Sidaguri (Sida rhombifolia L.)

Nama Tanaman

Sidaguri (Sida rhombifolia L.)

Taksonomi Tumbuhan

Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Famili : Malvaceae
Genus : Sida
Spesies : Sida rhombifolia L.

Deskripsi Umum

Sidaguri (Sida rhombifolia L.) merupakan tanaman herba atau semak kecil dari famili Malvaceae yang banyak ditemukan di daerah tropis. Tanaman ini memiliki batang tegak dan bercabang, daun tunggal berbentuk lonjong hingga belah ketupat, serta bunga berukuran kecil yang umumnya berwarna kuning. Sidaguri telah lama dimanfaatkan sebagai tanaman obat tradisional dan berbagai bagian tanaman, terutama daun dan herba, telah diteliti karena memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan aktivitas farmakologis (Rohman, 2020).

Kandungan

Sidaguri mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder, seperti flavonoid, fenolik, alkaloid, saponin, tanin, terpenoid, dan steroid. Beberapa senyawa yang telah ditemukan pada Sida rhombifolia antara lain asam oleanolat, asam ursolat, β-sitosterol glikosida, tiliroside, dan 20-hydroxyecdysone. Kandungan senyawa tersebut dapat memberikan aktivitas biologis dan menjadi salah satu alasan sidaguri banyak diteliti sebagai tanaman obat (Ahirrao, 2024).

Khasiat

Sidaguri memiliki berbagai potensi aktivitas biologis, terutama sebagai antioksidan, antiinflamasi, analgesik, antidiabetes, dan antigout. Kandungan fenolik dan flavonoid berperan dalam aktivitas antioksidan, sedangkan beberapa senyawa bioaktif lainnya berpotensi memberikan efek antiinflamasi dan menghambat aktivitas enzim yang berkaitan dengan pembentukan asam urat. Oleh karena itu, sidaguri berpotensi dikembangkan sebagai sumber bahan alami untuk penelitian obat, meskipun penggunaannya tetap memerlukan kajian keamanan dan efektivitas lebih lanjut (Karomah, 2023).

Cara Pengolahan

Daun atau bagian herba sidaguri yang akan digunakan biasanya dibersihkan, dikeringkan, kemudian dihaluskan menjadi serbuk simplisia. Serbuk tersebut dapat diekstraksi menggunakan pelarut tertentu, seperti etanol, untuk memperoleh senyawa aktif yang terkandung di dalam tanaman. Ekstrak selanjutnya dapat digunakan untuk menguji kandungan fenolik, flavonoid, serta aktivitas antioksidan. Metode ekstraksi dapat memengaruhi jumlah senyawa bioaktif yang diperoleh dari tanaman (Asma, 2022).

Daftar Pustaka

Ahirrao, P. 2024. Sida rhombifolia Linn., A Traditional Herb: A Review of its Phytochemistry and Pharmacology. Current Traditional Medicine, 10(1).

Asma, A. 2022. Uji Aktivitas Antioksidan dan Penetapan Kadar Flavonoid Total dan Fenolik Total Ekstrak Sidaguri (Sida rhombifolia L.). Journal of Food and Pharmaceutical Sciences, 10(2), 634–643.

Karomah, A. H. 2023. LC-HRMS-based metabolomics of Sida rhombifolia and evaluation of its biological activity using different extracting solvent concentrations. South African Journal of Botany, 161, 418–427.

Rohman, A. 2020. Sida rhombifolia Linn: Phytochemicals Composition and Biological Activities. Advanced Scientific Research.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top