Nama Tumbuhan
Rumput putih (Chlorophytum comosum (Thunb.) Jacques)
Taksonomi Tumbuhan
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Asparagales
Famili : Asparagaceae
Genus : Chlorophytum
Spesies : Chlorophytum comosum (Thunb.) Jacques
Deskripsi Umum
Rumput putih (Chlorophytum comosum) merupakan tanaman herba tahunan yang termasuk dalam famili Asparagaceae. Tanaman ini memiliki daun yang memanjang, sempit, dan tumbuh berumpun dari bagian pangkal tanaman. Chlorophytum comosum juga menghasilkan tangkai bunga yang panjang dan dapat membentuk tanaman kecil pada bagian ujung atau sepanjang tangkai tersebut. Tanaman ini berasal dari wilayah Afrika tropis dan saat ini banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias karena bentuk daunnya yang menarik serta kemampuannya beradaptasi pada berbagai lingkungan (Kew, 2026).
Kandungan
Rumput putih (Chlorophytum comosum) mengandung berbagai senyawa bioaktif yang terdapat terutama pada bagian akar dan daun. Penelitian menggunakan analisis GC-MS menunjukkan adanya sejumlah senyawa seperti asam lemak dan senyawa metabolit sekunder. Di antaranya adalah dodecanoic acid dan heptadecanoic acid yang ditemukan pada ekstrak tanaman dan dipelajari karena potensinya dalam aktivitas biologis. Selain itu, ekstrak akar dan daun menunjukkan aktivitas antioksidan pada pengujian DPPH, ABTS, dan FRAP (Kavya et al., 2024).
Khasiat
Rumput putih (Chlorophytum comosum) memiliki potensi sebagai tanaman yang bermanfaat dalam bidang kesehatan karena menunjukkan aktivitas antioksidan dan hipoglikemik dalam penelitian laboratorium. Ekstrak akar dan daun mampu menangkap radikal bebas pada pengujian antioksidan, sedangkan ekstraknya juga menunjukkan kemampuan menghambat enzim α-amylase dan α-glucosidase yang berkaitan dengan metabolisme karbohidrat. Hasil tersebut menunjukkan bahwa C. comosum berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber senyawa bioaktif, meskipun hasil penelitian tersebut masih berdasarkan pengujian laboratorium dan belum membuktikan manfaat pengobatan pada manusia (Kavya et al., 2024).
Cara Pengolahan
Rumput putih (Chlorophytum comosum) dapat dimanfaatkan untuk penelitian fitokimia dengan menggunakan bagian daun dan akar sebagai bahan ekstrak. Bahan tanaman terlebih dahulu dikumpulkan dan dibersihkan, kemudian dikeringkan dan diolah menjadi bahan ekstraksi. Dalam penelitian Kavya et al. (2024), bagian akar dan daun diekstraksi menggunakan etil asetat untuk kemudian dianalisis kandungan senyawa bioaktif serta aktivitas antioksidannya. Pengolahan seperti ini lebih tepat untuk keperluan penelitian, sedangkan penggunaan tanaman sebagai obat sebaiknya tidak dilakukan tanpa dasar keamanan dan dosis yang jelas.
Daftar Pustaka
Kavya, P., Theijeswini, R. C., & Gayathri, M. (2024). Phytochemical analysis, identification of bioactive compounds using GC-MS, in vitro and in silico hypoglycemic potential, in vitro antioxidant potential, and in silico ADME analysis of Chlorophytum comosum root and leaf. Frontiers in Chemistry, 12, 1458505. https://doi.org/10.3389/fchem.2024.1458505.
Royal Botanic Gardens, Kew. (2026). Chlorophytum comosum (Thunb.) Jacques. Plants of the World Online.
Sanchez, J. A., et al. (2020). Chemical Profiling of Chlorophytum comosum (Thunb.) Jaques by GC-MS/LC-ESIMS and its Antiproliferative Effects on Human Carcinoma Cell Lines. Current Pharmaceutical Biotechnology. https://doi.org/10.2174/1871520620666201123085300.

