May 2026

Amis-amisan (Houttuynia cordata Thunb.)

Nama Latin Houttuynia cordata Thunb. Taksonomi Definisi Umum Tanaman amis-amisan (Houttuynia cordata Thunb.) merupakan tanaman herba yang tumbuh di daerah lembap dan teduh, seperti di tepi sungai, sawah, dan hutan tropis maupun subtropis. Tanaman ini memiliki ciri khas berupa daun berbentuk hati dengan aroma menyengat yang khas seperti bau amis, sehingga dikenal dengan nama lokal amis-amisan. Selain digunakan sebagai tanaman liar, di beberapa negara Asia tanaman ini juga dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan obat tradisional. Dalam praktik etnobotani, Houttuynia cordata telah lama digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan, peradangan, demam, serta gangguan pencernaan. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa tanaman ini memiliki aktivitas farmakologis yang luas, termasuk sebagai antiinflamasi, antivirus, antibakteri, dan antioksidan, sehingga banyak dikembangkan dalam bidang fitofarmaka modern (Lu et al., 2006; Kumar et al., 2014). Kandungan Kimia Tanaman amis-amisan (Houttuynia cordata Thunb.) mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berperan dalam aktivitas biologisnya. Kandungan utama meliputi flavonoid seperti quercetin, rutin, dan hyperin yang berfungsi sebagai antioksidan kuat. Selain itu, tanaman ini kaya akan minyak atsiri yang mengandung senyawa seperti methyl nonyl ketone dan lauryl aldehyde yang memberikan aroma khas serta berperan dalam aktivitas antimikroba dan antivirus. Senyawa lain yang ditemukan meliputi alkaloid, tanin, saponin, serta senyawa fenolik yang memiliki efek antiinflamasi dan imunomodulator. Kandungan nutrisi seperti vitamin dan mineral juga terdapat dalam jumlah tertentu. Kombinasi senyawa tersebut menjadikan Houttuynia cordata memiliki potensi besar sebagai bahan obat herbal untuk mengatasi berbagai penyakit infeksi dan peradangan (Lu et al., 2006; Kumar et al., 2014). Khasiat Tanaman amis-amisan memiliki berbagai manfaat kesehatan, antara lain: Cara Pengolahan a. Rebusan Herbal Digunakan untuk infeksi, demam, dan peradangan. b. Konsumsi Segar (Lalapan) Digunakan untuk menjaga kesehatan tubuh dan meningkatkan daya tahan. c. Infus Herbal d. Obat Luar Daftar Pustaka Lu, H. M., Liang, Y. Z., & Yi, L. Z. (2006). Anti-inflammatory effect of Houttuynia cordata injection. Journal of Ethnopharmacology. Kumar, M., et al. (2014). Phytochemical and pharmacological profile of Houttuynia cordata. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry. Tjitrosoepomo, G. (2013). Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Harborne, J. B. (1987). Metode Fitokimia. Bandung: ITB Press. Departemen Kesehatan RI. (2017). Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Amis-amisan (Houttuynia cordata Thunb.) Read More »

Bunga Merak (Caesalpinia pulcherrima L.)

Nama Latin Caesalpinia pulcherrima L. Taksonomi Kingdom : Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Fabales Famili : Fabaceae Genus : Caesalpinia Spesies : Caesalpinia pulcherrima L.3. Definisi Umum Tanaman bunga merak (Caesalpinia pulcherrima L.) merupakan tanaman perdu hias yang banyak tumbuh di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Tanaman ini dikenal karena bunganya yang mencolok dengan warna merah, oranye, dan kuning serta benang sari yang panjang menyerupai ekor merak. Bunga merak biasanya ditanam sebagai tanaman ornamental di pekarangan, taman, dan pinggir jalan, namun juga memiliki nilai etnobotani karena telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional. Tanaman ini tumbuh baik pada tanah berdrainase baik dengan paparan sinar matahari penuh. Dalam praktik tradisional, bagian daun, bunga, dan bijinya digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan seperti demam, peradangan, dan infeksi. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa Caesalpinia pulcherrima mengandung senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas farmakologis seperti antiinflamasi, antimikroba, dan antioksidan, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan obat herbal (Gupta et al., 2012; Kumar et al., 2011). Kandungan KimiaTanaman bunga merak (Caesalpinia pulcherrima L.) mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berperan penting dalam aktivitas biologisnya. Kandungan utama meliputi flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang berfungsi sebagai antioksidan dan antimikroba. Selain itu, tanaman ini juga mengandung glikosida, terpenoid, serta senyawa fenolik yang berperan dalam aktivitas antiinflamasi dan analgesik. Beberapa penelitian juga melaporkan adanya kandungan minyak atsiri dan senyawa bioaktif lainnya pada bagian bunga dan daun yang memberikan efek farmakologis tambahan. Kombinasi senyawa tersebut menjadikan Caesalpinia pulcherrima memiliki potensi sebagai agen terapeutik alami dalam pengobatan tradisional maupun pengembangan fitofarmaka modern (Gupta et al., 2012; Kumar et al., 2011).5. Khasiat Tanaman bunga merak memiliki berbagai manfaat kesehatan, antara lain: Cara Pengolahan a. Rebusan Daun atau Bunga Digunakan untuk demam dan peradangan. b. Obat Luar c. Infus Herbal d. Ramuan Tradisional Daftar Pustaka Gupta, M., et al. (2012). Phytochemical and pharmacological properties of Caesalpinia pulcherrima. International Journal of Pharmaceutical Sciences. Kumar, A., et al. (2011). Medicinal properties of Caesalpinia pulcherrima. Journal of Medicinal Plants Research. Tjitrosoepomo, G. (2013). Taksonomi Tumbuhan Obat. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Harborne, J. B. (1987). Metode Fitokimia. Bandung: ITB Press. Departemen Kesehatan RI. (2017). Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Bunga Merak (Caesalpinia pulcherrima L.) Read More »

Bambu Apus (Gigantochloa apus (J.A. & J.H. Schult.) Kurz)

Nama Latin Gigantochloa apus (J.A. & J.H. Schult.) Kurz. Taksonomi Kingdom : PlantaeDivisi : MagnoliophytaKelas : LiliopsidaOrdo : PoalesFamili : PoaceaeGenus : GigantochloaSpesies : Gigantochloa apus Definisi Umum Bambu apus (Gigantochloa apus) merupakan salah satu jenis bambu yang banyak tumbuh di wilayah tropis, terutama di Indonesia. Tanaman ini dikenal memiliki batang ramping, ruas panjang, serta dinding batang yang relatif tipis namun kuat, sehingga banyak dimanfaatkan dalam kerajinan, konstruksi ringan, dan bahan anyaman tradisional. Bambu apus biasanya tumbuh berumpun di daerah dengan curah hujan tinggi dan tanah yang subur. Selain nilai ekonominya, tanaman ini juga memiliki peran ekologis penting dalam mencegah erosi tanah dan menjaga keseimbangan lingkungan. Dalam pemanfaatan tradisional, bagian rebung (tunas muda) sering dikonsumsi sebagai bahan pangan, sementara daun dan batangnya digunakan dalam pengobatan tradisional. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bambu apus mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan dan antimikroba, sehingga mulai dikaji dalam pengembangan produk herbal dan pangan fungsional (Widjaja, 2001; Liese & Köhl, 2015). Kandungan Bambu apus (Gigantochloa apus) mengandung berbagai senyawa kimia yang bermanfaat, baik pada bagian rebung, daun, maupun batangnya. Rebung bambu diketahui kaya akan nutrisi seperti karbohidrat, protein, serat, vitamin (terutama vitamin B kompleks dan vitamin C), serta mineral seperti kalium, kalsium, dan fosfor. Selain itu, rebung juga mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan alami. Pada bagian daun dan batang, ditemukan kandungan silika, lignin, serta selulosa yang memberikan kekuatan struktural pada tanaman. Senyawa metabolit sekunder seperti tanin dan saponin juga ditemukan dalam jumlah tertentu dan berkontribusi terhadap aktivitas antimikroba. Kandungan tersebut menjadikan bambu apus tidak hanya bernilai sebagai bahan bangunan dan pangan, tetapi juga berpotensi sebagai bahan baku dalam pengembangan obat tradisional dan produk kesehatan (Liese & Köhl, 2015; Nirmala et al., 2018). Khasiat Tanaman bambu apus memiliki berbagai manfaat, antara lain:Sumber pangan bergiziRebung mengandung serat tinggi dan rendah lemak, baik untuk kesehatan pencernaan.AntioksidanKandungan flavonoid dan fenolik membantu menangkal radikal bebas.Menjaga kesehatan pencernaanSerat tinggi membantu melancarkan sistem pencernaan.Menurunkan kolesterolKonsumsi rebung dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.AntimikrobaSenyawa tertentu membantu menghambat pertumbuhan mikroorganisme.Menjaga kesehatan tulangKandungan mineral seperti kalsium dan fosfor mendukung kesehatan tulang. Cara Pengolahan a. Pengolahan Rebung (Pangan)Kupas rebung bambu apusIris sesuai kebutuhanRebus untuk menghilangkan rasa pahitOlah menjadi sayur, tumis, atau gulai b. Rebusan DaunAmbil daun bambu secukupnyaCuci bersihRebus dengan air hingga mendidihSaring dan gunakan sebagai minuman herbal c. Tepung RebungIris tipis rebungKeringkanHaluskan menjadi tepungDigunakan sebagai bahan pangan alternatif. d. Penggunaan TradisionalAir rebusan rebung digunakan untuk membantu menjaga kesehatan tubuhDaun digunakan sebagai bahan ramuan herbal sederhana Daftar Pustaka Widjaja, E. A. (2001). Identikit Jenis-jenis Bambu di Jawa. Bogor: Pusat Penelitian Biologi LIPI.Liese, W., & Köhl, M. (2015). Bamboo: The Plant and its Uses. Springer.Nirmala, C., David, E., & Sharma, M. L. (2018). Changes in nutrient components during ageing of bamboo shoots. International Journal of Food Sciences and Nutrition.Departemen Kesehatan RI. (2017). Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.Tjitrosoepomo, G. (2013). Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Bambu Apus (Gigantochloa apus (J.A. & J.H. Schult.) Kurz) Read More »

Beringin (Ficus benjamina L.)

Nama Latin Ficus benjamina L. Taksonomi Kingdom : PlantaeDivisi : MagnoliophytaKelas : MagnoliopsidaOrdo : RosalesFamili : MoraceaeGenus : FicusSpesies : Ficus benjamina L. Definisi Umum Tanaman beringin (Ficus benjamina L.) merupakan pohon besar yang banyak tumbuh di wilayah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Tanaman ini dikenal memiliki akar gantung yang khas serta tajuk yang lebat dan rindang, sehingga sering dimanfaatkan sebagai tanaman peneduh di area publik maupun pekarangan. Beringin juga memiliki nilai ekologis tinggi karena mampu menyerap polutan udara dan menyediakan habitat bagi berbagai organisme. Dalam pengobatan tradisional, bagian tanaman seperti daun, kulit batang, dan akar digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan seperti luka, diare, dan peradangan. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa Ficus benjamina mengandung senyawa bioaktif yang berperan dalam aktivitas farmakologis seperti antioksidan, antimikroba, dan antiinflamasi, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan obat herbal (Sirisha et al., 2010; Joseph & Raj, 2011). Kandungan Tanaman beringin (Ficus benjamina L.) mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang mendukung aktivitas biologisnya. Kandungan utama meliputi flavonoid, tanin, dan saponin yang berperan sebagai antioksidan dan antimikroba. Selain itu, ditemukan juga senyawa alkaloid, triterpenoid, serta sterol yang memiliki aktivitas antiinflamasi dan analgesik. Ekstrak daun dan kulit batang beringin juga mengandung senyawa fenolik yang berfungsi dalam menangkal radikal bebas dan melindungi sel tubuh dari kerusakan oksidatif. Kombinasi senyawa tersebut menjadikan tanaman ini memiliki potensi farmakologis yang luas, termasuk sebagai agen penyembuh luka, antibakteri, dan antioksidan alami (Sirisha et al., 2010; Joseph & Raj, 2011). Khasiat Tanaman beringin memiliki berbagai manfaat kesehatan, antara lain:AntiinflamasiMembantu mengurangi peradangan pada tubuh.AntimikrobaEfektif melawan bakteri dan jamur penyebab penyakit.Penyembuhan lukaMempercepat proses penyembuhan luka luar.AntidiareDigunakan sebagai obat tradisional untuk diare.AntioksidanMelindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.Menjaga kesehatan kulitDigunakan untuk mengatasi iritasi dan infeksi kulit. Cara Pengolahan a. Rebusan DaunAmbil beberapa lembar daun beringinCuci bersihRebus dengan 2–3 gelas air hingga tersisa 1 gelasSaring dan minumDigunakan untuk mengatasi diare dan peradangan. b. Obat LuarTumbuk daun segar hingga halusTempelkan pada luka atau kulit yang iritasi c. Air Rebusan Kulit BatangAmbil kulit batang secukupnyaRebus dengan airGunakan air rebusan untuk diminum atau sebagai antiseptik alami d. Getah TanamanAmbil getah secukupnyaOleskan pada bagian luka ringan Daftar Pustaka Sirisha, N., et al. (2010). Antioxidant properties of Ficus species. African Journal of Biotechnology.Joseph, B., & Raj, S. J. (2011). Phytopharmacological and phytochemical properties of Ficus species. International Journal of Pharmaceutical Sciences Review and Research.Tjitrosoepomo, G. (2013). Taksonomi Tumbuhan Obat. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.Harborne, J. B. (1987). Metode Fitokimia. Bandung: ITB Press.Departemen Kesehatan RI. (2017). Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Beringin (Ficus benjamina L.) Read More »

Lagundi (Vitex negundo L.)

Nama Latin Vitex negundo L. Taksonomi Kingdom : PlantaeDivisi : MagnoliophytaKelas : MagnoliopsidaOrdo : LamialesFamili : LamiaceaeGenus : VitexSpesies : Vitex negundo L. Definisi Umum Tanaman lagundi (Vitex negundo L.) merupakan tanaman perdu yang tumbuh di daerah tropis dan subtropis, termasuk Asia Tenggara. Tanaman ini umumnya ditemukan di tepi sungai, semak belukar, dan lahan terbuka dengan paparan sinar matahari cukup. Lagundi memiliki ciri khas berupa daun majemuk menjari dengan lima helai anak daun, beraroma khas, serta bunga kecil berwarna ungu kebiruan. Dalam pengobatan tradisional, lagundi telah lama digunakan untuk mengatasi gangguan pernapasan seperti batuk, asma, dan bronkitis, serta sebagai antipiretik dan analgesik. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa Vitex negundo mengandung senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas farmakologis seperti antiinflamasi, antimikroba, dan antioksidan, sehingga tanaman ini banyak dikaji dalam pengembangan obat herbal modern (Dharmasiri et al., 2003; Zheng et al., 2015). Kandungan Tanaman lagundi (Vitex negundo L.) mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berperan penting dalam aktivitas biologisnya. Kandungan utama meliputi flavonoid seperti casticin, luteolin, dan vitexin yang berfungsi sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Selain itu, tanaman ini juga mengandung minyak atsiri yang terdiri dari sabinene, limonene, dan cineole yang berkontribusi terhadap aktivitas antimikroba dan ekspektoran. Senyawa lain seperti alkaloid, tanin, saponin, iridoid glikosida, dan terpenoid juga ditemukan dalam berbagai bagian tanaman lagundi. Kombinasi senyawa tersebut memberikan efek farmakologis yang luas, termasuk sebagai bronkodilator, analgesik, dan imunomodulator, sehingga mendukung pemanfaatannya dalam pengobatan tradisional maupun modern (Zheng et al., 2015; Tiwari et al., 2012). Khasiat Tanaman lagundi memiliki berbagai manfaat kesehatan, antara lain:Mengatasi batuk dan asmaMembantu melegakan saluran pernapasan dan mengurangi produksi dahak.AntiinflamasiMengurangi peradangan pada tubuh.AntimikrobaMelawan bakteri dan jamur penyebab penyakit.AntipiretikMenurunkan demam.AnalgesikMengurangi nyeri, termasuk nyeri sendi dan sakit kepala.AntioksidanMelindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. a. Rebusan DaunAmbil 5–7 lembar daun lagundiCuci bersihRebus dengan 2–3 gelas air hingga tersisa 1 gelasSaring dan minumDigunakan untuk batuk, asma, dan demam. b. Ramuan Uap (Inhalasi)Rebus daun lagundi dalam airHirup uapnyaDigunakan untuk melegakan saluran pernapasan. c. Obat LuarTumbuk daun segarTempelkan pada bagian tubuh yang nyeri atau bengkak d. Infus HerbalSeduh daun kering dengan air panasDiamkan 10–15 menitSaring dan minum Daftar Pustaka Dharmasiri, M. G., et al. (2003). Anti-inflammatory and analgesic activities of Vitex negundo. Journal of Ethnopharmacology.Zheng, C. J., et al. (2015). Phytochemical and pharmacological profile of Vitex negundo. Journal of Natural Medicines.Tiwari, O. P., et al. (2012). Chemical composition and biological activities of Vitex negundo. International Journal of Pharmaceutical Sciences.Tjitrosoepomo, G. (2013). Taksonomi Tumbuhan Obat. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.Departemen Kesehatan RI. (2017). Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Lagundi (Vitex negundo L.) Read More »

LIDAH MERTUA (Sansevieria trifasciata)

Nama Latin Sansevieria trifasciata Taksonomi Kingdom: Plantae  Divisi: Magnoliophyta Kelas: Liliopsida  Ordo: Asparagales  Famili: Asparagaceae Genus: Sansevieria  Spesies: Sansevieria trifasciata Prain  (Kementerian Pertanian RI, 2014).  Definisi Umum Lidah mertua merupakan tanaman hias yang populer karena bentuk daunnya yang tegak dan tahan terhadap kondisi lingkungan. Tanaman ini juga dikenal memiliki kemampuan menyerap polutan udara.  Kandungan Tanaman ini mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, polifenol, dan serat yang berperan dalam aktivitas antioksidan dan antibakteri (Kemenkes RI, 2017).  Khasiat Lidah mertua bermanfaat sebagai penyaring udara alami, antibakteri, serta digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi peradangan dan luka ringan. Khasiat daun yaitu obat gatal – gatal , penyakit gula dan darah tinggi Cara Pengolahan Secara tradisional, daun lidah mertua dapat ditumbuk dan digunakan sebagai obat luar untuk luka, atau direbus dan airnya digunakan sebagai ramuan herbal dalam jumlah terbatas.  Daftar Pustaka Kementerian Pertanian RI. (2014). https://repository.pertanian.go.id Kementerian Kesehatan RI. (2017). https://farmalkes.kemkes.go.id Dalimartha, S. (2006). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia.

LIDAH MERTUA (Sansevieria trifasciata) Read More »

MAHONI (Swietenia mahagoni )

Nama Latin Swietenia mahagoni (L.) Jacq.  Taksonomi Kingdom: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida  Ordo: Sapindales Famili: Meliaceae  Genus: Swietenia Spesies: Swietenia mahagoni (L.) Jacq.  (Kementerian Kehutanan RI, 2011).  Definisi Umum Mahoni merupakan tanaman pohon yang banyak digunakan sebagai tanaman pelindung dan kayunya dimanfaatkan untuk bahan bangunan. Selain itu, biji mahoni juga dikenal sebagai bahan obat tradisional.  Kandungan Biji mahoni mengandung senyawa flavonoid, saponin, alkaloid, dan limonoid yang berperan sebagai antioksidan dan memiliki aktivitas farmakologis (Kemenkes RI, 2017).  Khasiat Mahoni memiliki khasiat sebagai antidiabetes, antihipertensi, antiinflamasi, serta membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Cara Pengolahan Dalam pengobatan tradisional, biji mahoni biasanya dikeringkan lalu diseduh atau direbus untuk diminum sebagai ramuan herbal, terutama untuk membantu menurunkan gula darah.  Daftar Pustaka Kementerian Kehutanan RI. (2011). https://forestdigest.com Kementerian Kesehatan RI. (2017). https://farmalkes.kemkes.go.id Dalimartha, S. (2006). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia.

MAHONI (Swietenia mahagoni ) Read More »

MANGGA (Mangifera indica )

Nama Latin Mangifera indica Taksonomi Kingdom:  Plantae Divisi: Magnoliophyta  Kelas: Magnoliopsida  Ordo: Sapindales Famili: Anacardiaceae  Genus: Mangifera  Spesies: Mangifera indica L.  (Kementerian Pertanian RI, 2012).  Definisi Umum Mangga merupakan tanaman buah tropis yang sangat populer di Indonesia dan memiliki banyak varietas. Buahnya memiliki rasa manis hingga asam dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan serta obat tradisional.  Kandungan Mangga mengandung vitamin C, vitamin A, flavonoid, fenol, serta serat yang tinggi. Kandungan antioksidan dalam mangga berperan dalam menjaga kesehatan dan menangkal radikal bebas (Kemenkes RI, 2017).  Khasiat Mangga bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan mata, melancarkan pencernaan, serta sebagai antioksidan yang membantu mencegah penyakit kronis. Khasiat Daun yaitu anti diabetes, hasiat buah yaitu meningkatkan kebugaran, dan Khasiat biji yaitu anti diare Cara Pengolahan Secara tradisional, daun mangga dapat direbus dan diminum sebagai herbal untuk membantu mengontrol gula darah, sedangkan buahnya dikonsumsi langsung atau diolah menjadi jus sebagai sumber vitamin alami.  Daftar Pustaka Kementerian Pertanian RI. (2012). https://repository.pertanian.go.id Kementerian Kesehatan RI. (2017). https://farmalkes.kemkes.go.id Dalimartha, S. (2006). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia.

MANGGA (Mangifera indica ) Read More »

MANGGIS (Garcinia mangostana)

Nama Latin Garcinia mangostana Taksonomi Kingdom: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Ordo: Malpighiales Famili: Clusiaceae Genus: Garcinia Spesies: Garcinia mangostana L.  (Kementerian Pertanian RI, 2013).  Definisi Umum Manggis merupakan tanaman buah tropis yang banyak dibudidayakan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Buah ini dikenal sebagai “queen of fruits” karena rasanya yang manis dan memiliki nilai ekonomi tinggi, serta banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan obat tradisional.  Kandungan Kulit buah manggis mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti xanton, flavonoid, tanin, dan polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan kuat. Selain itu, buahnya juga mengandung vitamin C dan serat yang baik untuk kesehatan tubuh (Kemenkes RI, 2017). Khasiat Manggis memiliki berbagai khasiat seperti sebagai antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, serta membantu meningkatkan sistem imun. Kandungan xanton juga berperan dalam mencegah penyakit degeneratif seperti kanker dan penyakit jantung. Khasiat Kulit yaitu anti peradangan , mencegah sakit urat syaraf , maag , kanker , tumor Cara Pengolahan Dalam pengobatan tradisional, kulit manggis biasanya dikeringkan kemudian direbus untuk diambil airnya sebagai minuman herbal, sedangkan buahnya dapat dikonsumsi langsung untuk menjaga kesehatan tubuh.  Daftar Pustaka Kementerian Pertanian RI. (2013). https://repository.pertanian.go.id Kementerian Kesehatan RI. (2017). https://farmalkes.kemkes.go.id Dalimartha, S. (2006). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia.

MANGGIS (Garcinia mangostana) Read More »

MANGKOKAN ( Nothopanax Scatellarium )

Nama Latin Nothopanax Scatellarium Taksonomi Kingdom: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Ordo: Apiales Famili: Araliaceae Genus: Polyscias Spesies: Polyscias scutellaria Definisi Umum Tanaman mangkokkan merupakan tanaman hias yang juga dikenal sebagai tanaman obat. Daunnya berbentuk seperti mangkuk sehingga disebut mangkokkan. Tanaman ini sering dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.  Kandungan Kandungan yang terdapat pada tanaman mangkokkan yaitu Flavonoid, Saponin, Alkaloid, dan Tanin Khasiat Khasiat yang terdapat pada mangkokkan yaitu Membantu pertumbuhan rambut, Antiinflamasi, Antibakteri, dan Menyembuhkan luka. lalu khasiat akar yaitu obat radang payudara , luka , susah kencing , rambut rontok Cara Pengolahan Daun mangkokkan banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional, terutama untuk perawatan rambut dan penyembuhan luka. Daun biasanya direbus, kemudian air rebusannya digunakan untuk keramas guna membantu menyuburkan rambut. Selain itu, daun juga dapat ditumbuk halus dan ditempelkan pada luka atau kulit yang mengalami peradangan untuk mempercepat penyembuhan. Daftar Pustaka Dalimartha, S. (2006). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta: Puspa Swara. Kementerian Kesehatan RI. (2017).  Farmakope Herbal Indonesia Edisi II.Diakses dari: https://farmalkes.kemkes.go.id Harborne, J. B. (1998).  Phytochemical Methods: A Guide to Modern Techniques of Plant Analysis. Springer.

MANGKOKAN ( Nothopanax Scatellarium ) Read More »

Scroll to Top