naturindofresh

Bunga Matahari (Helianthus annuus L.)

Nama Latin (Helianthus annuus L.) Taksonomi Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta Kelas : Angiospermae Ordo : Asterales Famili : Asteraceae Genus : Helianthus Spesies : Helianthus annuus L. (Magang Alam Lindungi Hutan, 2023) Definisi Umum Bunga matahari memiliki nama botani Helianthus annuus L. termasuk ke dalam famili Asteraceae.(Dame et al., 2023). Bunga matahari merupakan tanaman penghasil minyak nabati yang menyuplai 87% minyak nabati secara global dan merupakan penghasil minyak nabati terbesar kelima di dunia. Tanaman ini juga merupakan tanaman biji hibrida terbesar kedua di dunia oleh karena itu bunga matahari memiliki potensi yang besar untuk menjadi tanaman bernilai ekonomi tinggi apabila dikelola dengan baik dan optimal (Andarwulan et al., 2023). Kandungan Kandungan di dalam tanaman bunga matahari, yaitu : (Industry & Material, 2022). Khasiat Khasiat dalam tanaman bunga matahari, yaitu :  (Laaraj S at.al, 2025). Cara Pengolahan pengelolaan pembuatan sabun : a. Menyiapkan minyak biji bunga matahari sesuai formula. b. Menimbang NaOH sesuai kebutuhan. c. Melarutkan NaOH ke dalam air (bukan sebaliknya) hingga larut sempurna. d. Membiarkan larutan NaOH mendingin. e. Menuangkan larutan NaOH ke dalam minyak sambil diaduk merata. f. Mengaduk campuran hingga mencapai fase trace (mulai mengental). g. Menambahkan pewangi atau warna jika diperlukan. h. Menuang adonan ke dalam cetakan sabun. i. Mendiamkan sabun 24–48 jam hingga mengeras. j. Setelah mengeras, sabun dikeluarkan dari cetakan dan siap untuk dikeringkan. (Adilfi, 2024) Pengelolaan pembuatan kuaci : Daftar Pustaka Adilfi, E. S. (2024). Prosiding Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada IMPLEMENTASI INOVASI TEKNOLOGI PENGEMBANGAN PRODUK BERBASIS INTERNET OF THINGS UNTUK RUANG DAN RAK PENGERING BIJI BUNGA MATAHARI Prosiding Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. 7(1), 105–116. Andarwulan, S., Rahayu, A., Mukti, A. W., & Hardani, P. T. (2023). Sosisalisasi Optimalisasi Pembudidayaan Bunga Matahari di Desa Pengalangan Kabupaten Gresik. 4(2), 344–353. Dame, T., Lie, A., Aisyah, S. I., & Syukur, M. (2023). Uji Keunggulan Genotipe Bunga Matahari Hasil Pemuliaan Tanaman IPB dalam Rangka Pelepasan Varietas. 14(200), 33–39. Dewi, I. N. (2024). Punya Banyak Tanaman Bunga Matahari? Yuk Buat kuaci. In Radio Republik Indonesia. https://rri.co.id/lain-lain/1112911/punya-banyak-tanaman-bunga-matahari-yuk-buat-kuaci Industry, B., & Material, R. (2022). Grouping the Morphological Characters of Sunflower as an Estimation of. 2(2017), 19–20.  Laaraj S , Hussain A  , Shahid E ,Bakhtawar F ,Zia M ,Najam A, Zulfiqar N , Sweilam S.H , Ed-Dra A, Elfazazi K. (2025). Manfaat gizi, farmasi, dan kesehatan biji bunga matahari ( Helianthus annuus L.): Tinjauan komprehensif aplikasi pangan. 5. https://doi.org/10.1016/j.foohum.2025.100641 Magang Alam Lindungi Hutan. (2023). Bunga Matahari: Morfologi, Jenis-Jenisnya, dan Cara Budidaya. In lindungihutan. https://lindungihutan.com/blog/mengenal-bunga-matahari-dan-fakta-uniknya/#:~:text=Tanaman ini memiliki bunga yang majemuk%2C terdapat,meter dengan batang bunganya selalu menghadap matahari Sunflower (Helianthus annuus L.)Latin Name Helianthus annuus L. TaxonomyKingdom: PlantaeDivision: SpermatophytaClass: AngiospermaeOrder: AsteralesFamily: AsteraceaeGenus: HelianthusSpecies: Helianthus annuus L. (Magang Alam Lindungi Hutan, 2023) General DefinitionThe sunflower has the botanical name Helianthus annuus L. and belongs to the family Asteraceae (Dame et al., 2023). Sunflower is a vegetable oil-producing plant, supplying 87% of vegetable oil worldwide, and it is the fifth largest vegetable oil producer in the world. It is also the second-largest hybrid seed crop in the world; therefore, sunflower has significant potential to become a high-value economic crop if managed properly and optimally (Andarwulan et al., 2023). ContentsThe components in sunflower plants include:– Linoleic acid– Oleic acid– Protein– Vitamin E– Phenolics– Flavonoids– Alkaloids (Industry & Material, 2022). Benefit The benefits of sunflowers include: (Laaraj S at.al, 2025). Processing Method Soap making: a. Prepare sunflower seed oil according to the formula. b. Weigh NaOH as needed. c. Dissolve NaOH in water (not vice versa) until completely dissolved. d. Allow the NaOH solution to cool. e. Pour the NaOH solution into the oil while stirring thoroughly. f. Stir the mixture until it reaches the trace phase (begins to thicken). g. Add fragrance or color if needed. h. Pour the mixture into soap molds. i. Let the soap sit for 24–48 hours until it hardens. j. Once hardened, the soap is removed from the mold and ready to dry. (Adilfi, 2024) Bibliography Adilfi, E. S. (2024). Proceedings of the Seminar on Research and Community Service Results: IMPLEMENTATION OF TECHNOLOGY INNOVATION IN THE DEVELOPMENT OF INTERNET OF THINGS-BASED PRODUCT FOR SUNFLOWER SEED DRYING ROOMS AND RACKS. Proceedings of the Seminar on Research and Community Service Results. 7(1), 105–116. Andarwulan, S., Rahayu, A., Mukti, A. W., & Hardani, P. T. (2023). Socialization of Sunflower Cultivation Optimization in Pengalangan Village, Gresik Regency. 4(2), 344–353. Dame, T., Lie, A., Aisyah, S. I., & Syukur, M. (2023). Testing the Superiority of Sunflower Genotypes Resulting from IPB Plant Breeding for Variety Release. 14(200), 33–39. Dewi, I. N. (2024). Have Lots of Sunflower Plants? Let’s Make Sunflower Seeds. In Radio Republik Indonesia. https://rri.co.id/lain-lain/1112911/punya-banyak-tanaman-bunga-matahari-yuk-buat-kuaci Industry, B., & Material, R. (2022). Grouping the Morphological Characters of Sunflower as an Estimation of. 2(2017), 19–20. Laaraj S, Hussain A, Shahid E, Bakhtawar F, Zia M, Najam A, Zulfiqar N, Sweilam S.H, Ed-Dra A, Elfazazi K. (2025). Nutritional, pharmaceutical, and health benefits of sunflower seeds (Helianthus annuus L.): A comprehensive review of food applications. 5. https://doi.org/10.1016/j.foohum.2025.100641 Nature Internship Protects the Forest. (2023). Sunflowers: Morphology, Types, and Cultivation Methods. In lindungihutan. https://lindungihutan.com/blog/mengenal-bunga-matahari-dan-fakta-uniknya/#:~:text=This plant has compound flowers, with the flower stem always facing the sun.

Bunga Matahari (Helianthus annuus L.) Read More »

Delima (Punica granatum L.)

Nama Latin (Punica granatum L.) Taksonomi Kingdom : Plantae Divisi      : Magnoliophyta Class       : Magnoliophyta Sub class : Rosidae Ordo        : Myrtales Family     : Lythraceae Genus      : Punica Spesies    : Punica granatum L. (Firdiana, E. R. (2021) Definisi Umum Delima (Punica granatum L.), sejak zaman kuno, telah menjadi tanaman yang dimanfaatkan oleh umat manusia; itu milik keluarga Punicaceae yang tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Namanya berasal dari bahasa Latin Malum granatum , yang berarti “apel granular” ( El Barnossi et al., 2021 ). Pohon itu memiliki batang yang bengkok dan berduri, daun hijau memanjang dengan permukaan halus dan kelopak berwarna oranye atau merah tua. Itu beradaptasi dengan sangat baik terhadap kondisi iklim yang bervariasi; buahnya berbentuk bulat dengan diameter 6-12 cm. Warna kulit delima bervariasi dari kuning, hijau, dan merah muda, yang pada gilirannya dapat berubah menjadi merah pekat dan ungu tua ( Holland et al., 2009 ). Menurut Fawole & Opara (2013) , bagian yang dapat dimakan terdiri dari 50% dari total berat dan 50% sisanya sesuai dengan kulitnya. Bagian yang dapat dimakan terdiri dari sari buah (78% b/b) dan biji (22% b/b). Kandungan Pada buah delima terdapat kandungan elagitanin asam ellagic (termasuk punicalagin), asam punicic, flavonoid, antosianidin, antosianin, flavonol dan flavon estrogenik. (Faradisa & Fakhruddin, 2021). Khasiat Delima telah banyak digunakan dalam pengobatan tradisional seperti pengobatan diare, disentri, wasir, parasit usus, sakit tenggorokan, diabetes, epistaksis, dan gatal-gatal vagina dan diyakini tonik untuk jantung. Selain itu, baru-baru ini telah digunakan dalam pengobatan berbagai penyakit termasuk diabetes, penyakit Alzheimer, kanker, arthritis, infertilitas pria, obesitas, dan gangguan kardiovaskular (Eghbali et al. 2021). Cara Pengolahan kulit dari buah delima dapat di olah menjadi teh herbal dengan cara sebagai berikut : Daftar Pustaka Mansur, S. A. (2022). Kandungan buah delima (Punica granatum L.) dalam Al-Qur’an dan implikasi ilmiah. Repository UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. (https://repository.uin-malang.ac.id/14808/1/14808.pdf)  Resti, P. V., Utami, S., & Arsyad, M. (2020). Antioxidant Activity Potential of Red Pomegranate (Punica granatum L.) Peel as Herbal Tea. Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 20(2), (https://journal.umy.ac.id/index.php/mm/article/view/9788)  Valero-Mendoza, A. G., Meléndez-Rentería, N. P., Chávez-González, M. L., Flores-Gallegos, A. C., Wong-Paz, J. E., Govea-Salas, M., Zugasti-Cruz, A., & Ascacio-Valdés, J. A. (2023). The whole pomegranate (Punica granatum L.), biological properties and important findings: A review. Food Chemistry Advances, 2, 100153. (https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2772753X22001411)  Pomegranate (Punica granatum L.) Latin Name (Punica granatum L.) Taxonomy Kingdom : Plantae Division : Magnoliophyta Class : Magnoliophyta Subclass : Rosidae Order : Myrtales Family : Lythraceae Genus : Punica Species : Punica granatum L. (Firdiana, E. R. (2021)) General Definition Pomegranate (Punica granatum L.), since ancient times, has been a plant utilized by humans; it belongs to the Punicaceae family that grows in tropical and subtropical regions. Its name comes from the Latin Malum granatum, which means “granular apple” (El Barnossi et al., 2021). The tree has a crooked and thorny stem, elongated green leaves with a smooth surface, and orange or dark red petals. It adapts very well to varying climatic conditions; the fruit is round with a diameter of 6-12 cm. The pomegranate skin color ranges from yellow, green, and pink, which in turn can change to deep red and dark purple (Holland et al., 2009). According to Fawole & Opara (2013), the edible part makes up 50% of the total weight and the remaining 50% corresponds to the skin. The edible part consists of the juice (78% w/w) and seeds (22% w/w). Content Pomegranate contains ellagitannin, ellagic acid (including punicalagin), punicic acid, flavonoids, anthocyanidins, anthocyanins, flavonols, and estrogenic flavones. (Faradisa & Fakhruddin, 2021). Benefits Pomegranate has been widely used in traditional medicine for treating diarrhea, dysentery, hemorrhoids, intestinal parasites, sore throat, diabetes, epistaxis, and vaginal itching, and is believed to be a tonic for the heart. In addition, it has recently been used in the treatment of various diseases including diabetes, Alzheimer’s disease, cancer, arthritis, male infertility, obesity, and cardiovascular disorders (Eghbali et al. 2021). Processing Method The skin of the pomegranate fruit can be processed into herbal tea as follows: 2. Then cut into small pieces 3. Ground using a blender to obtain red pomegranate skin powder 4. Some of the obtained red pomegranate skin powder is brewed with boiling water at 100° C. References Mansur, S. A. (2022). Nutritional content of pomegranate fruit (Punica granatum L.) in the Qur’an and its scientific implications. Repository UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. (https://repository.uin-malang.ac.id/14808/1/14808.pdf) Resti, P. V., Utami, S., & Arsyad, M. (2020). Antioxidant Activity Potential of Red Pomegranate (Punica granatum L.) Peel as Herbal Tea. Mutiara Medika: Journal of Medicine and Health, 20(2), (https://journal.umy.ac.id/index.php/mm/article/view/9788) Valero-Mendoza, A. G., Meléndez-Rentería, N. P., Chávez-González, M. L., Flores-Gallegos, A. C., Wong-Paz, J. E., Govea-Salas, M., Zugasti-Cruz, A., & Ascacio-Valdés, J. A. (2023). The whole pomegranate (Punica granatum L.), biological properties and important findings: A review. Food Chemistry Advances, 2, 100153. (https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2772753X22001411)

Delima (Punica granatum L.) Read More »

Ciplukan (Physalis angulata L.)

Nama Latin Physalis angulata L. Taksonomi Kingdom: Plantae Devisi: Spermatophyta Sub devisi: Angiospermae Kelas: Dicotyledonnae Ordo: Solanes Famili: Solanaceae Genus: Physialis Spesies: Physalis angulata L. (Haiyul Fadhli dkk.,2023) Definisi Umum Ciplukan (Physalis angulata L.) adalah tumbuhan liar berupa herba/perdu yang tumbuh tahunan dengan tinggi 0,1–1 m, memiliki batang berongga, percabangan menggarpu, dan daun tunggal berbentuk bulat telur hingga memanjang. Buahnya bulat berwarna hijau saat muda lalu menjadi kuning saat matang dan terbungkus kelopak (Sarumaha dkk., 2023). Tanaman ini dapat tumbuh 0,5–1,8 m, memiliki biji sangat banyak, dan seluruh bagiannya (akar, batang, daun, buah) digunakan dalam pengobatan tradisional (Istiqomah, 2024). Kandungan Skrining fitokimia berbagai bagian tanaman ciplukan menunjukkan adanya Flavonoid, Fenolik, Tanin, Saponin, Steroid/Terpenoid, Physalin (khususnya Physalin F) dan Withanolide. (Farida dkk., 2025; Sih Prabandari & Novita Sari, 2025). Khasiat (Fadhli dkk., 2023; Farida dkk., 2025; Sih Prabandari & Novita Sari, 2025) Cara Pengolahan Seluruh bagian tanaman, mulai dari akar, batang, daun, hingga buah, dapat dimanfaatkan. Metode pengolahan yang paling umum dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat penderita hipertensi adalah dalam bentuk air rebusan, yang diminum secara rutin 1-2 kali sehari, atau disajikan sebagai seduhan(Laia, 2022). Untuk mengatasi diare, bagian yang digunakan adalah daun, yang diolah menjadi air rebusan Sementara untuk mengatasi masalah kesehatan umum seperti demam, alergi, dan panas dalam, selain rebusan, buah ciplukan juga sering dikonsumsi dalam keadaan segar. Secara umum, ciplukan menunjukkan aktivitas farmakologi seperti antidiabetik, antioksidan, antikanker, antiinflamasi, dan antidiare (Fadhli dkk., 2023). Daftar Pustaka Fadhli, H., Ruska, S. L., Furi, M., Suhery, W. N., Susanti, E., & Nasution, M. R. (2023). Ciplukan (Physalis angulata L.): Review Tanaman  Liar yang Berpotensi Sebagai Tanaman Obat. JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X, 15(2), 134–141. https://doi.org/10.35617/jfionline.v15i2.144 Farida, M., Azhari, S., Darsa, D. D., & Mahmudi, M. (2025). Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Ciplukan (Physalis angulata L) Dikawasan Manifestasi Geothermal Seulawah Agam. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 571–580. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v8i1.826 Istiqomah, N. N. (2024). Karakterisasi Morfologi Ciplukan (Physalis angulata L.). Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Pekanbaru. https://repository.uin-suska.ac.id/84010/1/FILE%20LENGKAP%20KECUALI%20HASIL%20PENELTIAN%20(ABB%20UIV).pdf Laia, I. S. (2022). Pemanfaatan Ciplukan (Physalis angulata) Sebagai Tanaman Obat Hipertensi di Desa Mohili Kecamatan Amandraya Kabupaten Nias Slatam. 1(2). https://jurnal.uniraya.ac.id/index.php/faguru/article/download/675/652 Sarumaha, M., Harefa, D., Bago, A. S., Fau, A., Priatin, W., Duha, T. L., Zirahu, M., & Lase, H. W. (2023). Sosialisasi Tumbuhan Ciplukan (Physalis angulata L.) Sebagai Obat Tradisional. 2(2). https://jurnal.uniraya.ac.id/index.php/HAGA Sih Prabandari, A., & Novita Sari, A. (2025). Fraksi kaya antioksidan ciplukan (physalis angulata) sebagai kandidat terapi komplementer diabetes melitus tipe 2: Literature Review. Avicenna : Journal of Health Research, 8(2), 109. http://dx.doi.org/10.36419/avicenna.v8i2.1607 Ciplukan (Physalis angulata L.) Latin Name Physalis angulata L. Taxonomy Kingdom: Plantae Division: Spermatophyta Subdivision: Angiospermae Class: Dicotyledonnae Order: Solanales Family: Solanaceae Genus: Physalis Species: Physalis angulata L. (Haiyul Fadhli et al., 2023) General Definition Ciplukan (Physalis angulata L.) is a wild plant in the form of an herb/shrub that grows annually with a height of 0.1–1 m, has a hollow stem, forked branching, and simple leaves shaped from oval to elongated. Its fruit is round, green when young, then turns yellow when ripe and is covered by a calyx (Sarumaha et al., 2023). This plant can grow 0.5–1.8 m, has a very large number of seeds, and all parts (roots, stems, leaves, fruit) are used in traditional medicine (Istiqomah, 2024). Contents Phytochemical screening of various parts of the ciplukan plant shows the presence of Flavonoids, Phenolics, Tannins, Saponins, Steroids/Terpenoids, Physalin (especially Physalin F), and Withanolides. (Farida et al., 2025; Sih Prabandari & Novita Sari, 2025). Benefits Reduces Internal Heat Antidiabetic High Antioxidant Anti-inflammatory and Antibacterial Treats Digestive Disorders Potential Anticancer (Fadhli et al., 2023; Farida et al., 2025; Sih Prabandari & Novita Sari, 2025) Processing Method All parts of the plant, from roots, stems, leaves, to fruits, can be utilized. The most common and widely consumed method by people with hypertension is in the form of boiled water, which is drunk routinely 1-2 times a day, or served as an infusion (Laia, 2022). To treat diarrhea, the part used is the leaves, which are processed into boiled water. Meanwhile, to address common health issues such as fever, allergies, and internal heat, besides boiling, the ciplukan fruit is also often consumed fresh. In general, ciplukan exhibits pharmacological activities such as antidiabetic, antioxidant, anticancer, anti-inflammatory, and antidiarrheal (Fadhli et al., 2023). References Fadhli, H., Ruska, S. L., Furi, M., Suhery, W. N., Susanti, E., & Nasution, M. R. (2023). Ciplukan (Physalis angulata L.): Review of a Wild Plant with Potential as a Medicinal Plant. JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X, 15(2), 134–141. https://doi.org/10.35617/jfionline.v15i2.144 Farida, M., Azhari, S., Darsa, D. D., & Mahmudi, M. (2025). Phytochemical Screening and Antioxidant Activity Test of Ethanol Extract of Ciplukan Leaves (Physalis angulata L) in the Seulawah Agam Geothermal Manifestation Area. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 571–580. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v8i1.826 Istiqomah, N. N. (2024). Morphological Characterization of Ciplukan (Physalis angulata L.). Agrotechnology Study Program, Faculty of Agriculture and Animal Husbandry, Sultan Syarif Kasim State Islamic University of Riau Pekanbaru. https://repository.uin-suska.ac.id/84010/1/FILE%20LENGKAP%20KECUALI%20HASIL%20PENELTIAN%20(ABB%20UIV).pdf Laia, I. S. (2022). Utilization of Ciplukan (Physalis angulata) as a Hypertension Medicinal Plant in Mohili Village, Amandraya District, South Nias Regency. 1(2). https://jurnal.uniraya.ac.id/index.php/faguru/article/download/675/652 Sarumaha, M., Harefa, D., Bago, A. S., Fau, A., Priatin, W., Duha, T. L., Zirahu, M., & Lase, H. W. (2023). Socialization of Ciplukan Plants (Physalis angulata L.) as Traditional Medicine. 2(2). https://jurnal.uniraya.ac.id/index.php/HAGA Sih Prabandari, A., & Novita Sari, A. (2025). Antioxidant-rich fraction of ciplukan (Physalis angulata) as a complementary therapy candidate for type 2 diabetes mellitus: Literature Review. Avicenna: Journal of Health Research, 8(2), 109. http://dx.doi.org/10.36419/avicenna.v8i2.1607

Ciplukan (Physalis angulata L.) Read More »

Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia)

Nama Latin Citrus aurantiifolia Taksonomi Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo : Rutales Famili : Rutaceae Genus : Citrus Species : Citrus aurantiifolia (Pertiwi et al., 2025) Definisi Umum Jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) merupakan tanaman perdu yang memiliki percabangan yang relatif rapat. Batangnya berkayu dengan warna coklat hingga coklat kehijauan, permukaannya dapat halus hingga agak kasar, serta terdapat duri yang intensitasnya bervariasi antar lokasi tumbuh (Pertiwi et al., 2025). Daun jeruk nipis merupakan tipe daun tungga dengan warna hijau tua, permukaan licin dan mengkilap, serta berbentuk elips hingga lonjong. Tipe tulang daun menyirip dengan struktur yang jelas dengan ujung daun meruncing (Adlini, 2021). Buah jeruk nipis berukuran relatif kecil dibandingkan dengan jeruk lainnya, berbentuk bulat dengan diameter berkisar antara 4 – 5 cm. Memiliki kulit buah yang tipis, dengan permukaan yang halus, dan memiliki daging buah berwarna hijau kekuningan yang memiliki rasa asam yang kuat (Saputra et al., 2024). Kandungan Jeruk nipis memiliki senyawa aktif antara lain limonene, linalil, lonalol, terpen, terpinol, sorbitol, saponin, dan flavonoid. Sari buah jeruk nipis mengandung minyak atsiri limonene dan asam sitrat 7%. buah jeruk nipis memiliki kandungan metabolit sekunder flavonoid dalam jumlah yang banyak baik dalam bentuk C atau O-glikosida. Tanaman jeruk nipis merupakan salah satu tanaman yang memiliki efek terapeutik untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Konsentrasi ekstrak 25% jeruk nipis mampu menghambat pertumbuhan bakteri E (Mustam et al., 2020). Khasiat Buah jeruk dapat dimanfaatkkan sebagau herbal alami yang dapat mengobati berbagai macam penyakit. Manfaat buah jeruk nipis yaitu dapat meredakan batuk, peluruh dahak (mukolitik), peluruh kencing (diureti) dan keringat, meredakan demam, serta membantu proses pencernaan (Lestari, 2016).  Cara Pengolahan Cara Pengolahan buah jeruk sebagai obat herbal dapat diolah bersama dengan tanaman obat lainnya dengan cara tradisional yang mudah untuk dibuat dan dipraktikkan, antara lain sebagai berikut: 1.     Buah jeruk nipis dapat dimanfaatkan sebagai obat batuk dengan berbagai cara mencampurkan perasan jeruk nipis dengan kecap dan garam lalu diminum langsung sebanyak satu sendok makan (Lestari, 2016). 2.     Pemanfaatan buah jeruk nipis untuk demam dapat dicampurkan dengan dua hingga empat siung bawang merah yang telah dihaluskan, kemudian ditambahkan setengah sendok minyak kayu putih dan setengah sendok minyak kelapa dan perasan jeruk nipis (Lestari, 2016). 3. Perasan jeruk nipis yang dikombinasikan dengan madu dan air rebusan jahe dapat digunakan sebagai tonik penambah tenaga (Kambira et al., 2024) Daftar Pustaka Adlini, m. N. (2021). Karakterisasi tanaman jeruk (Citrus sp.) Di kecamatan Nibung Hangus Kabupaten Batu Bara Sumatera Utara. Jurnal klorofil, 4(1). Https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30821/kfl:jibt.v4i1.8921 Kambira, P. F., Tatsbita, M., Margaretha, L., Angeline, L., Aurelia, C., & Panjaitan, S. L. (2024). Jeruk nipis sebagai tanaman obat keluarga (toga) untuk swamedikasi dan peningkatan kesejahteraan di Desa Wates Jaya. Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(2), 114–122. Https://doi.org/https://doi.org/10.25170/mitramas.v2i2.5594 Lestari, P. (2016). Studi tanaman khas sumatera utara yang berkhasiat obat. Jurnal farmanesia, 1(1), 11–21. Mustam, M., Azis, H. A., & Alam, R. (2020). Aktivitas antibakteri disinfektan ekstrak daun sirih dan jeruk nipis terhadap bakteri Staphylococcus . A dan E . Coli hidup bersih dan sehat sesuai protokol kesehatan yang ada melalui cuci. Jurnal tecnoscienza, 6(2), 220–226. Https://doi.org/10.51158/tecnoscienza.v6i2.624 Pertiwi, E. D., Arsyad, M., & Purniawan, I. M. (2025). Karakterisasi tanaman jeruk (Citrus sp.) Di Kecamatan Taluditi Kabupaten Pohuwato. Jurnal pertanian berkelanjutan, 13(2), 131–141. Https://doi.org/https://doi.org/10.30605/perbal.v13i2.6185 Prastiwi, S. S., & Ferdiansyah, F. (2017). Review artikel: kandungan dan aktivitas farmakologi jeruk nipis (citrus aurantifolia s.). Jurnal farmaka, 15(2), 1–8. Https://doi.org/https://doi.org/10.24198/jf.v15i2.12964.g5940 Saputra, R., Erlanda, H., & Ramadhanu, A. (2024). Klasifikasi citra dalam identifikasi jeruk nipis dan jeruk mandarin menggunakan convolutional neural network (cnn). Jurnal ilmiah teknologi sistem informasi, 5(4), 213–218. Https://doi.org/10.62527/jitsi.5.

Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia) Read More »

Murbei (Morus alba L.)

Nama Latin Morus alba L. Taksonomi Kingdom : PlantaeDivisi : MagnoliophytaKelas : MagnoliopsidaOrdo : RosalesFamili : MoraceaeGenus : MorusSpesies : Morus alba (Sriset et al., 2016). Definisi Umum Murbei (Morus alba L.) adalah tanaman tropis yang dikenal sebagai “white mulberry” dan banyak dibudidayakan di Asia serta beberapa bagian dunia. Tanaman ini secara tradisional digunakan dalam pengobatan herbal dan pangan. Buahnya dimakan segar atau diolah, daun sering dibuat teh, serta bagian lain tanaman dipakai untuk berbagai manfaat kesehatan. Secara umum tanaman ini kaya akan senyawa bioaktif yang berkontribusi pada aktivitas farmakologis seperti antioksidan dan anti-inflamasi (Sriset et al., 2016). Kandungan Murbei (Morus alba L.) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berperan penting dalam aktivitas farmakologisnya. Senyawa-senyawa tersebut meliputi alkaloid, flavonoid, stilbenoid seperti mulberroside A, senyawa fenolik, tanin, saponin, serta fitosterol. Keberadaan flavonoid dan senyawa fenolik berkontribusi besar terhadap aktivitas antioksidan, sedangkan stilbenoid dan alkaloid diketahui memiliki potensi anti-inflamasi, antibakteri, serta hipoglikemik. Kombinasi kandungan fitokimia ini menjadikan Morus alba sebagai tanaman yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan sebagai bahan obat tradisional maupun fitofarmaka (Sriset et al., 2016). Khasiat Daun murbei diketahui memiliki berbagai aktivitas farmakologis, antara lain sebagai antioksidan karena mengandung flavonoid dan senyawa fenolik yang mampu menangkal radikal bebas serta melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Selain itu, senyawa bioaktif seperti flavonoid dan stilbenoid pada murbei juga memiliki aktivitas anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan pada jaringan tubuh. Ekstrak murbei juga dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri terhadap beberapa bakteri patogen sehingga berpotensi digunakan sebagai agen antimikroba alami. Selain itu, murbei memiliki efek antidiabetes (hipoglikemik) dengan membantu menurunkan kadar glukosa darah melalui penghambatan enzim dalam metabolisme karbohidrat, serta berpotensi sebagai antihiperlipidemik yang dapat menurunkan kadar lipid darah seperti kolesterol dan trigliserida sehingga bermanfaat dalam pencegahan penyakit kardiovaskular (Sriset et al., 2016; Pamuladiman & Widiyastuti, 2021; Rhahmah, 2015; Salampe et al., 2025). Cara Pengolahan Daun murbei dapat diolah menjadi minuman herbal teh murbei dengan langkah sebagai berikut : a.      Pilih daun murbei segar, kemudian cuci bersih dengan air untuk menghilangkan debu dan kotoran. b.     Keringkan daun murbei terlebih dahulu, proses pengeringan penting agar teh memiliki daya simpan yang lebih baik dan mudah diseduh (misalnya bisa dikeringkan di tempat teduh atau oven/pengering). c.      Setelah daun kering, remukkan atau sobek kecil-kecil agar mudah keluar sari saat direbus/seduh. d.     Masukkan daun murbei kering yang telah disiapkan ke dalam panci atau teko, kemudian rebus dengan air panas sampai air berubah warna dan sari daun keluar. e.      Saring hasil rebusan untuk memisahkan ampas daun dari air teh. f.      Tambahkan gula atau madu secukupnya jika diinginkan untuk rasa manis. g.     Dinginkan hingga mencapai suhu yang nyaman untuk diminum atau nikmati teh murbei hangat/dingin sesuai selera. (Rhahmah, 2015) Daftar Pustaka Pamuladiman, A. R., & Widiyastuti, L. (2021). Formulasi dan Aktivitas Antibakteri Gel Ekstrak Daun Murbei ( Morus alba L .) terhadap Staphylococcus aureus. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 19(1), 39–48. Rhahmah, A. (2015). Optimasi Pembuatan Teh Herbal Daun Murbei (Morus Alba) Annisa Rhahmah. 2(2). Salampe, M., Rahimah, S., Nur, S., Mamada, S. S., Biring, F. S., Keyzia, K., Matandung, F. N., Payung, D., Rahman, A. A., Wahyuddin, N., & Ivone P., V. (2025). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Murbei (Morus alba) Menggunakan Metode BCB, CUPRAC, dan FRAP. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 11(1), 149–157. https://doi.org/10.35311/jmpi.v11i1.723 Sriset, Y., Jarukamjorn, K., & Chatuphonprasert, W. (2016). Pharmacological Activities of Morus alba Linn .

Murbei (Morus alba L.) Read More »

BUAH MARKISA (Passiflora edulis L.)

Nama Latin Passiflora edulis L. Taksonomi Kingdom     : Plantae Divisi          : Spermatophyta Subdivisi     : Angiospermae Kelas           : Dicotyledonae Ordo            : Malpighiales Famili         : Passifloraceae Genus          : Passiflora Spesies        : Passiflora edulis Sims. (Karnirius Harefa et al., 2022) Definisi Umum Buah markisa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan karena memiliki kandungan nutrisi yang berkhasiat. Buah Markisa identik mempunyai rasa masam sehingga jarang dimanfaatkan secara langsung dan hanya dibuat sebagai bahan minuman Awalnya, markisa berasal dari Amerika Selatan dan kemudian menyebar ke berbagai negara melalui bangsa Spanyol di Eropa. Di Indonesia, markisa pertama kali diperkenalkan dari Peru, masuk melalui daerah Manado, Ambon, dan Sulawesi, lalu berkembang ke berbagai pulau lainnya di seluruh wilayah Indonesia (Kaswar et al., 2020). Kandungan Buah markisa ungu mengandung flavonoid, tani, saponin, steroid, dan alkaloid (Sudarwati et al., 2024). Pada biji markisa ungu mengandung flavonoid dan fenolik (Al Reskyani et al., 2024). Daunnya mengandung flavonoid, fenolik, tanin, terpenoid, steroid, saponin, alkaloid (Hayu Septiningrum et al., 2024). Kulit buah markisa ungu (Passiflora edulis) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif yang bermanfaat, termasuk senyawa fenolik, flavonoid, antosianin, karotenoid, vitamin, serta serat pangan  (Weyya et al., 2024). Khasiat Buah markisa ungu sendiri memiliki beragam khasiat bagi kesehatan, antara lain sebagai antioksidan, antiinflamasi, peningkat imunitas, penurun tekanan darah, serta pendukung kesehatan pencernaan karena kandungan seratnya yang tinggi. Aktivitas antioksidan dari buah dan kulit markisa berperan dalam melindungi tubuh dari stres oksidatif dan kerusakan sel akibat radikal bebas. Sementara itu, kulit markisa ungu secara khusus memiliki khasiat tambahan seperti aktivitas anti-aging, membantu menjaga elastisitas kulit, mengurangi kerutan, serta memperbaiki hidrasi kulit berkat tingginya kandungan fenolik dan vitamin C. Kandungan antosianin pada kulit markisa juga dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami yang aman (Weyya et al., 2024). Cara Pengolahan Pengolahan sirup markisa dilakukan dengan mencuci buah markisa hingga bersih, kemudian memisahkan isi buah dari kulitnya. Isi buah dihaluskan menggunakan blender dengan putaran rendah agar biji terlepas dari selaputnya, lalu disaring untuk mendapatkan sari markisa. Selanjutnya, 20 liter air dipanaskan hingga mendidih (100°C), kemudian ditambahkan 5 kg gula dan diaduk hingga larut. Setelah itu campuran didinginkan hingga suhu 70°C, lalu sari markisa dimasukkan dan diaduk sekitar 15 menit. Setelah suhu turun hingga ±30°C, sirup dimasukkan ke dalam kemasan dan dilakukan proses penyegelan (Ana Anggorowati et al., 2019). Daftar Pustaka Al Reskyani, M., Malik, A., & Handayani, S. (2024). UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL BIJI MARKISA UNGU (Passiflora edulis Sims) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT). Makassar Natural Product Journal, 2(2), 12. https://journal.farmasi.umi.ac.id/index.php/mnpj Ana Anggorowati, D., Astuti Rahman, N., & Wijayaningtyas, M. (2019). OPTIMASI PROSES PEMBUATAN SIRUP MARKISA DI KAMPUNG RAMPAL CELAKET MALANG. 89–92. Hayu Septiningrum, C., Ariastuti, R., & Ahwan. (2024). UJI SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL 96% DAUN MARKISA UNGU (Passiflora edulis Sims) Phytochemical Screening Test of 96% Ethanol Extract of Purple Passion Fruit Leaves (Passiflora edulis Sims). Jurnal Farmasi SYIFA, 2(2), 37–41. Karnirius Harefa, Barita Aritonang, & Ahmad Hafizullah Ritonga. (2022). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Markisa Ungu (Passiflora Edulis Sims) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes. Jurnal Multidisiplin Madani, 2(6), 2743–2758. https://doi.org/10.55927/mudima.v2i6.469 Kaswar, B. A., Risal, N., Fatiah, & Nurjannah. (2020). KLASIFIKASI TINGKAT KEMATANGAN BUAH MARKISA MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BERBASIS PENGOLAHAN CITRA DIGITAL. Journal of Embedded System Security and Intelligent System (JESSI), 1, 1–8. https://journal.unm.ac.id/index.php/JESSI/article/view/398/291 Sudarwati, T., Ariastuti, R., & Ahwan. (2024). Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Buah Markisa Ungu (Passiflora edulis sims). Health Research Journal of Indonesia (HRJI), 2(6), 317–323. Weyya, G., Belay, A., & Tadesse, E. (2024). Passion fruit (Passiflora edulis Sims) by-products as a source of bioactive compounds for non-communicable disease prevention: extraction methods and mechanisms of action: a systematic review. In Frontiers in Nutrition (Vol. 11). Frontiers Media SA. https://doi.org/10.3389/fnut.2024.1340511 Passion Fruit (Passiflora edulis L.) Latin Name Passiflora edulis L. Taxonomy Kingdom: Plantae Division: Spermatophyta Subdivision: Angiospermae Class: Dicotyledonae Order: Malpighiales Family: Passifloraceae Genus: Passiflora Species: Passiflora edulis Sims. (Karnirius Harefa et al., 2022) General Definition Passion fruit has many health benefits due to its nutritious nutritional content. Passion fruit is known for its sour taste, so it is rarely consumed directly and is only used as a beverage ingredient. Originally, passion fruit originated in South America and then spread to various countries via the Spanish in Europe. In Indonesia, passion fruit was first introduced from Peru, entering through the Manado, Ambon, and Sulawesi regions, then spreading to various other islands throughout Indonesia (Kaswar et al., 2020). Content Purple passion fruit contains flavonoids, tannins, saponins, steroids, and alkaloids (Sudarwati et al., 2024). Purple passion fruit seeds contain flavonoids and phenolics (Al Reskyani et al., 2024). The leaves contain flavonoids, phenolics, tannins, terpenoids, steroids, saponins, and alkaloids (Hayu Septiningrum et al., 2024). The rind of purple passion fruit (Passiflora edulis) is known to contain various beneficial bioactive compounds, including phenolics, flavonoids, anthocyanins, carotenoids, vitamins, and dietary fiber (Weyya et al., 2024). Benefits Purple passion fruit itself has various health benefits, including antioxidant, anti-inflammatory, immunity-boosting, blood pressure-lowering, and digestive health support due to its high fiber content. The antioxidant activity of passion fruit and rind plays a role in protecting the body from oxidative stress and cell damage caused by free radicals. Meanwhile, purple passion fruit rind in particular has additional benefits such as anti-aging activity, helping maintain skin elasticity, reducing wrinkles, and improving skin hydration thanks to its high phenolic and vitamin C content. The anthocyanin content in passion fruit rind can also be used as a safe natural dye (Weyya et al., 2024). Processing Method Passion fruit syrup is prepared by washing the passion fruit thoroughly, then separating the pulp from the rind. The pulp is pureed using a blender on low speed to remove the seeds from the membrane, then filtered to obtain the passion fruit juice. Next, 20 liters of water are heated to boiling (100°C), then 5 kg of sugar is added and stirred until dissolved. The mixture is then cooled to 70°C, then the passion fruit juice is added and

BUAH MARKISA (Passiflora edulis L.) Read More »

NONA MAKAN SIRIH (Clerodendrum thomsoniae Balf.F)

Nama Latin Clerodendrum thomsoniae Balf.F Taksonomi Kingdom Plantae Divisi  Streophyta Subclass Magnolidae Order Lamiales Familly Verbenaceae Genus  Clerodendrum Spesies Clerodendrum thomsoniae Balf. F (Halilah et.al 2017) Definisi Umum Nona makan sirih (Clerodendrum thomsoniae), yang dikenal sebagai tanaman merambat jantung berdarah atau bunga kantung, merupakan tanaman hias semi-herba yang tumbuh merambat dan memiliki nilai estetika tinggi, sehingga banyak dimanfaatkan dalam industri florikultura. Secara morfologi, nona makan sirih memiliki batang lunak, pertumbuhan menjalar, serta daun yang rimbun, yang menjadikannya populer sebagai tanaman hias (Kar et.al 2024). Kandungan Daun Nona Makan Sirih mengandung berbagai metabolit sekunder bioaktif, antara lain alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan senyawa fenolik, yang diketahui berperan penting dalam aktivitas antibakteri dan farmakologis (Hadjar et.al 2023). Khasiat Daun nona makan sirih (Clerodendrum thomsoniae) digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit, antara lain sebagai antimikroba, antihelmintik, antiinflamasi, antimalaria, antidiabetes, hepatoprotektif, serta untuk mengatasi gangguan pencernaan, hipertensi, demam tinggi, asma, dan berbagai keluhan kesehatan lainnya (Hadjar et.al 2023). Cara Pengolahan Cara pengolahannya yaitu dengan mengambil segenggam daun segar (sekitar 10–15 gram), kemudian direbus dalam 2–3 gelas air hingga tersisa sekitar 1 gelas. Air rebusan tersebut selanjutnya disaring dan diminum dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari, yang secara tradisional digunakan untuk membantu meredakan radang serta memperlancar sistem tubuh tertentu (Socfindo Conservation, 2026). Daftar Pustaka Hadjar, A., Fitriana, & Asmaliani, I. (2024). Isolation and identification endophyte fungi from daun nona makan sirih (Clerodendrum thomsoniae) as antibacterial against bacteria causing skin infection using TLC-bioautography. Journal Microbiology Science, 4(1), 107-119. https://jurnal.farmasi.umi.ac.id/index.php/microbiologyscience/article/download/1034/pdf Halilah, N. A., Febrina, L., & Ramadhan, A. M. (2017). Standarisasi ekstrak daun nona makan sirih (Clerodendrum x speciosum Dombrain). Proceeding of the 6th Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, Samarinda, Indonesia, 36–40. https://prosiding.ff.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/65/59 Kar, P., Oriola, A. O., & Oyedeji, A. O. (2024). In vitro antioxidant, anti-inflammatory, anti-cancer and in silico molecular docking studies of Clerodendrum thomsoniae. Journal of Phytology, 16, 200–215. https://doi.org/10.25081/jp.2024.v16.9015 Socfindo Conservation. (2026). Clerodendrum thomsoniae (Nona makan sirih) — Socfindo Conservation. Diakses 11 Februari 2026, dari https://www.socfindoconservation.co.id/plant/638

NONA MAKAN SIRIH (Clerodendrum thomsoniae Balf.F) Read More »

PURING (Codiaeum variegatum)

Nama Latin Codiaeum variegatum Taksonomi Kingdom Plantae Divisi  Angiospermae Subclass Eudikotil Order Malpighiales Familly Euphorbiaceae Genus  Codiaeum Spesies C. variegatum Yulianti et al., 2023 Definisi Umum Tanaman puring adalah salah Satu jenis tanaman yang populer di beberapa tahun terakhir. Tanaman puring menjadi salah satu komoditas yang berperan penting di kalangan masyarakat karena dapat mempercantik atau memperindah lingkungan dan menyerap polutan (Sukmawati et al. 2020). Tanaman puring adalah tanaman yang memiliki bentuk dan warna daun yang sangat bervariasi. Daunnya yang memiliki bentuk dan warna yang khas memikat masyarakat untuk mengoleksi tanaman puring. Selain itu, tanaman puring juga dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional. Kandungan Daun puring mengandung senyawa sekunder seperti flavonoida, terpenoida, tannin, saponin, dan alkaloida. () Daftar Pustaka Yulianti, A. D. A., Murty, E. H., Hikmiyah, L.R., A’yuningtiyas, Q., Agustin, S. A. D., Rahmadhani, S., & Fardhani, I. (2023). Diversity of Angiosperm Plants in the Tugu Square, Malang City. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA,9(6), 4343-4352. https://doi.org/10.29303/jppipa.v9i6.2622

PURING (Codiaeum variegatum) Read More »

Learning Jamu in the Heart of Java: A Private Visit by a Japanese Couple to Taman Jamu Naturindo

Yogyakarta, July 18, 2024 – Taman Jamu Naturindo recently hosted a special private visit for a Japanese couple and their family. This educational trip was part of their week-long journey through Yogyakarta and Bali. The family chose a VIP private tour to gain a deeper, personalized understanding of Indonesia’s herbal heritage. Traditional Attire and Educational Plant Tour The experience began with an authentic cultural immersion. The guests enjoyed a themed photo session wearing “Mbok Jamu” attire, the traditional costume of Indonesian herbal sellers. Following the session, the family took an educational tour of the medicinal plant showcase. During this tour, they explored: The couple showed great enthusiasm, asking deep questions about the biodiversity and traditional uses of the plants they encountered. Hands-on Jamu Workshop at Joglo Pancanaka A highlight of the visit was the traditional Jamu crafting workshop at the Joglo Pancanaka pavilion. Guided by Naturindo’s expert herbalists, the guests learned the art of making “ready-to-drink” herbal beverages. In this interactive session, the family: This hands-on experience provided a profound connection to the local culture. It allowed the guests to see the transition of Jamu from a traditional philosophy into a modern wellness practice. A Meaningful Cultural Exchange This private visit was a meaningful way for the Japanese guests to understand the dynamics of the Indonesian herbal industry. They left with more than just information; they took home cherished memories and a newfound passion for Indonesian herbal traditions. For Taman Jamu Naturindo, hosting international guests is an honor. It serves as a vital opportunity to promote the preservation of Jamu as a global educational asset.

Learning Jamu in the Heart of Java: A Private Visit by a Japanese Couple to Taman Jamu Naturindo Read More »

Temasek Polytechnic Singapore Visits Taman Jamu Naturindo for Global Studies Overseas Study Trip

Kulon Progo, November 9, 2025 — Taman Jamu Naturindo recently welcomed an international delegation from Temasek Polytechnic (TP) Singapore. This visit is part of an official collaboration with Universitas Islam Indonesia (UII) under the Global Studies Overseas Study Trip (GSOST) program. Around 35 participants, including students and faculty members, traveled from Singapore to Yogyakarta International Airport (YIA). This 2025 visit marks the second consecutive year of the successful partnership, following their initial trip in 2024. Strengthening Academic and Cultural Ties The GSOST program serves as a bridge between UII and its international partners. Through this initiative, students explore Indonesia’s rich cultural heritage. Specifically, they focus on Jamu, a traditional health legacy that has evolved into a sophisticated modern industry. Educational Experience at Taman Jamu Naturindo During their visit to Taman Jamu Naturindo, the students engaged in several educational activities: Bridging Tradition and Modern Standards This program aims to broaden the international perspectives of Temasek Polytechnic students. By observing how traditional medicine integrates with modern industrial standards, students gain a unique insight into the global herbal industry. Furthermore, this visit proves that Indonesian herbal products are gaining significant international recognition. It also strengthens the educational network between Singapore and Indonesia. A Hub for International Learning Naturindo continues to support the preservation of Jamu while serving as a global learning hub. This synergy enhances the world’s understanding of Indonesia’s natural resources. Ultimately, it fosters international collaboration in the field of herbal-based healthcare.

Temasek Polytechnic Singapore Visits Taman Jamu Naturindo for Global Studies Overseas Study Trip Read More »

Scroll to Top