Nama Latin Cananga odorata Taksonomi Kingdom Plantae, plants Divisi Magnoliophyta, flowering plants Kelas Magnoliopsida, dicotyledons Ordo Magnoliales Famili Annonaceae, custard-apple amily Genus Cananga (DC.) Hook. f. & thomson, ylang-ylang Spesies Cananga odorta (Lam.) Hook. f. & Thomson, ylang-ylang (Tan et al.,2015) Definisi Umum Tanaman kenanga (Cananga odorata) merupakan tanaman yang termasuk dalam famili Annonaceae dan berperawakan pohon dengan tinggi mencapai sekitar 10 meter. Tanaman ini memiliki akar tunggang serta batang berkayu, berbentuk bulat, bercabang, dan berwarna hijau kotor. Daunnya merupakan daun tunggal yang tersusun tersebar, berbentuk bulat telur, berujung runcing, berpangkal rata, dengan panjang 10–23 cm dan lebar 3–14 cm, serta memiliki pertulangan menyirip dan tangkai berukuran 1–1,5 cm (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2017). Bunganya merupakan bunga majemuk berbentuk payung yang tumbuh di ketiak daun dan berwarna kuning. Bunga memiliki kelopak berbentuk corong, benang sari yang banyak, kepala putik berbentuk bulat, serta enam mahkota berbentuk lanset dengan panjang 5–7,5 cm yang berwarna hijau ketika muda dan berubah menjadi kuning setelah tua. Tanaman ini juga menghasilkan buah buni berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 2 cm dan berwarna hijau (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, 2015). Bunga kenanga juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan minyak atsiri yang memiliki aroma khas, yaitu floral, dengan warna mulai dari kuning muda hingga kuning tua (Syafruddin et al., 2025). Kandungan Bunga kenanga (Cananga odorata) mengandung berbagai senyawa kimia, antara lain saponin, flavonoid, polifenol, dan minyak atsiri (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, 2015). Minyak atsiri yang terdapat pada bunga kenanga tersusun atas berbagai senyawa, dengan beberapa komponen utama berupa linalool, trans-karyophyllene, α-humulene, dan germacrene-D, sedangkan senyawa lainnya ditemukan dalam jumlah yang lebih kecil (Amelia & Rubiyanto, 2020). Khasiat Bunga kenanga (Cananga odorata) secara tradisional dimanfaatkan untuk membantu meredakan nyeri saat haid (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2017). Selain itu, bunga kenanga juga dimanfaatkan sebagai bahan kosmetika dan minyak atsirinya dapat digunakan sebagai repelan terhadap nyamuk Anopheles aconitus betina(Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, 2015). Cara Pengolahan Bunga kenanga dapat diolah dengan mengambil minyak atsirinya melalui metode destilasi uap. Minyak atsiri yang diperoleh selanjutnya dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk sediaan, salah satunya lotion dan parfum sebagai penolak nyamuk. Penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri bunga kenanga yang diformulasikan dalam lotion pada konsentrasi 7,5% dan parfum pada konsentrasi 20% memiliki efektivitas sebagai penolak nyamuk (Budi et al., 2018). Daftar Pustaka Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional. (2015). 100 top tanaman obat Indonesia (Cetakan ke-2). Kementerian Kesehatan RI. Budi, J. J. S., Damayanti, N. L. Y., Dhani, Y. R., & Dewi, N. P. A. (2018). Ekstraksi dan karakterisasi minyak atsiri bunga kenanga (Cananga odorata) dan aplikasinya sebagai penolak nyamuk pada lotion dan parfum. Jurnal Kimia, 12(1), 19–24. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Acuan bahan baku obat tradisional dari tumbuhan obat di Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Syafruddin, S., Dewi, R., & Sari, R. (2025). Ekstraksi minyak atsiri bunga kenanga (Cananga odorata) dengan perbandingan metode distilasi uap dan teknik enfleurasi. Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe, 8(1), A-81–A-85. https://e-jurnal.pnl.ac.id/semnaspnl/article/view/6751 Tan, L. T. H., Lee, L. H., Yin, W. F., Chan, C. K., Abdul Kadir, H., Chan, K. G., & Goh, B. H. (2015). Traditional uses, phytochemistry, and bioactivities of Cananga odorata (ylang-ylang). Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2015, Article 896314, 30 pages. https://doi.org/10.1155/2015/896314 Tentu. Saya pertahankan struktur dan isi yang kamu buat, lalu menerjemahkannya ke bahasa Inggris dengan istilah ilmiah yang sesuai. Latin Name Cananga odorata Taxonomy Kingdom Plantae, plants Division Magnoliophyta, flowering plants Class Magnoliopsida, dicotyledons Order Magnoliales Family Annonaceae, custard-apple amily Genus Cananga (DC.) Hook. f. & thomson, ylang-ylang Species Cananga odorta (Lam.) Hook. f. & Thomson, ylang-ylang (Tan et al.,2015) General Description The ylang-ylang plant (Cananga odorata) belongs to the family Annonaceae and is a tree that can reach a height of approximately 10 meters. It has a taproot and a woody, cylindrical, branched stem with a dirty green color. The leaves are simple and alternately arranged, with an ovate shape, pointed apex, and rounded base. The leaves are approximately 10–23 cm long and 3–14 cm wide, with pinnate venation and petioles measuring 1–1.5 cm (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2017). The flowers are borne in clusters in an umbel-like arrangement in the leaf axils and are yellow in color. The flowers have funnel-shaped sepals, numerous stamens, a rounded stigma, and six lanceolate petals measuring 5–7.5 cm in length, which are green when young and turn yellow when mature. The plant also produces berry-like fruits with an oblong shape, approximately 2 cm in length, and green in color (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, 2015). Ylang-ylang flowers can also be utilized to produce essential oil with a characteristic floral aroma and a color ranging from light yellow to dark yellow (Syafruddin et al., 2025). Chemical Constituents Ylang-ylang flowers (Cananga odorata) contain various chemical compounds, including saponins, flavonoids, polyphenols, and essential oils (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, 2015). The essential oil found in ylang-ylang flowers consists of various compounds, with several major components including linalool, trans-caryophyllene, α-humulene, and germacrene-D, while other compounds are present in smaller amounts (Amelia & Rubiyanto, 2020). Benefits Ylang-ylang flowers (Cananga odorata) have traditionally been used to help relieve menstrual pain (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2017). In addition, ylang-ylang flowers are utilized as a cosmetic ingredient, and their essential oil can be used as a repellent against female Anopheles aconitus mosquitoes (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, 2015). Processing Methods Ylang-ylang flowers can be processed to obtain essential oil through the steam distillation method. The resulting essential oil can then be utilized in various formulations, including lotions and perfumes as mosquito repellents. A study showed that ylang-ylang essential oil formulated in lotion at a concentration of 7.5% and in perfume at a concentration of 20% was effective as a mosquito repellent (Budi et al., 2018). References Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional. (2015). 100 top tanaman obat Indonesia (2nd ed.). Kementerian Kesehatan RI. Budi,