Nama Latin
Talinum paniculatum Gaertn
Taksonomi
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Caryophyllales
Famili : Talinaceae
Genus : Talinum
Spesies : Talinum paniculatum Gaertn
(Simpson (2006) dan van Steenis (2002) )
Definisi Umum
Tanaman Gingseng Jawa adalah tanaman obat yang tumbuh liar di pekarangan dan kebun di Indonesia. Masyarakat lokal sering menyebutnya “som jawa” dan memanfaatkannya sebagai sayuran dan obat herbal tradisional karena khasiatnya yang beragam. Tanaman ini dikenal memiliki kandungan bioaktif seperti flavonoid, saponin, tanin, dan steroid, yang memberikan aktivitas farmakologis (Silalahi, 2022).
Tanaman Gingseng Jawa (Talinum paniculatum Gaertn.) merupakan herba tropis tegak dengan akar tunggang menebal sebagai tempat cadangan makanan. Batangnya berair dan bercabang banyak, sedangkan daunnya tunggal, berbentuk elips hingga lonjong, licin, dan tersusun berselang-seling, yang menjadi bagian utama yang dimanfaatkan karena kandungan senyawa bioaktifnya. Bunga tersusun dalam malai kecil berwarna merah muda hingga ungu muda, dengan buah berupa kapsul kecil berisi biji hitam. Tanaman ini mudah dibudidayakan di daerah tropis dan memiliki kemampuan produksi biomassa daun yang tinggi (Lakitan et al., 2021; Silalahi, 2022).
Kandungan
Tanaman gingseng jawa (Talinum paniculatum Gaertn.) mengandung berbagai senyawa bioaktif penting, antara lain flavonoid, senyawa fenolik, saponin, tanin, serta steroid atau triterpenoid, yang berperan sebagai antioksidan dan antibakteri (Oktaviani et al., 2024; Susilo et al., 2024). Selain itu, gingseng jawa juga mengandung chlorogenic acid dan quercetin yang memiliki aktivitas antiinflamasi, serta fitosterol seperti stigmasterol dan sitosterol yang mendukung aktivitas biologis tanaman ini (El-Baehaqi et al., 2022; Susilo et al., 2024).
Khasiat
Ekstrak daun dan akar gingseng jawa memiliki aktivitas antioksidan yang membantu menekan stres oksidatif dan menjaga kesehatan sel (Rachmawan et al., 2025; Susilo et al., 2024). Kandungan flavonoid, tanin, dan saponin pada daunnya juga menunjukkan aktivitas antibakteri, khususnya terhadap Shigella dysenteriae (Oktaviani et al., 2024). Selain itu, ekstrak akar gingseng jawa dilaporkan memiliki efek afrodisiak, sedangkan senyawa fenolik dan fitosterol berkontribusi terhadap aktivitas antiinflamasi dan tonik, sehingga mendukung pemanfaatannya sebagai tanaman obat untuk meningkatkan vitalitas tubuh (El-Baehaqi et al., 2022; Susilo et al., 2024).
Cara Pengolahan
Akar atau daun dicuci dengan air mengalir hingga bersih dari kotoran dan tanah sebelum diolah. Akar dikeringkan dengan cara diangin-anginkan atau suhu rendah hingga kadar air menurun dan bahan stabil. Simplisia diekstraksi menggunakan pelarut air dengan pemanasan untuk menarik senyawa aktif yang larut air. Ekstrak cair dikeringkan menggunakan spray drying hingga diperoleh ekstrak kering berbentuk serbuk. Serbuk ekstrak disimpan dalam wadah tertutup, terlindung dari cahaya dan kelembapan.
Daun Ginseng Jawa disortasi, kemudian dicuci menggunakan air mengalir lalu ditiriskan. Daun ginseng jawa dikeringkan dalam oven selama 24 jam pada suhu 55°C. Kemudian daun gigseng jawa digiling menjadi serbuk teh. Teh diseduh dengan air mendidih (suhu 90oC) sebanyak 121 ml dalam gelas, lalu ditutup selama 15 menit. Teh herbal siap disajikan (Fajriyah et al., 2024)
Daftar Pustaka
El-Baehaqi, S. F., A. D. Aminah, dan F. Firdayani. 2022. Analysis of potential compounds from Javanese Ginseng (Talinum paniculatum Gaertn.) and Moringa leaves as the anti-inflammation with molecular docking method. Acta Pharmaceutica Indonesia, 47 (2) : 16 – 27. DOI: https://doi.org/10.5614/api.v47i2.18974
Fajriyah, M., A. Nirmalawaty, D. A. Rosida, dan T. W. S. Panjaitan. 2024. Pembuatan teh herbal dengan bahan baku daun Ginseng Jawa (Talinum paniculatum), Rosella (Hibiscus sabdariffa) dan Serai (Cymbopogon citratus). Agroteksos, 34 (1) : 242 – 249. DOI: https://doi.org/10.29303/agroteksos.v34i1.1100
Lakitan, B., K. Kartika, L. I. Widuri, E. Siaga, dan L. N. Fadilah. 2021. Lesser-known ethnic leafy vegetables Talinum paniculatum grown at tropical ecosystem: Morphological traits and non-destructive estimation of total leaf area per branch. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 22, 4487 – 4495. DOI: https://doi.org/10.13057/biodiv/d22104
Oktaviani, R., F. Fitriyanti, dan P. K. Sari. 2024. Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun Ginseng Jawa (Talinum paniculatum (Jacq.) Gaertn) terhadap Shigella dysenteriae. Borneo Journal of Pharmascientech, 8 (1) : 25 – 33. DOI: https://doi.org/10.51817/bjp.v8i1.502
Rachmawan, R. L., S. Wahyuningsih, dan F. H. Suryani. 2025. Uji aktivitas ekstrak etanol 50% akar Ginseng Jawa (Talinum paniculatum Jacq. (Gaertn)) sebagai inhibitor stres oksidatif. J. Buana Farma, 5 (3) : 386 – 393. DOI: https://doi.org/10.36805/jbf.v5i3.1391
Silalahi, M. 2022. Talinum paniculatum (Jacq.) Gaertn (Kajian pemanfaatannya sebagai bahan pangan dan bioaktivitasnya). Pro-Life: Jurnal Pendidikan Biologi, Biologi dan Ilmu Serumpun, 9 (1) : 289 – 299. DOI: https://doi.org/10.33541/pro-life.v9i1.3588
Susilo, S., F. N. Aini, dan E. D. Permanasari. 2024. Phytochemical constituents of leaves and roots ethanolic extract of Talinum paniculatum and their biological activities. Research Journal of Pharmacy and Technology, 17 (2) : 679 – 685. DOI: https://doi.org/10.52711/0974-360X.2024.00105

