DAUN DEWA (Gynura divaricata)

Nama Latin

(Gynura divaricata)

Taksonomi

Kingdom: Plantae

Divisi: Spermatophyta

Sub-divisi: Angiospermae

Kelas: Dicotyledoneae

Ordo: Asterales

Famili: Asteraceae

Genus: Gynura

Spesies: Gynura procumbes (Lour.) Merr atauG. Sarmentosa BL.

Definisi Umum

Tanaman daun dewa (Gynura divaricate) merupakan salah satu jenis tanaman herbal yang berasal dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Di Indonesia, tanaman daun dewa juga sering disebut sebagai tanaman tapak dewa yang tergolong dalam famili Asteraceae. Daun dewa dikenal karena memiliki banyak khasiat karena mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder (Aprilliani et al., 2021). Kandungan senyawa metabolit sekundernya inilah yang membuat daun dewa seringkali dimanfaatkan sebagai bahan dasar obat produk maupun obat herbal yang dapat mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti kanker, demam, hipertensi, diabetes, dan penyakit kulit. Selain itu, daun dewa juga biasanya digunakan dalam mengatasi ruam pada wajah dan pengobatan penyakit ginjal (Meisinca et al., 2024).

Kandungan

Berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan oleh Gultom & Siagian (2021) dan Apriliani et al. (2021), daun dewa diketahui memiliki kandungan berupa fitokimia seperti terpenoid, flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, polisakarida, asam fenolik, steroid, dan minyak atsiri.

Khasiat

Menurut Commas et al. (2021) dan Meisinca et al. (2024), daun dewa sering dimanfaatkan sebagai obat herbal karena memiliki khasiat yang dapat mengatasi berbagai macam penyakit seperti kanker, demam, hipertensi, diabetes, penyakit kulit, penyakit ginjal, dan ruam pada wajah.

Cara Pengolahan

Proses pengolahan daun dewa sebagai obat herbal sangat bervariasi, meliputi metode yang diterapkan secara sederhana hingga skala industri. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari website Pemerintahan Kabupaten Gunungkidul (2024), rangkaian pengolahan daun dewa secara sederhana untuk menghilangkan panas, menurunkan gula darah, dan membersihkan racun dalam tubuh adalah sebagai berikut:

  1. Siapkan daun dewa sebanyak 10-15 gram
  2. Cuci bersih daun dewa dengan air mengalir hingga bersih
  3. Rebus daun dewa dengan 3 (tiga) gelas air
  4. Tunggu hingga mendidih hingga air tersisa setengah dari jumlah awal
  5. Saring daun dewa yang direbus
  6. Air rebusan daun dewa sudah dapat diminum

     Disisi lain, proses pengolahan daun dewa di skala industri memiliki rangkaian pengolahan yang lebih kompleks. Pengolahan ini bertujuan untuk mendapatkan senyawa aktif pada daun dewa dengan kadar yang lebih tinggi. Berdasarkan dari penelitian Rosa et al. (2022), proses ekstraksi daun dewa melalui metode maserasi menjadi metode yang mampu memperoleh kadar senyawa fenolat paling tinggi dibandingkan dengan metode blender maupun metode shaker. Rangkaian pengolahan daun dewa melalui metode maserasi menurut Rosa et al. (2022) adalah sebagai berikut:

  1. Siapkan daun dewa secukupnya
  2. Cuci bersih daun dewa dengan air mengalir hingga bersih
  3. Kering anginkan daun dewa hingga bobotnya konstan
  4. Haluskan daun dewa yang telah mengering dengan cara di grinder
  5. Timbang 5 gram daun dewa yang telah dihaluskan
  6. Rendam daun dewa dengan 50 mL etanol 70% selama 6 jam di dalam wadah maserasi yang berwarna gelap sambil diaduk sesekali
  7. Maserat dipisahkan dan proses diulangi sampai ekstrak terakhir negatif fenolat dengan jenis dan jumlah pelarut yang sama
  8. Kumpulkan maserat yang telah dipisahkan sebelumnya
  9. Maserat diuapkan dengan rotary evaporator pada suhu 40°C

Daftar Pustaka

AR PUSTAKA

Apriliani, A., Fhatonah, N., & Ashari, N. (2021). Uji Efektivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol 70% Daun Dewa. Jurnal Farmagazine, 8(2), 52–58.

Commas, D. R., Munir, M., & Yadi. (2021). Uji Aktivitas Antifungal Ekstrak Etanol Daun Dewa (Gynura Pseudochina (Lour.) DC.) Terhadap Pertumbuhan Candida Albicans dengan Metode Kirby Bauer. Mulawarman Dental Journal, 1(2), 67–75.

Gultom, R. P. J., & Siagian, H. S. (2021). Uji Aktivitas Analgetik Fraksi Aktif Ekstrak Metanol Daun Dewa (Gynura pseudochina (L.) DC.) Terhadap Mencit Jantan (Mus musculus). Jurnal Farmasi Higea, 13(2), 92.

Meisinca, D. N., Riga, R., Silvani, M. A., Oktria, W., Nasra, E., Kurniawati, D., Dewita, F. O., Doni, D. D. R., & Khairiyah, G. (2024). Analisis Aktivitas Antioksidan Jamur Endofitik DDP yang Berkolonisasi dengan Daun Dewa (Gynura Segetum) Dengan Metode DPPH (2,2-Defenil-1-Pikrilhirazil). Jurnal Farmamedika, 9(2), 150-157.

Pemerintahan Kabupaten Gunungkidul. (2024). Tanaman Daun Dewa. Diambil dari https://desagrogol.gunungkidulkab.go.id/first/artikel/2306-Tanaman-Daun-Dewa

Rosa, R., Widya, N., Novrita, S., & Elvina R. (2022). Effecr of Extraction Modification on Total Phenolic Compound Level in Dewa Leaf. Indonesian Journal of Pharmaceutical Research, 1(1), 1-5.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top