Nama Latin
Moringa oleifera.
Taksonomi
- Kingdom : Plantae
- Divisi : Magnoliophyta
- Kelas : Magnoliopsida
- Ordo : Brassicales
- Famili : Moringaceae
- Genus : Moringa
- Spesies : Moringa oleifera Lam.
(POWO, 2024)
Definisi Umum
Kelor (Moringa oleifera Lam.) merupakan tanaman tropis yang banyak tumbuh di wilayah Asia, termasuk Indonesia. Tanaman ini dikenal sebagai tanaman multiguna karena hampir seluruh bagian tanaman, seperti daun, biji, bunga, dan akarnya dapat dimanfaatkan. Daun kelor banyak digunakan sebagai bahan pangan dan obat tradisional karena kaya akan nutrisi serta senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Selain itu, kelor juga sering dimanfaatkan sebagai tanaman penghijauan dan pakan ternak.
Kandungan
Daun kelor mengandung berbagai zat gizi dan senyawa aktif yang bermanfaat bagi tubuh. Kelor kaya akan vitamin A, vitamin C, vitamin E, serta mineral seperti kalsium, kalium, dan zat besi. Selain itu, tanaman ini juga mengandung protein, flavonoid, saponin, tanin, dan antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari radikal bebas. Kandungan senyawa fenolik pada kelor juga berperan dalam berbagai aktivitas biologis tanaman ini.
Khasiat
elor dikenal memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan karena kandungan nutrisinya yang tinggi. Daun kelor dipercaya dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, membantu memenuhi kebutuhan gizi, serta membantu menangkal radikal bebas berkat kandungan antioksidannya. Selain itu, kelor juga sering dimanfaatkan untuk membantu menjaga kesehatan mata, membantu meningkatkan produksi ASI, serta membantu menjaga kadar gula darah dan kolesterol tetap stabil. Dalam pengobatan tradisional, daun kelor juga digunakan untuk membantu meredakan peradangan dan menjaga kesehatan kulit.
Cara Pengolahan
Daun kelor biasanya dipanen dalam kondisi segar kemudian dicuci bersih sebelum diolah. Daun muda dapat dimasak sebagai sayur bening, ditumis, atau dicampurkan ke dalam makanan lain. Selain dikonsumsi segar, daun kelor juga sering dikeringkan lalu dihaluskan menjadi bubuk yang dapat dicampurkan ke dalam minuman atau makanan sebagai suplemen alami. Biji kelor dapat dimanfaatkan untuk minyak herbal, sedangkan bagian bunga terkadang diolah sebagai bahan pangan tradisional.
Daftar Pustaka
Anwar, F., Latif, S., Ashraf, M., & Gilani, A.H. (2007). Moringa oleifera: A Food Plant with Multiple Medicinal Uses. Phytotherapy Research.
IPNI (2024). International Plant Names Index. Published on the Internet. The Royal Botanic Gardens, Kew, Harvard University Herbaria & Libraries, and Australian National Herbarium.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.
Leone, A., Spada, A., Battezzati, A., et al. (2015). Cultivation, Genetic, Ethnopharmacology, Phytochemistry and Pharmacology of Moringa oleifera Leaves: An Overview. International Journal of Molecular Sciences.
POWO (2024). Plants of the World Online. Facilitated by the Royal Botanic Gardens, Kew.

