Blog

MANGGIS (Garcinia mangostana)

Nama Latin Garcinia mangostana Taksonomi Kingdom: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Ordo: Malpighiales Famili: Clusiaceae Genus: Garcinia Spesies: Garcinia mangostana L.  (Kementerian Pertanian RI, 2013).  Definisi Umum Manggis merupakan tanaman buah tropis yang banyak dibudidayakan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Buah ini dikenal sebagai “queen of fruits” karena rasanya yang manis dan memiliki nilai ekonomi tinggi, serta banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan obat tradisional.  Kandungan Kulit buah manggis mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti xanton, flavonoid, tanin, dan polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan kuat. Selain itu, buahnya juga mengandung vitamin C dan serat yang baik untuk kesehatan tubuh (Kemenkes RI, 2017). Khasiat Manggis memiliki berbagai khasiat seperti sebagai antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, serta membantu meningkatkan sistem imun. Kandungan xanton juga berperan dalam mencegah penyakit degeneratif seperti kanker dan penyakit jantung. Khasiat Kulit yaitu anti peradangan , mencegah sakit urat syaraf , maag , kanker , tumor Cara Pengolahan Dalam pengobatan tradisional, kulit manggis biasanya dikeringkan kemudian direbus untuk diambil airnya sebagai minuman herbal, sedangkan buahnya dapat dikonsumsi langsung untuk menjaga kesehatan tubuh.  Daftar Pustaka Kementerian Pertanian RI. (2013). https://repository.pertanian.go.id Kementerian Kesehatan RI. (2017). https://farmalkes.kemkes.go.id Dalimartha, S. (2006). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia.

MANGGIS (Garcinia mangostana) Read More »

MANGKOKAN ( Nothopanax Scatellarium )

Nama Latin Nothopanax Scatellarium Taksonomi Kingdom: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Ordo: Apiales Famili: Araliaceae Genus: Polyscias Spesies: Polyscias scutellaria Definisi Umum Tanaman mangkokkan merupakan tanaman hias yang juga dikenal sebagai tanaman obat. Daunnya berbentuk seperti mangkuk sehingga disebut mangkokkan. Tanaman ini sering dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.  Kandungan Kandungan yang terdapat pada tanaman mangkokkan yaitu Flavonoid, Saponin, Alkaloid, dan Tanin Khasiat Khasiat yang terdapat pada mangkokkan yaitu Membantu pertumbuhan rambut, Antiinflamasi, Antibakteri, dan Menyembuhkan luka. lalu khasiat akar yaitu obat radang payudara , luka , susah kencing , rambut rontok Cara Pengolahan Daun mangkokkan banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional, terutama untuk perawatan rambut dan penyembuhan luka. Daun biasanya direbus, kemudian air rebusannya digunakan untuk keramas guna membantu menyuburkan rambut. Selain itu, daun juga dapat ditumbuk halus dan ditempelkan pada luka atau kulit yang mengalami peradangan untuk mempercepat penyembuhan. Daftar Pustaka Dalimartha, S. (2006). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta: Puspa Swara. Kementerian Kesehatan RI. (2017).  Farmakope Herbal Indonesia Edisi II.Diakses dari: https://farmalkes.kemkes.go.id Harborne, J. B. (1998).  Phytochemical Methods: A Guide to Modern Techniques of Plant Analysis. Springer.

MANGKOKAN ( Nothopanax Scatellarium ) Read More »

MELINJO( Gnetum gnemon )

Nama Latin Gnetum gnemon Taksonomi Kingdom: Plantae Divisi: Gnetophyta Kelas: Gnetopsida Ordo: Gnetales Famili: Gnetaceae Genus: Gnetum Spesies: Gnetum gnemon Definisi Umum Melinjo merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia dan dimanfaatkan bijinya untuk bahan makanan seperti emping. Tanaman ini juga memiliki nilai ekonomi dan manfaat kesehatan.  Kandungan Kandungan yang terdapat pada melinjo yaitu Protein, Flavonoid, Resveratrol, Tanin, dan Mineral Khasiat Khasiat yang terdapat pada melinjo yaitu Sebagai antioksidan, Menjaga kesehatan jantung, Meningkatkan metabolisme tubuh, dan Berpotensi sebagai antiinflamasi. Khasiat daun yaitu penyakit mata , anemia , busung lapar, khasiat buah yaitu digigit anjing, dan khasiat kulit yaitu peluruh air seni. Cara Pengolahan Dalam pengobatan tradisional, daun melinjo sering direbus dan air rebusannya diminum untuk membantu menjaga kesehatan tubuh serta sebagai antioksidan alami. Selain itu, biji melinjo yang telah direbus juga digunakan untuk membantu meningkatkan stamina, meskipun penggunaannya perlu dibatasi karena kandungan tertentu yang dapat memicu asam urat.  Daftar Pustaka Heyne, K. (1987).  Tumbuhan Berguna Indonesia. Jakarta: Badan Litbang Kehutanan. Dalimartha, S. (2006).  Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta: Puspa Swara. Kementerian Kesehatan RI. (2017).  Farmakope Herbal Indonesia Edisi II.Diakses dari: https://farmalkes.kemkes.go.id

MELINJO( Gnetum gnemon ) Read More »

NANAS (Ananas comosus)

Nama Latin Ananas comosus Taksonomi Kingdom: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Liliopsida Ordo: Poales Famili: Bromeliaceae Genus: Ananas Spesies: Ananas comosus Definisi Umum Nanas merupakan tanaman buah tropis yang memiliki rasa manis asam dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Buah ini dikenal kaya akan enzim bromelain yang bermanfaat bagi kesehatan.  Kandungan Kandungan yang terdapat pada nanas yaitu Vitamin C, Enzim bromelain, Serat, Mineral, Antioksidan Khasiat Khasiat dari nanas yaitu Membantu pencernaan, Antiinflamasi, Meningkatkan imunitas, dan Membantu penyembuhan luka. Khasiat aun yaitu obat luka bakar , bisul , gatal – gata dan Khasiat Buah yaitu cacingan , keseleo , radang tenggorokan. Cara Pengolahan Pengolahan nanas sebagai obat tradisional umumnya memanfaatkan buahnya yang segar. Buah nanas diparut atau diblender, kemudian disaring untuk diambil sarinya dan diminum untuk membantu melancarkan pencernaan dan meredakan peradangan. Selain itu, nanas juga dapat direbus untuk diambil airnya sebagai ramuan untuk membantu mengatasi batuk atau radang tenggorokan.  Daftar Pustaka Rukmana, R. (2007).  Budidaya Nanas dan Pascapanen. Yogyakarta: Kanisius. Kementerian Kesehatan RI. (2017).  Farmakope Herbal Indonesia Edisi II.  Diakses dari: https://farmalkes.kemkes.go.id Dalimartha, S. (2006).  Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta: Puspa Swara.

NANAS (Ananas comosus) Read More »

NANGKA (Artocarpus heterophyllus )

Nama Latin Artocarpus heterophyllus. Taksonomi Kingdom: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Ordo: Rosales Famili: Moraceae Genus: Artocarpus Spesies: Artocarpus heterophyllus Definisi umum Nangka merupakan tanaman buah tropis yang banyak ditemukan di Indonesia. Tanaman ini menghasilkan buah berukuran besar dengan daging buah berwarna kuning dan beraroma khas. Selain sebagai sumber pangan, hampir seluruh bagian tanaman nangka memiliki manfaat, baik sebagai bahan makanan maupun obat tradisional.  Kandungan Kandungan yang terdapat pada nangka yaitu Karbohidrat, Vitamin C, Flavonoid, Saponin, Tanin, dan Serat Khasiat Khasiat dari nangka yaitu Meningkatkan daya tahan tubuh, Melancarkan pencernaan, Sebagai antioksidan, dan Membantu menjaga kesehatan jantung. Khasiat Daun : obat diabetes dan Khasiat Buah : Sayuran , obat kanker. Cara Pengolahan Dalam pengobatan tradisional, bagian daun dan akar nangka sering dimanfaatkan sebagai ramuan herbal. Daun nangka biasanya direbus dengan air hingga mendidih, kemudian air rebusannya diminum untuk membantu mengatasi diare atau gangguan pencernaan. Selain itu, akar nangka juga dapat direbus dan airnya digunakan sebagai obat penurun demam. Daftar Pustaka Dalimartha, S. (2006)  Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta: Puspa Swara. Kementerian Kesehatan RI. (2017).  Farmakope Herbal Indonesia Edisi II.  Diakses dari: https://farmalkes.kemkes.go.id Heyne, K. (1987).  Tumbuhan Berguna Indonesia. Jakarta: Badan Litbang Kehutanan.

NANGKA (Artocarpus heterophyllus ) Read More »

PACAR CINA (Aglai odorata Lour)

Nama Latin (Aglai odorata Lour) Taksonomi Tanaman pacar cina (Aglaia odorata Lour.) termasuk dalam: Kingdom: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Ordo: Sapindales Famili: Meliaceae Genus: Aglaia Spesies: Aglaia odorata Lour. Definisi Umum Tanaman pacar cina (Aglaia odorata Lour.) merupakan tanaman semak atau perdu yang banyak ditemukan di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai tanaman hias karena bunganya yang harum, namun juga dikenal sebagai tanaman obat tradisional. Bagian yang digunakan meliputi daun, bunga, dan batang, yang secara turun-temurun dimanfaatkan untuk berbagai keperluan kesehatan. Kandungan Tanaman pacar cina mengandung berbagai senyawa kimia yang berperan dalam aktivitas biologis, di antaranya: Beberapa senyawa tersebut diketahui memiliki aktivitas antitumor dan antioksidan yang cukup kuat. Khasiat Tanaman pacar cina memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, antara lain: Selain itu, kandungan metabolit sekundernya menjadikan tanaman ini potensial dikembangkan sebagai bahan obat alami modern. Cara Pengolahan Pengolahan tanaman pacar cina dapat dilakukan secara tradisional maupun modern. Secara tradisional, daun atau bunga biasanya direbus dan air rebusannya diminum untuk menjaga kesehatan tubuh atau mengatasi bau badan. Selain itu, bagian tanaman juga dapat digunakan secara langsung sebagai ramuan herbal. Dalam pengolahan modern, bagian tanaman seperti kulit batang atau daun dikeringkan terlebih dahulu, kemudian dihaluskan menjadi simplisia. Selanjutnya dilakukan proses ekstraksi menggunakan pelarut seperti etanol melalui metode maserasi. Hasil ekstrak kemudian disaring dan diuapkan hingga diperoleh senyawa aktif seperti β-sitosterol dan flavonoid yang dapat digunakan untuk penelitian atau diformulasikan menjadi produk herbal. Daftar Pustaka ResearchGate – Isolasi dan Karakterisasi Senyawa β-sitosterol dan Flavonoid dari Kulit Batang Aglaia odorata  https://www.researchgate.net/publication/355994047  Repository Universitas Andalas – BAB II Aglaia odorata  http://scholar.unand.ac.id/29161/3/BAB%20II%20%28ISI%29.pdf Kompas.com – Manfaat Pacar Cina  https://www.kompas.com/tren/read/2022/12/30/090500165

PACAR CINA (Aglai odorata Lour) Read More »

PACING (Costus speciosus)

Nama Latin Costus speciosus Taksonomi Tanaman pacing termasuk dalam: Kingdom: Plantae Divisi: Spermatophyta Kelas: Monokotil Ordo: Zingiberales Famili: Cannaceae Genus: Canna Spesies: Canna edulis Kerr. Definisi Umum Tanaman pacing (Costus speciosus) merupakan tanaman umbi-umbian yang banyak tumbuh di daerah tropis, termasuk Indonesia. Tanaman ini dikenal sebagai sumber pangan alternatif karena menghasilkan umbi yang kaya pati dan dapat diolah menjadi berbagai produk makanan. Selain sebagai bahan pangan, tanaman ini juga memiliki potensi sebagai tanaman obat dan bahan industri karena kandungan gizinya yang cukup tinggi. Kandungan Umbi dan bagian lain tanaman pacing mengandung berbagai zat penting, antara lain: Selain itu, pati ganyong juga mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi meningkatkan kesehatan, terutama dalam sistem pencernaan dan metabolisme tubuh. Khasiat Tanaman pacing memiliki berbagai manfaat, antara lain: Selain itu, dalam pengembangan modern, ganyong juga berpotensi sebagai bahan pangan fungsional yang mendukung kesehatan usus dan metabolisme tubuh. Cara Pengolahan Pengolahan tanaman pacing umumnya dilakukan dengan memanfaatkan bagian umbinya. Umbi yang telah dipanen dicuci hingga bersih, kemudian dikupas dan dipotong-potong. Setelah itu, umbi dapat dikeringkan dan diolah menjadi tepung sebagai bahan pangan alternatif. Selain itu, umbi juga dapat direbus atau dikukus untuk dikonsumsi langsung sebagai sumber karbohidrat. Dalam pengolahan lebih lanjut, pati dari umbi ganyong dapat diekstraksi dan digunakan sebagai bahan pembuatan makanan seperti biskuit, cendol, atau produk olahan lainnya.  Daftar Pustaka Sasmita, K. D., & Taher, S. (2019).  Budidaya Tanaman Ganyong (Canna edulis Kerr.).Diakses dari: https://repository.pertanian.go.id Noriko, N., & Pambudi, A. (2014).  Diversifikasi pangan sumber karbohidrat Canna edulis Kerr. (Ganyong).  Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Sains dan Teknologi.https://jurnal.uai.ac.id/index.php/SST/article/view/160 Santoso, J., dkk. (2025).  Canna (Canna edulis) flour’s properties as functional food. Indonesian Journal of Life Sciences.  https://journal.i3l.ac.id/index.php/IJLS/article/view/206

PACING (Costus speciosus) Read More »

Sesuru (Euphorbia antiquorum L)

Nama Latin Euphorbia antiquorum L Taksonomi Kingdom : Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Malpighiales Famili : Euphorbiaceae Genus : Euphorbia Spesies : Euphorbia hirta L. Definisi Umum Tanaman sesuru (Euphorbia hirta L.) merupakan tanaman herbal liar yang tumbuh di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Tanaman ini biasanya ditemukan di lahan terbuka, tepi jalan, dan pekarangan dengan kondisi tanah kering hingga lembap. Sesuru memiliki ciri khas berupa batang berambut halus, daun kecil berbentuk oval, serta menghasilkan getah putih yang sering dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Dalam praktik etnobotani, tanaman ini dikenal luas sebagai obat herbal untuk mengatasi gangguan pernapasan seperti asma, batuk, dan bronkitis, serta masalah pencernaan dan infeksi kulit. Selain itu, berbagai penelitian menunjukkan bahwa Euphorbia hirta mengandung senyawa bioaktif yang berperan dalam aktivitas farmakologis seperti antiinflamasi, antimikroba, dan antioksidan, sehingga menjadikan tanaman ini penting dalam pengembangan obat herbal modern (Kumar et al., 2010). Kandungan Tanaman sesuru (Euphorbia hirta L.) mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berkontribusi terhadap aktivitas biologisnya. Kandungan utama meliputi flavonoid seperti quercetin dan rutin, yang berperan sebagai antioksidan kuat dalam menangkal radikal bebas. Selain itu, tanaman ini juga mengandung tanin, saponin, dan alkaloid yang berfungsi sebagai antimikroba dan antiinflamasi. Senyawa lain seperti triterpenoid, fitosterol, serta asam fenolat juga ditemukan dalam ekstrak tanaman ini dan berperan dalam meningkatkan aktivitas farmakologisnya. Kehadiran senyawa tersebut menjadikan Euphorbia hirta memiliki potensi besar dalam pengobatan tradisional maupun pengembangan fitofarmaka, terutama dalam mengatasi infeksi, peradangan, dan gangguan metabolik (Kumar et al., 2010). Khasiat Tanaman sesuru memiliki berbagai khasiat, antara lain: 1Mengatasi gangguan pernapasanDigunakan untuk meredakan asma, batuk, dan bronkitis. AntiinflamasiMembantu mengurangi peradangan pada tubuh. AntimikrobaEfektif melawan bakteri dan jamur penyebab penyakit. AntidiareDigunakan sebagai obat tradisional untuk diare. AntioksidanMelindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Penyembuhan lukaMembantu mempercepat proses penyembuhan luka dan iritasi kulit. Cara Pengolahan a. Rebusan HerbalAmbil seluruh bagian tanaman (daun, batang, akar) Cuci bersih Rebus dengan 2–3 gelas air hingga tersisa 1 gelas Saring dan minum Digunakan untuk batuk, asma, dan diare. b. Obat LuarTumbuk daun segar hingga halus Tempelkan pada luka atau kulit yang iritasi c. Infus HerbalSeduh daun kering dengan air panas Diamkan 10–15 menit Saring dan minum Daftar Pustaka Kumar, S., et al. (2010). Pharmacological and phytochemical properties of Euphorbia hirta. Journal of Medicinal Plants Research. Ahmad, W., et al. (2017). Phytochemical and pharmacological profile of Euphorbia hirta. Journal of Applied Pharmaceutical Science. Tjitrosoepomo, G. (2013). Taksonomi Tumbuhan Obat-obatan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Harborne, J. B. (1987). Metode Fitokimia. Bandung: ITB Press. Departemen Kesehatan RI. (2017). Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Sesuru (Euphorbia antiquorum L) Read More »

Sukun (Artocarpus altilis)

Nama Latin Artocarpus altilis Taksonomi Kerajaan: PlantaeKlad: TracheophytaKlad: AngiospermaeKlad: EudikotilKlad: RosidaeOrdo: RosalesFamili: MoraceaeGenus: ArtocarpusSpesies: A. Altilis(Bantari,2008) Definsi Umum Sukun(Artocarpus altilis) adalah nama sejenis pohon yang berbuah. Buah sukun tidak berbiji dan memiliki bagian yang empuk, yang mirip roti setelah dimasak atau digoreng. Karena itu, orang-orang Eropa mengenalnya sebagai “buah roti”.Sukun sesungguhnya adalah kultivar yang terseleksi sehingga tak berbiji. Kata “sukun” dalam bahasa Jawa berarti “tanpa biji” dan dipakai untuk kultivar tanpa biji pada jenis buah lainnya, seperti jambu klutuk dan durian. “Moyangnya” yang berbiji (dan karenanya dianggap setengah liar) dikenal sebagai gomasi (Makassar), amakir, umare (Ambon), sukunutan (Banda),[6] 𝗞𝘂𝗹𝗼𝗿𝗼 (bahasa Selayar), timbul, kulur (bahasa Sunda), atau kluwih (bahasa Jawa), kulu (bahasa Aceh), kalawi (bahasa Minang), bakara’ (bahasa Makassar). Di Kepulauan Maluku, sukun disebut sebagai amo (Maluku Utara) dan suune (Maluku).[2] Di daerah Pasifik, kulur dan sukun menjadi sumber karbohidrat penting. Di sana dikenal dengan berbagai nama, seperti kuru, ulu, atau uru. Nama ilmiahnya adalah Artocarpus altilis.Sekilas, pohon sukun memiliki daun besar dengan bentuk unik, dengan buah yang terlihat seperti buah nangka.[2] Buah sukun acap kali diolah sebagai makanan pokok, seperti sukun goreng atau sukun rebus. Di Kepulauan Maluku, sukun disajikan dengan cocolan sambal sebagai kudapan Kandungan Buah sukun mengandung niasin, vitamin C, riboflavin, karbohidrat, kalium, thiamin, natrium, kalsium, dan besi (Mustafa, A.M.,1998). Pada kulit kayunya ditemukan senyawa turunan flavanoid yang terprenilasi, yaitu artonol B dan sikloartobilosanton. Kedua senyawa terebut telah diisolasi dan diuji bioaktivitas antimitotiknya pada cdc2 kinase dan cdc25 kinase (Makmur, L., et al., 1999). Kayu yang dihasilkan dari tanaman sukun bersih dan berwarna kuning, baik untuk digergaji menjadi papan kotak, dapat digunakan sebagai bahan bangunan meskipun tidak begitu baik. Kulit kayunya digunakan sebagai salah satu bagian minuman di Ambon kepada wanita setelah melahirkan (Heyne K, 1987).Flavanoid adalah senyawa polifenol yang secara umum mempunyai struktur phenylbenzopyrone (C6-C3-C6). Flavanoid dan derivatnya terbukti memiliki aktivitas biologi yang cukup tinggi sebagai cancer prevention. Berbagai data dari studi laboratorium, investigasi epidemiologi, dan uji klinik pada manusia telah menunjukkan bahwa Flavanoid memberikan efek signifikan sebagai cancer chemoprevention dan pada chemotheraphy (Ren, W., et al., 2003) Khasiat Tanaman sukun memiliki banyak manfaat yang telah digunakan secara tradisional dan didukung penelitian:a. AntioksidanKandungan flavonoid dan fenolik mampu menangkal radikal bebas dan mencegah kerusakan sel.b. Menurunkan Tekanan DarahAir rebusan daun sukun digunakan untuk membantu mengatasi hipertensi.c. AntidiabetesDigunakan untuk membantu mengontrol kadar gula darah secara alami.d. AntiinflamasiMembantu meredakan peradangan seperti rematik dan nyeri sendi.e. Menjaga Kesehatan JantungDigunakan secara tradisional untuk menurunkan kolesterol dan menjaga fungsi jantung.f. Menjaga Kesehatan GinjalDigunakan dalam pengobatan tradisional untuk gangguan ginjal.g. Sumber EnergiBuah sukun kaya karbohidrat sehingga baik sebagai sumber energi alternatif pengganti beras. Cara Pengolahan Tanaman sukun dapat diolah dengan berbagai cara sesuai kebutuhan:a. Rebusan DaunAmbil 3–5 lembar daun sukunCuci bersihRebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelasSaring dan minumDigunakan untuk hipertensi, diabetes, dan kesehatan ginjal. b. Olahan BuahKupas buah sukunPotong sesuai kebutuhanGoreng, kukus, atau rebusDigunakan sebagai makanan sumber energi seperti keripik atau gorengan. c. Tepung SukunIris buah sukunKeringkanHaluskan menjadi tepungDigunakan sebagai bahan pangan alternatif dalam industri makanan. d. Obat LuarTumbuk daun sukun segarTempelkan pada bagian tubuh yang sakit atau lukaDigunakan untuk mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan luka. Daftar Pustaka Heyne, K., 1987, Tumbuhan Berguna Indonesia Jilid II, Badan Litbang Kehutanan, JakartaMakmur, L., et al., 1999, Artonol B dan Sikloartobilosanton dari Tumbuhan Artocarpus teysmanii MIQ, Lembaga Penelitian ITB, BandungMustafa, A.M., 1998, Isi Kandungan Artocarpus communis, Food Science, 9:23Ren, W., et al., 2003.Flavanoids: Promising Anticancer Agents, Medical research Reviews, Vol 23, No 4, Willey Periodical, Inc, 519-534.Syamsuhidayat, S.S and Hutapea, J.R, 1991, Inventaris Tanaman Obat Indonesia, edisi kedua, Departemen Kesehatan RI, JakartaNisa, S., et al. (2024). Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Sukun. Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia.Badriyah, L., & Mutripah, S. (2023). Kandungan Flavonoid Daun Sukun. Jurnal Estu Utomo Health Science.Raihandhany, R. (2022). Ethnobotanical Aspects of Artocarpus altilis. Genbinesia Journal of Biology.Kurniawati, I. F., & Sutoyo, S. (2021). Potensi Antioksidan Bunga Sukun. Unesa Journal of Chemistry.Daenlangi, R., et al. (2016). Isolasi Senyawa Metabolit Sekunder Sukun. Chemica Journal.Aliyah, A., & Rahman, L. (2021). Analisis Pati Buah Sukun. Media Pharmaceutica Indonesiana.

Sukun (Artocarpus altilis) Read More »

Inggu (Ruta graveolens)

Nama Latin Ruta graveolens Taksonomi Kerajaan: PlantaeKlad: TracheophytaKlad: AngiospermaeKlad: EudikotilKlad: RosidOrdo: SapindalesFamili: RutaceaeGenus: RutaSpesies: R. graveolens Definisi Umum Ruta graveolens, umumnya dikenal sebagai inggu , adalah spesies tumbuhan dalam genus Ruta yang ditanam sebagai tanaman hias dan ramuan. Merupakan tumbuhan asli di Semenanjung Balkan. Sekarang tumbuh di seluruh dunia di kebun-kebun, terutama karena daun yang kebiruan, dan kadang-kadang karena toleransi yang baik terhadap panas dan kondisi tanah kering. Juga dibudidayakan sebagai ramuan obat, bumbu, dan yang lebih jarang sebagai penolak serangga. Kandungan Tanaman ingu mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, dan senyawa fenolik yang memberikan banyak manfaat kesehatan. Penggunaan tanaman inggu telah dilakukan oleh banyak masyarakat untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan secara alami. Khasiat Berikut adalah beberapa manfaat utama dari tanaman inggu untuk kesehatan: Rebusan Akar atau Daun Inggu : Akar atau daun tanaman inggu dapat direbus dan air rebusannya diminum untuk meredakan nyeri, peradangan, atau gangguan pencernaan. Teh Inggu : Beberapa orang membuat teh herbal dari tanaman inggu yang dapat membantu menenangkan pikiran, meredakan stres, dan meningkatkan sirkulasi darah. Pasta Daun Inggu : Daun tanaman inggu yang dihancurkan bisa digunakan sebagai kompres pada bagian tubuh yang terasa sakit atau bengkak untuk meredakan peradangan. Daftar Pustaka Noer, S., Pratiwi, R. D., Gresinta, E., Biologi, P., & Teknik, F. (2018). Penetapan kadar senyawa fitokimia (tanin, saponin dan flavonoid) sebagai kuersetin pada ekstrak daun inggu (Ruta angustifolia L.). Jurnal Eksakta, 18(1), 19-29.

Inggu (Ruta graveolens) Read More »

Scroll to Top