Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.)

Nama latin

Pandanus amaryllifolius Roxb.

Taksonomi

Kingdom           : Plantae

Divisi                 : Spermatophyta

Class                  : Monocotyledoneae

Ordo                  : Pandanales

Familia              : Pandanaceae

Genus                : Pandanus

Spesies              : Pandanus amaryllifolius Roxb.

(Mursyida et al., 2021).

Definisi Umum

Pandanus amaryllifolius Roxb yang sering disebut pandan wangi dalam bahasa sehari-hari pertama kali dideskripsikan oleh seorang ahli botani bernama William Roxburgh pada tahun 1832, yang kemudian direvisi oleh Benjamin C. Stone pada tahun 1978. P. amaryllifolius merupakan tumbuhan monokotil dengan akar tunggang dan daun yang memanjang dan tersusun secara roset (Putri dan Purba, 2022).

Menurut Silalahi (2019), hingga kini, asal-usul P. amaryllifolius masih diperdebatkan, namun spesies ini diduga berasal dari Kepulauan Maluku, Indonesia, di mana satu-satunya spesimen berbunga diketahui. Selain di Indonesia, jenis pandan ini banyak dijumpai di wilayah Asia yang meliputi Sri Lanka, Tiongkok bagian selatan, Vietnam, Thailand, Malaysia dan Filipina dan kemungkinan besar banyak dibawa perantau Asia Tenggara untuk dibudidaya di negara-negara lainnya. Nama marga Pandanus sendiri berasal dari Bahasa Melayu pandan dan digunakanuntuk menamai seluruh anggota suku pandan-pandanan (Pandanaceae), sementara penunjuk spesies amaryllifolius merujuk pada kemiripan daunnya dengan marga tumbuhan Amaryllis. Di kawasan Flora Malesiana dan sekitarnya, P. amaryllifolius hanya ditemukan sebagai tanaman budidaya dan tidak pernah terlihat dalam perbungaan atau perbuahan (Stone, 1978), sehingga perbanyakannya biasa dilakukan dengan cara vegetatif.

Menurut Dalimartha (2000), tanaman daun pandan  memiliki daun berwarna hijau, batang bulat tunggal atau bercabang dan tersusun secara spiral. Tanaman ini berakar gantung yang tumbuh menjalar dan dalam waktu singkat dapat dengan lebat merumpun. Mempunyai buah dan bunga, dimana buahnya menggantung, berbentuk seperti bola dengan diameter 4-7,5 cm, pada kulit buah terdapat rambut berwarna jingga. Daun pandan dapat mengeluarkan aroma khas jika diremas atau di iris-iris sehingga tanaman ini sering digunakan untuk bahan penyedap, pewangi dan pewarna pada masakan.

Pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) atau biasa disebut pandan saja adalah jenis tumbuhan monokotil dari famili Pandanaceae. Di Indonesia, kebanyakan daun pandan digunakan sebagai pewarna makanan, penyegar ruangan, pewangi makanan, obat-obatan dan juga sebagai bahan baku kerajinan tangan (Cheeptham dan Towers, 2002).

Kandungan dan Khasiat

Daun pandan memiliki kandungan alkaloid, saponin, flavonoid, tanin, polifenol dan zat warna. Tanin memicu metabolisme gukosa dalam lemak, digunakan mencegah timbunan glukosa dan lemak di darah. Alkaloid meningkatkan sekresi hormon pertumbuhan, menurunkan glukoneogeneis, mengakibatkan kebutuhan insulin dan kadar glukosa darah turun. Flavonoid akan menghambat GLUT 2 (Glucose Transpoter 2) mukosa usus yang menyebabkan kadar glukosa darah akan turun (Nastiandari, 2016).

Menurut Astanti et al. (2022), daun pandan terbukti memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, polifenol, dan saponin yang berperan sebagai antioksidan. Kandungan metabolit sekunder pada daun pandan tersebut dapat digunakan sebagai antioksidan dan antibakteri pada sediaan masker peel off (Setiyanto et al., 2024).

Daun pandan menghasilkan aroma yang berasal dari senyawa 2-acetyl-1-pyrroline (ACPY) dan digunakan dalam industri makanan untuk meningkatkan aroma serta menjadikan makanan lebih awet. Selain itu ekstrak daun pandan memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit gangguan saluran pencernaan dan kerusakan makanan seperti Shigella dysentriae Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa (Silalahi, 2018).

Cara Pengolahan

Teh Herbal Daun Pandan

Daun pandan dipilih tidak terlalu tua dan tidak pula terlalu muda. Setelah daun pandan di ambil, selanjutnya dilakukan pencucian di air yang mengalir dan ditiriskan selama 10 menit. Selanjutnya daun pandan dilakukan pelayuan selama 18 jam pada suhu ruang ± 27 °C. Daun pandan diletakkan pada wadah dan disebar per lembaran agar tidak menimpa satu sama lainnya. Setelah layu, daun pandan wangi dirajang kecil-kecil kemudian dilakukan pengeringan pada suhu 70°C dengan lama pengeringan 150 menit. Setelah kering daun pandan dihaluskan sehingga menjadi serbuk halus. Untuk penyajian, serbuk daun pandan diseduh dengan air (Jumanio et al., 2023).

Rebusan Daun Pandan

Rebusan daun pandan kini semakin populer sebagai pilihan alami untuk menjaga kesehatan tubuh. Cara membuat rebusan daun pandan diawali dengan mencuci daun pandan hingga benar-benar bersih sebelum direbus untuk menghindari kotoran atau sisa pestisida. Gunakan 2-3 lembar daun pandan dalam 3 gelas air, kemudian rebus hingga tersisa sekitar 2 gelas. Batasi hingga 1–2 gelas per hari agar tubuh tidak mengalami efek samping seperti mual atau gangguan pencernaan. Jangan menjadikan rebusan pandan sebagai pengganti obat medis, terutama untuk penyakit kronis (Marianti, 2025).

Pewarna Makanan

Menyiapkan daun pandan yang sudah dibersihkan dipotong-potong dengan ukuran 2 cm. Daun pandan yang sudah dipotong-potong dimasukkan ke dalam blender beserta air secukupnya. Hidupkan blender hingga potongan daun pandan hancur dan menjadi jus daun pandan. Setelah cukup halus, jus pandan disaring hingga air daun pandan dan ampasnya dapat terpisah. Air daun pandan yang sudah terpisah dari ampas daun pandan dapat digunakan sebagai pewarna alami. Pewarna air daun pandan dapat dimasukkan ke dalam botol dan disimpan di lemari pendingin. Air daun pandan tersebut nantinya dapat digunakan sebagai pewarna di beragam makanan seperti warna hijau pada kue, membuat nasi menjadi berwarna hijau hingga dicampur ke dalam agar-agar (Makarim, 2021).

Masker Tradisional Daun Pandan

Proses pembutan masker tradisional daun pandan wangi berupa bubuk. Pada proses pembuatan bubuk daun pandan wangi dengan pemilihan daun pandan wangi segar yang berwarna hujau, kemudian dicuci dengan air mengalir dan diiris. Selanjutnya irisan daun pandan diletakkan di atas loyang, lalu dikeringkan dengan pengeringan angin selama 10 hari. Setelah kering kemudian daun pandan dihaluskan dengan blender, disaring untuk memisahkan bagian yang kasar dan yang halus. Dari 1 kg daun pandan segar, setelah melalui proses pembuatan menjadi bubuk daun pandan menghasilkan 100 gram untuk dijadikan masker tradisional (Rahmi dan Minerva, 2021).

Daftar Pustaka

Astanti, M. D., Lestari, P. E., & Triwahyuni, I. E. 2022. Efektivitas Gel Esktrak Daun Pandan Wangi (Pandanus Amaryllifolius Roxb.) Terhadap Penyembuhan Ulser Pada Tikus Wistar. Stomatognatic – Jurnal Kedokteran Gigi, 19(1), 7.

https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/101978

Cheeptham, N., dan Towers, G. H. N. , 2022. Light-mediated Activities Of Some Thai Medicinal Plant Teas, Fototerapia, Vol. 73, Hlm. 651-662, 2002.

https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0367326X02002241

Dalimartha, dr. S. 2000. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 2. (E. Priyatini, Ed.). Jakarta: Trubus Agriwidya, anggota IKAPI.

Jumanio, A.U., Junardi, Darmansyah, H. 2023. Analisis Kadar Air Teh Herbal Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) Menggunakan Variasi Suhu. ournal of Food Security and Agroindustry (JFSA), Vol. 1 No. 3, pp 111-117, October 2023.

https://pakisjournal.com/index.php/jfsa

Makarim, F.R. 2021. Cara Mengolah Daun Pandan dan Manfaatnya untuk Kesehatan.  https://www.halodoc.com/artikel/cara-mengolah-daun-pandan-dan-manfaatnya-untuk-kesehatan.

Marianti. 2025. 7 Manfaat Rebusan Daun Pandan dan Tips Aman Mengonsumsinya. https://www.alodokter.com/7-manfaat-rebusan-daun-pandan-dan-tips-aman-mengonsumsinya.

Mursyida, F., Febriani, H., Rasyidah. 2021. Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus epidermidis. KLOROFIL Vol. 5 No. 2, 2021 : 102 – 110, ISSN 2598-6015.

https://www.researchgate.net/publication/361303838_Uji_Efektivitas_Antibakteri_Ekstrak_Daun_Pandan_Wangi_Pandanus_amaryllifolius_Roxb_Terhadap_Pertumbuhan_BakteriStaphylococcus_epidermidis.

Nastiandari, J. D. 2016. Pengaruh Air Rebusan Daun Pandan Wangi (Pandanus Amaryllifolius Roxb) terhadap Kadar Gula Darah Tikus Jantan Galur Wistar yang Terbebani Glukosa. Yogyakarta : Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma.

Putri, R.I dan Purba, E.C. 2022. Pemanfaatan dan Potensi Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb) di Indonesia.

https://www.etnobiologi.com/2022/06/pemanfaatan-dan-potensi-pandan-wangi.html.

Rahmi, F dan Minerva, P. 2021. Kelayakan Daun Pandan Wangi sebagai Masker Tradisional Perawatan Kulit Kering. Jurnal Tata Rias dan Kecantikan, Vol. 3, No. 2, 2021, E-ISSN: 2714 – 5433.

http://jitrk.ppj.unp.ac.id/index.php/jitrk.

Silalahi, M. 2018. Pandanus amaryllifolius Roxb (Pemanfaatan dan Potensinya sebagai Pengawet Makanan). Jurnal Pro-Life Volume 5 Nomor 3, November 2018, ISSN e-journal 2579-7557.

http://repository.uki.ac.id/455/1/Prolife%205%20%283%29%20Pandan.pdf.

Stone, B. C. 1978. “Studies in Malesian Pandanaceae XVII: On the taxonomy of ‘Pandan Wangi’ a Pandanus cultivar with scented leaves.” Economic Botany, 32: 285-293.

Setiyanto, R., Amalia, A.R., Christa, E.F. 2024. Kelayakan Ekstrak Daun Pandan (Pandanus amaryllifolius) Sebagai Formulasi Sediaan Masker Gel Peel Off. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, Volume 15 Nomor 3, Juli-September 2024, p-ISSN 2086-3098 e-ISSN 2502-7778.

https://forikes-ejournal.com/index.php/SF/article/view/sf15323

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top