Nama Latin
Phyllanthus acidus (L.) Skeels.
Taksonomi
- Kingdom: Plantae
- Subkingdom: Tracheobionta
- Divisi: Streptophyta
- Kelas: Equisetopsida
- Subkelas: Magnoliidae
- Ordo: Malpighiales
- Famili: Phyllanthaceae
- Genus: Phyllanthus
(POWO, 2024)
Definisi Umum
Ceremai merupakan tumbuhan berbentuk perdu atau pohon dari famili Phyllanthaceae. Tumbuhan yang dikenal dengan nama ilmiah Phyllanthus acidus ini berasal dari bioma beriklim tropis basah di wilayah Brazil (ParĂ¡). Ceremai juga dikenal dengan sebutan lain yaitu cerme atau caramele (Makassar). Nama ilmiah Phyllanthus acidus pertama kali dipublikasikan oleh botanis Homer Collar Skeels pada tahun 1909.
Kandungan
Buah ceremai mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berperan dalam aktivitas farmakologisnya. Kandungan utama yang terdapat pada ceremai antara lain flavonoid, tanin, saponin, polifenol, dan vitamin C dalam jumlah cukup tinggi. Senyawa flavonoid dan polifenol berfungsi sebagai antioksidan yang dapat membantu menangkal radikal bebas. Sementara itu, tanin dan saponin berperan dalam efek antimikroba serta membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Khasiat
Ceremai secara tradisional banyak dimanfaatkan untuk berbagai tujuan kesehatan. Buahnya dipercaya dapat membantu menurunkan demam karena sifat antipiretik alaminya. Selain itu, kandungan antioksidannya membantu menjaga daya tahan tubuh dan melindungi sel dari kerusakan. Ceremai juga sering digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi secara alami serta membantu melancarkan sistem pencernaan. Dalam pengobatan tradisional, ceremai juga dipercaya memiliki efek membantu mengontrol kadar gula darah meskipun masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Cara Pengolahan
Pemanfaatan ceremai dalam pengobatan tradisional dapat dilakukan dengan beberapa cara sederhana. Buah ceremai dapat dikonsumsi langsung dalam keadaan segar, meskipun rasanya sangat asam. Selain itu, ceremai juga sering diolah menjadi manisan atau asinan untuk mengurangi rasa asamnya. Dalam penggunaan herbal, buah atau daun ceremai dapat direbus dan air rebusannya diminum sebagai ramuan tradisional untuk membantu mengatasi demam atau gangguan pencernaan. Beberapa masyarakat juga mengeringkan buahnya untuk kemudian digunakan sebagai bahan herbal kering.
Daftar Pustaka
IPNI. (2024). International Plant Names Index. Published on the Internet: http://www.ipni.org. The Royal Botanic Gardens, Kew, Harvard University Herbaria & Libraries, and Australian National Herbarium.
IPTEKnet (BPPT). (2002). Tanaman Obat Tradisional Indonesia. Jakarta: BPPT.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Jakarta: Kemenkes RI.
POWO (2024). “Plants of the World Online. Facilitated by the Royal Botanic Gardens, Kew. Published on the Internet; https://powo.science.kew.org/.”

