Kemukus (Piper cubeba)
Nama Latin Piper cubebea Taksonomi Kingdom : Plantae Divisi : Magnoliophyta (Spermatophyta) Kelas : Magnoliopsida Ordo : Piperales Famili : Piperaceae Genus : Piper Spesies : Piper cubeba Definisi Umum Kemukus (Piper cubeba.) merupakan komoditas perkebunan yang belum banyak dikembangkan dan dikebunkan secara intensif. Secara ekonomi, komoditas kemukus termasuk dalam komoditas rempah yang banyak diserap oleh industry obat ataupun jamu nasional. kemukus merupakan salah satu penyusun jamu yang digunakan untuk mengobati penyakit asma atau masalah gangguan pernafasan, dan ekstrak n-heksana dan alkohol dari buah kemukus mampu mengurangi kontraksi trakea marmot terisolasi yang disebabkan oleh pemberian metakolina (Wahyono, 2005). Tanaman ini banyak terdapat di pulau Jawa, Sumatra dan sebagian Kalimantan selatan yang kemudian menyebar ke Malaysia dan Srilanka (Lim, 2012). Kemukus sudah lama dimanfaatkan untuk pengobatan terutama oleh masyarakat jawa seperti yang tertulis pada naskah pengobatan kuno yaitu buku Serat Primbon Jampi Jawi yang diterbitkan tahun 1928 oleh keraton Surakarta Hadiningrat (Makmun et al., 2014). Kandungan Buah kemukus mengandung berbagai senyawa bioaktif penting yang berkontribusi terhadap aktivitas farmakologisnya. Analisis GC–MS terhadap minyak atsiri buah kemukus menunjukkan bahwa senyawa dominan adalah methyleugenol (41,31%), eugenol (33,95%), serta komponen seskuiterpen seperti (E)-caryophyllene (5,65%), p-cymene-8-ol (3,50%), dan 1,8-cineole (2,94%) (Alminderej et al., 2020). Selain itu, studi lain menemukan lebih dari 91 senyawa volatil dalam ekstrak etanol dan diklorometana buah kemukus, dengan kelompok senyawa utama berupa fenolik (rutin, katekin, asam galat, asam ferulat), flavonoid, lignan (cubebin, hinokinin, yatein, isoyatein), serta asam lemak seperti palmitat dan laurat (Drissi et al., 2022). Kandungan lignan merupakan karakteristik kimia utama dari buah kemukus; senyawa seperti cubebin, hinokinin, dan yatein dilaporkan sebagai konstituen bioaktif utama yang berperan dalam aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan sitotoksik (Dwita et al., 2022). Selain lignan, ekstrak air dan etanol buah kemukus juga mengandung flavonoid, fenol, saponin, dan terpenoid, yang diketahui berperan sebagai antioksidan alami (PNR Journal, 2023). Khasiat Buah kemukus mempunyai khasiat sebagai obat untuk terapi sesak napas, menghilangkan bau mulut, peluruh dahak, peluruh air seni, kencing bernanah, penyakit gula dan penghangat badan (Purwanto, 2022). Buah kemukus (Piper cubeba L.f.) memiliki berbagai khasiat farmakologis yang telah dibuktikan secara ilmiah. Penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat dari ekstrak buah kemukus memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC₅₀ sebesar 50,359 µg/mL serta kadar fenolik tinggi (32,57 mg GAE/g), yang menunjukkan kemampuannya menangkal radikal bebas (Anwar K., 2024). Minyak atsirinya juga mengandung methyleugenol (41,31%) dan eugenol (33,95%) yang berperan dalam aktivitas antioksidan dan proteksi sel saraf terhadap stres oksidatif (Farmacia Journal, 2020). Selain itu, ekstrak etanol buah kemukus memperlihatkan aktivitas antibakteri signifikan terhadap Staphylococcus aureus dan S. epidermidis dengan nilai MIC 1,25 mg/mL, mendukung penggunaannya untuk infeksi kulit dan saluran kemih (Putri, 2023). Cara Pengolahan Tahapan pengolahan tanaman kemukus : a. Sortasi dan Pencucian Proses pengolahan dimulai dengan pemilihan buah kemukus matang yang berwarna cokelat kehitaman dan beraroma khas. Buah kemudian dicuci menggunakan air bersih untuk menghilangkan debu dan kotoran (Fitriana & Ramadhan, 2021). b. Pengeringan Setelah pencucian, buah dikeringkan untuk menurunkan kadar air hingga di bawah 10%. Pengeringan dapat dilakukan dengan oven bersuhu rendah atau sistem pengering surya hibrida. Metode pengeringan oven 45°C selama 10–12 jam memberikan kadar minyak dan aroma tertinggi, sementara pengering surya hibrida meningkatkan efisiensi energi hingga 15% (Hidayat et al., 2023) c. Perajangan dan Penghalusan Buah kemukus kering dirajang atau dihaluskan untuk memperbesar luas permukaan kontak bahan terhadap pelarut atau uap saat ekstraksi minyak. Perlakuan penghalusan meningkatkan efisiensi ekstraksi karena mempercepat keluarnya minyak atsiri dari jaringan buah (Suhartini et al., 2020) d. Ekstraksi Minyak Atsiri Proses ekstraksi dilakukan dengan metode distilasi uap-air (steam distillation) atau ekstraksi pelarut. Distilasi uap-air pada suhu 100°C selama 4–5 jam menghasilkan rendemen 2,3–2,8%, sedangkan penggunaan pelarut etanol 96% memberikan rendemen lebih tinggi (3,1%) (Nugraha et al., 2022). e. Penyaringan dan Penyimpanan Minyak Minyak yang dihasilkan kemudian disaring dan disimpan dalam botol kaca gelap untuk menjaga kestabilan senyawa volatil seperti sabinene dan piperin. Minyak kemukus harus disimpan dalam wadah gelap pada suhu ruang agar tidak mengalami oksidasi dan penurunan kualitas (Suhartini et al., 2020.). Daftar Pustaka Alminderej, F., Bakari, A., & others. (2020). Antioxidant activities of a new chemotype of Piper cubeba L. Plants, 9(11), 1534. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33182768/ Anwar K. Uji Aktivitas Antioksidan Fraksi Etil Asetat Buah Kemukus (Piper cubeba L.) — Jurnal/Prosiding 2024 (laporan nilai IC₅₀, fenolik & flavonoid). Drissi, B. E., et al. (2022). Cubeb (Piper cubeba L.): nutritional value, phytochemical, and dermacosmeceutical potential of water extract and essential oil. Frontiers in Nutrition, 9, 1048520. https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fnut.2022.1048520/full Dwita, L. P., Iwo, M. I., Mauludin, R., & Elfahmi. (2022). Neuroprotective potential of lignan-rich fraction of Piper cubeba. Borneo Journal of Pharmacy, 6(3), 215–223. Farmacia Journal. (2020). Brain Antioxidant Properties of Piper cubeba L. Extracts and Essential Oil. Farmacia, 68(6), 1158–1164. https://farmaciajournal.com/issue-articles/brain-antioxidant-properties-of-piper-cubeba-l-extracts-and-essential-oil/ Fitriani, L., & Ramadhan, M. (2021). Pengaruh Metode Pengeringan terhadap Kualitas Simplisia Buah Kemukus di Jawa Barat. Jurnal Agroindustri Indonesia, 9(2), 112–120. Hidayat, F., Suryadi, A., & Yuliani, D. (2023). Pengembangan Teknologi Pascapanen Kemukus Menggunakan Pengering Surya Hibrida. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropika dan Biosistem, 11(1), 66–73. Lim, T.K., (2012). Piper cubeba, dalam: Lim, T.K. (Editor), Edible Medicinal And NonMedicinal Plants: Volume 4, Fruits. Springer Netherlands, Dordrecht, hal. 311–321. Makmun, M.T. al, Widodo, S.E., dan Sunarto, (2014). Construing Traditional Javanese Herbal Medicine of Headache: Transliterating, Translating, and Interpreting Serat Primbon Jampi Jawi. Procedia – Social and Behavioral Sciences, 134: 238–245. Nugraha, A., Prasetyo, R., & Widodo, H. (2022). Optimasi Distilasi Uap-Air untuk Peningkatan Rendemen Minyak Atsiri Kemukus (Piper cubeba L.f.). Jurnal Rekayasa Proses, 18(3), 77–84. PNR Journal. (2023). Qualitative & quantitative estimation of phytochemicals from Piper cubeba. Pharma Nature Reviews Journal, 12(5), 9087. https://www.pnrjournal.com/index.php/home/article/view/9087 Purwanto. Introduksi Teknik Sambung Tanaman Kemukus (Piper Cubeba l.) Dengan Tanaman Malada Untuk Menghasilkan
Kemukus (Piper cubeba) Read More »






