naturindofresh

Seligi (Phyllanthus buxifolius (Blume ) MULL.ARG)

Nama Latin Phyllanthus buxifolius (Blume ) MULL.ARG Taksonomi Kingdom : Plantae Divisi : Magnoliophyta (tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (dikotil) Ordo : Malpighiales Famili : Phyllanthaceae Genus : Phyllanthus Spesies : Phyllanthus buxifolius (Blume) Müll.Arg. (Kebun raya indrokilo.boyolali.id) Definisi Umum Seligi (Phyllanthus buxifolius) adalah semak hingga pohon kecil dengan tinggi 2–5 meter. Batangnya banyak bercabang sejak pangkal, membentuk tajuk yang rapat. Kulit batang berwarna cokelat keabu-abuan dengan tekstur halus. Daunnya majemuk semu, tersusun berseling rapat pada ranting, berbentuk lonjong hingga bulat telur kecil dengan ujung membulat, berwarna hijau mengilap di bagian atas dan lebih pucat di bagian bawah. Bunganya berukuran kecil, berwarna kehijauan hingga kekuningan, tumbuh di ketiak daun. Buahnya kecil berbentuk bulat, berwarna hijau saat muda dan berubah menjadi kehitaman ketika matang. Tanaman ini banyak ditemukan di hutan sekunder, tepi sungai, maupun daerah terbuka di kawasan tropis Asia Tenggara. Kandungan Seligi meengandung senyawa flavonoid, lignan, tanin, dan saponin. Aktivitas yang terdapat dalam kandungan tanaman seligi adalah aktivitas antioksidan, hepatoprotektif, dan antimikroba. Khasiat Daun dan akar tanaman seligi dapat digunakan sebagai bahan baku obat hipertensi, penyakit hati, meredakan demam, gangguan pencernaan serta sebagai antiinflamasi alami untuk mengurangi bengkak. Cara Pengolahan Cara pengolahan daun seligi untuk dijaadikan ramuan adalah dengan menyiapkan 30 gram daun seligi segar untuk dicuci bersih, selanjutnya ditumbuk atau dihaluskan sampai benar-benar halus dan ditambah dengan dua sendok makan minyak kelapa lalu dioleskan pada bagian yang sakit. Daftar Pustaka Ambarwanto. S. T., Suhendriyo. Sunarmi. 2024. Uji kandungan Fenol dan Flavonoid Ekstrak Daun Seligi (Phyllanthus buxifolius) dengan Pelarut Etanol dan Etil Asetat. Journal Of Social Science Research. Vol 4(6).

Seligi (Phyllanthus buxifolius (Blume ) MULL.ARG) Read More »

Sawo Manila (Manilkara zapota L)

Nama Latin Manilkara zapota L Taksonomi Taksonomi tanaman Sawo Manila : Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo : Ebenales Famili : Sapotaceae Genus : Achras/Manilkara Spesies : Acrhras zapota L sinonim Manilkara zapota L Definisi Umum Sawo manila adalah tanaman buah yang termasuk dalam famili Sapotaceaeyang berasal dari Amerika Tengah dan Meksiko. Tanaman sawo merupakan tumbuhan tropis yang mudah beradaptasi sehingga mudah dibudidayakan di berbagai negara di Indonesia, sawo banyak diusahakan di lahan pekarangan dan sangat mudah dijumpai di pasaran (Puspaningtyas, 2013). Sawo manila (Manilkara zapota L) merupakan anggota sapotaceae yang banyak dibudidayakan terlebih dibudidayakan di pekarangan rumah ini memiliki banyak manfaat seperti umumnya sebagai peneduh. Kayunya bermanfaat untuk bahan bangunan. Bunganya juga dapat sebagai bahan pembuatan kosmetik dan yang paling umum buahnya dapat di konsumsi dan makanan olahan (Chanda dan Nagani, 2010). Kandungan Pada ekstrak daun sawo manila mengandung senyawa alkaloid dan flavonoid yang tergolong sedikit, saponin tergolong sedang dan tanin yang tergolong tinggi (Kaneria,2009). Khasiat Cara Pengolahan Buah : dimakan langsung atau dibuat jus. Buah sawo muda juga dapat direbus dan air rebusan tersebut dapat diminum langsung untuk obat. Daun : direbus dengan air secukupnya, dan air rebusannya dapat diminum langsung. Daun sawo manila juga bisa digunakan sebagai obat luar  yang dihaluskan atau ditumbuk halus untuk dijadikan salep. Daftar Pustaka Hasanah Nurul. 2018. Uji Anti Bakteri Ekstrak Daun Sawo Manila (Manilkara zapota) terhadap Escherichia coli. Skripsi Fakultas Biologi. Universitas Medan Area. Idrus. H.H., Budu. Mustamin. 2020. Pembuatan Ekstrak Metode Maserasi dan Skrining Fitokimia (Kualitatif) Senyawa Buah Sawo Manila (Archas zapota Linn) Van Royen. Jurnal Wal’afiat Hospital. Vol 1(1).

Sawo Manila (Manilkara zapota L) Read More »

Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr)

Nama Latin Gynura procumbens (Lour.) Merr Taksonomi Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledoneae Ordo : Asterales Faamili : Asteraceae Genus : Gynura Spesies : Gynura procumbens (Lour.) Merr (Sinaga. M.S., Siagian . P. D., Ariska . R., 2017) Definisi Umum Sambung Nyawamerupakan tanaman herbalyang termasuk famili Compositae, merupakan tanaman menahun. Tanaman ini tingginya mencapai 3 meter atau lebih, batangnya bersegi agak lunak dan berair. Helaian daun berwarna hijau muda dengan bentuk bulat telur. Panjang daun sampai 6 cm dan lebar 3,5 cm. Ujung daun runcing, pangkal daun membulat, pinggir daun bergerigi dangkal, tangkai daun 1,5 cm atau lebih. Kandungan Daun Sambung Nyawa mengandung senyawa flavonoid, sebagai antioksidan alami. Selain itu, sambung nyawa juga mengandung triterpenoid, polifenol, saponin, steroid, asam klorogenat, asam kafeat, asam vanilat, asam kumarat, asam para hidroksi benzoat,flavonoid, dan minyak atsiri. Khasiat Sambung Nyawa dapat digunakan sebagai pengobatan demam, ruam, penyakit ginjal, migrain, sembelit, hipertensi, diabetes mellitus,dan kanker. Cara Pengolahan Daun sambung nyawa dapat dikonsumsi secara langsung sebagai lalapan ataupun diolah dengan cara direbus untuk diminum air rebusannya. Daftar Pustaka Sinaga. M.S., Siagian . P. D., Ariska . R. 2017. Pemanfaatan Ekstrak Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr) sebagai Antioksidan pada Minyak Kelapa Menggunakan Pelarut Metanol. Jurnal Teknik Kimia USU. Vol 6(2). Hananti Alya. 2026. Ketahui Khasiat Daun Sambung Nyawa Untuk Kesehatan. Artikel. Alodokter. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr) Read More »

Jambu Air (Syzygium aqueum)

Nama Latin Syzygium aqueum Taksonomi Kingdom: Plantae Subkingdom: Tracheobionta Superdivisi: Spermatophyta Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Subkelas: Rosidae Ordo: Myrtales Famili: Myrtaceae Genus: Syzygium Spesies: Syzygium aqueum (Burm.f.) Alston (Plantamor.com) Definisi Umum Jambu air merupakan anggota dari family myrtaceae yang merupakan tanaman asli Malaysia dan Indonesia serta dikenal dengan nama lokal jambu air. Kandungan Daun jambu air mengandung senyawa berupa flavonoid, saponin, alkaloid dan triterpenoid. Selain itu, daun tanaman ini juga mengandung senyawa felonik dan tanin menurut Wong dan Lai (1996) dan Okuda dkk. (2009). Khasiat Daun tanaman jambu air dapat dimanfaatkan sebagai agen antibakteri alami, antioksidan, antidiabetes atau mengelola kadar gula darah, antikanker serta obat diare. Cara Pengolahan Daun jambu air dapat diolah dengan cara direbus dan air rebusannya dapat diminum ataupun sebagai obat kumur. Selain itu, daun jambu juga dapat diolah menjadi teh daun jambu air dengan cara memotong daun jambu air hingga kecil yang kemudian dikeringkan dibawah sinar matahari langsung ataupun dengan cara disangrai hingga kadar air pada daun jambu air berkurang. Daun jambu air juga dapat digunakan sebagai obat luar yang diolah dengan cara ditumbuk halus kemudian dioleskan sebagai salep. Daftar Pustaka Agustina Eva, dkk. 2018. Identifikasi Senyawa Aktif dari Ekstrak Daun Jambu Air (Syzygium aueum) dengan Perbandungan Beberapa Pelarut pada Metode Maserasi. Jurnal Biotropik. Vol 2(2). Anggrawati. P. S., dan Ramadhania. Z. M. 2016. Review Artikel: Kandungan dan Bioakticitas dari Jambu Air (Syzygium aqueum Burn. F. Alston). Jurnal Farmaka Vol 14(2).

Jambu Air (Syzygium aqueum) Read More »

Jambu Bol (Syzygium malaccense L.)

Nama Latin Syzygium malaccense L. Taksonomi Kingdom: Plantae Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Divisi: Magnoliophyta / Spermatophyta (Tumbuhan berbiji) Kelas: Magnoliopsida / Dicotyledonae (Dikotil) Ordo: Myrtales Famili: Myrtaceae (Suku jambu-jambuan) Genus: Syzygium Spesies: Syzygium malaccense (L.) Merr. & Perry (ImagroUGM, 2023). Definisi Umum Jambu bol (Syzygium malaccense) merupakan tanaman buah yang berasal dari Semenanjung Malaysia. Di Indonesia tanaman ini dapat ditemukan di pekarangan masyarakat dan sebagian lagi ditanam di kebun. Jambu bol (Syzygium malaccense) adalah pohon buah dari suku jambu-jambuan (Myrtaceae) yang berasal dari Asia Tenggara. Taksonomi jambu bol termasuk dalam kelas tumbuhan dikotil (berkeping dua) dengan ciri khas buah berdaging lembut, padat, dan berwarna merah hingga ungu kehitaman saat matang. Kandungan Buah jambu bol memiliki aktivitas antioksidan serta anti inflamasi yang tinggi. Bagian daging buah, biji dan daun jambu bol juga menunjukkan kandungan senyawa fenolik, flavonoid dan karetonoid yang merupakan sumber aktivitas antioksidan. Terdapat kandungan metabolit sekunder yang meliputi flavonoid, tanin, dan saponin. Selain itu, jambu bol juga kaya akan vitamin C, antioksidan dan serat. Khasiat Tanaman jambu bol dapat digunakan sebagai obat mata, mengatasi diare, sedangkan jus daunnya digunakan sebagai obat untuk menurunkan panas, bubuk daunnya digunakan sebagai efek pendinginan pada pengobatan penyakit cacar, dan rebusan daunnya dapat digunakan sebagai obat untuk luka bakar. Cara Pengolahan Untuk Diare: Rebus beberapa lembar daun jambu bol yang sudah dicuci bersih dengan air secukupnya hingga mendidih. Air rebusan ini dapat diminum untuk membantu memadatkan feses. Untuk Sakit Gigi/Karies: Ekstrak daun jambu bol diketahui efektif melawan bakteri penyebab karies gigi seperti Streptococcus mutans. Anda bisa berkumur dengan air rebusan daunnya untuk membantu meredakan infeksi Daftar Pustaka Devitria R., Elfia M., Cahyani. M.T. 2023. Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Biji Jambu Bol (Syzygium malaccense (L.) Merr. & Perry) dengan Metode 1, 1-Diphenyl-2-Picryhidrazyl (DPPH). Jurnal Hasil Penenlitian dan Pengkajian Ilmiah Eksakta. Vol. 2(1). Hadiati. S., Andini. M., Kuswandi. 2019. Pegaruh Curah Hujan dalam Pembentukan Bunga dan Buah Jambu Bol (Syzygium malaccense). Jurnal Budidaya Pertanian. Vol 15(1).

Jambu Bol (Syzygium malaccense L.) Read More »

Sambang Darah (Excoecaria cochinchinensis)

Nama Latin Excoecaria cochinchinensis Taksonomi Kingdom: Plantae Subkingdom: Tracheobionta Superdivisi: Spermatophyta Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Subkelas: Rosidae Ordo: Euphorbiales Famili: Euphorbiaceae Genus: Excoecaria Spesies: Excoecaria cochinchinensis Lour. (Plantamor.com) Definisi Umum Sambang darah dengan nama lokal daun remek daging (Jateng), ki sambaing memiliki ciri Tanaman tegak tanaman hingga 200 centimeter dengan percabangan banyak dan getah berwarna putih. Bentuk daun berhelai lancip, dengan tangkai bercabang kayu. Warna daun pada permukaan atas hijau tua, dan permukaan bawah merah gelap. Kandungan Sambang darah dengan nama lokal daun remek daging (Jateng), ki sambaing memiliki ciri Tanaman tegak tanaman hingga 200 centimeter dengan percabangan banyak dan getah berwarna putih. Bentuk daun berhelai lancip, dengan tangkai bercabang kayu. Warna daun pada permukaan atas hijau tua, dan permukaan bawah merah gelap. Khasiat Obat disentri, muntah dan batuk darah, pendarahan setelah melahirkan ataupun keguguran, obat penyakit kulit. Cara Pengolahan Berikut cara pengolahan sambang darah untuk obat: Pemanfaatan Dalam (Diminum/Rebusan) diolah dengan cara rebus 10-15 lembar daun segar atau cuci bersih ranting kering sepanjang satu jari, rebus dalam 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Air rebusan daunnya dapat dikonsumsi setiap pagi dan sore hari. Pemanfaatan Luar (Obat Oles) dapat diolah dengan cara Giling atau tumbuk daun segar sampai halus, lalu lumurkan pada bagian tubuh yang terluka atau gatal. Selanjutnya dapat diolah dengan melalui proses pengeringan dimana daun sambang darah bisa dikeringkan terlebih dahulu untuk digunakan sebagai bahan teh herbal atau rebusan. Daftar Pustaka Aminah, dkk. 2022. Formulasi Sediaan Serbuk Perona Pipi Ekstrak Daun Sambang Darah (Excoecaria cochinchinensis) sebagai Pewarna Alami. Jurnal Farmasi. Vol 5(1).

Sambang Darah (Excoecaria cochinchinensis) Read More »

Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.)

Nama Latin Pimpinella pruatjan Molk. Taksonomi Kingdom: Plantae Subkingdom: Tracheobionta Superdivisi: Spermatophyta Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Subkelas: Rosidae Ordo: Apiales Famili: Apiaceae Genus: Pimpinela Spesies: Pimpinella pruatjan Molk. (Plantamor.com) Definisi Umum Purwoceng merupakan tumbuhan menahun dari famili Apiaceae (suku adas-adasan). Tumbuhan yang dikenal dengan nama ilmiah Pimpinella pruatjan ini berasal dari bioma pegunungan tropis di wilayah Jawa. Di Indonesia purwoceng memiliki beberapa nama, antara lain ada yang menyebutnya purwaceng (Jawa), atau antanan gunung (Sunda). Nama ilmiah Pimpinella pruatjan pertama kali dipublikasikan pada tahun 1851. Kandungan Purwoceng mengandung beberapa zat kimia seperti steroid, minyak atsiri, furanocoumarin, vitamin dan flavonoid pada bagian daun dan akarnya. Khasiat Purwoceng juga mengandung flavonoid yang berfungsi melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas dan vitamin E yang dterdapat pada tajuk tanaman. Bergapten yang berfungsi sebagai peningkatan vitalitas tubuh manusia. Purwoceng juga mempunyai khasiat sebagai obat analgetik atau menghilangkan rasa sakit, antipiretika sebagai menurunkan panas, obat cacing, antifungi, antibakteri dan anti kanker. Cara Pengolahan Untuk keperluan obat tradisional purwaceng yang diambil adalah pohon beserta akarnya lalu dicuci bersih. Sesudah itu dijemur hingga kering. Pohon purwaceng yang sudah kering akar dan batangnya akan terpisah dari daunnya. Daun purwaceng inilah yang kemudian dimasak hingga menyerupai teh. Penyajiannya juga seperti menyeduh teh. Daftar Pustaka Hmad.F.A., dkk. 2024. Manfaat Zat Aktif Purwoceng (Pinpinella pruatjan) sebagai Afrodisiak, Antioksidan, Pemacu Organogenesis, dan Antibakteri. Jurnal Syifa’ Medika. Vol 14(2).

Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) Read More »

Pule (Alstonia scholaris L.)

Nama Latin Alstonia scholaris (L.) Taksonomi Menurut Wattimena (2022) kedudukan taksonomi tanaman pule adalah sebagai berikut: Divisio : Spermatophyta Sub divisio : Angiospermae Classis : Dicotyledoneae Sub classis : Sympetalae Ordos : Contortae (Apocynales) Familia : Apocynaceae Genus : Alstonia Spesies : Alstonia scholaris (L.) Definisi Umum Pule merupakan tanaman budidaya yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Pule memiliki nama daerah, Sumatera: Pulai, kayu gabus (Melayu), Jawa: Lame (Sunda), pule (Jawa), polau (Madura), Maluku: Kaliti, reareangou, baringao, kita raringau, wariangou, deddeangou (Alf. Minahasa), rite (Ambon), tewer (banda), hange (Ternate), Kalimantan: Hanjalutung, Irian: Aliag, Indonesia: Pule (Depkes RI, 1980). Pule (Alstonia scholaris L.) adalah pohon cemara besar yang ditopang, tingginya mencapai 6-10m, memiliki tekstur kulit kayu kasar berwarna abu-abu putih, bagian dalam kekuningan danmengeluarkan getah pahitsaat terluka (Khyade dkk., 2014). Kandungan Tanaman pule memiliki kandungan senyawa saponin, flavonoid, alkaloid, tanin, polifenol, terpenoid, dan steroid. Khasiat Tanaman pule ini dapat dimanfaatkan sebagai obat penurun kolesterol dan anti kanker, sebagai antioksidan, antiinflamasi, antidiabetes, dan agregasi trombosit. Cara Pengolahan Tanaman pule dapat diolah menjadi obat tradisional dengan cara direbus untuk diambil air rebusannya ataupun dikeringkan menjadi bentuk seperti teh yang kemudian dapat diseduh untuk diminum. Daftar Pustaka DESI PALUPI, NIKEN (2023) PARAMETER NON SPESIFIK SIMPLISIA SERBUK DAUN PULE (Alstonia scholaris L.). Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN PUTRA INDONESIA MALANG.

Pule (Alstonia scholaris L.) Read More »

Jarak Pagar (Jatropha curcas)

Nama Latin Jatropha curcas Taksonomi Tanaman jarak pagarmenpunyai nama latin Jatropha curcas (Henning, 2005). Klasifikasinya adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Superdivisio : Spermatophyta Divisio : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida (Dicotyledonae) Subkelas : Rosidae Ordo : Euphorbiales Famili : Euphorbiaceae Genus : Jatropha Spesies : Jatropha curcas L. (Heyne, 1987 dalam Sarimole E, dkk. 2014) Definisi Umum Jarak (Jatropha curcas L.) yang sering disebut jarak pagar termasuk ke dalam famili Euphorbiaceae. Di Indonesia terdapat berbagai jenis tanaman jarak, antara lain jarak kepyar (Ricinus communis L.), jarak ulung (J. gossypifoli L.), jarak Bali (J. podagrica H.), dan jarak pagar (J. curcas L.). Pohon jarak dapat tumbuh pada semua jenis tanah, di lahan yang tidak digenangi air, merupakan tempat yang cocok bagi tanaman untuk tumbuh dan berproduksi secara optimal (Zainal, 2007). Jarak pagar merupakan tanaman asli Amerika Latin yang kemudian menyebar luas di daerah kering, semi kering, sub-tropik, dan tropik di seluruh dunia (Heller, 1996). Tanaman jarak pagar mulai banyak ditanam di Indonesia sejak masa penjajahan Jepang sebagai bahan bakar kendaraan perang. Tanaman jarak pagar banyak ditanam masyarakat sebagai pagar pekarangan dan cocok untuk reboisasi hutan (Nurcholis & Sumarsih, 2007). Kandungan mengandung minyak, senyawa fenol, flavonid, saponin, dan senyawa alkaloid. Bagian-bagian umum digunakan yaitu daun, buah, biji, dan getah. Khasiat Jenis penyakit yang dapat disembuhkan adalah keputihan, radang telinga, sakit gigi, sariawan, perut kembung-masuk angin, sembelit, jamur, gatal-gatal, bengkak, luka, pendarahan, rematik, batuk, serta bermanfaat pula sebagai peluruh dahak. Getah : sebagai pengobatan keputihan (khusus pada bayi), radang telinga, dan sakit gigi. Daun : mengatasi perut kembung, sembelit, rematik, gatal kaki, dan cacaing kerami pada anak-anak. Biji : mengatasi Jamur, gatal, infeksi luka, bengkak, luka, pendarahan, batuk dan peluruh dahak. Cara Pengolahan Tanaman jarak pagar dapat dijadikan sebagai obat tradisional. Tanaman tersebut dapat diolah dengan cara ditumbuh menjadi pasta, direbus, ataupun diambil getahnya untuk obat luar. Daftar Pustaka Sarimole E., Martosupono M., Semangun H., C. Mangimbulude J. 2014. Manfaat Jarak Pagar (Jatropha curcas) sebagai Obat Tradisional. Prosiding Seminar Nasional Raja Ampat. Riani. 2018. Perbandingan Efektivitas Daun Jarak + Minyak Kayu Putih dengan Daun Jarak Pagar Tanpa Minyak Kayu Putih pda Bayi 0-2 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Bangkinang Kota Tahun 2017/2018. Jurnal Ners. Vol 2(2).

Jarak Pagar (Jatropha curcas) Read More »

Jarak wulung (Jatropha gossypifolia L.)

Nama Latin Jatropha gossypifolia L Taksonomi Kingdom: Plantae Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (Berkeping dua/dikotil) Ordo: Malpighiales (beberapa sumber menyebut Euphorbiales) Famili: Euphorbiaceae Genus: Jatropha Spesies: Jatropha gossypifolia L. (Indonetwork.id) Definisi Umum Jarak wulung atau jarak merah (Jatropha gossypifolia L.) adalah tanaman perdu berkhasiat obat dari famili Euphorbiaceae yang sering tumbuh liar di daerah tropis, dikenal dengan daun berwarna ungu kemerahan saat muda dan tangkai berbulu. Tanaman ini kaya manfaat sebagai obat tradisional (kulit, daun, getah) dan penyerap polutan. Meskipun jarak ulung dapat berbahaya jika tidak digunakan dengan benar, karena bijinya beracun, banyak orang menggunakan bagian tertentu dari tanaman ini untuk tujuan medis, seperti daun dan akar. Kandungan Jarak wulung mengandung sifat laktassif, antipiretik, analgesik, antiinflamasi, antiseptik, dan vasodilatasi yang dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Khasiat Daun dan akar jarak wulung dapat mengatasi sembelit, perut kembung, dan diare, menurunkan demam, meredakan nyeri dan peradangan serta menyembuhkan luka dan permasalahan kulit. Selain itu, jarak ulung juga dapat mengurangi tekanan darah dan mengatasi gangguan pernafasan. Cara Pengolahan Jarak wulung dapat diolah menjadi obat tradisional dengn cara merebus daunnya untuk diaambil air rebusannya, dijadikan minyak, serta daunnya digunakan langsung untuk kompres. Daftar Pustaka [PUSKESMAS]. 2025. Manfaat Jarak Ulung untuk Kesehatan. Artikel Kesehatan. Puskesmas meninting.

Jarak wulung (Jatropha gossypifolia L.) Read More »

Scroll to Top