Blog

PATAH TULANG (Euphorbia Tirucalli L.)

Nama Latin Euphorbia Trucalli L Taksonomi Kingdom: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Ordo: Malpighiales Famili: Euphorbiaceae Genus: Euphorbia Spesies: Euphorbia tirucalli (ITIS, 2022). Definisi Umum Tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli L.) merupakan tanaman perdu yang termasuk famili Euphorbiaceae, dikenal luas sebagai tanaman obat tradisional. Tanaman ini memiliki batang berbentuk silindris, berwarna hijau, dan mengandung getah putih (lateks) yang khas. Tanaman ini banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional, terutama untuk pengobata  Kandungan Tanaman ini mengandung berbagai senyawa aktif, antara lain: Senyawa-senyawa tersebut berperan dalam aktivitas biologis seperti antibakteri, antiinflamasi, dan penyembuhan luka. Khasiat Tanaman patah tulang memiliki beberapa manfaat, yaitu: Cara Pengolahan Dalam penelitian (metode ilmiah), pengolahan dilakukan dengan cara: Secara tradisional: Daftar Pustaka Pekei, A. Y. (2020).  Uji efektivitas ekstrak tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli L.) terhadap penyembuhan luka.  Skripsi. Universitas Wahid Hasyim.  Link: https://eprints.unwahas.ac.id/3557/1/Atma%20Yulida%20Pekei_169010030_Kedokteran_Sarjana%20Kedokteran.pdf Kemenkes RI. (2017). Farmakope Herbal Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.  Dalimartha, S. (2006). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta: Puspa Swara. 

PATAH TULANG (Euphorbia Tirucalli L.) Read More »

PECUT KUDA (Stachytarpheta jamaicensis L. )

Nama Latin Stachytarpheta jamaicensis L.  Taksonomi Kingdom : Plantae  Sub kingdom : Viridi Plantae  Infra kingdom: Streptophyta   Super Division: Embryophyta  Devision :Tracheophyta  Class : Magnoliopsida  Super order : Asteranae  Order : Lamiales  Family : Verbenaceae  Genus :` Stachytapheta Species : Stachytarpheta jamaicensis (L) Vahl. (ITIS, 2022).  Definisi Umum Tanaman pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis (L.) Vahl) merupakan tanaman herba dari famili Verbenaceae yang banyak tumbuh di daerah tropis, termasuk Indonesia. Tanaman ini umumnya tumbuh liar di pinggir jalan, kebun, dan lahan terbuka. Ciri khas tanaman ini adalah batang tegak, daun berbentuk lonjong bergerigi, serta bunga kecil berwarna ungu yang tersusun memanjang menyerupai cambuk (pecut). Tanaman ini telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional karena memiliki berbagai kandungan senyawa bioaktif yang berkhasiat bagi kesehatan.  Kandungan Tanaman pecut kuda mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berperan dalam aktivitas farmakologis. Kandungan utama yang terdapat pada tanaman ini antara lain flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan senyawa fenolik. Selain itu, tanaman ini juga mengandung glikosida dan minyak atsiri dalam jumlah tertentu. Senyawa-senyawa tersebut diketahui memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antibakteri, serta antiinflamasi yang mendukung potensi tanaman ini sebagai obat herbal Khasiat Tanaman pecut kuda memiliki berbagai khasiat yang telah dimanfaatkan secara tradisional. Daun dan bagian tanaman lainnya sering digunakan untuk membantu mengatasi demam, batuk, radang tenggorokan, serta gangguan pencernaan. Selain itu, tanaman ini juga digunakan sebagai obat luka, karena memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi yang dapat mempercepat proses penyembuhan lalu untuk rematik , sakit tenggorokan , keputihan . Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa tanaman ini berpotensi sebagai antioksidan dan antidiabetes, sehingga dapat membantu menjaga kesehatan tubuh secara umum. Cara Pengolahan Pengolahan tanaman pecut kuda dapat dilakukan secara tradisional maupun modern. Secara tradisional, daun pecut kuda biasanya direbus untuk dijadikan air minum herbal atau ditumbuk untuk digunakan sebagai obat luar pada luka. Dalam pengolahan modern, bagian tanaman seperti daun dikeringkan terlebih dahulu, kemudian dihaluskan menjadi simplisia. Selanjutnya dilakukan proses ekstraksi menggunakan pelarut seperti etanol atau metanol dengan metode maserasi. Hasil ekstraksi disaring dan diuapkan hingga diperoleh ekstrak kental yang dapat digunakan untuk penelitian atau diformulasikan menjadi produk herbal seperti kapsul, salep, atau minuman kesehatan.  Daftar Pustaka Nadha, R et al. 2018. Pemanfaatan Daun Pecut Kuda (Stachytarpheta Jamaicensis L.) sebagai Teh Herbal Antidiabetes dan Antihiperlipidemi. Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE). Universitas Ngudi Waluyo. Diakses pada https://share.google/KzBOPkFhGjnA8P1lw Septiyadi, Set al. 2021. Penggunaan Daun Pecut Kuda sebagai Obat Tradisional di Desa Sukarame Kecamatan Leles, Garut, Jawa Barat. Universitas Garut. Diakses pada https://ejurnal.universitas-bth.ac.id/index.php/PSNDP/article/view/845

PECUT KUDA (Stachytarpheta jamaicensis L. ) Read More »

Srikaya ( Annona squamosa)

Nama Latin Annona squamosa Taksonomi Kingdom: Plantae Divisi: Spermatophyta Sub Divisi: Angiospermae Kelas: Dicotyledonae Ordo: Ranunculales Familia: Annonaceae Genus: Annona Spesies: Annona squamosa L. (Depkes RI, 2001)  Definisi Umum Tanaman srikaya (Annona squamosa) merupakan tanaman tropis dari famili Annonaceae yang banyak tumbuh di Indonesia. Tanaman ini dikenal sebagai tanaman buah yang memiliki nilai gizi tinggi dan banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Secara morfologi, tanaman ini berupa pohon kecil dengan buah berbentuk bulat bersegmen dan memiliki biji berwarna hitam. Selain buahnya, bagian lain seperti daun, biji, dan kulit batang juga memiliki potensi sebagai bahan obat karena mengandung senyawa bioaktif. Kandungan Tanaman srikaya mengandung berbagai senyawa kimia aktif yang termasuk dalam metabolit sekunder. Kandungan utama yang terdapat pada tanaman ini antara lain alkaloid (seperti annonain), flavonoid, saponin, serta senyawa acetogenin yang dikenal memiliki aktivitas biologis tinggi. Senyawa acetogenin merupakan komponen khas dari famili Annonaceae yang memiliki potensi sebagai agen sitotoksik atau antikanker. Selain itu, kandungan senyawa lainnya juga berperan sebagai antioksidan dan antibakteri.  Khasiat Tanaman srikaya memiliki berbagai khasiat yang telah dimanfaatkan secara tradisional maupun diteliti secara ilmiah. Daun srikaya digunakan sebagai obat untuk mengatasi bisul, luka, kudis, dan penyakit kulit lainnya. Selain itu, ekstrak tanaman ini juga memiliki aktivitas sebagai antibakteri, antivirus, serta berpotensi sebagai antikanker karena adanya senyawa acetogenin. Khasiat pada biji yaitu dapat mematangkan bisul , membasmi kutu kepala. Tanaman ini juga diketahui memiliki efek imunostimulan yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Cara Pengolahan Pengolahan tanaman srikaya dapat dilakukan secara tradisional maupun modern. Secara tradisional, daun srikaya biasanya direbus untuk dijadikan ramuan herbal atau ditumbuk dan digunakan sebagai obat luar untuk mengobati luka dan penyakit kulit. Sementara itu, dalam pengolahan modern, bagian tanaman seperti daun dan biji diekstraksi menggunakan pelarut (misalnya etanol) melalui metode maserasi untuk memperoleh senyawa aktif. Hasil ekstraksi kemudian dapat digunakan untuk penelitian farmakologi atau dikembangkan menjadi produk obat herbal. Daftar Pustaka Putra, I. G. I. P. (2015). Uji aktivitas antikanker ekstrak etanol biji srikaya (Annona squamosa L.) terhadap beberapa sel kanker manusia secara in vitro. Universitas Airlangga.http://repository.unair.ac.id/9292/ Haskito, A. E. P. (2011). Efek pemberian ekstrak daun srikaya (Annona squamosa L.) terhadap sistem imun. Universitas Airlangga.http://repository.unair.ac.id/84303/ Partogi, T. (1992). Isolasi dan identifikasi flavonoid dari daun srikaya. Universitas Airlangga.http://repository.unair.ac.id/9942/

Srikaya ( Annona squamosa) Read More »

Dadap Serep (Erythrina subumbrans (Hassk.) Merr.)

Nama Latin Erythrina subumbrans (Hassk.) Merr. Taksonomi Kingdom: Plantae Subkingdom: Tracheobionta Superdivisi: Spermatophyta Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Subkelas: Rosidae Ordo: Fabales Famili: Fabaceae Genus: Erythrina Spesies: Erythrina subumbrans (Hassk.) Merr. (Plantamor.com) Definisi Umum Dadap serep (Erythrina variegata) merupakan tanaman berpohon yang tumbuh liar di hutan, kebun, dan tanah lapang. Genus Erythrina berasal dari kata Yunani “erythros” yang berarti “merah” yang merujuk pada bunga. Spesies variegata memiliki arti berwarna tidak teratur yang merujuk pada daun (Singh & Kumar, 2020). Tanaman Dadap serep tumbuh baik pada daerah yang setengah kering dan lembab dengan curah hujan 800-1500 mm/tahun (Tamir & Temesgen, 2015). Kandungan Dadap serep (Erythrina variegata) teridentifikasi mengandung komponen dari golongan alkaloid, flavonoid, triterpenoid, tannin, polifenol, dan saponin. Berbagai kandungan komponen tersebut, tentunya kaya akan aktivitas antioksidan (Hemmalakshmi et al., 2016). Selain itu, ada aktivitas antiinflamasi (Reddy et al., 2015) serta aktivitas antibakteri. Khasiat Antioksidan yang terkandung di dalam dadap serep antioksidan berperan dalam menyeimbangkan kadar ROS (Reactive Oxygen Species) dan mempertahankan kondisi terhadap kerusakan jaringan luka (Hemmalakshmi et al., 2016). Selain itu, aktivitas antiinflamasi di dalam dadap serep berperan dalam menghambat aktivitas enzim lipooksiginase dan siklooksiginase (Reddy et al., 2015) serta aktivitas antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri maupun mikroorganisme (Mohammed et al., 2023), sehingga memiliki potensi sebagai obat dalam membantu penyembuhan luka. . Berbagai bagian tanaman ini telah digunakan sebagai obat untuk menurunkan nyeri, demam, kolesterol, asam urat, batuk, dan melancarkan ASI. Menurut penelitian yang dilakukan oleh (Santhiya et al., 2016) Cara Pengolahan Dadap serep bisa langsug didunakan dengan cara daunnya ditempelkan ke dahi untuk menurunkan demam. Selain itu, daun dadap serep juga dapat diolah menjadi obat tradisional dengan beberapa cara. Salah satunya dijadikan sebagai minuman tradisional obat. Cara pembuatannya relatif mudah diawali dengan pencucian daun dadap serep hingga bersih, dilanjutkan dengan melakukan perebusan, lalu daun yang sudah direbus disaring yang kemudian air rebusan dadap serep dapat dikonsumsi sebagai obat. Daftar Pustaka Rohmah N. 2024. Potensi Kandungan Fitokimia Tanaman Dadap Serep (Erythrina variegata) sebagai Antibakteri, Antiinflamasi, dan Antioksidan:A Narrative Review. Skripsi Program Studi Farmasi. Universitas Muhammadiyah Magelang. Fensynthia G. 2025. Daun Daadap Serep, Inilah Manfaat dan Tips Aman Menggunakannya. Artikel. Alodokter. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dadap Serep (Erythrina subumbrans (Hassk.) Merr.) Latin Name Erythrina subumbrans (Hassk.) Merr. Taxonomy Kingdom: Plantae Subkingdom: Tracheobionta Superdivision: Spermatophyta Division: Magnoliophyta Class: Magnoliopsida Subclass: Rosidae Order: Fabales Family: Fabaceae Genus: Erythrina Species: Erythrina subumbrans (Hassk.) Merr. (Plantamor.com) General Definition Cockspur coral tree (Erythrina variegata) is a tree species that grows wild in forests, gardens, and open fields. The genus Erythrina comes from the Greek word “erythros” which means “red,” referring to the flowers. The species variegata means irregularly colored, referring to the leaves (Singh & Kumar, 2020). Cockspur coral tree grows well in semi-arid and humid areas with an annual rainfall of 800-1500 mm (Tamir & Temesgen, 2015). Content Dadap serep (Erythrina variegata) has been identified to contain components from the groups of alkaloids, flavonoids, triterpenoids, tannins, polyphenols, and saponins. These various components are of course rich in antioxidant activity (Hemmalakshmi et al., 2016). In addition, there is anti-inflammatory activity (Reddy et al., 2015) as well as antibacterial activity. Benefits The antioxidants contained in dadap serep play a role in balancing ROS (Reactive Oxygen Species) levels and maintaining conditions against tissue damage in wounds (Hemmalakshmi et al., 2016). In addition, the anti-inflammatory activity in dadap serep helps inhibit the activity of lipoxygenase and cyclooxygenase enzymes (Reddy et al., 2015), as well as antibacterial activity that can inhibit the growth of bacteria and other microorganisms (Mohammed et al., 2023), giving it potential as a medicine to aid in wound healing. Various parts of this plant have been used as medicines to reduce pain, fever, cholesterol, uric acid, cough, and to promote breastfeeding. According to research conducted by (Santhiya et al., 2016) Processing Method Dadap serep can be used directly by placing its leaves on the forehead to reduce fever. In addition, dadap serep leaves can also be processed into traditional medicine in several ways. One of them is made into a traditional medicinal drink. The preparation method is relatively easy, starting with washing the dadap serep leaves until clean, then boiling them, and finally straining the boiled leaves. The resulting dadap serep decoction can then be consumed as medicine. References Rohmah N. 2024. Phytochemical Content Potential of Dadap Serep Plant (Erythrina variegata) as Antibacterial, Anti-inflammatory, and Antioxidant: A Narrative Review. Thesis, Pharmacy Study Program. Muhammadiyah University of Magelang. Fensynthia G. 2025. Dadap Serep Leaves, Here Are the Benefits and Safe Usage Tips. Article. Alodokter. Ministry of Health of the Republic of Indonesia.

Dadap Serep (Erythrina subumbrans (Hassk.) Merr.) Read More »

TERONG (Solanum melongena L.)

Nama Latin Solanum melongena L. Taksonomi Kingdom : Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Solanales Famili : Solanaceae Genus : Solanum Spesies : Solanum melongena L.                                                                (Sahetapy, 2012) Definisi Umum Tanaman terong ungu (Solanum melongena L.) merupakan tanaman hortikultura dari daerah tropis yang diduga berasal dari Asia, khususnya India dan Myanmar, serta telah menyebar luas ke berbagai wilayah tropis dan subtropis dunia. Tanaman ini termasuk dalam famili Solanaceae dan mampu tumbuh dengan baik hingga ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut. Secara sistematika, terong tergolong ke dalam divisi Spermatophytae, subdivisi Angiospermae, kelas Dicotyledonae, ordo Tubiflorae, genus Solanum, dan spesies Solanum melongena L. (Andria, 2022). Kandungan Terong ungu (Solanum melongena L.) merupakan sayuran dengan kandungan gizi yang cukup lengkap. Dalam 100 gram terong ungu terkandung sekitar kalori 25 kkal, karbohidrat 5,5 g, lemak 1,1 g, kalsium 15 mg, fosfor 37 mg, zat besi 0,4 mg, vitamin A, vitamin B1, vitamin C, serta kadar air yang tinggi ±92,7% (Rukmanasari, 2010). Selain itu, terong juga kaya akan serat, mineral seperti magnesium dan kalium, serta senyawa bioaktif seperti antosianin dan nasunin yang berperan sebagai antioksidan (Foodreference, 2010). Kandungan fenolik pada terong diketahui mampu menangkap radikal bebas sehingga berpotensi melindungi sel dari kerusakan oksidatif (Tiwari et al., 2009) Khasiat Cara Pengolahan Terong dapat diolah dengan berbagai cara sederhana, tergantung kebutuhan konsumsi: Pengolahan yang minim minyak seperti kukus atau rebus lebih disarankan agar kandungan nutrisi, terutama antioksidan, tetap terjaga. Daftar Pustaka Andria, N. A. (2022). Pertumbuhan dan produksi tanaman terong ungu (Solanum melongena L.) dengan pemberian plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) dan kompos tandan kosong kelapa sawit (Skripsi). Universitas Medan Area. https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/18911 Foodreference.com. (2010). Eggplant (aubergine) nutrition facts. https://www.foodreference.com/html/art-eggplant.html Tiwari, A., Sharma, M., & Pandey, G. (2009). Evaluation of antioxidant activity of eggplant (Solanum melongena L.). Persid, R., & Verma, S. (2014). Nutritional and antioxidant properties of eggplant (Solanum melongena L.). Rukmanasari. (2010). Kandungan gizi terong ungu. (Laporan/skripsi tidak dipublikasikan).

TERONG (Solanum melongena L.) Read More »

Sedap Malam (Polianthes tuberosa L.)

Nama Latin Polianthes tuberosa L. Taksonomi Kingdom: PlantaeSubkingdom: TracheobiontaDivisi: MagnoliophytaKelas: LiliopsidaOrdo: AsparagalesFamili: AsparagaceaeSubfamili: AgavoideaeGenus: Polianthes POWO (2024) Definisi Umum Bunga sedap malam (Polianthes tuberosa) adalah tanaman hias hijau abadi dari suku Agavaceae yang dikenal karena aromanya yang wangi, kuat, dan mekar pada malam hari. Tanaman berumbi ini populer sebagai bunga potong, bahan parfum/minyak atsiri, dan hiasan. Kandungan Bunga sedap malam mengandung berbagai jenis antioksidan. Di antaranya vitamin C, polifenol, antosianin, karotenoid dan flavonoid. Bunga sedap malam juga mengandung sedikit gula, sehingga aman bagi pengidap diabetes. Khasiat Berbagai macam kandungan tersebut dapat membantu meningkatkan kesehatan tubuh. Manfaatnya yakni mengobati bisul di kulit, mencegah anemia, meningkatkan fungsi jaringan tubuh serta mengusir radikal bebas. Cara Pengolahan – Ambil bunga (bisa ditambah akar), lalu cuci hingga bersih. – Rebus atau tumbuk sesuai kebutuhan: untuk diminum direbus dan disaring, sedangkan untuk pemakaian luar ditumbuk hingga halus. – Gunakan secara rutin, baik diminum (untuk kesehatan tubuh) atau ditempel (untuk masalah kulit). Daftar Pustaka Health Benefit Times. 2022. Know the Essence of Tuberose. (diakses 2022). International Plant Names Index. 2024. International Plant Names Index (IPNI). Tersedia pada: http://www.ipni.org(diakses 2024). Organic Facts. 2022. 8 Amazing Benefits of Tuberose. (diakses 2026). Royal Botanic Gardens, Kew. 2024. Plants of the World Online. Tersedia pada: https://powo.science.kew.org/(diakses 2024). United States Department of Agriculture – NRCS. 2024. Plant Profile. Tersedia pada: https://plants.usda.gov/(diakses 2024). Wijayanti, S., Kurnia, T. I. D., Ardiyansyah, F., As’ari, H., & Malis, E. 2024. Respon Morfologis dan Fisiologis Bunga Sedap Malam (Polianthes tuberosa L.) dengan Paparan Retardant. Jurnal Biosense, 7(1): 94–103

Sedap Malam (Polianthes tuberosa L.) Read More »

Suji Hijau (Dracaena angustifolia (Medik.) Roxb.)

Nama Latin Dracaena angustifolia (Medik.) Roxb. Taksonomi Kingdom : PlantaeSubkingdom : TracheobiontaDivisi : MagnoliophytaKelas : LiliopsidaOrdo : AsparagalesFamili : AsparagaceaeSubfamili : NolinoideaeGenus : Dracaena Definisi Umum Tanaman suji (Dracaena angustifolia) merupakan tanaman tropis yang banyak tumbuh di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai pewarna alami hijau pada makanan tradisional karena kandungan klorofilnya yang tinggi. Selain itu, suji juga digunakan sebagai tanaman obat tradisional karena memiliki berbagai senyawa bioaktif. Dalam sistem klasifikasi modern seperti APG III, tanaman ini termasuk dalam famili Asparagaceae. Kandungan Daun suji mengandung beberapa senyawa aktif, antara lain: Klorofil → sebagai pewarna alami dan antioksidanFlavonoid → berfungsi sebagai antioksidan dan antiinflamasiSaponin → berperan dalam meningkatkan sistem imunTanin → memiliki efek antiseptik dan astringen Khasiat Tanaman suji memiliki berbagai manfaat dalam pengobatan tradisional, di antaranya: Membantu sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebasMeredakan peradangan ringanMembantu menurunkan demamMelancarkan sistem pencernaanMembantu meredakan batuk dan iritasi tenggorokanMempercepat penyembuhan luka ringanDigunakan sebagai pewarna makanan alami yang aman Cara Pengolahan 1. Rebusan (Dekok) Digunakan untuk demam dan gangguan pencernaan. Langkah: Ambil 10–15 gram daun suji segarCuci hingga bersihRebus dengan 2 gelas airDidihkan selama ±15 menitSaring dan minum selagi hangat Aturan pakai:1–2 kali sehari 2. Perasan Daun (Pewarna alami & kesehatan) Digunakan sebagai pewarna makanan sekaligus menjaga kesehatan. Langkah: Ambil beberapa lembar daun sujiHaluskan dengan sedikit airSaring untuk diambil airnyaGunakan sebagai campuran makanan atau diminum 3. Campuran Ramuan Herbal Untuk meningkatkan manfaat kesehatan. Contoh: Daun suji + jahe → membantu menghangatkan tubuhDaun suji + madu → meredakan batukDaun suji + kunyit → membantu antiinflamasi 4. Penggunaan Luar (Topikal) Untuk luka ringan atau iritasi kulit. Langkah: Haluskan daun suji segarTempelkan pada bagian lukaBalut dengan kain bersih Daftar Pustaka Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2017. Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. Jakarta: Kemenkes RI. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, 2019. Pedoman Penggunaan Obat Tradisional. Jakarta: BPOM RI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, 2020. Informasi Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta: LIPI Press. World Health Organization, 2007. WHO Monographs on Selected Medicinal Plants. Geneva: WHO Press. Journal of Ethnopharmacology, n.d. Studi terkait tanaman herbal tropis.Wikipedia, n.d. Daun suji. Tersedia pada: https://id.wikipedia.org/wiki/Daun_suji

Suji Hijau (Dracaena angustifolia (Medik.) Roxb.) Read More »

Kamboja (Plumeria sp.)

Nama Latin Plumeria sp. Taksonomi Kingdom : PlantaeDivisi : Magnoliophyta (Spermatophyta)Kelas : Magnoliopsida (Dicotyledonae)Ordo : GentianalesFamili : ApocynaceaeGenus : Plumeria (Adrian ,2008) Definisi Umum Kamboja adalah sekelompok tumbuhan dalam genus Plumeria yang umumnya berupa pohon kecil atau semak, berbatang sukulen (berair), dan memiliki getah putih. Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah namun telah beradaptasi luas di daerah tropis, sering ditanam sebagai tanaman hias, peneduh, atau di area pemakaman. Bunganya harum, terdiri dari lima kelopak dengan warna putih, kuning, merah muda, hingga merah. Kandungan Tanaman kamboja (Plumeria acuminate, W.T.Ait) mengandung senyawa agoniadin, plumierid, asam plumerat, lipeol, dan asam serotinat, plumierid merupakan suatu zat pahit beracun. Menurut Sastroamidjojo (!967). kandungan kimia getah tanaman ini adalah damar dan asam plumeria C10H10O5 (oxymethyl dioxykaneelzuur) sedangkan kulitnya mengandung zat pahit beracun. Menurut Syamsulhidayat dan Hutapea (1991) akar dan daun Plumeria acuminate, W.T.Ait mengandung senyawa saponin, flavonoid, dan polifenol, selain itu daunnya juga mengandung alkaloid. Tumbuhan ini mengandung fulvoplumierin, yang memperlihatkan daya mencegah pertumbuhan bakteri, selain itu juga mengandung minyak atsiri antara lain geraniol, farsenol, sitronelol, fenetilalkohol dan linalool (Tampubolon, 1981). Kulit batang kamboja mengandung flavonoid, alkaloid, polifenol (Dalimartha, 1999 ; Prihandono, 1996). Khasiat Tanaman kamboja digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai: Cara Pengolahan Daftar Pustaka Center for Collaborative Research on Pharmacy (CCRF) UGM. (2008). Kamboja (Plumeria acuminata). Dalimartha, S., dr., 1999, Ramuan Tradisional untuk Pengobatan Kanker, hal 62-63, Penebar Swadata, Jakarta. Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta. (2021). Klasifikasi dan Manfaat Tanaman Kamboja. Kebun Raya Indrokilo Boyolali. (2025). Bunga Kamboja (Plumeria sp.). Jurnal Ilmiah Stigma (Unipasby). (n.d.). Pengaruh Ekstrak Etil Asetat Getah Kamboja (Plumeria sp.). Syamsuhidayat, S. S., dan Hutapea, J. R., 1991, Inventaris Tanaman Obat Indonesia (I), Departemen Kesehatan RI, Jakarta, page 452-453 Tampubolon, A.S., 1967, Obat Asli Indonesia, 214-215, Dian Rakjat, Jakarta

Kamboja (Plumeria sp.) Read More »

KELAPA (Cocos nucifera)

Nama Latin Cocos nucifera Taksonomi Kingdom: Plantae Subkingdom: Tracheobionta Super Divisi: Spermatophyta  Kelas; Liliopsida Sub Kelas: Arecidae Ordo; Palmales Famili: Palmae Genus: Cocos   Spesies: Cocos nucifera L Rukmana dan Yudirachman (2016)  Definisi Umum Kelapa (Cocos nucifera ) merupakan tanaman perkebunan dari famili Arecaceae yang banyak tumbuh di daerah tropis dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Tanaman ini dikenal sebagai “tree of life” karena hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan, mulai dari akar, batang, daun, hingga buahnya. Kandungan Buah kelapa mengandung berbagai zat gizi dan senyawa penting, antara lain: Khasiat   Kelapa memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan dan kehidupan sehari-hari, antara lain: Cara Pengolahan Cara Pengolahan kelapa dapat di jadikan santan dan kelapa parut dengan cara yaitu daging kelapa dan diperas untuk menghasilkan santan sebagai bahan pangan, lalu dapat dijadikan minyak kelapa melalui proses fermentasi atau pemanasan untuk menghasilkan minyak kelapa murni. Selain itu, dapat dikonsumsi langsung sebagai minuman segar atau diolah menjadi produk minuman.  Daftar Pustaka Salsabila, A et al. 2022. Nilai Manfaat Ekonomi Tanaman Kelapa (Cocos nucifera L.) di Pasar Tradisional Kemiri Muka di Kota Depok, Jawa Barat. Prosiding SEMNAS BIO 2022 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Diakses dari: https://share.google/1tAvMdRcKuuftD6VX  Fauzana, N., et al. (2021). Kajian etnobotani kelapa (Cocos nucifera L.). Diakses dari: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/semnasfarmasi22/article/view/48536 Universitas Udayana. (2013). Eksplorasi aktivitas farmakologi kelapa muda (Cocos nucifera L.). Diakses dari: https://ejournal1.unud.ac.id/index.php/wsnf/article/view/1214

KELAPA (Cocos nucifera) Read More »

BINTARO (Cerbera manghas/odollam)

Nama Latin Cerbera manghas/odollam Taksonomi Kingdom  : Plantae  Sub kingdom  : Tracheobionta  Super devisi  : Spermatophyta  Divisi   : Magnoliophyta  Kelas   : Magnoliopsida  sub kelas  : Asteridae  Ordo   : Gentianales  Famili : Apocynaceae   Genus  : Cerbera  Spesies  : Cerbera manghas Boiteau, Pierre L.                                                                        (Zailani; 2015)  Definisi Umum Tanaman bintaro (Cerbera odollam) merupakan tumbuhan dari famili Apocynaceae yang dikenal sebagai tanaman pantai dan memiliki kandungan senyawa toksik seperti cerberin. Secara umum, bintaro dimanfaatkan sebagai sumber pestisida nabati karena mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, tanin, dan steroid yang bersifat racun bagi organisme pengganggu tanaman. Berdasarkan penelitian, ekstrak daun bintaro memiliki sifat antifedan (penolak makan) dan racun perut yang efektif dalam mengendalikan hama, khususnya ulat krop kubis (Crocidolomia pavartata), dengan tingkat mortalitas tinggi serta mampu menghambat perkembangan larva menjadi pupa dan imago, sehingga berpotensi besar sebagai alternatif pengendalian hama yang ramah lingkungan dibanding pestisida kimia sintetis. Kandungan Daun bintaro (Cerbera odollam) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, tanin, steroid, fenol, serta racun cerberin yang bersifat toksik dan berfungsi sebagai penolak makan serta penghambat pertumbuhan hama seperti ulat krop kubis (Crocidolomia pavartata). Khasiat Cara Pengolahan Cara pengolahan daun bintaro (Cerbera odollam) sebagai pestisida nabati cukup sederhana, yaitu daun segar ditumbuk halus lalu direndam dalam pelarut (misalnya air atau aseton) selama ±48 jam, kemudian disaring untuk diambil ekstraknya. Hasil ekstrak dapat dipanaskan hingga menjadi lebih kental, lalu sebelum digunakan dicampur air dan bahan perekat (seperti tween) agar mudah menempel pada daun tanaman. Larutan ini selanjutnya diaplikasikan dengan cara disemprotkan pada tanaman yang terserang hama seperti ulat krop kubis (Crocidolomia pavartata). Daftar Pusstaka Asikin, S., & Akhsan, N. (2020). Efektivitas Ekstrak Daun Tumbuhan Bintaro (Cerbera odollam), Bayam Jepang (Amaranthus viridis) dan Paku Perak (Niprolepis hirsutula) Terhadap Ulat Krop Kubis (Crocidolomia pavartata). Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab, 2(2), 111–117. Utami, S., Syaufina, L., & Haneda, N. F. (2010). Daya racun ekstrak kasar daun bintaro (Cerbera odollam Gaertn.) terhadap larva Spodoptera litura. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 15(2), 96–100. Rohimatun, S., & Sondang. (2011). Bintaro (Cerbera manghas) sebagai pestisida nabati. Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 17(1), 1–6. 

BINTARO (Cerbera manghas/odollam) Read More »

Scroll to Top