Kwalot (Brucea javanica (L.) Merr.)

Nama Latin

Brucea javanica (L.) Merr.

Taksonomi

  • Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
  • Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
  • Kelas: Magnoliopsida (Berkeping dua / dikotil)
  • Ordo: Sapindales
  • Famili: Simaroubaceae
  • Genus: Brucea
  • Spesies: Brucea javanica (L.) Merr.

(POWO, 2024)

Definisi Umum

Kwalot merupakan tanaman perdu atau semak yang banyak tumbuh di wilayah tropis Asia, termasuk Indonesia. Tanaman ini memiliki daun majemuk dan buah kecil berwarna hitam saat matang. Dalam pengobatan tradisional, biji dan bagian lain tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai bahan herbal karena mengandung berbagai senyawa bioaktif. Tanaman ini dikenal pahit dan telah lama digunakan dalam ramuan tradisional di beberapa daerah.

Kandungan

Kwalot mengandung berbagai senyawa aktif seperti alkaloid, quassinoid, flavonoid, triterpenoid, dan saponin. Kandungan quassinoid merupakan senyawa utama yang banyak diteliti karena memiliki aktivitas biologis tertentu. Selain itu, tanaman ini juga mengandung senyawa fenolik dan antioksidan alami yang berperan dalam aktivitas farmakologisnya.

Khasiat

Secara tradisional, kwalot dimanfaatkan untuk membantu menjaga kesehatan tubuh dan membantu meredakan beberapa gangguan kesehatan ringan. Tanaman ini dipercaya memiliki aktivitas antimikroba, membantu mengurangi peradangan, serta membantu melindungi tubuh dari radikal bebas berkat kandungan antioksidannya. Selain itu, tanaman ini juga dipercaya dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, membantu menurunkan kadar gula darah dan kolesterol, membantu mengatasi anemia, menjaga kesehatan mata dan kulit, serta membantu memperlancar produksi ASI. Dalam pengobatan tradisional tertentu, bijinya digunakan sebagai ramuan herbal pendukung kesehatan karena kandungan senyawa aktif di dalamnya.

Cara Pengolahan

  • Ambil biji kwalot.
  • Cuci bersih menggunakan air mengalir.
  • Jemur hingga kering apabila ingin disimpan lebih lama.
  • Rebus bahan dengan air secukupnya hingga mendidih.
  • Saring air rebusan sebelum digunakan.
  • Gunakan dalam jumlah terbatas dan sesuai kebutuhan tradisional karena rasa pahit dan kandungan aktifnya cukup kuat.

Daftar Pustaka

Dalimartha, S. (2006). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta: Puspa Swara.

Harborne, J.B. (1987). Metode Fitokimia. Bandung: ITB Press.

IPNI (2024). International Plant Names Index. Published on the Internet. The Royal Botanic Gardens, Kew, Harvard University Herbaria & Libraries, and Australian National Herbarium.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

POWO (2024). Plants of the World Online. Facilitated by the Royal Botanic Gardens, Kew.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top