naturindofresh

Naturindo Fresh Audiensi dengan Puro Pakualaman: Memajukan Jamu sebagai Warisan Budaya

Senin (26/5), PT Naturindo Fresh, salah satu Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) di D.I. Yogyakarta, dengan bangga mengumumkan audiensi strategisnya dengan Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam di Puro Pakualaman. Pertemuan ini menjadi langkah penting bagi Naturindo Fresh, yang merupakan bagian dari Gabungan Pengusaha Jamu DIY (GP Jamu DIY), untuk memperkenalkan diri dan visinya dalam melestarikan serta mengembangkan jamu tradisional Indonesia. Inovasi Produk Herbal dan Wisata Kesehatan Unggulan Dalam audiensi tersebut, Naturindo Fresh mempresentasikan beragam produk jamu sebagai obat bahan alam, aneka minuman sehat berbahan dasar rempah, dan tanaman obat. Produk-produk ini ditekankan sebagai solusi alami untuk meningkatkan imunitas tubuh secara preventif dan promotif. Selain itu, Naturindo Fresh juga memperkenalkan inisiatif Wellness Tourism terintegrasi di Kabupaten Kulon Progo. Sebagai pelopor wisata kesehatan di DIY, Taman Jamu Naturindo dirancang sebagai wahana edukasi yang memungkinkan pengunjung mengenal lebih dekat jamu sebagai obat bahan alam, serta menikmati berbagai jenis terapi dan spa tradisional dalam satu kawasan. Dukungan Penuh dari Puro Pakualaman untuk Jamu Mendunia Sambutan hangat dari GKBRAA Paku Alam memberikan motivasi besar bagi Naturindo Fresh dan seluruh pelaku IKM di DIY. Beliau menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi pengembangan budaya jamu sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang diakui UNESCO. Dukungan ini tidak hanya terbatas pada pengenalan jamu di lingkungan DIY, tetapi juga mencakup upaya menghubungkan Naturindo Fresh dengan investor dalam dan luar negeri. Khususnya, GKBRAA Paku Alam siap membuka jaringan untuk pengembangan pasar luar negeri, dengan fokus utama pada Malaysia dan Arab Saudi. Naturindo Fresh berharap langkah kecil ini akan membawa dampak besar bagi masa depan jamu Indonesia, menjadikannya dikenal dan diapresiasi di kancah internasional. #NaturindoFresh#Pakualaman#GustiPutri#KolaborasiStrategis#ProdukHerbalIndonesia#BanggaProdukLokal#KesehatanAlami#SinergiUntukKemajuan#AudiensiBersama#HerbalUntukBangsa#UMKMBerdaya#GPJamuDIY#DewanJamuIndonesia

Naturindo Fresh Audiensi dengan Puro Pakualaman: Memajukan Jamu sebagai Warisan Budaya Read More »

Penandatanganan MoU

Naturindo Menandatangani MoU Pengolahan Tanaman Pegagan

Rabu (21/5), PT Naturindo Fresh yang diwakili oleh Direktur Utama Bapak Teguh Adhi Nugroho dan Manajer Produksi Ibu Duana Candradewi menghadiri acara panen raya pegagan (Centella asiatica) dan juga penandatanganan kerja sama (MoU) pengolahan hasil tanaman pegagan di Desa Sidoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Turut hadir dalam acara tersebut yaitu G.K.B.R.A.A Paku Alam dan Bupati Kulon Progo Bapak Agung Setyawan. Acara tersebut merupakan Implementasi dari kolaborasi pentahelix. Kolaborasi pentahelix adalah pendekatan strategis dalam pembangunan yang mengintegrasikan lima unsur utama—pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media—untuk menciptakan sinergi lintas sektor dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program berbasis kepentingan bersama. 🌱🙌 Model ini bertujuan untuk menghadirkan solusi inovatif, inklusif, dan berkelanjutan dengan memanfaatkan kekuatan dan peran unik masing-masing aktor, sehingga mampu menjawab tantangan pembangunan secara holistik dan adaptif di era disrupsi.✨ PT Naturindo Fresh akan berkolaborasi dengan komunitas petani dalam pengolahan pegagan (Centella asiatica) dengan pendampingan dari Fakultas Farmasi UGM dan difasilitasi oleh Pemerintah Daerah dengan Dana Keistimewaan. 🙌 #kolaborasi#NaturindoGroup#Naturindo#ptnaturindofresh#naturindofit#kulonprogo#samigaluh#sidoharjo

Naturindo Menandatangani MoU Pengolahan Tanaman Pegagan Read More »

PT Naturindo Fresh Gelar Refresh CPOTB untuk Karyawan Divisi Produksi

Dalam komitmennya untuk menjadi yang terdepan dalam industri obat tradisional, PT Naturindo Fresh menggandeng Universitas Alma Ata Yogyakarta untuk menyelenggarakan refreshment training mengenai Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Pelatihan intensif ini ditujukan khusus bagi seluruh karyawan Divisi Produksi untuk memperkuat kapabilitas dan menjamin mutu produk. Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap proses produksi di PT Naturindo Fresh tidak hanya mematuhi, tetapi melampaui standar industri yang ditetapkan oleh BPOM. Ini adalah investasi jangka panjang kami dalam menciptakan operasional yang presisi, berdaya saing, dan berkelanjutan. Apa Itu CPOTB dan Mengapa Sangat Penting? Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) adalah seperangkat pedoman wajib yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Tujuannya sederhana namun krusial: Penerapan CPOTB secara disiplin adalah bukti utama bahwa sebuah perusahaan serius dalam menjaga kepercayaan konsumen dan menghasilkan produk herbal yang unggul. Komitmen Kualitas Terwujud dalam Layanan Maklon Profesional Di PT Naturindo Fresh, kualitas bukanlah sekadar slogan, melainkan inti dari setiap layanan kami. Komitmen ini kami buktikan dengan sertifikasi CPOTB resmi dari BPOM RI dan dukungan tim ahli yang berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri herbal. Kami menyediakan jasa maklon obat tradisional yang komprehensif untuk mewujudkan produk impian Anda. Anda dapat fokus pada pemasaran, sementara kami menangani seluruh proses produksi dari hulu ke hilir. Layanan maklon kami meliputi berbagai bentuk sediaan: Dari pemilihan bahan baku terbaik hingga pengemasan produk yang siap didistribusikan, kami memastikan setiap tahap dilakukan sesuai standar CPOTB untuk menghasilkan produk yang aman, berkhasiat, dan berkualitas tinggi. Siap Wujudkan Produk Herbal Berkualitas Anda? Jangan ragu untuk mengambil langkah pertama. Konsultasikan ide dan kebutuhan produk Anda dengan tim ahli kami. Empowered people. Compliant systems. Future-proof production. #PTNaturindoFresh #UniversitasAlmaAta #bpom #OperationalExcellence #SustainableGrowth #TeamDevelopment #knowledgeispower #RefresmentTrainingCPOTB

PT Naturindo Fresh Gelar Refresh CPOTB untuk Karyawan Divisi Produksi Read More »

Daun Kelor

Daun Kelor Sebagai Alternatif Pencegahan Stunting

Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman yang dapat tumbuh di daerah tropis dan dapat tumbuh pada dataran rendah hingga ketinggian 700m di atas permukaan laut.  Tanaman kelor merupakan salah satu tanaman perdu yang memiliki ketinggian 7-11 meter, dapat tumbuh dan bertahan pada musim kering dengan toleransi terhadap kekeringan hingga 6 bulan serta mudah untuk pembiakannya. Kelor dikenal sebagai The Miracle Tree karena telah dibuktikan secara alamiah dapat menjadi sumber gizi yang memiliki khasiat obat (Marhaeni, 2021). Di Indonesia, masalah gizi pada anak serta kesehatan pada ibu masih diperlukan perhatian yang lebih serius. Apabila terjadi kekurangan gizi yang banyak dibawah angka kebutuhan gizi pada anak, maka akan dapat menyebabkan stunting. Bahkan dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan pada anak sehingga menyebabkan anak menjadi lebih pendek yang disebabkan karena kekurangan gizi dan juga memiliki risiko yang dapat mengurangi kesehatan anak dan kematian pada anak (Fatmawati dkk, 2022). Pada bulan Desember 2023, angka stunting mengalami penurunan menjadi 21,5%, namun seharusnya target dari penurunan stunting adalah mencapai 14% (Kemenkes, 2024). Oleh karena itu, diperlukan upaya mencegahan stunting dengan memanfaatkan salah satu tanaman lokal yaitu tanaman kelor (Moringa oleifera). Menurut Integrated Taxonomic Information System (ITIS), klasifikasi tanaman kelor adalah sebagai berikut: Kingdom         : Plantae Phylum            : Tracheophyta Class               : Magnolipsida Order               : Brassicales Family             : Moringaceae Genus              : Moringa Species            : Moringa oleifera Lam. Morfologi Daun Kelor Tanaman kelor merupakan pohon dengan kayu lunak, mempunyai kualitas rendah dengan diameter 30 cm. Daun tanaman kelor berkarakteristik sirip tak sempurna, bentuk seperti telur, kecil sebesar ujung jari. Memiliki daun berwarna hijau hingga hijau kecokelatan, memiliki panjang 1-3 cm, dengan lebar 4 mm sampai 1 cm, mempunyai ujung daun tumpul, pangkal daun membulat, dan tepi daun rata. Memiliki bunga berwarna putih, putih kekuning kuningan (krem) atau merah, bergantung pada jenis atau spesiesnya (Marhaeni, 2021). Kandungan Senyawa Kimia yang Terdapat Pada Daun Kelor Senyawa Senyawa caffeid acid, kaempferol, quercetin, dan tocopherol pada tanaman kelor mempunyai potensi  untuk mencegah stunting melalui aktivitas antioksidan yang ada di dalamnya (Rurisari, 2021). Selain itu, Daun kelor (moringa oleifera) merupakan tanaman kaya akan gizi, diantaranya yaitu Fe, As. Folat, Ca, dan fosfor (Irawan, 2020). Khasiat Tanaman Kelor Tanaman kelor memiliki beberapa nutrisi yang bahkan memiliki sifat perbaikan khusus dan dapat digunakan sebagai antifibrotik, antiinflamasi, antimikroba, antihiperglikemik, antioksidan, antitumor serta antikanker (Susanti dan Nurman, 2022) Cara Pengolahan Secara Tradisional             • Dicuci segengam daun kelor segar             • Direbus dengan air sebanyak 1-2 gelas hingga mendidih             • Lalu siap diminum selagi hangat Produksi Secara Modern PT Naturindo Fresh menyediakan layanan maklon dalam bentuk kapsul, serbuk oral, cairan obat dalam, cairan obat luar, minuman serbuk, biskuit sehingga anda dapat memilih bentuk sediaan yang sesuai dengan target dan kebutuhan konsumen. Kami mengelola produksi mulai dari pemilihan bahan baku yang berkualitas hingga proses pengemasan dan siap didistribusikan sehingga anda dapat memastikan bahwa produk yang dihasilkan berkualitas. Komitmen kami terhadap kualitas dibuktikan dengan sertifikasi CPOTB yang diperoleh dari BPOM RI dan juga didukung oleh tim yang sudah berpengelaman dibidang herbal selama lebih dari 10 tahun. Konsultasikan dulu sekarang! Sumber Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. 2017. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Fatmawati, N., Zulfiana, Y., & Julianti, I. (2022). Pengaruh Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Pencegahan Stunting. Journal of Fundus, 3(1), 1-6. Irwan, Z. (2020). Kandungan Zat Gizi Daun Kelor (Moringa Oleifera) Berdasarkan Metode Pengeringan. Jurnal Kesehatan Manarang, 6(1), 69-77. ITIS. Moringa oleifera Lam. Diakses dari https://www.gbif.org/species/3054181 Kemenkes. 2024. Presiden: Permasalahan Kesehatan Harus Diatasi Bersama. Diakses dari https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20240424/0545350/presiden permasalahan-kesehatan-harus-diatasi-bersama/ Marhaeni, L. S. (2021). Daun Kelor (Moringa oleifera) sebagai Sumber Pangan Fungsional dan Antioksidan. AGRISIA-Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 13(2). Ruriasri, C., Yuniastuti, A., Susanti, R., & Nugrahaningsih, W. H. (2021, December). Identifikasi Senyawa Bioaktif Moringa Oleifera Lam. Sebagai Antioksidan Melalui Ligan Pada Mammalian Target Of Rapamycin (Mtor) Pathway Untuk Prediksi Pencegahan Stunting Secara In Silico. In Prosiding Seminar Nasional Biologi (Vol. 9, pp. 256-261). Susanti, A., & Nurman, M. (2022). Manfaat Kelor (Moringa Oleifera) Bagi Kesehatan. Jurnal Kesehatan Tambusai, 3(3), 509-513. Moringa Leaves as an Alternative for Stunting Prevention Moringa leaves (Moringa oleifera) come from a plant that thrives in tropical regions and can grow in lowland areas up to an elevation of 700 meters above sea level. The moringa plant is a shrub that grows to a height of 7–11 meters; it can survive dry seasons with a drought tolerance of up to six months and is easy to propagate. Moringa is known as the “Miracle Tree” because it has been proven to be a natural source of nutrition with medicinal properties (Marhaeni, 2021) In Indonesia, child nutrition and maternal health still require more serious attention. If a child’s nutritional intake falls significantly below their nutritional requirements, it can lead to stunting. This can even disrupt a child’s growth and development, resulting in shorter stature due to malnutrition, as well as posing risks that may compromise the child’s health and lead to child mortality (Fatmawati et al., 2022). By December 2023, the stunting rate had decreased to 21.5%, though the target for reducing stunting is to reach 14% (Ministry of Health, 2024). Therefore, efforts to prevent stunting are needed by utilizing one of the local plants, namely the moringa tree (Moringa oleifera). According to the Integrated Taxonomic Information System (ITIS), the classification of the moringa plant is as follows: Kingdom : Plantae Phylum : Tracheophyta Class : Magnoliophyta Order : Brassicales Family : Moringaceae Genus : Moringa Species : Moringa oleifera Lam. Morphology of Moringa Leaves The moringa plant is a softwood tree of low quality with a diameter of 30 cm. Moringa leaves are characterized by an imperfectly pinnate arrangement, are egg-shaped, and are small, about the size of a fingertip. The leaves range in color from green to brownish-green, are 1–3 cm long and 4 mm to 1 cm wide, and have blunt tips, rounded bases, and smooth margins. The flowers are white, creamy white, or red, depending on the variety or species (Marhaeni, 2021). Chemical Compounds Found in Moringa Leaves The compounds caffeic acid, kaempferol, quercetin, and tocopherol in moringa plants

Daun Kelor Sebagai Alternatif Pencegahan Stunting Read More »

Gula Semut Manis Alami Dengan Segudang Manfaat

Gula semut, hasil olahan nira aren yang masih alami, semakin populer di kalangan masyarakat yang sadar akan kesehatan. Dengan rasa manis yang khas dan warna cokelat keemasannya, gula semut menawarkan alternatif yang menarik bagi gula pasir. Namun, seperti halnya produk lainnya, gula semut juga memiliki keunggulan dan kekurangan yang perlu diketahui. Kelebihan Gula Semut Kekurangan Gula Semut Tips Memilih Gula Semut Kesimpulan Gula semut merupakan alternatif yang menarik bagi mereka yang ingin mengkonsumsi gula secara lebih sehat. Namun, sebelum memutuskan untuk beralih ke gula semut, penting untuk mempertimbangkan ketersediaan, harga, dan kualitas produk yang akan Anda beli. Dengan memilih gula semut yang tepat, Anda dapat menikmati manisnya gula secara alami dan memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Sumber https://epublikasi.pertanian.go.id/berkala/btip/article/download/3590/3561/5225 (diakses pada tanggal 13 November 2024)https://exporthub.id/en/gula-semut-pengertian-manfaat-dan-potensi-ekspornya/ (diakses pada tanggal 13 November 2024)https://www.blibli.com/friends/blog/apa-itu-gula-semut-06/ (diakses pada tanggal 13 November 2024)https://snllb.ulm.ac.id/prosiding/index.php/snllb-lit/article/viewFile/155/156 (diakses pada tanggal 13 November 2024)

Gula Semut Manis Alami Dengan Segudang Manfaat Read More »

Produk Maklon PT Naturindo Fresh

Maklon: Pengertian dan Keuntungan

Pengertian Maklon, atau yang sering disebut sebagai contract manufacturing, adalah suatu sistem di mana sebuah perusahaan (pemilik merek) mengalihkan proses produksi produknya kepada pihak lain (pabrik lain). Dengan kata lain, perusahaan pemilik merek hanya fokus pada desain produk, branding, dan pemasaran, sementara proses produksi diserahkan sepenuhnya kepada pabrik lain. Keuntungan Jenis-jenis Maklon Tips Memilih Pabrik Maklon Kesimpulan Maklon merupakan solusi yang sangat efektif bagi perusahaan yang ingin mengembangkan produk tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk membangun fasilitas produksi sendiri. Dengan memanfaatkan jasa tersebut, Anda dapat fokus pada pengembangan merek dan pemasaran produk, sehingga bisnis Anda dapat tumbuh lebih cepat dan efisien. Maklon yang mudah dan hemat, percayakan kepada PT Naturindo Fresh!

Maklon: Pengertian dan Keuntungan Read More »

Kunjungan Mahasiswa Internasional UIN

Kunjungan Mahasiswa Internasional ke Taman Jamu Naturindo

Pada hari Kamis, 18 Juli 2024, Taman Jamu Naturindo yang terletak di Yogyakarta menjadi tuan rumah bagi mahasiswa Summer Course Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Kalijaga. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah mahasiswa lokal dan internasional, termasuk Basri Wohyeh dan Abdul Karim Pohtae dari Thailand, serta Ernna Erynna Mohamad Kahar dari Malaysia. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkenalkan lebih jauh tentang tanaman obat dan pemanfaatannya dalam industri herbal serta memberikan pengalaman praktis bagi para mahasiswa. Edukasi Tanaman Obat Kegiatan dimulai dengan tur edukatif di etalase tanaman obat. Para mahasiswa mendapatkan penjelasan mendalam mengenai berbagai jenis tanaman obat beserta manfaatnya. Mereka dengan antusias mencatat informasi penting dan mengambil gambar tanaman yang menarik perhatian mereka. Tur ini memberikan wawasan baru tentang kekayaan hayati Indonesia yang kaya akan tanaman obat yang telah digunakan secara tradisional selama berabad-abad. Pengolahan Pasca Panen Setelah tur tanaman obat, para mahasiswa melanjutkan kegiatan ke rumah pengolahan pasca panen. Di sini, mereka mempelajari proses pengolahan tanaman obat menjadi bahan baku yang siap digunakan dalam berbagai produk herbal. Praktik Menanam Salah satu kegiatan yang paling menarik adalah praktik menanam tanaman beringin cemeng menggunakan dua metode berbeda: stek biasa dan stek sungkup. Praktik ini memberikan pengalaman langsung tentang teknik agrikultur yang dapat diterapkan dalam budidaya tanaman obat. Pembuatan Jamu dan Sabun Cuci Tangan Selanjutnya, para mahasiswa mengikuti sesi praktik pembuatan jamu. Dengan bahan-bahan alami, mereka belajar mencampur dan meracik jamu yang berkhasiat. Setelah itu, mereka melanjutkan ke workshop pembuatan sabun cuci tangan herbal. Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan praktis tentang produksi jamu dan sabun herbal, tetapi juga mengasah kreativitas para mahasiswa. Desain Label dan Doorprize Puncak kegiatan adalah sesi kreatif di mana para mahasiswa membuat desain label kemasan sendiri untuk produk-produk yang telah mereka buat. Ini memberikan mereka wawasan tentang aspek pemasaran dan branding produk herbal. Kreativitas mereka terpancar melalui berbagai desain menarik yang dihasilkan. Kegiatan ditutup dengan pembagian doorprize menarik untuk peserta yang paling aktif, yang menambah semangat dan antusiasme para peserta. Penutup Kunjungan Mahasiswa Internasional ke Taman Jamu Naturindo ini memberikan pengetahuan baru tentang tanaman obat dan industri herbal, serta memperkuat pemahaman lintas budaya di antara para mahasiswa internasional. Mereka pulang dengan kenangan indah dan wawasan baru yang akan terus diingat, serta semangat untuk menerapkan pengetahuan yang telah mereka peroleh dalam studi dan kehidupan sehari-hari mereka.

Kunjungan Mahasiswa Internasional ke Taman Jamu Naturindo Read More »

ANGEL National Conference

Naturindo Group Berpartisipasi dalam Acara ANGEL NICE 2024 di UII

Dalam rangka mendorong inovasi dan kolaborasi dalam membangun ekosistem green entrepreneurship yang berkelanjutan di Indonesia, Direktorat Pengembangan dan Pembinaan Kewirausahaan/Simpul Tumbuh Universitas Islam Indonesia bersama dengan Universitas Gadjah Mada mengadakan acara ASEAN Network for Green Entrepreneurship and Leadership National Conference & Exhibition 2024 (ANGEL NICE 2024). Acara ini berfungsi sebagai katalisator bagi pengembangan ekosistem green entrepreneurship yang tangguh dan berkelanjutan. Pada Hari Jum’at, 12 Juli 2024- Kami Naturindo Group, sebuah perusahaan ramah lingkungan yang berkomitmen untuk keberlanjutan dan pelestarian lingkungan, dengan bangga berpartisipasi dalam ANGEL NICE 2024. Acara yang berlangsung di Universitas Islam Indonesia (UII) ini mengumpulkan para pengusaha hijau terkemuka dari seluruh wilayah untuk berbagi pengetahuan, inovasi, dan inspirasi dalam bidang kewirausahaan dan kepemimpinan berkelanjutan. Acara ini juga dihadiri oleh pejabat dari berbagai kementerian yang terkait dengan lingkungan dan ekonomi hijau, dosen-dosen dari berbagai universitas, serta Rektor Universitas Islam Indonesia. Kehadiran mereka memberikan bobot lebih pada diskusi dan presentasi yang berlangsung, menunjukkan dukungan penuh dari pemerintah dan akademisi terhadap inisiatif-inisiatif hijau. Salah satu tamu kehormatan adalah Prof. Dr. Rosmini Omar dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM), yang dikenal luas atas kontribusinya dalam penelitian dan pengembangan teknologi hijau. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Dr. dr. Matrissya Hermita, M.Si., M.I.Kom dari platform Kedaireka, yang memberikan perspektif penting mengenai kolaborasi antara akademisi dan industri dalam menciptakan inovasi berkelanjutan. Selama acara tersebut, Kami Naturindo Group memamerkan produk-produk inovatif yang berfokus pada pengembangan tanaman obat dan pemasaran agro-wisata. Terdiri dari 10 stand di sana yang menarik perhatian banyak pengunjung, termasuk akademisi, praktisi, dan para pengusaha hijau lainnya. Selain itu, acara ini menjadi platform yang sempurna bagi Kami Naturindo Group untuk memperluas jaringan dengan pengusaha hijau lainnya dari seluruh ASEAN. Pertemuan dan diskusi dengan para pemimpin industri lainnya, serta dukungan dari kementerian, dosen, rektor UII dan UGM, dan para ahli seperti Prof. Dr. Rosmini Omar dan Dr. dr. Matrissya Hermita membuka peluang kolaborasi baru dan potensi kemitraan yang dapat mendukung misi mereka untuk memajukan praktik bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Dengan partisipasi dalam ANGEL NICE 2024, Kami Naturindo Group menunjukkan komitmen untuk terus berinovasi dan menjadi pelopor dalam industri yang ramah lingkungan.

Naturindo Group Berpartisipasi dalam Acara ANGEL NICE 2024 di UII Read More »

Kegiatan Komunitas Senam Bugar di Taman Jamu Naturindo

Minggu lalu, Taman Jamu Naturindo menjadi saksi semangat dan kebugaran dari komunitas senam bugar yang beranggotakan 50 peserta. Acara ini berlangsung meriah dan penuh energi, menunjukkan betapa pentingnya gaya hidup sehat bagi semua orang. Peserta senam bugar tidak hanya disuguhkan dengan sesi senam yang menyehatkan, tetapi juga diberi kesempatan untuk menikmati berbagai fasilitas yang disediakan oleh Taman Jamu Naturindo. Salah satu fasilitas unggulan adalah penyediaan jamu untuk semua peserta. Jamu-jamu ini diracik dengan bahan-bahan alami berkualitas tinggi yang tidak hanya menyegarkan, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan. Selain itu, peserta juga dapat membawa pulang oleh-oleh khas Taman Jamu sebagai kenang-kenangan dari kegiatan ini. Layanan oleh-oleh ini meliputi berbagai produk jamu dan herbal yang terkenal dengan khasiatnya yang menyehatkan. Taman Jamu Naturindo memang dikenal sebagai penyedia jasa untuk sewa tempat dan eduwisata herbal. Tempat ini menawarkan berbagai paket yang menarik bagi komunitas, sekolah, dan keluarga yang ingin belajar lebih banyak tentang tanaman obat dan proses pembuatan jamu. Dengan lingkungan yang asri dan fasilitas yang lengkap, Taman Jamu Naturindo menjadi destinasi yang ideal untuk kegiatan edukatif dan rekreasi. Acara ini tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan sosial antar anggota komunitas. Dengan suasana yang penuh semangat dan dukungan fasilitas yang lengkap, diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin untuk mempromosikan gaya hidup sehat di kalangan masyarakat.

Kegiatan Komunitas Senam Bugar di Taman Jamu Naturindo Read More »

Manfaat Kayu Secang Untuk Asam Urat

Hiperurisemia adalah suatu kondisi kadar asam urat dalam darah lebih besar dari nilai normal. Pada laki – laki yang dikatakan hiperurisemia apabila kadar asam urat diatas 7 mg/dL dan pada peremupuan diatas 6 mg/dL. Hiperurisemia apabila dibiarkan akan memicu terjadinya kerusakan ginjal seperti nefrolitiasis, nefropatiurat, dan nefropati asam urat (Cendrianti et al., 2013). Keseimbangan produksi dan ekskresi asam urat merupakan kunci kendali asam urat dalam darah. Kelebihan produksi dan kurangnya ekskresi asam urat menyebabkan kadar asam urat dalam darah meningkat (Dipiro et al., 2011). Secang termasuk suku leguminosae yang terbesar di indonesia. Bagian tanaman kayu secang yang digunakan sebagai obat ialah kayu. Kayu secang adalah potongan-potongan atau serutan kayu (Caselpinia sappan L), tumbuh di india, malaysia dan indonesia. Secang umumnya tumbuh di tempat terbuka sampai ketinggian 1000 m diatas permukaan laut seperti daerah pegunungan yang berbatu tetapi tidak terlalu dingin. Tingginya 5-10 m, batangnya berkayu, bulat dan berwarna hijau kecoklatan. Kayu secang sering diolah menjadi minuman herbal yang dicampur dengan aneka rempah yang dikenal dengan sebutan wedang uwuh. Selain bisa menghangatkan tubuh kayu secang juga bisa memberikan banyak manfaat untuk kesehatan. Salah satunya dapat menurunkan asam urat. Klasifikasi kayu secang menurut Heyne (1987) adalah sebagai berikut : Kingdom : Plantae Divisio : sperimatophyta Sub divisio : Angiospermae Klas : Dicotyledonae Sub klas : Aympetalae Ordo : Rosales Famili : Leguminosae Genus : Caesalpinia Spesies : Caesalpinia sappan L Morfologi tanaman Secang merupakan tumbuhan perdu yang berupa pohon kecil tingginya kurang lebih 6 m. Selain itu secang mempunyai akar yang tunggang, batangnya berkayu, bulat, hijau kecokelatan. Daunnya majemuk, menyirip ganda, panjang 25-40 cm, anak daun 10-20 pasang, bentuknya lonjong, pangkal romping, ujung bulat, tepi rata, panjang 10-25 mm, lebar 3-11 mm yang berwarna hijau. Bunga secang berjenis majemuk, bentuk malai, diujung batang, panjang 10-40 cm, kelopak lima, benang sari 15 mm, putik panjang 18 mm, mahkota bentuk tabung, kuning. Buah polong, panjang 8-10 cm, lebar 3-4 cm, ujung seperti paruh, berisi 3-4 biji, hitam. Biji bulat panjang, panjangnya 15-18 mm, lebar 8-11 mm, tebal 5-7 mm yang berwarna kuning kecokelatan. Kandungan senyawa kimia kayu secang. Sumber antioksidan. Kayu secang mengandung senyawa fenol, flavonoid dan terpenoid yang memiliki kemampuan sebagai antioksidan. Antioksidan dapat menghambat terjadinya radikal bebas yang merusak sel sehingga menghambat terjadinya penuaan dini. Brazilin. Brazilin berfungsi untuk melindungi tubuh dari keracunan akibat radikal bebas. Kayu secang memiliki kemampuan sebagai anti asam urat karena kulit kayu secang mampu menghambat aktivitas enzim xantin oksidase. Xantin oksidase adalah enzim yang berperan dalam mengkatalis oksidasi hipoxantin menjadi xantin dan menjadi asam urat. Enzim xantin oksidase termasuk kelompok enzim oksido reduktase yang merupakan enzim flavoprotein dan terdapat di dalam susu, beberapa organ dan jaringan. Enzim ini berasal dari tubuh manusia yang disintesis menjadi bentuk dehidrogenase, akan tetapi dapat mudah diubah menjadi bentuk oksidase oleh proses oksidasi residu sufridil atau oleh enzim proteolisis (Patcher, 2006). Pemerian Simplisia Pemerian berupa serutan atau potongan-potongan kayu, keras, padat, permukaan hasil serutabn kasar, tampak serat – serat yang memanjang, bekas serutan tidak beraturan; warna merah, merah jingga, atau kuning; tidak berbau; mula-mula tidak berasa tetapi lama – lama kelat. (Farmakope herbal edisi II, hal 399). Khasiat kayu secang Kayu secang secara empiris dimanfaatkan sebagai pereda diare, batuk, membantu mengatasi nyeri sendi, radang mata dan asam urat. Cara penggunaan kayu secang: Rebus 4 gelas air menggunakan api sedang. Masukan kayu secang. Jangan merebus kayu secang melebihi 45 menit karena dapat menghilangkan kandungannya Aduk perlahan – lahan setelah itu masukkan gula aren sedikit demi sedikit untuk menambah cita rasa. Tunggu hingga mendidih dan minuman siap untuk dinikmati. Rebusan kayu secang dapat diminum dua kali sehari. Referensi Cendrianti F, Muslichah S, dan Ulfa EU. 2013. Uji Aktivitas Antihiperurisemia Ekstrak n-Heksan, Etil Asetat, dan Etanol 70% Daun Tempuyung (Sonchus arvensis L.) pada Mencit Jantan Hiperurisemia. Skripsi. Fakultas Farmasi Universitas Jember. Dipiro J.T., Wells B.G., Schwinghammer T.L, Dipiro, C. V. 2011. Pharmacotherapy handbook. Inggris: McGraw-Hill. Education Companies Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. 2017. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Heyne, K.,1987,Tumbuhan Berguna Indonesia, Volume II, Yayasan Sarana Wana Jaya : Diedarkan oleh Koperasi Karyawan, Badan Litbang Kehutanan, Jakarta. Kemenkes RI. 2017. Acuan Bahan Baku Obat Tradisional dari Tumbuhan Obat Di Indonesia. Direktorat Produksi Dan Distribusi Kefarmasian. Patcher P, Nivorozhkin A, Szabo C. 2006. Therapeutic Effects of Xanthine Oksidase Inhibitors: Renaissance Half a Century After the Discovery of Allopurinol. Pharmacological Reviews. 59(1): 87-114.

Manfaat Kayu Secang Untuk Asam Urat Read More »

Scroll to Top