Kecubung (Datura metel L.)

Nama Latin

Datura metel L.

Taksonomi

  • Kingdom: Plantae
  • Subkingdom: Tracheobionta
  • Superdivisi: Spermatophyta
  • Divisi: Magnoliophyta
  • Kelas: Magnoliopsida
  • Subkelas: Asteridae
  • Ordo: Solanales
  • Famili: Solanaceae
  • Genus: Datura

(Sugara, 2008)

Definisi Umum

Datura metel atau kecubung adalah tumbuhan berbunga yang dikenal sebagai tanaman hias sekaligus tanaman beracun yang termasuk dalam famili Solanaceae. Secara umum, kecubung merupakan tanaman perdu yang memiliki bunga berbentuk terompet besar, biasanya berwarna putih, ungu, atau kuning. Tanaman ini tumbuh di daerah tropis dan sering ditemukan di pekarangan atau tumbuh liar.

Kecubung juga dikenal karena kandungan senyawa alkaloid tropana seperti atropin, skopolamin, dan hiosiamin yang bersifat toksik. Karena itu, seluruh bagian tanaman ini beracun jika dikonsumsi secara berlebihan atau tidak tepat. Dalam beberapa tradisi, kecubung pernah digunakan sebagai tanaman obat atau ritual, tetapi penggunaannya sangat terbatas karena efek sampingnya yang dapat memengaruhi sistem saraf, menyebabkan halusinasi, hingga keracunan berat.

Kandungan

Kandungan senyawa di dalam tanaman kecubung antara lain alkaloid, zat lemak, steroid, fenol saponin, tannin, dan terpentin dengan bahan aktif, seperti atropine, hiostamin, scopolamin, hiosin, zat lemak, kalsium oksalat, metosdina, norhiosiamina, norskopolamina, kuskohigrina, nikotin, dan hyoscamine (Huong, 1990; Thomas, 2003).

Tanaman kecubung mengandung zat alkaloid yang diketahui merupakan bahan yang dapat digunakan untuk membius dan juga dapat digunakan sebagai obat (Kartasapoetra, 1988). Alkaloid dalam tumbuhan kecubung terbanyak terdapat di dalam akar dan biji dengan kadar antara 0,4-0,9%, sedangkan dalam daun dan bunga hanya 0,2-0,3% (Sastrapradja, 1978). Menurut (Heyne, 1987), kandungan alkaloid tanaman kecubung dalam masing-masing organ bervariasi, pada daun muda 0,813 %, daun tua 0,038 % dan bunga 0,2 %.

Khasiat

Kecubung dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional, diantaranya sebagai obat pada penderita asma, reumatik, sakit pinggang, pegal linu, eksim, bisul, sakit gigi, sakit perut bagian atas, bangkak (obat luar), ketobe (obat luar), sulit buang air besar (obat luar), terkilir (obat luar) (Ipteknet, 2005). Secara tradisional kecubung juga dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat kanker payudara.

Cara Pengolahan

Dalam pemanfaatan secara tradisional, kecubung biasanya diolah dalam bentuk sederhana, namun penggunaannya harus sangat hati-hati karena tanaman ini bersifat beracun.

Beberapa cara pengolahan tradisional yang pernah dilakukan masyarakat antara lain:

  • Pemakaian luar (topikal), misalnya daun kecubung yang ditumbuk kemudian ditempelkan sebagai kompres pada bagian tubuh yang mengalami pegal, terkilir, atau nyeri.
  • Baluran atau oles, yaitu hasil tumbukan daun yang dicampur sedikit minyak untuk pemakaian luar pada kulit (misalnya pada bisul atau eksim).
  • Penggunaan secara tradisional tertentu (tidak dianjurkan modern) seperti penghirupan asap atau rebusan dalam praktik lama, namun cara ini berisiko tinggi karena dapat menyebabkan keracunan.

Karena kandungan alkaloid tropana (seperti atropin dan skopolamin), penggunaan kecubung secara internal (diminum) tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan efek samping serius seperti gangguan saraf, halusinasi, hingga keracunan.

Daftar Pustaka

Heyne, K. (1987). Tumbuhan Berguna Indonesia. Jakarta: Yayasan Sarana Wana Jaya.

Huong, N. (1990). Phytochemical Studies on Medicinal Plants. Vietnam: National Institute of Medicinal Materials.

Ipteknet. (2005). Tanaman Obat Tradisional Indonesia: Kecubung (Datura metel L.). Jakarta: IPTEKnet.

Kartasapoetra, G. (1988). Koleksi Tanaman Obat Indonesia. Jakarta: Bina Aksara.

Sastrapradja, S. (1978). Beberapa Jenis Tumbuhan Obat Indonesia. Bogor: Lembaga Biologi Nasional LIPI.

Sugara, R. (2008). Taksonomi Tumbuhan Berkhasiat Obat. Bandung: Pustaka Ilmu.

Thomas, A. N. S. (2003). Tanaman Obat Tradisional 2. Yogyakarta: Kanisius.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top