Nama Latin
Dimocarpus longan
Taksonomi
Kingdom : Plantae
Sub kingdom : Tracheophyta
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Dimocarpus
Famili : Sapindaceae
Genus : Dimiocarpus
Spesies : Dimocarpus longan (Rahmah, 2013)
Definisi Umum
Kelengkeng (Dimocarpus longan Lour.) merupakan tanaman buah tahunan yang berasal dari kawasan Asia Tenggara dan termasuk ke dalam famili Sapindaceae, satu keluarga dengan rambutan dan leci. Tanaman ini dapat tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 40 meter dengan diameter batang mencapai 1 meter. Daunnya termasuk daun majemuk yang tersusun berpasangan dengan bentuk lonjong dan ujung meruncing. Bunga kelengkeng tersusun dalam bentuk malai dan umumnya muncul di ujung cabang. Buah kelengkeng berbentuk bulat dengan kulit tipis berwarna cokelat kekuningan, memiliki daging buah berwarna putih bening, bertekstur lembut, dan rasa manis khas. Selain digemari sebagai buah konsumsi, kelengkeng juga memiliki nilai ekonomi tinggi karena permintaan pasar yang terus meningkat serta kandungan gizinya yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Kandungan
Buah kelengkeng mengandung berbagai zat gizi yang bermanfaat bagi tubuh, antara lain:
- Karbohidrat
- Sukrosa
- Glukosa
- Protein nabati
- Lemak
- Vitamin A
- Vitamin B
- Vitamin C
- Asam tartarat
- Air
- Mineral
Khasiat
Beberapa manfaat dan khasiat buah kelengkeng antara lain:
- Membantu meningkatkan daya tahan tubuh
- Menambah energi dan mengurangi rasa lelah
- Membantu melancarkan pencernaan
- Menjaga kesehatan kulit
- Membantu menjaga kesehatan mata
- Membantu meningkatkan kualitas tidur
- Menjaga kesehatan tulang dan gigi
- Membantu menangkal radikal bebas karena kandungan antioksidan
- Membantu menjaga kesehatan darah dan sirkulasi tubuh
Cara Pengolahan
Buah kelengkeng dapat diolah dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan konsumsi maupun pengolahan pangan. Buah yang matang biasanya dikonsumsi secara langsung setelah kulit dan bijinya dipisahkan. Selain itu, kelengkeng juga dapat diolah menjadi jus, sirup, manisan, selai, campuran es buah, hingga bahan tambahan pada minuman dan makanan penutup. Dalam pengolahan tradisional, buah kelengkeng juga sering dikeringkan untuk dijadikan kelengkeng kering yang memiliki rasa lebih manis dan daya simpan lebih lama.
Daftar Pustaka
- Asih, S., Gunawan, Yulianto, & Ismarlin, I. F. (2023). Pengembangan budidaya kelengkeng (Dimocarpus longan) sebagai model pemberdayaan masyarakat (Studi kasus di Desa Trimulyo, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul). Jurnal Penyuluhan Pertanian dan Pemberdayaan Petani, 20(1), 83–91.
- Faizah, N., Fatimah, S., & Ardasani, N. (2012). Kajian morfologi dan kandungan gizi tanaman kelengkeng.
- Rahmah, S. (2013). Karakteristik buah dan kandungan gizi kelengkeng sebagai tanaman hortikultura.
- Riadi, M. (2012). Tanaman kelengkeng dan teknik budidayanya.
- Indrajati, S. B., Rosita, D., & Saputra, L. D. (2021). Buku Lapang Budidaya Lengkeng.

