Srikaya ( Annona squamosa)

Nama Latin

Annona squamosa

Taksonomi

Kingdom: Plantae

Divisi: Spermatophyta

Sub Divisi: Angiospermae

Kelas: Dicotyledonae

Ordo: Ranunculales

Familia: Annonaceae

Genus: Annona

Spesies: Annona squamosa L.

(Depkes RI, 2001) 

Definisi Umum

Tanaman srikaya (Annona squamosa) merupakan tanaman tropis dari famili Annonaceae yang banyak tumbuh di Indonesia. Tanaman ini dikenal sebagai tanaman buah yang memiliki nilai gizi tinggi dan banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Secara morfologi, tanaman ini berupa pohon kecil dengan buah berbentuk bulat bersegmen dan memiliki biji berwarna hitam. Selain buahnya, bagian lain seperti daun, biji, dan kulit batang juga memiliki potensi sebagai bahan obat karena mengandung senyawa bioaktif.

Kandungan

Tanaman srikaya mengandung berbagai senyawa kimia aktif yang termasuk dalam metabolit sekunder. Kandungan utama yang terdapat pada tanaman ini antara lain alkaloid (seperti annonain), flavonoid, saponin, serta senyawa acetogenin yang dikenal memiliki aktivitas biologis tinggi. Senyawa acetogenin merupakan komponen khas dari famili Annonaceae yang memiliki potensi sebagai agen sitotoksik atau antikanker. Selain itu, kandungan senyawa lainnya juga berperan sebagai antioksidan dan antibakteri. 

Khasiat

Tanaman srikaya memiliki berbagai khasiat yang telah dimanfaatkan secara tradisional maupun diteliti secara ilmiah. Daun srikaya digunakan sebagai obat untuk mengatasi bisul, luka, kudis, dan penyakit kulit lainnya. Selain itu, ekstrak tanaman ini juga memiliki aktivitas sebagai antibakteri, antivirus, serta berpotensi sebagai antikanker karena adanya senyawa acetogenin. Khasiat pada biji yaitu dapat mematangkan bisul , membasmi kutu kepala. Tanaman ini juga diketahui memiliki efek imunostimulan yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Cara Pengolahan

Pengolahan tanaman srikaya dapat dilakukan secara tradisional maupun modern. Secara tradisional, daun srikaya biasanya direbus untuk dijadikan ramuan herbal atau ditumbuk dan digunakan sebagai obat luar untuk mengobati luka dan penyakit kulit. Sementara itu, dalam pengolahan modern, bagian tanaman seperti daun dan biji diekstraksi menggunakan pelarut (misalnya etanol) melalui metode maserasi untuk memperoleh senyawa aktif. Hasil ekstraksi kemudian dapat digunakan untuk penelitian farmakologi atau dikembangkan menjadi produk obat herbal.

Daftar Pustaka

Putra, I. G. I. P. (2015). Uji aktivitas antikanker ekstrak etanol biji srikaya (Annona squamosa L.) terhadap beberapa sel kanker manusia secara in vitro. Universitas Airlangga.
http://repository.unair.ac.id/9292/

Haskito, A. E. P. (2011). Efek pemberian ekstrak daun srikaya (Annona squamosa L.) terhadap sistem imun. Universitas Airlangga.
http://repository.unair.ac.id/84303/

Partogi, T. (1992). Isolasi dan identifikasi flavonoid dari daun srikaya. Universitas Airlangga.
http://repository.unair.ac.id/9942/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top