naturindofresh

Kayu Putih (Melaluca Leucadendron)

Nama latin Melaluca Leucadendron Taksonomi Kingdom : Plantae Divisi    : Spermatophyta Kelas     : Dicotyledonae Ordo     : Myrtales Famili   : Myrtaceace Genus    : Melaleuca Spesies   : Melaleuca leucadendron (Manek et al., 2023) Definisi Umum Kayu putih (Melaleuca leucadendron) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang terkenal di Indonesia. Bau minyak kayu putih yang menyegarkan sering digunakan sebagai pewangi maupun obat herbal. Kayu putih memiliki batang tunggal dengan struktur batang simpodial, batang berwarna putih kelabu, kulit batang berlapis-lapis. Batang pohonnya berukuran sedang. Daun kayu putih merupakan daun tunggal, kecil agak tebal, bertangkai pendek, warna hijau, duduk daun berseling, helaian daun berbentuk lonjong, tuang daun sejajar, ujung dan panagkal daun runcing dengan tepi daun rata. Apabila diremas atau dimemarkan mengeluarkan aroma minyak kayu putih. Bunga kayu putih termasuk bunga majemuk bentuknya seperti lonceng berwarna putih dengan kepala putik berwarna putih kekuningan. Buahnya disebut buah kapsul dan berwarna coklat (Manek et al., 2023). Khasiat Kayu Putih (Melaleuca leucadendron) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti senyawa polifenol, 1,8 sineol,  flavonoid, alkaloid, tanin, dan steroid (Binugraheni et al., 2023). Kayu putih secara tradisional dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia untuk mengatasi gangguan kesehatan ringan seperti masuk angin, influenza, sakit perut, digigit serangga. Kayu putih jug memiliki sifat sebagai antibakteril dan antiinflamasi (Manek et al., 2023). Cara Pengolahan Kayu Putih (Melaleuca leucadendron) dapat dibuat menjadi balsem kayu putih. Tahap pertama lakukan penimbangan bahan minyak kayu putih sebanyak 30 mL, ekstrak lengkuas 0,5 g, vaseline album 6,95 g, Tahap kedua panaskan vaseline album diatas waterbath dan tunggu hingga melebur. Jika sudah melebur masukan ke dalam lumpang. Tahap selanjutnya masukkan minyak kayu putih dan ekstrak lengkuas aduk hingga homogen. Tahap terakhir semua bahan yang sudah homogen dimasukkan ke dalam pot balsam diamkan hingga memadat kemudian tutup pot balsam (Ardiyansya et al., 2023). Daftar Pustaka: Ardiyansyah, M., Cedric, A., Ardita, S. D., Arifiani, E., Anindya, R., Hermina, P. K., … & Hermina, P. K. (2023). Formulasi dan evaluasi sediaan balsam dari kombinasi minyak kayu putih (Cajuputi Oil) dan Ekstra Lengkuas (Alpinia Galanga L). Indonesian Journal of Health Science, 3(2), 250-256. http://dx.doi.org/10.54957/ijhs.v3i2a.486.  Binugraheni, R., Ifandari, I., Mulyowati, T., Tri Oktafiyani, N., & Khoirunnisaa, T. (2023). Profil Kromatografi Lapis Tipis (KLT) Ekstrak Daun Kayu Putih (Melaleuca leucadendra L.). Conference on Innovation in Health, Accounting and Management Sciences (CIHAMS), 2, 25-32. https://doi.org/10.31001/cihams.v2i.71.  Manek, L. M., Purba, M. P., Benu, Y., Wiru, N., Pola, B. D., & Leba, A. S. (2023). Morfologi Kayu Putih (Melaluca Cajuputi Subsp. Cajuputi) Dan Sifat Fisis Serta Rendemen Minyak Dari Dua Lokasi Yang Berbeda Di Kabupaten Timor Tengah Utara. In Prosiding Seminar Nasional Hasil-Hasil Penelitian (Vol. 6, No. 1, pp. 110-118). https://ejurnal.politanikoe.ac.id/index.php/psnp/article/view/259/194. 

Kayu Putih (Melaluca Leucadendron) Read More »

BUNGA SEPATU (Hibiscus Rosa Sinensis)

Nama Latin Hibiscus rosa sinensis Taksonomi Kingdom     : Plantae Divisi          : Magnoliophyta Kelas           : Magnoliopsida Ordo            : Malvales Famili          : Malvaceae Genus          : Hibiscus Spesies        : Hibiscus rosa sinensis. L (Soerjani, 1987) Definisi Umum  Hibiscus rosa-sinensis atau sering disebut dengan bunga kembang sepatu, banyak dijumpai di Indonesia. H. rosa-sinensis sering ditemui dengan variasi warna mahkota bunga yang beragam. Menurut penelitian dari Masnadi et al. (2019), di Hutan Taman Eden 100 yang terdapat di Kawasan Lumbang Rang, Desa Sionggang Utara, Kec. Lumban Julu, Kab. Toba Samosir Sumatera Utara, keanekaragaman dari famili Malvaceae didominasi oleh Hibiscus sp. Tingginya bisa mencapai 10 meter pada daerah subtropik (biasanya 1-2,5 meter). Daunnya agak lebar, tipis, bagian pangkalnya agak meruncing, sedangkan tepi daunnya bergerigi kasar. Selain itu daunnya berwarna hijau bersinar dan bentuknya oval lebar. Bunga kembang sepatu tumbuh sendirian, letaknya pada ketiak daun, dan warnanya bervariasi merah muda sampai merah. Memiliki mahkota daun dengan tangkai benang sari yang banyak dan berwarna merah, 4-6 putiknya terletak di ujung benang sari. Kelopaknya membentuk garis sama panjang dengan mahkota  4. Kandungan  Bagian bunga, daun, dan akar kembang sepatu mengandung flavonoid. Daunnya mengandung saponin dan polifenol, akarnya mengandung tanin, saponin, skopoletin, cleomiscosin A, dan cleomiscosin C. Dan pula bunganya juga mengandung polifenol, yaitu senyawa yang menyebabkan rasa segar. Kembang sepatu dijadikan obat herbal selain tanaman obat keluarga lainnya karena kembang sepatu memiliki kandungan berbagai senyawa, yaitu tanin, alkaloid, flavonoid, taraxeryl acetat, polifenol, saponin, sianidin, glikosida, hibisetin, kuersetin, Caoksalat, dan perxidase. Senyawa inilah yang mampu melawan dan melemahkan organisme penyebab penyakit. (Efendi et al., 2021) Khasiat  Kembang sepatu dapat dimanfaatkan untuk kesehatan, diantaranya sebagai pengobatan panas dalam, diabetes melitus, bronkitis, gangguan ginjal, haid tidak teratur, luka, sakit panas, demam, sariawan, batuk, gondok, dan sakit kepala. Olahan dari kembang sepatu dapat juga digunakan untuk menurunkan hipertensi, menurunkan kadar lemak, menurunkan berat badan, membasmi bakteri tubuh sebagai antiseptik serta mengandung senyawa yang dapat mencegah kanker.  Cara Pengolahan   Kembang sepatu dapat diolah menjadi sirup, teh dan pewarna alami,  Cara penyeduhannya yaitu bunga kembang dioven atau dikeringkan kemudian, cukup melarutkan satu sendok teh bunga hibiscus kering ke air mendidih selama tiga sampai lima menit sehingga siap dikonsumsi, sebagai pewarna makanan dengan cara bunga kembang sepatu direbus selama 15 menit dan untuk ekstraksi segar dengan cara diblender dan dapat direndam dengan mie sebagai pewarna makanan. Pembuatan sirup dengan cara panas dilakukan dengan merebus 20 gram bunga kembang sepatu selama 15 sampai 20 menit, kemudian rebusan disaring dan air rebusan diminum setelah dingin. Sedangkan pengolahan bunga kembang sepatu dengan cara dingin adalah dengan melumatkan bunga pada mortar dan di tambahkan setengah gelas air matang kemudian diangin-anginkan selama semalam dan rasa pahit dapat diberikan gula atau madu.  DAFTAR PUSTAKA  Efendi, A., Hasibuan, M., Sihombing, E., & Wulandari, T. (2021). Bunga Kembang Sepatu Dikreasikan Untuk Kesehatan. Seminar Nasional Karya Ilmiah Multidisiplin, 1(1), 129–135. https://journal.unilak.ac.id/index.php/senkim/article/view/7750.  Masnadi M, Manurung N dan Warsodirejo PP, 2019. Keanekaragaman Famili Malvaceae Di Hutan Taman Eden 100 Sebagai Bahan Perangkat Pembelajaran Biologi. BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology), 2(2): 32-41.  https://jurnal.uisu.ac.id/index.php/best/article/view/1816.  Lestari, 2021. Pemahaman Masyarakat Terhadap Pemanfaatan Kembang Sepatu (Hibiscus Rosa-Sinensis L.) Sebagai Tanaman Obat Herbal. National Conference Of Islamic Natural Science Vol 2(1), 194-202 https://proceeding.iainkudus.ac.id/index.php/NCOINS/article/view/346.  Oktiarni, D., Ratnawati, D., & Sari, B. (2013). Pemanfaatan Ekstrak Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa sinensis Linn.) sebagai Pewarna Alami dan Pengawet Alami Pada Mie Basah. Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung, 103–110. https://www.semanticscholar.org/paper/Pemanfaatan-Ekstrak-Bunga-Kembang-Sepatu-(Hibiscus-Oktiarni-Ratnawati/1d86a7f9a565c421dce181b76753349d6a8d04be. Murrukmihadi, M. (2019). Formulasi Sirup Ekstrak Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus Rosa-sinensis L.) Varietas Warna Merah Muda dan Uji Aktivitas Mukolitiknya pada Mukus Saluran Pernapasan Sapi secara In Vitro. Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal, Vol. 4(1), pp. 17-22. https://jurnal.ugm.ac.id/majalahfarmaseutik/article/view/24077.   BUNGA SEPATU (Hibiscus Rosa Sinensis) Latin Name Hibiscus rosa-sinensis Taxonomy Kingdom : Plantae Division : Magnoliophyta Class : Magnoliopsida Order : Malvales Family : Malvaceae Genus : Hibiscus Species : Hibiscus rosa-sinensis L. (Soerjani, 1987) General Definition Hibiscus rosa-sinensis, commonly known as the hibiscus flower, is widely found in Indonesia. H. rosa-sinensis is often found with a wide variety of flower petal colors. According to research by Masnadi et al. (2019), in the Eden 100 Forest located in the Lumbang Rang area, Sionggang Utara Village, Lumban Julu Subdistrict, Toba Samosir Regency, North Sumatra, the diversity of the Malvaceae family is dominated by Hibiscus sp. It can grow up to 10 meters tall in subtropical regions (typically 1–2.5 meters). The leaves are somewhat broad, thin, with a slightly tapered base, and the leaf margins are coarsely toothed. Additionally, the leaves are glossy green and have a broad oval shape. Hibiscus flowers grow singly, located in the leaf axils, and their colors vary from pink to red. They have a corolla with numerous red stamens, and 4–6 pistils are located at the tips of the stamens. The sepals form a line of equal length with the corolla 4. Compounds The flowers, leaves, and roots of the hibiscus plant contain flavonoids. The leaves contain saponins and polyphenols, while the roots contain tannins, saponins, scopoletin, cleomiscosin A, and cleomiscosin C. The flowers also contain polyphenols, which are compounds that give them a fresh taste. Hibiscus is used as a herbal medicine alongside other medicinal plants because it contains various compounds, including tannins, alkaloids, flavonoids, taraxeryl acetate, polyphenols, saponins, cyanidin, glycosides, hibiscetin, quercetin, calcium oxalate, and peroxidase. These compounds are capable of combating and weakening disease-causing organisms. (Efendi et al., 2021) Benefits Hibiscus flowers can be used for health purposes, including as a treatment for internal heat, diabetes mellitus, bronchitis, kidney disorders, irregular menstruation, wounds, fever, canker sores, cough, goiter, and headaches. Hibiscus preparations can also be used to lower blood pressure, reduce fat levels, aid weight loss, eliminate bacteria as an antiseptic, and contain compounds that may help prevent cancer. Preparation Methods Hibiscus flowers can be processed into syrup, tea, and natural food coloring. To prepare the tea, the hibiscus flowers are oven-dried or air-dried; simply steep one teaspoon of dried hibiscus flowers

BUNGA SEPATU (Hibiscus Rosa Sinensis) Read More »

Alang-Alang (Imperata cylindrica)

Nama Latin Imperata cylindrica Taksonomi Kingdom : Plantae Divisi : Tracheophyta Ordo : Poales Kelas : Liliopsida Famili : Poaceace Genus : Imperata Spesies : Imperata cylindrica (L.) Raeusch. (ITIS, n.d.) Definisi Umum Alang-alang merupakan tanaman liar yang terkenal sebagai tanaman pengganggu pertanian akibat dari sifatnya yang mudah tumbuh dan cepat berkembang biak secara terus menerus terutama di tanah yang subur. Tumbuhan ini berkembang biak melalui biji yang mudah terbawa angin, alang-alang juga memperluas koloninya dengan cepat melalui rimpang yang sanggup menembus lapisan tanah secara efisien. Meskipun termasuk dalam kategori tanaman pengganggu pertanian, alang-alang juga termasuk tanaman obat. Menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan, Alang-alang mengandung sejumlah unsur-unsur kimia yang bermanfaat bagi kesehatan. Unsur-unsur ini banyak terdapat pada bagian akar.  (Afriannisa et al., 2025; Loilatu et al., 2023). Kandungan Di dalam akar tanaman alang-alang (Imperata cylindrica) memiliki kandungan aktif utama yaitu Alkaloid, Karbohidrat, Fitosferol, Tannin, Saponin, Flafonoid, dan Protein/asam amino (Maryati et al., 2021). Khasiat Cara Pengolahan Akar dari tanaman alang-alang dapat diolah menjadi minuman herbal dengan cara sebagai berikut: Daftar Pustaka Afriannisa, A., Azhirakeisha, S. M., Rahma, L. H., & Aisyah, R. (2025). Pemanfaatan akar alang-alang sebagai alternatif herbal dan bahan fungsional berkelanjutan. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 11(2), 112–120. https://www.journal.stkipsubang.ac.id/index.php/didaktik/article/view/6085/3696 Fatah, A., Damayanti, S. E., Pratiwi, D. S., Taufik, Y., Ghaffar, R. M., Nurkanti, M., & Hasanah, N. (2024). Diversifikasi produk akar alang-alang, pakcoy, daun stevia dan mint hasil pertanian Desa Ciputri. Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS), 5(1). Integrated Taxonomic Information System. (n.d.). Imperata cylindrica (TSN 783590). ITIS. Retrieved November 19, 2025, from https://itis.gov/servlet/SingleRpt/SingleRpt?search_topic=TSN&search_value=783590 Loilatu, B., Rumra, M. Y., & Subhan, S. (2023). Pemanfaatan tumbuhan alang-alang (Imperata cylindrica L.) sebagai obat tradisional oleh masyarakat Desa Selasi Kabupaten Buru Selatan. HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary, 1(2), 117–128. Maryati, M., Sulistyowati, E., & Widyaningrum, I. (2021). Efek antihiperlipidemia alang-alang (Imperata cylindrica) dan senyawa aktifnya: Review sistematik. Jurnal Bio Komplementer Medicine, 8(1). https://jim.unisma.ac.id/index.php/jbm/article/viewFile/13984/10749 Alang-Alang (Imperata cylindrica) Latin Name Imperata cylindrica Taxonomy Kingdom: Plantae Division: Tracheophyta Order: Poales Class: Liliopsida Family: Poaceae Genus: Imperata Species: Imperata cylindrica (L.) Raeusch. (ITIS, n.d.) General Definition Imperata cylindrica is a wild plant known as an agricultural weed due to its ability to grow easily and reproduce rapidly and continuously, especially in fertile soil. This plant reproduces via seeds that are easily carried by the wind; it also rapidly expands its colony through rhizomes capable of efficiently penetrating soil layers. Although classified as an agricultural weed, alang-alang is also considered a medicinal plant. According to several studies, alang-alang contains various beneficial chemical compounds for health. These compounds are primarily found in the roots. (Afriannisa et al., 2025; Loilatu et al., 2023). Composition The roots of the alang-alang plant (Imperata cylindrica) contain the following primary active compounds: alkaloids, carbohydrates, phytosterols, tannins, saponins, flavonoids, and proteins/amino acids (Maryati et al., 2021). Benefits Relieves Internal Heat: Alang-alang root is widely used to alleviate symptoms of internal heat. Diuretic and Kidney Health: Alang-alang has a strong diuretic effect, helping to promote urination and maintain healthy kidney function. Its flavonoid content is believed to play a role in dissolving calcium in kidney stones. Anti-inflammatory and Antibacterial: The presence of phenols, alkaloids, and terpenoids provides natural antiseptic, antibacterial, and anti-inflammatory properties that help reduce inflammation and combat infections. Relieving Digestive Disorders: It can help alleviate inflammation in the digestive tract, including gastritis and excess stomach acid. Potential Antihypertensive Effects: Its diuretic properties may also help in managing hypertension (high blood pressure). (Afriannisa et al., 2025; Loilatu et al., 2023; Fatah et al., 2024) Preparation Method The roots of the alang-alang plant can be processed into a herbal drink as follows: Wash the alang-alang roots thoroughly, Cut the alang-alang roots into small pieces, Then boil the alang-alang roots until the extract is released, Add sugar and mint leaves to taste, Strain the boiled alang-alang roots, Cool the mixture, and pour it into a container or bottle, The alang-alang root infusion is ready to drink. (Fatah et al., 2024). Preparation Method The roots of the alang-alang plant can be processed into an herbal drink as follows: Wash the alang-alang roots thoroughly, Cut the alang-alang roots into small pieces, Then boil the alang-alang roots until the juice is released, Add sugar and mint leaves to taste, Strain the boiled alang-alang root mixture, Let the decoction cool, and package it in a container or bottle, The alang-alang root decoction is ready to consume. (Fatah et al., 2024). References Afriannisa, A., Azhirakeisha, S. M., Rahma, L. H., & Aisyah, R. (2025). Utilization of elephant grass roots as an alternative herbal remedy and sustainable functional ingredient. Didaktik: Scientific Journal of PGSD STKIP Subang, 11(2), 112–120. https://www.journal.stkipsubang.ac.id/index.php/didaktik/article/view/6085/3696 Fatah, A., Damayanti, S. E., Pratiwi, D. S., Taufik, Y., Ghaffar, R. M., Nurkanti, M., & Hasanah, N. (2024). Product diversification of elephant grass roots, pak choi, stevia leaves, and mint from agricultural production in Ciputri Village. National Conference on Community Service (KOPEMAS), 5(1). Integrated Taxonomic Information System. (n.d.). Imperata cylindrica (TSN 783590). ITIS. Retrieved November 19, 2025, from https://itis.gov/servlet/SingleRpt/SingleRpt?search_topic=TSN&search_value=783590 Loilatu, B., Rumra, M. Y., & Subhan, S. (2023). The use of elephant grass (Imperata cylindrica L.) as a traditional medicine by the community of Selasi Village, South Buru Regency. HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary, 1(2), 117–128. Maryati, M., Sulistyowati, E., & Widyaningrum, I. (2021). The antihyperlipidemic effects of alang-alang (Imperata cylindrica) and its active compounds: A systematic review. Journal of Complementary Medicine, 8(1). https://jim.unisma.ac.id/index.php/jbm/article/viewFile/13984/10749

Alang-Alang (Imperata cylindrica) Read More »

Kemenko PMK Lakukan Kunjungan ke PT Naturindo Fresh

Kulon Progo, 24 Juli 2025 — Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka monitoring dan evaluasi kebijakan pengembangan obat bahan alam di Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan kemandirian penyediaan sediaan farmasi nasional berbasis potensi lokal. Pertemuan yang dilaksanakan di Kantor Bappeda Kulon Progo ini dihadiri oleh berbagai instansi, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM, Dinas Kebudayaan, BPOM Kulon Progo, serta DPD GP Jamu Yogyakarta. Diskusi berfokus pada kebijakan pengembangan obat bahan alam, ketersediaan vaksin dan alat kesehatan, serta inovasi pelayanan dan riset lokal yang mendukung program kesehatan nasional. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke UKOT PT. Naturindo Fresh di Dusun Secang, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih. UKOT ini merupakan salah satu unit kesehatan yang mengembangkan dan memproduksi obat bahan alam secara modern dan higienis. Para peserta kunjungan mendapat gambaran nyata tentang proses produksi yang mengutamakan kualitas dan keamanan, sesuai standar nasional. Kulon Progo dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan obat herbal dan kampung jamu. Kekayaan sumber daya alam, budaya pengobatan tradisional yang kuat, serta dukungan dari institusi pendidikan dan industri kreatif menjadikan wilayah ini strategis dalam upaya mewujudkan kemandirian farmasi nasional. Melalui kegiatan ini, Kemenko PMK berharap akan tercipta sinergi lebih kuat antara pemangku kepentingan pusat dan daerah dalam mendukung pemanfaatan obat bahan alam untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia secara menyeluruh.

Kemenko PMK Lakukan Kunjungan ke PT Naturindo Fresh Read More »

Naturindo Group Raih Penghargaan Sistem Tata Kelola Kerja Layak 2025 dari Pemkab Kulon Progo

PT Naturindo Fresh dan PT Naturindo Surya Niaga, dua perusahaan unggulan dalam Naturindo Group, kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dalam ajang Penganugerahan Sistem Tata Kelola Kerja Layak 2025 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, keduanya berhasil meraih penghargaan atas komitmen tinggi dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan berkelanjutan. 🏅 PT Naturindo Fresh meraih peringkat ke-4 dalam kategori Perusahaan Menengah🏅 PT Naturindo Surya Niaga menempati peringkat ke-7 dalam kategori Perusahaan Besar Pengakuan Atas Komitmen dan Kepatuhan Ketenagakerjaan Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan terhadap konsistensi Naturindo Group dalam menerapkan standar tinggi tata kelola perusahaan, keselamatan kerja, serta kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan. Ini membuktikan bahwa Naturindo tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada pembangunan budaya kerja yang etis, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan karyawan. Maklon Herbal Terpercaya di Kulon Progo Sebagai salah satu perusahaan herbal terpercaya di Kulon Progo, Naturindo Group dikenal sebagai pelopor layanan One-Stop Maklon produk herbal yang profesional dan terintegrasi. Prosesnya mencakup: Seluruh proses dilakukan dengan mengedepankan prinsip jamu modern halal dan berkualitas, sesuai standar nasional dan internasional. Membangun Lingkungan Kerja yang Inklusif dan Produktif Lebih dari sekadar pencapaian formal, penghargaan ini mencerminkan kekuatan budaya kerja positif yang dibangun di Naturindo: integritas, kolaborasi, dan dedikasi. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim — mulai dari jajaran manajemen hingga karyawan di lini produksi — yang bersama-sama membentuk sistem kerja yang adil, sehat, dan produktif. Kontribusi Nyata bagi Masyarakat dan Ekonomi Lokal Naturindo Group percaya bahwa lingkungan kerja yang layak adalah fondasi utama dalam menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Dengan terus berinovasi dan menjaga kualitas, perusahaan berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi kesehatan masyarakat melalui produk herbal berkualitas, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi lokal Kulon Progo dan Indonesia secara keseluruhan. Selamat untuk seluruh tim Naturindo! Teruslah tumbuh, menginspirasi, dan membawa manfaat untuk masyarakat luas. 🌿✨

Naturindo Group Raih Penghargaan Sistem Tata Kelola Kerja Layak 2025 dari Pemkab Kulon Progo Read More »

Naturindo Fresh Audiensi dengan Puro Pakualaman: Memajukan Jamu sebagai Warisan Budaya

Senin (26/5), PT Naturindo Fresh, salah satu Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) di D.I. Yogyakarta, dengan bangga mengumumkan audiensi strategisnya dengan Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam di Puro Pakualaman. Pertemuan ini menjadi langkah penting bagi Naturindo Fresh, yang merupakan bagian dari Gabungan Pengusaha Jamu DIY (GP Jamu DIY), untuk memperkenalkan diri dan visinya dalam melestarikan serta mengembangkan jamu tradisional Indonesia. Inovasi Produk Herbal dan Wisata Kesehatan Unggulan Dalam audiensi tersebut, Naturindo Fresh mempresentasikan beragam produk jamu sebagai obat bahan alam, aneka minuman sehat berbahan dasar rempah, dan tanaman obat. Produk-produk ini ditekankan sebagai solusi alami untuk meningkatkan imunitas tubuh secara preventif dan promotif. Selain itu, Naturindo Fresh juga memperkenalkan inisiatif Wellness Tourism terintegrasi di Kabupaten Kulon Progo. Sebagai pelopor wisata kesehatan di DIY, Taman Jamu Naturindo dirancang sebagai wahana edukasi yang memungkinkan pengunjung mengenal lebih dekat jamu sebagai obat bahan alam, serta menikmati berbagai jenis terapi dan spa tradisional dalam satu kawasan. Dukungan Penuh dari Puro Pakualaman untuk Jamu Mendunia Sambutan hangat dari GKBRAA Paku Alam memberikan motivasi besar bagi Naturindo Fresh dan seluruh pelaku IKM di DIY. Beliau menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi pengembangan budaya jamu sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang diakui UNESCO. Dukungan ini tidak hanya terbatas pada pengenalan jamu di lingkungan DIY, tetapi juga mencakup upaya menghubungkan Naturindo Fresh dengan investor dalam dan luar negeri. Khususnya, GKBRAA Paku Alam siap membuka jaringan untuk pengembangan pasar luar negeri, dengan fokus utama pada Malaysia dan Arab Saudi. Naturindo Fresh berharap langkah kecil ini akan membawa dampak besar bagi masa depan jamu Indonesia, menjadikannya dikenal dan diapresiasi di kancah internasional. #NaturindoFresh#Pakualaman#GustiPutri#KolaborasiStrategis#ProdukHerbalIndonesia#BanggaProdukLokal#KesehatanAlami#SinergiUntukKemajuan#AudiensiBersama#HerbalUntukBangsa#UMKMBerdaya#GPJamuDIY#DewanJamuIndonesia

Naturindo Fresh Audiensi dengan Puro Pakualaman: Memajukan Jamu sebagai Warisan Budaya Read More »

Penandatanganan MoU

Naturindo Menandatangani MoU Pengolahan Tanaman Pegagan

Rabu (21/5), PT Naturindo Fresh yang diwakili oleh Direktur Utama Bapak Teguh Adhi Nugroho dan Manajer Produksi Ibu Duana Candradewi menghadiri acara panen raya pegagan (Centella asiatica) dan juga penandatanganan kerja sama (MoU) pengolahan hasil tanaman pegagan di Desa Sidoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Turut hadir dalam acara tersebut yaitu G.K.B.R.A.A Paku Alam dan Bupati Kulon Progo Bapak Agung Setyawan. Acara tersebut merupakan Implementasi dari kolaborasi pentahelix. Kolaborasi pentahelix adalah pendekatan strategis dalam pembangunan yang mengintegrasikan lima unsur utama—pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media—untuk menciptakan sinergi lintas sektor dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program berbasis kepentingan bersama. 🌱🙌 Model ini bertujuan untuk menghadirkan solusi inovatif, inklusif, dan berkelanjutan dengan memanfaatkan kekuatan dan peran unik masing-masing aktor, sehingga mampu menjawab tantangan pembangunan secara holistik dan adaptif di era disrupsi.✨ PT Naturindo Fresh akan berkolaborasi dengan komunitas petani dalam pengolahan pegagan (Centella asiatica) dengan pendampingan dari Fakultas Farmasi UGM dan difasilitasi oleh Pemerintah Daerah dengan Dana Keistimewaan. 🙌 #kolaborasi#NaturindoGroup#Naturindo#ptnaturindofresh#naturindofit#kulonprogo#samigaluh#sidoharjo

Naturindo Menandatangani MoU Pengolahan Tanaman Pegagan Read More »

PT Naturindo Fresh Gelar Refresh CPOTB untuk Karyawan Divisi Produksi

Dalam komitmennya untuk menjadi yang terdepan dalam industri obat tradisional, PT Naturindo Fresh menggandeng Universitas Alma Ata Yogyakarta untuk menyelenggarakan refreshment training mengenai Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Pelatihan intensif ini ditujukan khusus bagi seluruh karyawan Divisi Produksi untuk memperkuat kapabilitas dan menjamin mutu produk. Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap proses produksi di PT Naturindo Fresh tidak hanya mematuhi, tetapi melampaui standar industri yang ditetapkan oleh BPOM. Ini adalah investasi jangka panjang kami dalam menciptakan operasional yang presisi, berdaya saing, dan berkelanjutan. Apa Itu CPOTB dan Mengapa Sangat Penting? Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) adalah seperangkat pedoman wajib yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Tujuannya sederhana namun krusial: Penerapan CPOTB secara disiplin adalah bukti utama bahwa sebuah perusahaan serius dalam menjaga kepercayaan konsumen dan menghasilkan produk herbal yang unggul. Komitmen Kualitas Terwujud dalam Layanan Maklon Profesional Di PT Naturindo Fresh, kualitas bukanlah sekadar slogan, melainkan inti dari setiap layanan kami. Komitmen ini kami buktikan dengan sertifikasi CPOTB resmi dari BPOM RI dan dukungan tim ahli yang berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri herbal. Kami menyediakan jasa maklon obat tradisional yang komprehensif untuk mewujudkan produk impian Anda. Anda dapat fokus pada pemasaran, sementara kami menangani seluruh proses produksi dari hulu ke hilir. Layanan maklon kami meliputi berbagai bentuk sediaan: Dari pemilihan bahan baku terbaik hingga pengemasan produk yang siap didistribusikan, kami memastikan setiap tahap dilakukan sesuai standar CPOTB untuk menghasilkan produk yang aman, berkhasiat, dan berkualitas tinggi. Siap Wujudkan Produk Herbal Berkualitas Anda? Jangan ragu untuk mengambil langkah pertama. Konsultasikan ide dan kebutuhan produk Anda dengan tim ahli kami. Empowered people. Compliant systems. Future-proof production. #PTNaturindoFresh #UniversitasAlmaAta #bpom #OperationalExcellence #SustainableGrowth #TeamDevelopment #knowledgeispower #RefresmentTrainingCPOTB

PT Naturindo Fresh Gelar Refresh CPOTB untuk Karyawan Divisi Produksi Read More »

Daun Kelor

Daun Kelor Sebagai Alternatif Pencegahan Stunting

Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman yang dapat tumbuh di daerah tropis dan dapat tumbuh pada dataran rendah hingga ketinggian 700m di atas permukaan laut.  Tanaman kelor merupakan salah satu tanaman perdu yang memiliki ketinggian 7-11 meter, dapat tumbuh dan bertahan pada musim kering dengan toleransi terhadap kekeringan hingga 6 bulan serta mudah untuk pembiakannya. Kelor dikenal sebagai The Miracle Tree karena telah dibuktikan secara alamiah dapat menjadi sumber gizi yang memiliki khasiat obat (Marhaeni, 2021). Di Indonesia, masalah gizi pada anak serta kesehatan pada ibu masih diperlukan perhatian yang lebih serius. Apabila terjadi kekurangan gizi yang banyak dibawah angka kebutuhan gizi pada anak, maka akan dapat menyebabkan stunting. Bahkan dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan pada anak sehingga menyebabkan anak menjadi lebih pendek yang disebabkan karena kekurangan gizi dan juga memiliki risiko yang dapat mengurangi kesehatan anak dan kematian pada anak (Fatmawati dkk, 2022). Pada bulan Desember 2023, angka stunting mengalami penurunan menjadi 21,5%, namun seharusnya target dari penurunan stunting adalah mencapai 14% (Kemenkes, 2024). Oleh karena itu, diperlukan upaya mencegahan stunting dengan memanfaatkan salah satu tanaman lokal yaitu tanaman kelor (Moringa oleifera). Menurut Integrated Taxonomic Information System (ITIS), klasifikasi tanaman kelor adalah sebagai berikut: Kingdom         : Plantae Phylum            : Tracheophyta Class               : Magnolipsida Order               : Brassicales Family             : Moringaceae Genus              : Moringa Species            : Moringa oleifera Lam. Morfologi Daun Kelor Tanaman kelor merupakan pohon dengan kayu lunak, mempunyai kualitas rendah dengan diameter 30 cm. Daun tanaman kelor berkarakteristik sirip tak sempurna, bentuk seperti telur, kecil sebesar ujung jari. Memiliki daun berwarna hijau hingga hijau kecokelatan, memiliki panjang 1-3 cm, dengan lebar 4 mm sampai 1 cm, mempunyai ujung daun tumpul, pangkal daun membulat, dan tepi daun rata. Memiliki bunga berwarna putih, putih kekuning kuningan (krem) atau merah, bergantung pada jenis atau spesiesnya (Marhaeni, 2021). Kandungan Senyawa Kimia yang Terdapat Pada Daun Kelor Senyawa Senyawa caffeid acid, kaempferol, quercetin, dan tocopherol pada tanaman kelor mempunyai potensi  untuk mencegah stunting melalui aktivitas antioksidan yang ada di dalamnya (Rurisari, 2021). Selain itu, Daun kelor (moringa oleifera) merupakan tanaman kaya akan gizi, diantaranya yaitu Fe, As. Folat, Ca, dan fosfor (Irawan, 2020). Khasiat Tanaman Kelor Tanaman kelor memiliki beberapa nutrisi yang bahkan memiliki sifat perbaikan khusus dan dapat digunakan sebagai antifibrotik, antiinflamasi, antimikroba, antihiperglikemik, antioksidan, antitumor serta antikanker (Susanti dan Nurman, 2022) Cara Pengolahan Secara Tradisional             • Dicuci segengam daun kelor segar             • Direbus dengan air sebanyak 1-2 gelas hingga mendidih             • Lalu siap diminum selagi hangat Produksi Secara Modern PT Naturindo Fresh menyediakan layanan maklon dalam bentuk kapsul, serbuk oral, cairan obat dalam, cairan obat luar, minuman serbuk, biskuit sehingga anda dapat memilih bentuk sediaan yang sesuai dengan target dan kebutuhan konsumen. Kami mengelola produksi mulai dari pemilihan bahan baku yang berkualitas hingga proses pengemasan dan siap didistribusikan sehingga anda dapat memastikan bahwa produk yang dihasilkan berkualitas. Komitmen kami terhadap kualitas dibuktikan dengan sertifikasi CPOTB yang diperoleh dari BPOM RI dan juga didukung oleh tim yang sudah berpengelaman dibidang herbal selama lebih dari 10 tahun. Konsultasikan dulu sekarang! Sumber Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. 2017. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Fatmawati, N., Zulfiana, Y., & Julianti, I. (2022). Pengaruh Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Pencegahan Stunting. Journal of Fundus, 3(1), 1-6. Irwan, Z. (2020). Kandungan Zat Gizi Daun Kelor (Moringa Oleifera) Berdasarkan Metode Pengeringan. Jurnal Kesehatan Manarang, 6(1), 69-77. ITIS. Moringa oleifera Lam. Diakses dari https://www.gbif.org/species/3054181 Kemenkes. 2024. Presiden: Permasalahan Kesehatan Harus Diatasi Bersama. Diakses dari https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20240424/0545350/presiden permasalahan-kesehatan-harus-diatasi-bersama/ Marhaeni, L. S. (2021). Daun Kelor (Moringa oleifera) sebagai Sumber Pangan Fungsional dan Antioksidan. AGRISIA-Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 13(2). Ruriasri, C., Yuniastuti, A., Susanti, R., & Nugrahaningsih, W. H. (2021, December). Identifikasi Senyawa Bioaktif Moringa Oleifera Lam. Sebagai Antioksidan Melalui Ligan Pada Mammalian Target Of Rapamycin (Mtor) Pathway Untuk Prediksi Pencegahan Stunting Secara In Silico. In Prosiding Seminar Nasional Biologi (Vol. 9, pp. 256-261). Susanti, A., & Nurman, M. (2022). Manfaat Kelor (Moringa Oleifera) Bagi Kesehatan. Jurnal Kesehatan Tambusai, 3(3), 509-513. Moringa Leaves as an Alternative for Stunting Prevention Moringa leaves (Moringa oleifera) come from a plant that thrives in tropical regions and can grow in lowland areas up to an elevation of 700 meters above sea level. The moringa plant is a shrub that grows to a height of 7–11 meters; it can survive dry seasons with a drought tolerance of up to six months and is easy to propagate. Moringa is known as the “Miracle Tree” because it has been proven to be a natural source of nutrition with medicinal properties (Marhaeni, 2021) In Indonesia, child nutrition and maternal health still require more serious attention. If a child’s nutritional intake falls significantly below their nutritional requirements, it can lead to stunting. This can even disrupt a child’s growth and development, resulting in shorter stature due to malnutrition, as well as posing risks that may compromise the child’s health and lead to child mortality (Fatmawati et al., 2022). By December 2023, the stunting rate had decreased to 21.5%, though the target for reducing stunting is to reach 14% (Ministry of Health, 2024). Therefore, efforts to prevent stunting are needed by utilizing one of the local plants, namely the moringa tree (Moringa oleifera). According to the Integrated Taxonomic Information System (ITIS), the classification of the moringa plant is as follows: Kingdom : Plantae Phylum : Tracheophyta Class : Magnoliophyta Order : Brassicales Family : Moringaceae Genus : Moringa Species : Moringa oleifera Lam. Morphology of Moringa Leaves The moringa plant is a softwood tree of low quality with a diameter of 30 cm. Moringa leaves are characterized by an imperfectly pinnate arrangement, are egg-shaped, and are small, about the size of a fingertip. The leaves range in color from green to brownish-green, are 1–3 cm long and 4 mm to 1 cm wide, and have blunt tips, rounded bases, and smooth margins. The flowers are white, creamy white, or red, depending on the variety or species (Marhaeni, 2021). Chemical Compounds Found in Moringa Leaves The compounds caffeic acid, kaempferol, quercetin, and tocopherol in moringa plants

Daun Kelor Sebagai Alternatif Pencegahan Stunting Read More »

Gula Semut Manis Alami Dengan Segudang Manfaat

Gula semut, hasil olahan nira aren yang masih alami, semakin populer di kalangan masyarakat yang sadar akan kesehatan. Dengan rasa manis yang khas dan warna cokelat keemasannya, gula semut menawarkan alternatif yang menarik bagi gula pasir. Namun, seperti halnya produk lainnya, gula semut juga memiliki keunggulan dan kekurangan yang perlu diketahui. Kelebihan Gula Semut Kekurangan Gula Semut Tips Memilih Gula Semut Kesimpulan Gula semut merupakan alternatif yang menarik bagi mereka yang ingin mengkonsumsi gula secara lebih sehat. Namun, sebelum memutuskan untuk beralih ke gula semut, penting untuk mempertimbangkan ketersediaan, harga, dan kualitas produk yang akan Anda beli. Dengan memilih gula semut yang tepat, Anda dapat menikmati manisnya gula secara alami dan memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Sumber https://epublikasi.pertanian.go.id/berkala/btip/article/download/3590/3561/5225 (diakses pada tanggal 13 November 2024)https://exporthub.id/en/gula-semut-pengertian-manfaat-dan-potensi-ekspornya/ (diakses pada tanggal 13 November 2024)https://www.blibli.com/friends/blog/apa-itu-gula-semut-06/ (diakses pada tanggal 13 November 2024)https://snllb.ulm.ac.id/prosiding/index.php/snllb-lit/article/viewFile/155/156 (diakses pada tanggal 13 November 2024)

Gula Semut Manis Alami Dengan Segudang Manfaat Read More »

Scroll to Top