Blog

Kemuning (Murraya paniculata L)

Nama Tumbuhan Kemuning (Murraya paniculata L) Taksonomi Tumbuhan Definisi Umum Kemuning adalah semak kecil atau pohon kecil yang tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis. Selain, sebagai tanaman yang mengandung senyawa aktif dan bermanfaat bagi kesehatan dan kemuning juga seringkali digunakan sebagai tanaman pagar atau tanaman hias. Sebaran tumbuhan ini sendiri tersebar dari daratan India hingga Asia Selatan. Termasuk di Indonesia, penyebutan tanaman kemuning di Indonesia di setiap daerahnya berbeda-beda, di Sunda dikenal dengan nama kamuning, di Jawa dikenal dengan nama kumuning, di Bali dikenal dengan nama kajen, di Madura dikenal dengan nama kamoneng, dan di Maluku dikenal dengan nama tanasa. Kemuning biasa tumbuh liar di semak belukar, tepi hutan, dan perkarangan rumah. Selain itu, kemuning dapat ditemui pada ketinggian 400 mdpl. Perbanyakan kemuning bisa dilakukan dengan secara vegetatif maupun generatif. Tumbuh mencapai ketinggian sekitar 3-8 cm, memiliki daun majemuk menyirip, bunga putih harum, dan buah kecil berwarna merah cerah (Saparinto & Susiana, 2024). Kandungan Senyawa aktif yang terkandung dalam kemuning berupa phenolhidrokuinon, flavonoid dan steroid (Suci et al., 2019). Selain itu, terdapat juga kandungan saponin, tanin, steroid/triterpenoid, minyak atsiri dan kumarin (Farida et al., 2021). Khasiat Kemuning berkhasiat sebagai pengobatan haid tidak teratur, melancarkan peredaran darah, dan mengobati sakit gigi berlubang (Mindarti & Nurbaeti, 2015). Tumbuhan ini juga dapat digunakan sebagai anti diare dan pelangsing badan (Kusumo et al., 2017). Selain itu, kemuning digunakan untuk membantu mengatasi masalah pernapasan seperti asma (Elvina Safitri et al., 2020). Manfaat kemuning juga dapat menurunkan kadar kolesterol darah (Aviani et al., 2022). Cara Pengolahan Pembuatan minuman kemuning, ambil 9 lembar daun kemuning seberat 90 gr, serta herbal sambiloto sejumlah 35 g dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air (600 ml) bersih hingga air nya tersisa 1 gelas air (200 ml) setelah itu disaring lalu diminum 3 kali sehari (Otia et al., 2024). Daftar Pustaka

Kemuning (Murraya paniculata L) Read More »

Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban

Nama Tumbuhan Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban Taksonomi Tumbuhan Definisi Umum Pegagan merupakan tumbuhan liar yang banyak dijumpai di tempat yang lembap dan subur seperti persawahan, padang rumput, pinggir jalan, wilayah pinggiran kota, dan saluran air (Sulistio, 2021). Sebaran pegagan mulai dari Afrika Selatan, Afrika Tengah, Asia bahkan sampai Semenanjung Arab. Tanaman ini dapat tumbuh baik di tropis maupun subtropis. Pegagan dapat tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 2.500 mdpl. Pertumbuhannya, secara optimum adalah pada ketinggian 200-800 m dpl. Pada ketinggian diatas 1.000 m dpl, produksi dan mutu hasil panen akan lebih rendah (Sari et al., 2023). Pegagan merupakan tanaman merambat dengan stolon (geragih) dan tidak mempunyai batang, tetapi mempunyai rhizoma, memiliki daun berbentuk bundar seperti ginjal dan bewarna hijau, diameter 1-7 cm. Akar keluar di setiap buku sehingga setiap buku dapat dipotong untuk perbanyakan tanaman. Akar pegagan berwarna putih, panjang sekitar 10 cm. Bunga muncul di ketiak daun dapat berupa bunga tunggal atau dalam karangan 3-5 bunga. Bunga berbentuk payung dengan warna putih kemerahan (Sasmi et al., 2017). Kandungan Kandungan senyawa aktif yang terdapat dalam tanaman pegagan berupa terpenoid, flavonoid (quersetin dan kaempferol), triterpenoid (asiatikosida, asam asiatik, madekasida dan madekasosida) (Iriani et al., 2024). Ekstrak daun pegagan juga mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin serta vitamin C, sedangkan rebusan daun pegagan mengandung Flavonoid dan Tanin (Susetyarini & Nurrohman, 2022). Khasiat Pegagan berkhasiat sebagai pengobatan masuk angin, asma, alergi, antipikun, antistres, obat lemah syaraf, demam, bronkhitis, kencing manis, psikoneurosis, wasir, dan tekanan darah tinggi, serta untuk menambah nafsu makan dan menjaga vitalitas (Sutardi, 2016) . Tumbuhan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai pencegahan penuaan dini (Cahyani et al., 2022). Cara Pengolahan Membuat minuman dari tumbuhan pegagan dilakukan dengan merebus 20 lembar daun pegagan segar dengan tiga gelas air (600 ml). Rebus daun pegagan sampai mendidih dan menyisahkan 1/2 air lalu saring dan dinginkan. Kemudian bagi air rebusan daun pegagan sama rata. Minum rebusan daun pegagan tiga kali sehari (Nurchayati et al., 2021). Daftar Pustaka

Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban Read More »

Penandatanganan MoU

Naturindo Menandatangani MoU Pengolahan Tanaman Pegagan

Rabu (21/5), PT Naturindo Fresh yang diwakili oleh Direktur Utama Bapak Teguh Adhi Nugroho dan Manajer Produksi Ibu Duana Candradewi menghadiri acara panen raya pegagan (Centella asiatica) dan juga penandatanganan kerja sama (MoU) pengolahan hasil tanaman pegagan di Desa Sidoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Turut hadir dalam acara tersebut yaitu G.K.B.R.A.A Paku Alam dan Bupati Kulon Progo Bapak Agung Setyawan. Acara tersebut merupakan Implementasi dari kolaborasi pentahelix. Kolaborasi pentahelix adalah pendekatan strategis dalam pembangunan yang mengintegrasikan lima unsur utama—pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media—untuk menciptakan sinergi lintas sektor dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program berbasis kepentingan bersama. 🌱🙌 Model ini bertujuan untuk menghadirkan solusi inovatif, inklusif, dan berkelanjutan dengan memanfaatkan kekuatan dan peran unik masing-masing aktor, sehingga mampu menjawab tantangan pembangunan secara holistik dan adaptif di era disrupsi.✨ PT Naturindo Fresh akan berkolaborasi dengan komunitas petani dalam pengolahan pegagan (Centella asiatica) dengan pendampingan dari Fakultas Farmasi UGM dan difasilitasi oleh Pemerintah Daerah dengan Dana Keistimewaan. 🙌 #kolaborasi#NaturindoGroup#Naturindo#ptnaturindofresh#naturindofit#kulonprogo#samigaluh#sidoharjo

Naturindo Menandatangani MoU Pengolahan Tanaman Pegagan Read More »

PT Naturindo Fresh Gelar Refresh CPOTB untuk Karyawan Divisi Produksi

Dalam komitmennya untuk menjadi yang terdepan dalam industri obat tradisional, PT Naturindo Fresh menggandeng Universitas Alma Ata Yogyakarta untuk menyelenggarakan refreshment training mengenai Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Pelatihan intensif ini ditujukan khusus bagi seluruh karyawan Divisi Produksi untuk memperkuat kapabilitas dan menjamin mutu produk. Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap proses produksi di PT Naturindo Fresh tidak hanya mematuhi, tetapi melampaui standar industri yang ditetapkan oleh BPOM. Ini adalah investasi jangka panjang kami dalam menciptakan operasional yang presisi, berdaya saing, dan berkelanjutan. Apa Itu CPOTB dan Mengapa Sangat Penting? Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) adalah seperangkat pedoman wajib yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Tujuannya sederhana namun krusial: Penerapan CPOTB secara disiplin adalah bukti utama bahwa sebuah perusahaan serius dalam menjaga kepercayaan konsumen dan menghasilkan produk herbal yang unggul. Komitmen Kualitas Terwujud dalam Layanan Maklon Profesional Di PT Naturindo Fresh, kualitas bukanlah sekadar slogan, melainkan inti dari setiap layanan kami. Komitmen ini kami buktikan dengan sertifikasi CPOTB resmi dari BPOM RI dan dukungan tim ahli yang berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri herbal. Kami menyediakan jasa maklon obat tradisional yang komprehensif untuk mewujudkan produk impian Anda. Anda dapat fokus pada pemasaran, sementara kami menangani seluruh proses produksi dari hulu ke hilir. Layanan maklon kami meliputi berbagai bentuk sediaan: Dari pemilihan bahan baku terbaik hingga pengemasan produk yang siap didistribusikan, kami memastikan setiap tahap dilakukan sesuai standar CPOTB untuk menghasilkan produk yang aman, berkhasiat, dan berkualitas tinggi. Siap Wujudkan Produk Herbal Berkualitas Anda? Jangan ragu untuk mengambil langkah pertama. Konsultasikan ide dan kebutuhan produk Anda dengan tim ahli kami. Empowered people. Compliant systems. Future-proof production. #PTNaturindoFresh #UniversitasAlmaAta #bpom #OperationalExcellence #SustainableGrowth #TeamDevelopment #knowledgeispower #RefresmentTrainingCPOTB

PT Naturindo Fresh Gelar Refresh CPOTB untuk Karyawan Divisi Produksi Read More »

Daun Kelor

Daun Kelor Sebagai Alternatif Pencegahan Stunting

Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman yang dapat tumbuh di daerah tropis dan dapat tumbuh pada dataran rendah hingga ketinggian 700m di atas permukaan laut.  Tanaman kelor merupakan salah satu tanaman perdu yang memiliki ketinggian 7-11 meter, dapat tumbuh dan bertahan pada musim kering dengan toleransi terhadap kekeringan hingga 6 bulan serta mudah untuk pembiakannya. Kelor dikenal sebagai The Miracle Tree karena telah dibuktikan secara alamiah dapat menjadi sumber gizi yang memiliki khasiat obat (Marhaeni, 2021). Di Indonesia, masalah gizi pada anak serta kesehatan pada ibu masih diperlukan perhatian yang lebih serius. Apabila terjadi kekurangan gizi yang banyak dibawah angka kebutuhan gizi pada anak, maka akan dapat menyebabkan stunting. Bahkan dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan pada anak sehingga menyebabkan anak menjadi lebih pendek yang disebabkan karena kekurangan gizi dan juga memiliki risiko yang dapat mengurangi kesehatan anak dan kematian pada anak (Fatmawati dkk, 2022). Pada bulan Desember 2023, angka stunting mengalami penurunan menjadi 21,5%, namun seharusnya target dari penurunan stunting adalah mencapai 14% (Kemenkes, 2024). Oleh karena itu, diperlukan upaya mencegahan stunting dengan memanfaatkan salah satu tanaman lokal yaitu tanaman kelor (Moringa oleifera). Menurut Integrated Taxonomic Information System (ITIS), klasifikasi tanaman kelor adalah sebagai berikut: Kingdom         : Plantae Phylum            : Tracheophyta Class               : Magnolipsida Order               : Brassicales Family             : Moringaceae Genus              : Moringa Species            : Moringa oleifera Lam. Morfologi Daun Kelor Tanaman kelor merupakan pohon dengan kayu lunak, mempunyai kualitas rendah dengan diameter 30 cm. Daun tanaman kelor berkarakteristik sirip tak sempurna, bentuk seperti telur, kecil sebesar ujung jari. Memiliki daun berwarna hijau hingga hijau kecokelatan, memiliki panjang 1-3 cm, dengan lebar 4 mm sampai 1 cm, mempunyai ujung daun tumpul, pangkal daun membulat, dan tepi daun rata. Memiliki bunga berwarna putih, putih kekuning kuningan (krem) atau merah, bergantung pada jenis atau spesiesnya (Marhaeni, 2021). Kandungan Senyawa Kimia yang Terdapat Pada Daun Kelor Senyawa Senyawa caffeid acid, kaempferol, quercetin, dan tocopherol pada tanaman kelor mempunyai potensi  untuk mencegah stunting melalui aktivitas antioksidan yang ada di dalamnya (Rurisari, 2021). Selain itu, Daun kelor (moringa oleifera) merupakan tanaman kaya akan gizi, diantaranya yaitu Fe, As. Folat, Ca, dan fosfor (Irawan, 2020). Khasiat Tanaman Kelor Tanaman kelor memiliki beberapa nutrisi yang bahkan memiliki sifat perbaikan khusus dan dapat digunakan sebagai antifibrotik, antiinflamasi, antimikroba, antihiperglikemik, antioksidan, antitumor serta antikanker (Susanti dan Nurman, 2022) Cara Pengolahan Secara Tradisional             • Dicuci segengam daun kelor segar             • Direbus dengan air sebanyak 1-2 gelas hingga mendidih             • Lalu siap diminum selagi hangat Produksi Secara Modern PT Naturindo Fresh menyediakan layanan maklon dalam bentuk kapsul, serbuk oral, cairan obat dalam, cairan obat luar, minuman serbuk, biskuit sehingga anda dapat memilih bentuk sediaan yang sesuai dengan target dan kebutuhan konsumen. Kami mengelola produksi mulai dari pemilihan bahan baku yang berkualitas hingga proses pengemasan dan siap didistribusikan sehingga anda dapat memastikan bahwa produk yang dihasilkan berkualitas. Komitmen kami terhadap kualitas dibuktikan dengan sertifikasi CPOTB yang diperoleh dari BPOM RI dan juga didukung oleh tim yang sudah berpengelaman dibidang herbal selama lebih dari 10 tahun. Konsultasikan dulu sekarang! Sumber Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. 2017. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Fatmawati, N., Zulfiana, Y., & Julianti, I. (2022). Pengaruh Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Pencegahan Stunting. Journal of Fundus, 3(1), 1-6. Irwan, Z. (2020). Kandungan Zat Gizi Daun Kelor (Moringa Oleifera) Berdasarkan Metode Pengeringan. Jurnal Kesehatan Manarang, 6(1), 69-77. ITIS. Moringa oleifera Lam. Diakses dari https://www.gbif.org/species/3054181 Kemenkes. 2024. Presiden: Permasalahan Kesehatan Harus Diatasi Bersama. Diakses dari https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20240424/0545350/presiden permasalahan-kesehatan-harus-diatasi-bersama/ Marhaeni, L. S. (2021). Daun Kelor (Moringa oleifera) sebagai Sumber Pangan Fungsional dan Antioksidan. AGRISIA-Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 13(2). Ruriasri, C., Yuniastuti, A., Susanti, R., & Nugrahaningsih, W. H. (2021, December). Identifikasi Senyawa Bioaktif Moringa Oleifera Lam. Sebagai Antioksidan Melalui Ligan Pada Mammalian Target Of Rapamycin (Mtor) Pathway Untuk Prediksi Pencegahan Stunting Secara In Silico. In Prosiding Seminar Nasional Biologi (Vol. 9, pp. 256-261). Susanti, A., & Nurman, M. (2022). Manfaat Kelor (Moringa Oleifera) Bagi Kesehatan. Jurnal Kesehatan Tambusai, 3(3), 509-513.

Daun Kelor Sebagai Alternatif Pencegahan Stunting Read More »

Gula Semut Manis Alami Dengan Segudang Manfaat

Gula semut, hasil olahan nira aren yang masih alami, semakin populer di kalangan masyarakat yang sadar akan kesehatan. Dengan rasa manis yang khas dan warna cokelat keemasannya, gula semut menawarkan alternatif yang menarik bagi gula pasir. Namun, seperti halnya produk lainnya, gula semut juga memiliki keunggulan dan kekurangan yang perlu diketahui. Kelebihan Gula Semut Kekurangan Gula Semut Tips Memilih Gula Semut Kesimpulan Gula semut merupakan alternatif yang menarik bagi mereka yang ingin mengkonsumsi gula secara lebih sehat. Namun, sebelum memutuskan untuk beralih ke gula semut, penting untuk mempertimbangkan ketersediaan, harga, dan kualitas produk yang akan Anda beli. Dengan memilih gula semut yang tepat, Anda dapat menikmati manisnya gula secara alami dan memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Sumber https://epublikasi.pertanian.go.id/berkala/btip/article/download/3590/3561/5225 (diakses pada tanggal 13 November 2024)https://exporthub.id/en/gula-semut-pengertian-manfaat-dan-potensi-ekspornya/ (diakses pada tanggal 13 November 2024)https://www.blibli.com/friends/blog/apa-itu-gula-semut-06/ (diakses pada tanggal 13 November 2024)https://snllb.ulm.ac.id/prosiding/index.php/snllb-lit/article/viewFile/155/156 (diakses pada tanggal 13 November 2024)

Gula Semut Manis Alami Dengan Segudang Manfaat Read More »

Produk Maklon PT Naturindo Fresh

Maklon: Pengertian dan Keuntungan

Pengertian Maklon, atau yang sering disebut sebagai contract manufacturing, adalah suatu sistem di mana sebuah perusahaan (pemilik merek) mengalihkan proses produksi produknya kepada pihak lain (pabrik lain). Dengan kata lain, perusahaan pemilik merek hanya fokus pada desain produk, branding, dan pemasaran, sementara proses produksi diserahkan sepenuhnya kepada pabrik lain. Keuntungan Jenis-jenis Maklon Tips Memilih Pabrik Maklon Kesimpulan Maklon merupakan solusi yang sangat efektif bagi perusahaan yang ingin mengembangkan produk tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk membangun fasilitas produksi sendiri. Dengan memanfaatkan jasa tersebut, Anda dapat fokus pada pengembangan merek dan pemasaran produk, sehingga bisnis Anda dapat tumbuh lebih cepat dan efisien. Maklon yang mudah dan hemat, percayakan kepada PT Naturindo Fresh!

Maklon: Pengertian dan Keuntungan Read More »

Kunjungan Mahasiswa Internasional UIN

Kunjungan Mahasiswa Internasional ke Taman Jamu Naturindo

Pada hari Kamis, 18 Juli 2024, Taman Jamu Naturindo yang terletak di Yogyakarta menjadi tuan rumah bagi mahasiswa Summer Course Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Kalijaga. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah mahasiswa lokal dan internasional, termasuk Basri Wohyeh dan Abdul Karim Pohtae dari Thailand, serta Ernna Erynna Mohamad Kahar dari Malaysia. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkenalkan lebih jauh tentang tanaman obat dan pemanfaatannya dalam industri herbal serta memberikan pengalaman praktis bagi para mahasiswa. Edukasi Tanaman Obat Kegiatan dimulai dengan tur edukatif di etalase tanaman obat. Para mahasiswa mendapatkan penjelasan mendalam mengenai berbagai jenis tanaman obat beserta manfaatnya. Mereka dengan antusias mencatat informasi penting dan mengambil gambar tanaman yang menarik perhatian mereka. Tur ini memberikan wawasan baru tentang kekayaan hayati Indonesia yang kaya akan tanaman obat yang telah digunakan secara tradisional selama berabad-abad. Pengolahan Pasca Panen Setelah tur tanaman obat, para mahasiswa melanjutkan kegiatan ke rumah pengolahan pasca panen. Di sini, mereka mempelajari proses pengolahan tanaman obat menjadi bahan baku yang siap digunakan dalam berbagai produk herbal. Praktik Menanam Salah satu kegiatan yang paling menarik adalah praktik menanam tanaman beringin cemeng menggunakan dua metode berbeda: stek biasa dan stek sungkup. Praktik ini memberikan pengalaman langsung tentang teknik agrikultur yang dapat diterapkan dalam budidaya tanaman obat. Pembuatan Jamu dan Sabun Cuci Tangan Selanjutnya, para mahasiswa mengikuti sesi praktik pembuatan jamu. Dengan bahan-bahan alami, mereka belajar mencampur dan meracik jamu yang berkhasiat. Setelah itu, mereka melanjutkan ke workshop pembuatan sabun cuci tangan herbal. Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan praktis tentang produksi jamu dan sabun herbal, tetapi juga mengasah kreativitas para mahasiswa. Desain Label dan Doorprize Puncak kegiatan adalah sesi kreatif di mana para mahasiswa membuat desain label kemasan sendiri untuk produk-produk yang telah mereka buat. Ini memberikan mereka wawasan tentang aspek pemasaran dan branding produk herbal. Kreativitas mereka terpancar melalui berbagai desain menarik yang dihasilkan. Kegiatan ditutup dengan pembagian doorprize menarik untuk peserta yang paling aktif, yang menambah semangat dan antusiasme para peserta. Penutup Kunjungan Mahasiswa Internasional ke Taman Jamu Naturindo ini memberikan pengetahuan baru tentang tanaman obat dan industri herbal, serta memperkuat pemahaman lintas budaya di antara para mahasiswa internasional. Mereka pulang dengan kenangan indah dan wawasan baru yang akan terus diingat, serta semangat untuk menerapkan pengetahuan yang telah mereka peroleh dalam studi dan kehidupan sehari-hari mereka.

Kunjungan Mahasiswa Internasional ke Taman Jamu Naturindo Read More »

ANGEL National Conference

Naturindo Group Berpartisipasi dalam Acara ANGEL NICE 2024 di UII

Dalam rangka mendorong inovasi dan kolaborasi dalam membangun ekosistem green entrepreneurship yang berkelanjutan di Indonesia, Direktorat Pengembangan dan Pembinaan Kewirausahaan/Simpul Tumbuh Universitas Islam Indonesia bersama dengan Universitas Gadjah Mada mengadakan acara ASEAN Network for Green Entrepreneurship and Leadership National Conference & Exhibition 2024 (ANGEL NICE 2024). Acara ini berfungsi sebagai katalisator bagi pengembangan ekosistem green entrepreneurship yang tangguh dan berkelanjutan. Pada Hari Jum’at, 12 Juli 2024- Kami Naturindo Group, sebuah perusahaan ramah lingkungan yang berkomitmen untuk keberlanjutan dan pelestarian lingkungan, dengan bangga berpartisipasi dalam ANGEL NICE 2024. Acara yang berlangsung di Universitas Islam Indonesia (UII) ini mengumpulkan para pengusaha hijau terkemuka dari seluruh wilayah untuk berbagi pengetahuan, inovasi, dan inspirasi dalam bidang kewirausahaan dan kepemimpinan berkelanjutan. Acara ini juga dihadiri oleh pejabat dari berbagai kementerian yang terkait dengan lingkungan dan ekonomi hijau, dosen-dosen dari berbagai universitas, serta Rektor Universitas Islam Indonesia. Kehadiran mereka memberikan bobot lebih pada diskusi dan presentasi yang berlangsung, menunjukkan dukungan penuh dari pemerintah dan akademisi terhadap inisiatif-inisiatif hijau. Salah satu tamu kehormatan adalah Prof. Dr. Rosmini Omar dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM), yang dikenal luas atas kontribusinya dalam penelitian dan pengembangan teknologi hijau. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Dr. dr. Matrissya Hermita, M.Si., M.I.Kom dari platform Kedaireka, yang memberikan perspektif penting mengenai kolaborasi antara akademisi dan industri dalam menciptakan inovasi berkelanjutan. Selama acara tersebut, Kami Naturindo Group memamerkan produk-produk inovatif yang berfokus pada pengembangan tanaman obat dan pemasaran agro-wisata. Terdiri dari 10 stand di sana yang menarik perhatian banyak pengunjung, termasuk akademisi, praktisi, dan para pengusaha hijau lainnya. Selain itu, acara ini menjadi platform yang sempurna bagi Kami Naturindo Group untuk memperluas jaringan dengan pengusaha hijau lainnya dari seluruh ASEAN. Pertemuan dan diskusi dengan para pemimpin industri lainnya, serta dukungan dari kementerian, dosen, rektor UII dan UGM, dan para ahli seperti Prof. Dr. Rosmini Omar dan Dr. dr. Matrissya Hermita membuka peluang kolaborasi baru dan potensi kemitraan yang dapat mendukung misi mereka untuk memajukan praktik bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Dengan partisipasi dalam ANGEL NICE 2024, Kami Naturindo Group menunjukkan komitmen untuk terus berinovasi dan menjadi pelopor dalam industri yang ramah lingkungan.

Naturindo Group Berpartisipasi dalam Acara ANGEL NICE 2024 di UII Read More »

Pegagan

Manfaat Pegagan untuk Pengobatan Stroke

Pegagan (Centella asiatica L. Urban) merupakan tumbuhan tropis dengan daerah penyebaran cukup luas, dari dataran rendah sampai dataran tinggi, hingga 2.500 m di atas permukaan laut (Januwati dan Muhammad 1992). Pegagan dapat ditemukan di daerah perkebunan, ladang, tepi jalan, pematang sawah, ataupun di ladang yang agak basah (Besung 2009). Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman tumbuhan terbesar di dunia. Pemanfaatan tanaman obat sebagai bahan pengobatan penyakit telah lama digunakan di tengah – tengah kehidupan masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di desa. Salah satu tanaman yang dimanfaatkan masyarakat sebagai pengobatan stroke adalah pegagan, karena pegagan memiliki efek neuroprotektif dan mampu meningkatkan fungsi kognitif pada pasien stroke yang sedang dalam pemulihan. Stroke adalah penyebab kecacatan nomor satu di dunia dan penyebab kematian nomor tiga di dunia. Stroke adalah tanda-tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal atau global dan dapat menyebabkan kematian tanpa penyebab lain selain vasikuler. Menurut World Health Organization (WHO) ada 15 juta orang menderita stroke di seluruh dunia setiap tahun. Dari jumlah tersebut, 5 juta meninggal dan 5 juta lainnya cacat permanen. Klasifikasi tanaman daun pegagan menurut bermawie dkk, 2008 sebagai berikut. Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophuta Subkelas : Rosidae Ordo : Apiales Famili : Apiaceae Genus : Centella Spesies : Centella asiatica (L.) Urb. 1. Morfologi tanaman Pegagan merupakan tanaman terna atau herba tahunan yang memiliki panjang lebih kurang 10 m. pegagan memiliki akar tunggang dan tidak berbatang. Daun tunggal, tersusun dalam roset akar, dua sampai sepuluh, bentuk ginjal, pangkal membulat, tepi beringgit, diameter 1-7 cm, pertulangan menyirip, tangkai 1-5 cm, hijau. Bunga majemuk, bentuk payung, di ketiak daun, tangkai lebih kurang 3 cm, daun pelindung dua, bulat telur, panjang lebih kurang 4 mm, hijau kekuningan, mahkota bentuk terompet, panjang lebih kurang 1,5 cm, lebar lebih kurang 8 mm, biru muda. Buah pipih, berlekuk dua, berusuk, ungu kecokelatan. 2. Kandungan senyawa kimia yang terdapat pada pegagan Antioksidan Pegagan mengandung antioksida yang berkhasiat meningkatkan vitalitas dan daya ingat serta mengatasi pikun yang berkaitan erat dengan asam nukleat (Brotosisworo, 1979). Triterpenoid Kandungan triterpenoid pegagan dapat merevitalisasi pembuluh darah sehingga peredaran darah ke otak menjadi lancar selain itu juga memberikan efek menenangkan dan meningkatkan fungsi mental menjadi lebih baik (Prabowo, 2002). Flavonoid Flavonoid adalah suatu kelompok senyawa fenol terbanyak terdapat di alam. Flavonoid termasuk senyawa fenolik alam yang potensial sebagai antioksidan ( Jayanti,2007). 3. Pemerian simplisia Berupa batang, helaian daun, bunga dan buah, batang beruas-ruas pendek, berupa stolon, berambut halus, helaian daun yang menggulung dan berkeriput disertai stolon dan tangkai daun yang terlepas, bentuk ginjal atau bulat telur, pertulangan daun menjari, pangkal daun berlekuk, tepi beringgit sampai bergerigi, ujung daun membulat atau tumpul, permukaan daun umumnya licin, tulang daun pada permukaan bawah agak berambut, stolon dan tangkai daun berwarna cokelat kelabu, helaian daun hijau kelabu, bau aromatic lemah, mula-mula tidak berasa kemudian agak pahit (Farmakope herbal Indonesia edisi II hal 347). 4. Khasiat pegagan Manfaat daun pegagan secara emperik dapat digunakan sebagai peluruh air seni, membantu mengatasi sariawan, pereda panas dan meningkatkan nafsu makan, sedangkan herba pegagan dapat bermanfaat untuk membantu meningkatkan daya ingat. 5. Cara penggunaan pegagan Cuci daun pegagan segar 20 lembar dibawah air mengalir sampai bersih Kemudian, rebus daun pegagan dengan 3 gelas air sampai mendidih dan menyisihkan air sekitar Dinginkan air rebusan pegagan. Lalu minum 1/3 rebusan air pegagan tiga kali sehari. Baca juga: “Kunyit: Rempah Dapur Penuh Khasiat” Referensi Besung, K.I. 2009. Pegagan (Centella aisatica) sebagai alternatif pencegahan infeksi pada ternak. Jurnal Penelitian Universitas Udayana 2(1): 1. Brotosisworo, S. 1979. Obat Hayati Golongan Glikosida. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. hlm. 44-45. Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. 2017. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Januwati, M. dan H. Muhammad. 1992. Cara budidaya pegagan (Centella asiatica L.). Warta Tumbuhan Obat Indonesia 1(2): 42-44. Jayanti, Henny Dwi. 2007. Pegagan. Karya ilmiah. Padang : Jurusan Kimia Universitas Negeri Padang. WHO, (2018). Stroke Statistics. Diunduh pada tanggal 14 April 2021. Pada pukul 19.00 WIB dalam wibe site: http:/www.strokecenter.org/patients/abaut-stroke/stroke-statistics. Kemenkes RI. 2017. Acuan Bahan Baku Obat Tradisional dari Tumbuhan Obat Di Indonesia. Direktorat Produksi Dan Distribusi Kefarmasian. Prabowo. 2002. Centella Anti Radang. Jakarta : PT Intisari Mediatama. WHO, (2018). Stroke Statistics. Diunduh pada tanggal 14 April 2021. Pada pukul 19.00 WIB dalam wibe site: http:/www.strokecenter.org/patients/abaut-stroke/stroke-statistics.

Manfaat Pegagan untuk Pengobatan Stroke Read More »

Scroll to Top