Blog

Keji Beling (Strobilanthes crispa)

Nama Tumbuhan Keji beling (Strobilanthes crispa) Taksonomi Tumbuhan Definisi Umum Keji beling termasuk ke dalam famili tumbuhan Acanthaceae. Di Indonesai dikenal dengan nama daerah daun picah beling, dan enyoh kelo. Keji beling dapat tumbuh dengan ketinggian berkisar 50-100 cm , tanaman ini tumbuh baik di tanah liat dengan ketinggian 50-1.200 mdpl. Diperbanyak menggunakan stek batang atau cabang yng sudah tua (AgroMedia, 2007). Keji beling merupakan tanaman habitus berupa semak, tinggi 1-2 m. Batang beruas, bentuk bulat, berbulu kasar, percabangan monopodial, hijau. Daun tunggal, berhadapan, lanset atau lonjong, tepi beringgit, ujung meruncing, pangkal runcing, panjang 9-18 cm, lebar 3-8 cm, bertangkai pendek, pertulangan menyirip, hijau. Bunga majemuk, bentuk bulir, mahkota bentuk corong, berambut, ungu, kelopak berambut pendek, kuning, benang sari empat, putih, kuning. Buah bulat, coklat. Biji bulat, kecil, pipih, coklat. Akar tunggang, coklat muda (Nurchayati et al., 2021). Kandungan Kandungan senyawa aktif yang terdapat dalam tumbuhan keji beling berupa fenolik, flavonoid, saponin dan steroid (Dharma et al., 2014). Selain itu, terdapat juga kandungan senyawa aktif kalium, natrium, kalsium, asam silikat, dan alkaloida yang terkandung dalam tumbuhan keji beling (Soenanto & Kuncoro, 2005). Khasiat Keji Beling berkhasiat sebagai peluruh batu ginjal (Dharma et al., 2014). Selain itu, keji beling dimanfaatkan sebagai antidiabetes (Djamil et al., 2020). Keji beling juga bermnafaat untuk pengobatan kencing manis (diabetes), wasir (ambeien), sembelit (susah buang air besar), dan buang air kecil kurang lancar (Soenanto & Kuncoro, 2005). Daun keji beling juga kerap digunakan untuk mengatasi tubuh yang gatal kena ulat atau semut hitam (Hamidah et al., 2017). Cara Pengolahan Pengolahan minuman keji beling menyiapkan daun segar 8-7 lembar, rebus daun tersebut dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas air atau setengahnya, kemudian dinginkan dan saring. Setelah dingin air rebusan sudah siap diminum dengan takaran tiga kali sehari masing-masing minum satu gelas (Nurchayati et al., 2021). Daftar Pustaka

Keji Beling (Strobilanthes crispa) Read More »

Tempuyung (Sonchus arvensis)

Nama Tanaman Tempuyung (Sonchus arvensis) Taksonomi Tanaman Definisi Umum Tempuyung adalah tanaman obat yang termasuk dalam famili Asteraceae dan sering ditemukan di berbagai wilayah Indonesia. Tanaman tempuyung di Indonesia memiliki nama yang berbeda pada setiap daerah nya, seperti di Sunda dikenal dengan nama lalakina, galibud, lemping, tayana, di Jawa dikenal dengan nama tempuyung (Aspan & Sherley, 2008). Tanaman ini dikenal sebagai tumbuhan liar yang mudah tumbuh di tempat-tempat lembap, seperti di selokan, parit, kebun kosong, dan pinggir jalan. Tanaman ini memiliki bentuk daun mirip tombak dan memanjang, tepi daun berunerigi, dan teksturnya tipis dan halus. Batangnya tegak dan bundar. Sedangkan bunganya berwarna kuning dengan susunan daun tempuyung berkumpul (Qodir & Juraid, 2019). Kandungan Kandungan senyawa aktif yang terdapat pada tanaman tempuyung berupa steroid, saponin dan fenolik (Sy et al., 2019). Flavonoid merupakan senyawa aktif lainnya yang terkandung dalam tempuyung (Pribadi, 2020). Selain itu, terdapat juga kandungan senyawa aktif alkaloid, triterpenoid, triterpen, dan minyak atsiri (Putra et al., 2013). Khasiat Tempuyung berkhasiat sebagai pengobatan kencing batu, asam urat, penghilang bengkak, bisul hingga sariawang (Gunarti et al., 2021). Selain itu, dapat digunakan untuk membantu meluruhkan batu ginjal, menjaga kesehatan ginjal, dan menurunkan tekanan darah (Winarto, 2022). Cara Pengolahan Membuat ramuan minuman dari daun tempuyung dapat dilakukan dengan memanfaatkan 9 lembar daun tempuyung, 2 genggam daun kumis kucing, 2 pohon ciplukan yang tingginya 40 cm serta 3 biji kelapa hijau yang airnya kira-kira 600 ml. Masak ramuan tersebut dengan 600 ml air kelapa hijau sampai tersisa 400 ml airnya dengan api sedang. Rebusan tersebut dapat diminum pagi dan sore (Nurchayati et al., 2021). Daftar Pustaka

Tempuyung (Sonchus arvensis) Read More »

Kapulaga (Bougenvillea spectabilis Wild)

Nama Tumbuhan Kapulaga (Amomum compactum Sol. ex Maton) Taksonomi Tumbuhan Definisi Umum Kapulaga merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai bumbu dapur maupun obat-obatan, tanaman ini termasuk ke dalam keluarga jahe-jahe. Sebaran tumbuhan kapulga mulai dari daerah tropis di Asia Selatan, terutama di India, Sri Lanka, dan Nepal, termasuk juga di Indonesia (Safitri, 2019). Nama lokal kapulaga disetiap daerahnya berbeda-beda di Indonesia dikenal dengan nama kapulogo di Jawa, kapol di Sunda, kapolag/palagha di Madura, karkolaka di Bali, dam garidimong di Bugis (Alfian et al., 2024). Tanaman ini memiliki batang semu yang tersusun atas pelepah-pelepah daun, daun memanjang, dan satu rumpun tanaman dapat terdiri dari 20-30 batang semu yang tumbuh rizoma, batang tua akan mati dan diganti oleh batang muda yang tumbuh dari rizoma lain. Buahnya berbentuk bulat berwarna cokelat dan mengandung biji-biji kecil beraroma khas, buah kapulaga berkumpul  dalam tandan kecil dan pendek yang menempel di atas tanah, setiap tandan dapat berisi 10-20 butir buah (Abdurahim et al., 2022). Kandungan Kandungan senyawa aktif yang terdapat dalam tanaman kapulaga adalah minyak atsiri flavonoid, alkaloid, tannin, polifeno, terpenoid, steroid, dan saponin (Irfan & Haryoto, 2022). Selain itu, terdapat juga kandungan senyawa aktif asam fenolat, kuinon, kumarin, lignin, dan stilbenes yang terkandung dalam kapulaga Kapulaga juga merupakan sumber mineral seperti kalium, kalsium, dan magnesium (Permatasari et al., 2022). Khasiat Kapulaga   merupakan   sumber   mineral seperti kalium, kalsium, dan magnesium. dimana kalium merupakan komponen penting dari sel dan cairan tubuh yang membantu mengontrol detak jantung dan tekanan darah (Supriani, 2019). Tanaman ini juga dapat bemnafaat sebagai antibakteri, antioksidan, antidiabetes, sitotoksik, antiinflamasi, dan antikarsinogenik (Irfan & Haryoto, 2022). Tanaman kapulaga digunakan juga untuk pasien Anastesi SAB setelah pasca tindakan sebagai aromaterapi untuk menurunkan rasa mual muntah (Kapyarso et al., 2024). Cara Pengolahan Membuat minuman untuk kesehatan dari bahan baku kapulaga dilakukan dengan mendidihkan 3 gelas air (600 ml), setelah air mendidih, masukan bahan baku tambahan, seperti 4 lembar daun pandan wangi, 5 biji kapulaga, 1 potongan jahe. Setelaht itu, tambahkan 2 sendok makan gula untuk memberikan rasa manis pasa minuman, lalu masak dengan api sedang salama 10 menit, hingga menjadi 2 gelas air (400 ml). Tuangkan dalam gelas, minuman siap disajikan dan dinikmati (Yunitasari, 2018). Daftar Pustaka

Kapulaga (Bougenvillea spectabilis Wild) Read More »

Sembung (Blumea balsamifera L)

Nama Tumbuhan Sembung (Blumea balsamifera L) Taksonomi Tumbuhan Definisi Umum Sembung (Blumea balsamifera) merupakan salah satu tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional, bagian tumbuhan sembung yang digunakan sebagai obat adalah daunnya (Ruhardi & Sahumena, 2021). Persebaran tumbuhan ini tersebar luas di Asia, mulai dari India, China, China Selatan, Taiwan, Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Setiap daerah yang ada di Indonesia memiliki penyebutan tumbuhan sembung, di Jawa dikenal dengan sebutan sembung gontung, di Madura dikenal dengan sebutan kemandin, di Sunda dikenal dengan sebutan sembung utan, dan di Melayu di kenal dengan sebutan sembung (AgroMedia, 2008). Sembung dapat dengan mudah ditemui dan tumbuh liar di ladang, hutan, tepi sungai, dan pekarangan rumah, serta tumbuh baik di dataran renda hingga ketinggian 2.200 mdpl. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan habitus berupa perdu dengan tinggi lebih dari 4 m. Batang tegak bulat, warnanya hijau tua, bagian atas batang berbulu lebat dan aromatis. Daun tunggal, tersebar, berbulu, bentuknya lonjong dengan ukuran panjang 6-30 cm dan lebar 1,5-12 cm, pangkal dan ujung daun meruncing, tepinya rata, pertulangan daun menyirip. Bunga majemuk, bertangkai, bentuknya seperti tandan, terdapat di ketiak daun dan ujung batang, warna mahkota bunga putih kekuningan. Bentuk buah kotak silindris, keras, berambut, warnanya putih kecoklatan. Bentuk biji pipih, berwarna putih. Akar tunggang, berwarna putih susu (Aspan & Sherley, 2008), Kandungan Senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan sembung berupa dihidroflavonol, luteolin-7-methyl ether, bioflavonoid, L-borneol, dan minyak atsiri (Ocktaviani et al., 2023). Flavonoid merupakan senyawa aktif lainnya yang terkadung dalam sembung (Ruhardi & Sahumena, 2021). Khasiat Sembung berkhasiat dapat mengobati influenza, rematik, nyeri haid, haid tidak teratur, demam, asma, batuk, bronchitis, perut kembung, diare, dan diabetes (Mustapa et al., 2024). Tumbuhan ini juga dimanfaatkan sebagai antikanker payudara (Ocktaviani et al., 2023). Cara Pengolahan Pengolahan sembung dibuat dengan cara mencuci bersih daun sembung segar dan ditiriskan. Kemudian daun sembung dikeringkan pada suhu ruang selama 14 hari. Daun yang sudah kering kemudian diblender dan diayak dengan ayakan 80 mesh. Kemudian sebanyak 1 gram serbuk daun sembung ini direbus dengan 100 mL air selama 7 menit (Kusumawati & Yogeswara, 2020). Daftar Pustaka

Sembung (Blumea balsamifera L) Read More »

Lempuyang (Zingiber zerumbet L)

Nama Tumbuhan Lempuyang (Zingiber zerumbet L) Taksonomi Tumbuhan Definisi Umum Lempuyang gajah adalah salah satu spesies tumbuhan menahun dari famili Zingiberaceae (suku temu-temuan) (Arviani et al., 2016). Tanaman ini merupakan tanaman semak semusim berbatamg semu, batang perpanjangan pelelpah daun yang berbentuk bulat, daun mempunyai susunan tunggal berseling, berwarna hijau, berbentuk bulat telur panjang, unjungnya meruncing, dan bagian tepi rata. Bunga tanaman ini berbentuk tandan yang muncul dari batang dalam tanah, yang bewarna hijau atau hijau kemerahan/keunguan. Spesies ini memiliki kebiasaan membentuk rimpang atau stolon (Wahyuni et al., 2013). Tumbuhan yang dikenal dengan nama ilmiah Zingiber zerumbet ini berasal dari bioma beriklim tropis basah di daerah kawasan Asia tropis dan subtropis. Tanaman ini mempunyai tiga jenis yang berbeda yakni lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val), lempuyang gajah (Zingiber zerunbet Linn), lempuyang emprit (Zingiber Americans BI) (Fatmawati & Rohmah, 2022). Kandungan Kandungan senyawa aktif yang terdapat dalam tanaman lempuyang berupa zerumbon,terpenoid, alkaloid, saponin, dan tanin (Affandi & Setyono, 2024). Selain itu, lempuyang gajah juga mengandung flavonoid  (Wahidah et al., 2021). Khasiat Lempuyang gajah berkhasiat untuk melangsingkan badan, penambah nafsu makan, penghangat badan, obat pusing, obat disentri, mengatasi radang tenggorokan, dan membantu mengeluarkan gas pada perut kembung. .Selain itu tanaman lempuyang dapat digunakan untuk mengatasi reaksi alergi makanan, encok dan rematik, serta penambah darah (Nurchayati et al., 2021). Cara Pengolahan Pengolahan minuman dari lempuyang gajah dilakukan dengan cara mencuci bersih rimpang lempuyang dengan alir mengalir dan mengupas kulitnya, lalu Iris kecil-kecil rimpang lempuyang. Kemudian Rebus potongan lempuyang dengan 2 gelas air sama dengan 400 ml dalam air selama 15-20 menit, Saring air rebusan dan biarkan dingin sebelum diminum bisa ditambahkan gula merah atau madu untuk menambah rasa (Nurchayati et al., 2021). Daftar Pustaka

Lempuyang (Zingiber zerumbet L) Read More »

Sambiloto (Andrographis paniculata)

Nama Tumbuhan Sambiloto (Andrographis paniculata) Taksonomi Tumbuhan Definisi Umum Sambiloto (Andrographis paniculata) adalah tanaman obat herbal yang tumbuh subur di daerah beriklim tropis dengan curah hujan antara 2.000–3.000 mm per tahun. Tanaman ini dapat ditemukan di dataran rendah hingga ketinggian 900 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sambiloto tersebar luas di berbagai negara Asia seperti India, China, Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Di Indonesia, tanaman ini memiliki banyak nama lokal, seperti ki oray atau ki peurat (Jawa Barat), takilo dan bidara (Jawa Tengah & Timur), serta pepaitan atau ampadu (Sumatera). Ciri fisiknya: tumbuhan herba tegak setinggi 40–90 cm, bercabang banyak, memiliki daun lonjong, dan bunga kecil berwarna putih keunguan. Buahnya berbentuk kapsul dengan biji kecil, gepeng, dan berwarna cokelat muda. Tanaman ini dapat diperbanyak melalui biji atau stek batang. Kandungan Sambiloto dikenal mengandung berbagai senyawa aktif penting, di antaranya: Senyawa-senyawa tersebut berperan penting dalam efek farmakologis tanaman ini, seperti antiinflamasi, imunostimulan, dan antivirus. Khasiat Cara Pengolahan Catatan: karena rasanya sangat pahit, dapat ditambahkan madu sebagai pemanis alami. Daftar Pustaka

Sambiloto (Andrographis paniculata) Read More »

Kemuning (Murraya paniculata L)

Nama Tumbuhan Kemuning (Murraya paniculata L) Taksonomi Tumbuhan Definisi Umum Kemuning adalah semak kecil atau pohon kecil yang tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis. Selain, sebagai tanaman yang mengandung senyawa aktif dan bermanfaat bagi kesehatan dan kemuning juga seringkali digunakan sebagai tanaman pagar atau tanaman hias. Sebaran tumbuhan ini sendiri tersebar dari daratan India hingga Asia Selatan. Termasuk di Indonesia, penyebutan tanaman kemuning di Indonesia di setiap daerahnya berbeda-beda, di Sunda dikenal dengan nama kamuning, di Jawa dikenal dengan nama kumuning, di Bali dikenal dengan nama kajen, di Madura dikenal dengan nama kamoneng, dan di Maluku dikenal dengan nama tanasa. Kemuning biasa tumbuh liar di semak belukar, tepi hutan, dan perkarangan rumah. Selain itu, kemuning dapat ditemui pada ketinggian 400 mdpl. Perbanyakan kemuning bisa dilakukan dengan secara vegetatif maupun generatif. Tumbuh mencapai ketinggian sekitar 3-8 cm, memiliki daun majemuk menyirip, bunga putih harum, dan buah kecil berwarna merah cerah (Saparinto & Susiana, 2024). Kandungan Senyawa aktif yang terkandung dalam kemuning berupa phenolhidrokuinon, flavonoid dan   steroid (Suci et al., 2019). Selain itu, terdapat juga kandungan saponin, tanin, steroid/triterpenoid, minyak atsiri dan kumarin (Farida et al., 2021). Khasiat Kemuning berkhasiat sebagai pengobatan haid tidak teratur, melancarkan peredaran darah, dan mengobati sakit gigi berlubang (Mindarti & Nurbaeti, 2015). Tumbuhan ini juga dapat digunakan sebagai anti diare dan pelangsing badan (Kusumo et al., 2017). Selain itu, kemuning digunakan untuk membantu mengatasi masalah pernapasan seperti asma (Elvina Safitri et al., 2020). Manfaat kemuning juga dapat menurunkan kadar kolesterol darah (Aviani et al., 2022). Cara Pengolahan Pembuatan minuman kemuning, ambil 9 lembar daun kemuning seberat 90 gr, serta herbal sambiloto sejumlah 35 g dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air (600 ml) bersih hingga air nya tersisa 1 gelas air (200 ml) setelah itu disaring lalu diminum 3 kali sehari (Otia et al., 2024). Daftar Pustaka

Kemuning (Murraya paniculata L) Read More »

Penandatanganan MoU

Naturindo Menandatangani MoU Pengolahan Tanaman Pegagan

Rabu (21/5), PT Naturindo Fresh yang diwakili oleh Direktur Utama Bapak Teguh Adhi Nugroho dan Manajer Produksi Ibu Duana Candradewi menghadiri acara panen raya pegagan (Centella asiatica) dan juga penandatanganan kerja sama (MoU) pengolahan hasil tanaman pegagan di Desa Sidoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Turut hadir dalam acara tersebut yaitu G.K.B.R.A.A Paku Alam dan Bupati Kulon Progo Bapak Agung Setyawan. Acara tersebut merupakan Implementasi dari kolaborasi pentahelix. Kolaborasi pentahelix adalah pendekatan strategis dalam pembangunan yang mengintegrasikan lima unsur utama—pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media—untuk menciptakan sinergi lintas sektor dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program berbasis kepentingan bersama. 🌱🙌 Model ini bertujuan untuk menghadirkan solusi inovatif, inklusif, dan berkelanjutan dengan memanfaatkan kekuatan dan peran unik masing-masing aktor, sehingga mampu menjawab tantangan pembangunan secara holistik dan adaptif di era disrupsi.✨ PT Naturindo Fresh akan berkolaborasi dengan komunitas petani dalam pengolahan pegagan (Centella asiatica) dengan pendampingan dari Fakultas Farmasi UGM dan difasilitasi oleh Pemerintah Daerah dengan Dana Keistimewaan. 🙌 #kolaborasi#NaturindoGroup#Naturindo#ptnaturindofresh#naturindofit#kulonprogo#samigaluh#sidoharjo

Naturindo Menandatangani MoU Pengolahan Tanaman Pegagan Read More »

PT Naturindo Fresh Gelar Refresh CPOTB untuk Karyawan Divisi Produksi

Dalam komitmennya untuk menjadi yang terdepan dalam industri obat tradisional, PT Naturindo Fresh menggandeng Universitas Alma Ata Yogyakarta untuk menyelenggarakan refreshment training mengenai Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Pelatihan intensif ini ditujukan khusus bagi seluruh karyawan Divisi Produksi untuk memperkuat kapabilitas dan menjamin mutu produk. Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap proses produksi di PT Naturindo Fresh tidak hanya mematuhi, tetapi melampaui standar industri yang ditetapkan oleh BPOM. Ini adalah investasi jangka panjang kami dalam menciptakan operasional yang presisi, berdaya saing, dan berkelanjutan. Apa Itu CPOTB dan Mengapa Sangat Penting? Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) adalah seperangkat pedoman wajib yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Tujuannya sederhana namun krusial: Penerapan CPOTB secara disiplin adalah bukti utama bahwa sebuah perusahaan serius dalam menjaga kepercayaan konsumen dan menghasilkan produk herbal yang unggul. Komitmen Kualitas Terwujud dalam Layanan Maklon Profesional Di PT Naturindo Fresh, kualitas bukanlah sekadar slogan, melainkan inti dari setiap layanan kami. Komitmen ini kami buktikan dengan sertifikasi CPOTB resmi dari BPOM RI dan dukungan tim ahli yang berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri herbal. Kami menyediakan jasa maklon obat tradisional yang komprehensif untuk mewujudkan produk impian Anda. Anda dapat fokus pada pemasaran, sementara kami menangani seluruh proses produksi dari hulu ke hilir. Layanan maklon kami meliputi berbagai bentuk sediaan: Dari pemilihan bahan baku terbaik hingga pengemasan produk yang siap didistribusikan, kami memastikan setiap tahap dilakukan sesuai standar CPOTB untuk menghasilkan produk yang aman, berkhasiat, dan berkualitas tinggi. Siap Wujudkan Produk Herbal Berkualitas Anda? Jangan ragu untuk mengambil langkah pertama. Konsultasikan ide dan kebutuhan produk Anda dengan tim ahli kami. Empowered people. Compliant systems. Future-proof production. #PTNaturindoFresh #UniversitasAlmaAta #bpom #OperationalExcellence #SustainableGrowth #TeamDevelopment #knowledgeispower #RefresmentTrainingCPOTB

PT Naturindo Fresh Gelar Refresh CPOTB untuk Karyawan Divisi Produksi Read More »

Daun Kelor

Daun Kelor Sebagai Alternatif Pencegahan Stunting

Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman yang dapat tumbuh di daerah tropis dan dapat tumbuh pada dataran rendah hingga ketinggian 700m di atas permukaan laut.  Tanaman kelor merupakan salah satu tanaman perdu yang memiliki ketinggian 7-11 meter, dapat tumbuh dan bertahan pada musim kering dengan toleransi terhadap kekeringan hingga 6 bulan serta mudah untuk pembiakannya. Kelor dikenal sebagai The Miracle Tree karena telah dibuktikan secara alamiah dapat menjadi sumber gizi yang memiliki khasiat obat (Marhaeni, 2021). Di Indonesia, masalah gizi pada anak serta kesehatan pada ibu masih diperlukan perhatian yang lebih serius. Apabila terjadi kekurangan gizi yang banyak dibawah angka kebutuhan gizi pada anak, maka akan dapat menyebabkan stunting. Bahkan dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan pada anak sehingga menyebabkan anak menjadi lebih pendek yang disebabkan karena kekurangan gizi dan juga memiliki risiko yang dapat mengurangi kesehatan anak dan kematian pada anak (Fatmawati dkk, 2022). Pada bulan Desember 2023, angka stunting mengalami penurunan menjadi 21,5%, namun seharusnya target dari penurunan stunting adalah mencapai 14% (Kemenkes, 2024). Oleh karena itu, diperlukan upaya mencegahan stunting dengan memanfaatkan salah satu tanaman lokal yaitu tanaman kelor (Moringa oleifera). Menurut Integrated Taxonomic Information System (ITIS), klasifikasi tanaman kelor adalah sebagai berikut: Kingdom         : Plantae Phylum            : Tracheophyta Class               : Magnolipsida Order               : Brassicales Family             : Moringaceae Genus              : Moringa Species            : Moringa oleifera Lam. Morfologi Daun Kelor Tanaman kelor merupakan pohon dengan kayu lunak, mempunyai kualitas rendah dengan diameter 30 cm. Daun tanaman kelor berkarakteristik sirip tak sempurna, bentuk seperti telur, kecil sebesar ujung jari. Memiliki daun berwarna hijau hingga hijau kecokelatan, memiliki panjang 1-3 cm, dengan lebar 4 mm sampai 1 cm, mempunyai ujung daun tumpul, pangkal daun membulat, dan tepi daun rata. Memiliki bunga berwarna putih, putih kekuning kuningan (krem) atau merah, bergantung pada jenis atau spesiesnya (Marhaeni, 2021). Kandungan Senyawa Kimia yang Terdapat Pada Daun Kelor Senyawa Senyawa caffeid acid, kaempferol, quercetin, dan tocopherol pada tanaman kelor mempunyai potensi  untuk mencegah stunting melalui aktivitas antioksidan yang ada di dalamnya (Rurisari, 2021). Selain itu, Daun kelor (moringa oleifera) merupakan tanaman kaya akan gizi, diantaranya yaitu Fe, As. Folat, Ca, dan fosfor (Irawan, 2020). Khasiat Tanaman Kelor Tanaman kelor memiliki beberapa nutrisi yang bahkan memiliki sifat perbaikan khusus dan dapat digunakan sebagai antifibrotik, antiinflamasi, antimikroba, antihiperglikemik, antioksidan, antitumor serta antikanker (Susanti dan Nurman, 2022) Cara Pengolahan Secara Tradisional             • Dicuci segengam daun kelor segar             • Direbus dengan air sebanyak 1-2 gelas hingga mendidih             • Lalu siap diminum selagi hangat Produksi Secara Modern PT Naturindo Fresh menyediakan layanan maklon dalam bentuk kapsul, serbuk oral, cairan obat dalam, cairan obat luar, minuman serbuk, biskuit sehingga anda dapat memilih bentuk sediaan yang sesuai dengan target dan kebutuhan konsumen. Kami mengelola produksi mulai dari pemilihan bahan baku yang berkualitas hingga proses pengemasan dan siap didistribusikan sehingga anda dapat memastikan bahwa produk yang dihasilkan berkualitas. Komitmen kami terhadap kualitas dibuktikan dengan sertifikasi CPOTB yang diperoleh dari BPOM RI dan juga didukung oleh tim yang sudah berpengelaman dibidang herbal selama lebih dari 10 tahun. Konsultasikan dulu sekarang! Sumber Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. 2017. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Fatmawati, N., Zulfiana, Y., & Julianti, I. (2022). Pengaruh Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Pencegahan Stunting. Journal of Fundus, 3(1), 1-6. Irwan, Z. (2020). Kandungan Zat Gizi Daun Kelor (Moringa Oleifera) Berdasarkan Metode Pengeringan. Jurnal Kesehatan Manarang, 6(1), 69-77. ITIS. Moringa oleifera Lam. Diakses dari https://www.gbif.org/species/3054181 Kemenkes. 2024. Presiden: Permasalahan Kesehatan Harus Diatasi Bersama. Diakses dari https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20240424/0545350/presiden permasalahan-kesehatan-harus-diatasi-bersama/ Marhaeni, L. S. (2021). Daun Kelor (Moringa oleifera) sebagai Sumber Pangan Fungsional dan Antioksidan. AGRISIA-Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 13(2). Ruriasri, C., Yuniastuti, A., Susanti, R., & Nugrahaningsih, W. H. (2021, December). Identifikasi Senyawa Bioaktif Moringa Oleifera Lam. Sebagai Antioksidan Melalui Ligan Pada Mammalian Target Of Rapamycin (Mtor) Pathway Untuk Prediksi Pencegahan Stunting Secara In Silico. In Prosiding Seminar Nasional Biologi (Vol. 9, pp. 256-261). Susanti, A., & Nurman, M. (2022). Manfaat Kelor (Moringa Oleifera) Bagi Kesehatan. Jurnal Kesehatan Tambusai, 3(3), 509-513. Moringa Leaves as an Alternative for Stunting Prevention Moringa leaves (Moringa oleifera) come from a plant that thrives in tropical regions and can grow in lowland areas up to an elevation of 700 meters above sea level. The moringa plant is a shrub that grows to a height of 7–11 meters; it can survive dry seasons with a drought tolerance of up to six months and is easy to propagate. Moringa is known as the “Miracle Tree” because it has been proven to be a natural source of nutrition with medicinal properties (Marhaeni, 2021) In Indonesia, child nutrition and maternal health still require more serious attention. If a child’s nutritional intake falls significantly below their nutritional requirements, it can lead to stunting. This can even disrupt a child’s growth and development, resulting in shorter stature due to malnutrition, as well as posing risks that may compromise the child’s health and lead to child mortality (Fatmawati et al., 2022). By December 2023, the stunting rate had decreased to 21.5%, though the target for reducing stunting is to reach 14% (Ministry of Health, 2024). Therefore, efforts to prevent stunting are needed by utilizing one of the local plants, namely the moringa tree (Moringa oleifera). According to the Integrated Taxonomic Information System (ITIS), the classification of the moringa plant is as follows: Kingdom : Plantae Phylum : Tracheophyta Class : Magnoliophyta Order : Brassicales Family : Moringaceae Genus : Moringa Species : Moringa oleifera Lam. Morphology of Moringa Leaves The moringa plant is a softwood tree of low quality with a diameter of 30 cm. Moringa leaves are characterized by an imperfectly pinnate arrangement, are egg-shaped, and are small, about the size of a fingertip. The leaves range in color from green to brownish-green, are 1–3 cm long and 4 mm to 1 cm wide, and have blunt tips, rounded bases, and smooth margins. The flowers are white, creamy white, or red, depending on the variety or species (Marhaeni, 2021). Chemical Compounds Found in Moringa Leaves The compounds caffeic acid, kaempferol, quercetin, and tocopherol in moringa plants

Daun Kelor Sebagai Alternatif Pencegahan Stunting Read More »

Scroll to Top