Nama Latin
Ricinus communis L.
Taksonomi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malpighiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Ricinus
Spesies : Ricinus communis L.
USDA Plants Database (2023)
Deskripsi Umum
Micro kepyar merupakan bentuk tanaman jarak kepyar yang berukuran lebih kecil (varietas atau hasil budidaya tertentu dari Ricinus communis). Tanaman ini berupa semak dengan tinggi yang relatif lebih pendek dibandingkan jarak kepyar biasa, namun tetap memiliki ciri morfologi yang sama.
Batangnya tegak, berwarna hijau hingga kemerahan, dan bertekstur lunak saat muda. Daunnya berbentuk menjari (palmate) dengan 5–9 lobus, berwarna hijau atau kemerahan, serta memiliki tangkai panjang. Bunganya tersusun dalam tandan, dengan bunga jantan dan betina berada dalam satu tanaman (monoecious). Buahnya berbentuk bulat berduri lunak yang berisi biji.
Tanaman ini dapat tumbuh di berbagai jenis tanah dan cukup tahan terhadap kondisi kering, sehingga mudah dibudidayakan di daerah tropis.
Kandungan Kimia
Tanaman jarak kepyar, termasuk micro kepyar, mengandung berbagai senyawa kimia aktif, antara lain minyak jarak (castor oil), asam risinoleat, flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Biji tanaman ini juga mengandung senyawa toksik berupa risin yang bersifat sangat berbahaya apabila tidak diolah dengan benar.
Kandungan minyaknya memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dimanfaatkan dalam bidang farmasi maupun industri.
Khasiat
Tanaman micro kepyar memiliki berbagai manfaat, terutama dalam pengobatan tradisional. Minyak dari bijinya dikenal sebagai pencahar alami untuk membantu mengatasi sembelit. Selain itu, tanaman ini memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat digunakan untuk mengurangi nyeri serta pembengkakan.
Daunnya sering dimanfaatkan sebagai obat luar untuk membantu mengatasi luka, bengkak, dan gangguan kulit. Selain itu, minyak jarak juga digunakan untuk perawatan rambut dan kulit.
Cara Pengolahan
Pengolahan tanaman micro kepyar harus dilakukan dengan hati-hati, terutama pada bagian biji karena mengandung racun. Minyak jarak biasanya diperoleh melalui proses pengepresan biji yang telah melalui pengolahan khusus untuk menghilangkan toksisitasnya.
Untuk penggunaan tradisional, daun dapat direbus dan air rebusannya digunakan sebagai obat luar atau diminum dalam jumlah terbatas sesuai anjuran. Daun juga dapat dipanaskan atau ditumbuk, kemudian ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit atau bengkak.
Penggunaan biji secara langsung sangat tidak dianjurkan tanpa pengolahan yang tepat karena berisiko menyebabkan keracunan.
Daftar Pustaka
Dalimartha, S. (2000). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta: Trubus Agriwidya.
Heyne, K. (1987). Tumbuhan Berguna Indonesia. Jakarta: Yayasan Sarana Wana Jaya.
Kementerian Kesehatan RI. (2017). Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.
Harborne, J. B. (1987). Metode Fitokimia. Bandung: ITB.
Tjitrosoepomo, G. (2010). Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

