Nama Tumbuhan
Cabe jawa (Piper retrofractum Vahl)
Taksonomi Tumbuhan
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Piperales
Famili : Piperaceae
Genus : Piper
Spesies : Piper retrofractum Vahl
Definisi Umum
Cabe jawa (Piper retrofractum Vahl) merupakan salah satu jenis tanaman obat yang banyak digunakan di Indonesia serta telah terbukti memiliki efek analgesik yang terdapat pada ekstrak etanol yang terdapat di dalamnya. Cabe jawa secara empiris digunakan oleh masyarakat sebagai analgetik, antipiretik, mencegah mulas, stimulansia, sakit gigi, dan lain lain (Muslichah, 2011). Cabe jawa tumbuh di seluruh wilayah Indonesia pada daerah dengan ketinggian 1-600 m dari permukaan air laut dengan suhu udara 20-30°C. Tanaman cabe jawa dapat tumbuh di tanah lempung berpasir dengan struktur tanah gembur dan berdrainase baik (Evizal, 2013). Tanaman cabe jawa merupakan tanaman perdu dengan tinggi tanaman 0,5-7 m. Akarnya berbentuk bulat dan berwarna cokelat. Batang berbentuk bulat, bersulur, beruas, memiliki akar udara, bertekstur halus, berwarna hijau dengan jarak antar ruas 2-5 cm. Daun tanaman cabe jawa merupakan daun tunggal dengan letak berseling dengan ujung daunnya runcing. Buahnya berbentuk bulat dengan warna buah muda hijau dan buah masak merah (Yuliana, 2023).
Kandungan
Kandungan senyawa aktif yang terdapat dalam cabe jawa berupa senyawa alkaloid, polifenol, dan flavonoid yang memiliki beragam aktivitas farmakologis termasuk sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba (Hadi dan Febriani, 2025).
Khasiat
Cabe jawa memiliki berbagai manfaat farmakologis bagi kesehatan. Secara tradisional, cabe jawa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan pengobatan untuk berbagai penyakit seperti flu, demam, dan masuk angin. Cabe jawa juga dapat dimanfaatkan untuk mengobati tekanan darah rendah, influenza, sesak nafas, sakit kepala, kolera, bronkitis menahun hingga lemah sahwat (Alrosyidi, 2025).
Cara Pengolahan
Cara pengolahan cabe jawa dapat dilakukan dengan, buah cabe jawa kering atau segar direbus dengan air, kemudian disaring dan diminum hangat untuk meredakan demam, perut kembung, lambung mulas, muntah, serta gangguan pencernaan lainnya (Faranayuda et al., 2021).
Daftar Pustaka
Alrosyidi, A. F. (2024, December). Pengaruh Variasi Pelarut Terhadap Profil Fitokimia Ekstrak Buah Cabe Jawa (Piper Retrofractum Vahl) Dengan Metode Ultrasonik. In Seminar Nasional Dunia Kesehatan (SENADA) (Vol. 3, pp. 238-246). https://prosiding.uim.ac.id/index.php/senada/article/view/458
Evizal, R. (2013). Status fitofarmaka dan perkembangan agroteknologi cabe jawa (Piper Retrofractum Vahl.). Jurnal Agrotropika, 18(1), 34-40. https://repository.lppm.unila.ac.id/18903/
Faramayuda, F., Arifin, S. Z., & Syam, A. K. (2021). Piper retrofractum Vahl.: traditional uses, phytochemical and pharmacological activities. Perspektif Rev Penelit Tanam Ind, 20(1), 26-34. http://dx.doi.org/10.21082/psp.v20n1.2021.26-34
Hadi, S., & Febriani, N. R. (2025). Aktivitas ekstrak Piper retrofractum Vahl menggunakan MAE sebagai penangkap radikal DPPH. JFARM-Jurnal Farmasi, 3(1), 21-26. https://doi.org/10.58794/jfarm.v3i1.1275
Muslichah, S. (2011). Potensi afrodisiak kandungan aktif buah cabe jawa (Piper retrofractum Vahl) pada tikus jantan galur wistar. JURNAL AGROTEKNOLOGI, 5(02), 11-20. https://jagt.jurnal.unej.ac.id/index.php/JAGT/article/view/2573
Yuliana, L. (2023). Studi morfologi genus Piper dan variasinya. Biocaster: Jurnal Kajian Biologi, 3(1), 11-19. https://doi.org/10.36312/bjkb.v3i1.155

