BIDARA LAUT (Strychnos lingustrina)

Nama Latin

Strychnos lingustrina

Taksonomi

KingdomPlantae
DevisiMagnoliophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoGentianales
FamiliLoganiaceae
GenusStrychnos
SpesiesStrychnos ligustrina Blume

Definisi Umum

Strychnos ligustrina Blume merupakan tumbuhan semak dengan tinggi sekitar 2 m. Batangnya berukuran kecil, berkayu keras dan kuat, berwarna kuning kecokelatan, tidak berbau, serta memiliki rasa pahit. Rantingnya berwarna pucat keabu-abuan dan ditandai oleh banyak lentisel yang tampak lebih terang pada permukaannya (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2017). Daunnya tunggal, berbentuk elips hingga lonjong dengan ukuran 2,6–6,1 cm × 1,7–3,7 cm, bagian bawah daun lebih pucat dibandingkan bagian atas dan memiliki tiga tulang daun utama yang terlihat jelas, sedangkan tangkai daunnya sangat pendek, yaitu sekitar 1–1,2 mm. Bunganya memiliki mahkota berbentuk tabung dengan panjang 10–15 mm, benang sari terletak pada tenggorokan tabung mahkota dengan filamen pendek, dan ovariumnya berbentuk bulat berdiameter sekitar 1 mm. Buahnya berbentuk bulat dengan diameter 2–2,5 cm dan berisi 2–3 biji. Biji berbentuk hampir seperti cakram dengan ukuran 12–15 mm × 10–12 mm serta permukaannya ditutupi rambut-rambut pendek dan rapat (Setiawan & Narendra, 2012).

Kandungan

Strychnos ligustrina mengandung berbagai senyawa aktif yang berpotensi sebagai bahan obat, antara lain striknin (strychnine), brusin (brucine), loganin, tanin, dan steroid. Senyawa-senyawa tersebut berperan dalam berbagai aktivitas biologis yang mendukung pemanfaatan tanaman ini dalam pengobatan tradisional. Dari sekitar 190 spesies dalam genus Strychnos, hanya beberapa spesies, termasuk S. ligustrina, yang diketahui mengandung alkaloid utama berupa striknin dan brusin(Waluyo dan Marlena, 1992; Itoh, 2006).

Khasiat

Strychnos ligustrina merupakan tanaman obat yang telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Tanaman ini digunakan untuk berbagai tujuan terapeutik, antara lain sebagai pembersih tubuh, obat sakit perut, obat cacing, pengobatan bisul, chancre (ulkus akibat infeksi), serta sebagai penawar racun ular. Berbagai pemanfaatan tersebut menunjukkan potensi S. ligustrina sebagai sumber bahan obat tradisional yang bernilai bagi kesehatan Masyarakat (Setiawan & Narendra, 2012).

Cara Pengolahan

Strychnos ligustrina* Blume dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional melalui beberapa bentuk pengolahan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, bagian kayu atau batang tanaman ini dapat diolah menjadi simplisia maupun ekstrak yang selanjutnya digunakan sebagai bahan dalam pengobatan tradisional. Bentuk pengolahannya meliputi:

  1. Simplisia kayu: Kayu/batang Strychnos ligustrina dibuat menjadi simplisia kayu sebagai bahan baku sediaan obat tradisional (Utami & Misgiati, 2022).
  2. Ekstrak etanol: Kayu batang Strychnos ligustrina dimaserasi menggunakan etanol hingga menghasilkan ekstrak etanol yang dikaji sebagai obat tradisional antimalaria (Taek, 2018).

Daftar Pustaka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top