan secara online di http://www.ipni.org. The Royal Botanic Gardens, Kew; Harvard University Herbaria & Libraries; dan Australian National Herbarium. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Pedoman Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Medical News Today. (2025). The Health Benefits of Piper sarmentosum. World Health Organization (WHO). (2025). Traditional Medicine.

Karuk (Piper sarmentosum Roxb.) Read More »

Garut (Maranta arundinacea Linn)

Nama Latin Maranta arundinacea Linn Taksonomi kerajaan :Plantae; divisi : Spermatophyte; kelas : Monocotyledoneae; bangsa : Zingerbales; suku : Marantacea; magra : Maranta; jenis : Maranta arundinacea Linn (TANAMAN GARUT BUDIDAYA DAN PEMASARAN SECARA ONLINE,2019) Deskripsi Umum Garut merupakan tanaman umbi-umbian yang dapat menghasilkan karbohidrat dengan jumlah yang cukup tinggi. Tanaman ini memiliki potensi pasar internasional, karena dapat diusahakan secara komersial. Garut mudah beradaptasi pada banyak agroekologi, tetapi setiap daerah menghasilkan garut dalam jumlah yang berbeda-beda tergantung pada kadar air dalam tanah karena jumlah hujan yang sedikit mengakibatkan pasokan air dalam tanah juga sedikit. Kandungan Umbi garut memiliki kandungan gizi tinggi, kandungan karbohidrat 25-30%, kandungan pati Buletin Plasma Nutfah Vol.17 No.1 Th.2011 13 +20% (Widowati, 1998; Suhartini T dan Hadiatmi, 2011), tepungnya dapat digunakan sebagai bahan baku pengganti terigu (Djaafar dan Rahayu, 2006;Suhartini T dan Hadiatmi,2011). Umbi garut memiliki manfaat kesehatan karena indeks glikemiknya rendah Khasiat Garut merupakan tanaman multifungsi, antara lain penghasil pati dan bahan baku industri emping garut, yang diketahui sebagai makanan sehat.Limbah pengolahan umbi garut berupa kulit dan ampas dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak. Umbi garut merupakan penghasil pati yang potensial dengan hasil pati 12 berkisar antara 1,92-2,56 t/ha (Djaafar et al. 2007; Anonim 2009a;Titiek F,dkk,2010). Pati garut dapat digunakan sebagai bahan substitusi terigu (Djaafar dan Rahayu 2006;Titiek F,dkk,2010) hingga 50-100%. Oleh karena itu, pati garut berpotensi menurunkan impor terigu yang telah mencapai 4,10 juta t/tahun dengan nilai Rp3,40 triliun (Gusmaini et al. 2003; Anonim 2008;Titiek F,dkk,201 Cara Pengolahan Umbi garut dapat langsung direbus atau dibakar sebagai camilan tradisional yang rasanya mirip bengkuang namun lebih gurih. Umbi garut memiliki indeks glikemik rendah , menjadikannya sangat baik untuk kesehatan pencernaan dan penderita diabetes. Daftar Pustaka Amalia, B. 2014. Umbi Garut Sebagai Alternatif Pengganti Terigu Untuk Individual Austitik. Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Insustri. Vol. 20. No. 2. Hal: 30-31 Anusavice, K.J. 2003. Buku Ajar Ilmu Bahan Kedoktera Gigi. Ed. Ke-10. Alih bahasa: Budiman JA, Purwoko S. Jakarta:EGC. Hal. 94. 103-106. Cahyani, E.D. dan Nugroho, D.H. 2012. Pengaruh Uji Temperatur Air Pencampur Terhadap Setting Time Bahan Cetak Alginat Dengan Penambahan Pati Garut (Maranta Arundinaceae L.). Departemen Biomaterial Pendidikan Dokter Gigi, UMY. Hal 6 Faridah, D.N., Fardiaz, D., Andarwulan, N., Sunarti, T.C. 2014. Karakteristik Sifat Fisikokimia Pati Garut (Maranta Arundinaceae). Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan. Universitas Pertanian Bogor. Hal 15 Arrowroot (Maranta arundinacea Linn.)Latin Name Maranta arundinacea Linn. Taxonomy Kingdom: Plantae; Physique: Spermatophyte; Class: Monocotyledoneae; Order: Zingerbales; Family: Marantacea; Magra: Maranta; Species: Maranta arundinacea Linn. (ARROUT PLANT CULTIVATION AND ONLINE MARKETING, 2019) General Description Arrowroot is a tuber plant that can produce high levels of carbohydrates. This plant has international market potential because it can be cultivated commercially. Arrowroot adapts easily to various agroecologies, but each region produces arrowroot in varying amounts depending on soil water content, as low rainfall results in limited soil water supplies. Nutritional Content Arrowroot tubers have a high nutritional value, with a carbohydrate content of 25-30% and a starch content of 20% (Widowati, 1998; Suhartini T and Hadiatmi, 2011). Their flour can be used as a substitute for wheat flour (Djaafar and Rahayu, 2006; Suhartini T and Hadiatmi, 2011). Arrowroot tubers offer health benefits due to their low glycemic index. Benefits Arrowroot is a multifunctional plant, producing starch and raw material for the arrowroot chips industry, known as a healthy food. The waste from arrowroot tuber processing, in the form of skin and pulp, can be used as animal feed. Arrowroot tubers are potential starch producers with starch yields ranging from 1.92-2.56 t/ha (Djaafar et al. 2007; Anonymous 2009a; Titiek F, et al., 2010). Arrowroot starch can be used as a wheat flour substitute (Djaafar and Rahayu 2006; Titiek F, et al., 2010) up to 50-100%. Therefore, arrowroot starch has the potential to reduce wheat flour imports, which have reached 4.10 million tons/year with a value of IDR 3.40 trillion (Gusmaini et al. 2003; Anonymous 2008; Titiek F, et al., 201). Processing Methods Arrowroot tubers can be directly boiled or baked as a traditional snack that tastes similar to jicama but is more savory. Arrowroot tubers have a low glycemic index, making them excellent for digestive health and diabetes sufferers. Bibliography Amalia, B. 2014. Arrowroot Tubers as an Alternative to Flour for Individuals with Austitis. Journal of Industrial Plant Research and Development. Vol. 20. No. 2. Pages: 30-31 Anusavice, K.J. 2003. Textbook of Dentistry Materials Science. 10th Ed. Translated by: Budiman JA, Purwoko S. Jakarta: EGC. Page 94. 103-106. Cahyani, E.D. and Nugroho, D.H. 2012. The Effect of Mixing Water Temperature Test on the Setting Time of Alginate Impression Material with the Addition of Arrowroot Starch (Maranta Arundinaceae L.). Department of Biomaterials, Dentistry Education, UMY. Page 6 Faridah, D.N., Fardiaz, D., Andarwulan, N., Sunarti, T.C. 2014. Characteristics of the Physicochemical Properties of Arrowroot Starch (Maranta Arundinaceae). Department of Food Science and Technology. Bogor Agricultural University. Page 15

Garut (Maranta arundinacea Linn) Read More »

Gragas Otot (Equisetum ramosissimum)

Nama Latin Equisetum ramosissimum Taksonomi Kerajaan:Plantae Divisi:  Polypodiophyta Kelas:  Polypodiopsida Subkelas:Equisetidae Ordo:   Equisetales Famili: Equisetaceae Genus: Equisetum Spesies:Equisetum ramosissimum (Herbie,2015) Deskripsi Umum Equisetum ramosissimum var. huegelii adalah tumbuhan berspora dengan batang tegak, silindris, dan berongga. Cabang-cabangnya panjang, ramping, memiliki dua atau tiga bagian dalam vertisil, berusuk, simpul yang dikelilingi oleh selubung ketat sisik bawaan seperti daun dan memiliki strobilus lonjong di ujung cabang Kandungan Asam kersik 5 % – 10 %, asam oksalat, asam malat, asam akonitat, asam tanat, kalium, natrium dan saponin Khasiat Indikasi khusus: Peradangan pada kelenjar prostat – membantu hilangnya kontrol pada saluran kandung kemih pada anak (mengurangi mengompol pada anak) – Diuretik – meringankan Cystitis (nyeri pada kandung kemih) dengan kondisi hematuria (kencing berdarah) – meringankan uretritis (pembengkakan pada saluran kandung kemih). – penggunaan Oral : untuk terapi irigasi pada penyakit bakteri dan inflamasi pada saluran kemih bagian bawah dan kerikil (serpihan batu) ginjal  Cara Pengolahan Untuk minum: 10-15 g herba kering, rebus. Pemakaian luar: Dibuat parem. Digunakan untuk sakit pada persendian, digosokkan pada anak untuk memperkuat anggota gerak dan obat luka. Daftar Pustaka Departemen Kesehatan Republik Indonesia (1978).”Materia Medika Indonesia jilid 2″ Global Biodiversity Information Facility Research (1999).”Global Biodiversity Information Facility” Mithun Biswas, Aninda Mandal, Madhuparna Hore, Subikash Biswas, Suvendu Dey, Jayita Biswas1, Amrik Mondal, Bidyut Kumar Mandal, Piu Das, Sudha Gupta (2016).”new record of equisetum ramosissimum susbsp. debile from lower gangetic plain, west bengal, india and conservation approach” British Herbal Medicine Association (1976).”British Herbal Pharmacopoeia” American Botanical Council (1986).”Herbal Medicine: Expanded Commission E Monographs” Muscle Gragas (Equisetum ramosissimum)Latin name Equisetum ramosissimum Taxonomy Kingdom: Plantae Division: Polypodiophyta Class: Polypodiopsida Subclass: Equisetidae Order: Equisetales Family: Equisetaceae Genus: Equisetum Species:Equisetum ramosissimum (Herbie, 2015) General Description Equisetum ramosissimum var. huegelii is a spore plant with erect, cylindrical, hollow stems. The branches are long, slender, have two or three inner verticils, ribbed, and the nodes are surrounded by a dense sheath of leaf-like scales. They have oblong strobili at the ends of the branches. Contents 5% – 10% ricin, oxalic acid, malic acid, aconitic acid, tannic acid, potassium, sodium, and saponins. Benefits Specific Indications: Inflammation of the prostate gland Processing Method To drink: Boil 10-15 g of dried herb. External use: Made into a paste. Used for joint pain, rubbed on children to strengthen limbs, and as a wound healer. Bibliography Ministry of Health of the Republic of Indonesia (1978) “Materia Medika Indonesia Volume 2” Global Biodiversity Information Facility Research (1999) “Global Biodiversity Information Facility” Mithun Biswas, Aninda Mandal, Madhuparna Hore, Subikash Biswas, Suvendu Dey, Jayita Biswas1, Amrik Mondal, Bidyut Kumar Mandal, Piu Das, Sudha Gupta (2016) “New Record of Equisetum ramosissimum subsp. debile from Lower Gangetic Plain, West Bengal, India and Conservation Approach” British Herbal Medicine Association (1976) “British Herbal Pharmacopoeia” American Botanical Council (1986) “Herbal Medicine: Expanded Commission E Monographs”

Gragas Otot (Equisetum ramosissimum) Read More »

Takokak (Solanum torvum Sw.)

Nama Latin Solanum torvum Sw. Taksonomi Kingdom: Plantae Subkingdom: Tracheobionta Superdivisi: Spermatophyta Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Subkelas: Asteridae Ordo: Solanales Famili: Solanaceae Genus: Solanum Spesies: Solanum torvum Sw. IPNI (2024) Deskripsi Umum Terung pipit adalah salah satu spesies tumbuhan berbentuk perdu dari famili Solanaceae (suku terong-terongan). Tumbuhan yang dikenal dengan nama ilmiah Solanum torvum ini berasal dari bioma beriklim tropis basah dengan rentang sebaran mulai dari Meksiko, Amerika Selatan bagian utara, Karibia, hingga Brazil timur. Di Indonesia terung pipit memiliki beberapa nama, antara lain ada yang menyebutnya takokak, pokak (Jawa), atau terong pipit (Sumatra). Nama ilmiah Solanum torvum pertama kali dipublikasikan oleh botanis Olof Peter Swartz pada tahun 1788. Kandungan Menurut Rahman (2013), senyawa flavonol dan flavon dimanfaatkan dalam sayuran indigenous tersebut sangat bervariasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sayuran indigenous yang diteliti mengandung senyawa quarcetin. Selain itu, menurut Astri (2012) buah takokak mengandung flavonoid, tanin, saponin, fenol dan quercetin. Khasiat Takokak (Solanum torvum Swartz) digunakan oleh masyarakat sebagai sayur baik dimasak atau sebagai lalapan. Selain itu, takokak juga digunakan sebagai obat darah tinggi dan penambah nafsu makan. Tanaman ini juga dapat digunakan sebagai obat sakit lambung, sakit gigi, tidak datang haid, batuk kronis, obat sakit pinggang kaku, bisul, koreng, darah tinggi, penambah nafsu makan, gatal-gatal, mata kering, penghilang rasa sakit, anti radang dan alat kontrasepsi (Mustarichie, dkk. 2011). Cara Pengolahan  Sediakan 10-15 gram takokak kering atau 30-60 gram takokak segar, rebus hingga mendidih, lalu minum airnya. Daftar Pustaka Gandhi GR, Ignacimuthu S, Paulraj MG. 2011. Solanum torvum Swartz: fruit containing phenolic compounds shows antidiabetic and antioxidant effects in streptozotocin induced diabetic rats. Food Chem Toxicol 49:2725-2733. Helilusiatiningsih, N. (2020). Pengolahan buah terung pokak (Solanum torvum) menjadi teh herbal sebagai minuman fungsional. Buana Sains, 20(2), 139–148. Lee et al. (2013). PENGARUH LOKASI TUMBUH TERHADAP SENYAWA FITOKIMIA PADA BUAH, BIJI, DAUN, KULIT BUAH TANAMAN TAKOKAK (Solanum torvum). Buana Sains.

Takokak (Solanum torvum Sw.) Read More »

Kaca Piring (Gardenia jasminoides J.Ellis.)

Nama Latin Gardenia jasminoides J.Ellis. Taksonomi (POWO, 2024) Definisi Umum Kaca piring merupakan tanaman hias berbunga dari famili Rubiaceae yang dikenal karena bunganya berwarna putih, harum, dan mengilap seperti porselen. Tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias, bahan obat tradisional, serta pewarna alami. Kandungan Kaca piring mengandung berbagai senyawa kimia yang berperan penting dalam karakteristik dan pemanfaatannya. Di antaranya adalah geniposida yang termasuk golongan iridoid, serta genipin yang merupakan turunan dari geniposida. Selain itu, tanaman ini juga mengandung flavonoid, saponin, dan minyak atsiri yang memberikan aroma khas pada bunganya. Pada bagian buahnya terdapat pigmen alami berupa crocin yang memberikan warna kuning. Khasiat Tanaman bunga kaca piring juga ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Manfaat Bunga Kaca Piring: Cara Pengolahan Berikut beberapa cara pengolahan kaca piring: Daftar Pustaka Dalimartha, S. (2006). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta: Puspa Swara. Duke, J.A. (2002). Handbook of Medicinal Herbs. CRC Press. Harborne, J.B. (1987). Metode Fitokimia. Bandung: ITB. Heyne, K. (1987). Tumbuhan Berguna Indonesia. Jakarta: Yayasan Sarana Wana Jaya. Kementerian Kesehatan RI. (2017). Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI. POWO. (2024). Plants of the World Online. Royal Botanic Gardens, Kew. Diakses dari https://powo.science.kew.org/

Kaca Piring (Gardenia jasminoides J.Ellis.) Read More »

Tapak Liman (Elephantopus scaber L)

Nama Latin Elephantopus scaber L Taksonomi Kingdom : Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Sub Kelas : Asteridae Ordo : Asterales Famili : Asteraceae Genus : Elephantopus Spesies : Elephantopus scaber L Deskripsi Umum Tapak liman (Elephantopus scaber L.) dikenal sebagai jenis tumbuhan liar yang tersebar luas di berbagai daerah di Indonesia. Tumbuhan ini umumnya tumbuh di area yang tidak terkena sinar matahari secara langsung, di ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini tergolong dalam famili Asteraceae dan memiliki asal-usul dari wilayah Amerika serta Asia.. (Mandal et al., 2018). Kandungan Ekstrak etanol daun tapak liman mengandung senyawa-senyawa seperti steroid, alkaloid, dan flavonoid yang berpotensi sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Flavonoid diketahui memiliki aktivitas antibakteri melalui mekanisme perusakan membran sitoplasma, yaitu dengan berikatan dengan protein hingga merusak struktur protein tersebut (Widyaningrum et al., 2020). Khasiat Cara Pengolahan Air Rebusan (Infus): Tumbukan (Obat Luar): Daftar Pustaka Ahmad, A. R., Juwita, J., & Ratulangi, S. A. D., 2015. Penetapan Kadar Fenolik dan Flavonoid Total Ekstrak Metanol Buah dan Daun Patikala (Etligera elatior (Jack) RM SM). Pharmaceutical Sciences & Research, 2(1), pp. 1-10. Alponsin, Maideliza, T., & Noli, Z. A. 2017. Studi Anatomi Daun Cantigi (Vaccinium korinchense Ridl.) pada Altitud Berbeda di Gunung Talang. Jurnal Metamorfosa, 4(1), pp. 114-121. Andrian, Supriadi., & Purba, M. 2014. Pengaruh Ketinggian Tempat dan Kemiringan Lereng terhadap Produksi Karet (Havea brasiliensis Muell. Arg.) di Kebun Hapesong PTPN III Tapanuli Selatan. Jurnal Online Agroteknologi, 2(3), 981-989. Azter, A. A., 2009. Uji Efek Ekstrak Etanol Herba Tapak Liman (Elephantopus scaber L.) terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Darah pada Tikus Putih Jantan yang Diinduksi Kafeina. Skripsi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta

Tapak Liman (Elephantopus scaber L) Read More »

Scroll to Top