Sawo Bludru (Chrysophyllum caimito L.)

Nama Latin

Chrysophyllum caimito

Taksonomi

Kindom       : Plantae

Divisi          : Spermatophyta

Kelas           : Dicotyledonae

Ordo            : Ericates

Famili         : Sapotaceae

Genus          : Chrysophyllum

Spesies        : Chrysophyllum caimito (Agroteknologi, 2016)

Definisi Umum

Sawo bludru (Chrysophyllum caimito L.) merupakan tanaman buah tropis yang termasuk dalam famili Sapotaceae. Tanaman ini dikenal juga dengan nama star apple karena pola daging buahnya menyerupai bentuk bintang ketika dipotong melintang. Sawo bludru berasal dari wilayah Amerika Tengah dan Hindia Barat, kemudian menyebar ke berbagai negara tropis termasuk Indonesia. Tanaman ini banyak dibudidayakan di pekarangan rumah maupun kebun karena buahnya memiliki rasa manis dan tekstur yang lembut.

Pohon sawo bludru dapat tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 10–20 meter dengan batang berkayu dan bercabang banyak. Daunnya berbentuk lonjong dengan permukaan atas berwarna hijau mengkilap, sedangkan bagian bawah daun berwarna cokelat keemasan menyerupai beludru. Buahnya berbentuk bulat dengan kulit berwarna hijau atau ungu saat matang. Daging buah berwarna putih hingga ungu muda, memiliki rasa manis dan mengandung getah (latex) (Juwita dan Jessy, 2013).

Kandungan

Beberapa kandungan yang terdapat pada tanaman sawo bludru antara lain:

  • Karbohidrat
  • Glukosa alami
  • Serat pangan
  • Protein
  • Vitamin A
  • Vitamin C
  • Vitamin B kompleks
  • Kalsium
  • Fosfor
  • Kalium
  • Magnesium
  • Besi (Fe)
  • Flavonoid
  • Tanin
  • Saponin
  • Antioksidan alami

(Nugraha, 2015; Natasha dan Mufti, 2017).

Khasiat

Tanaman sawo bludru memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, antara lain:

  • Membantu menjaga daya tahan tubuh
  • Membantu melancarkan sistem pencernaan
  • Membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah
  • Membantu menangkal radikal bebas karena mengandung antioksidan
  • Membantu mengontrol kadar gula darah
  • Membantu mengatasi diare secara tradisional
  • Membantu mempercepat penyembuhan luka
  • Membantu menjaga kesehatan kulit
  • Memiliki aktivitas antibakteri terhadap beberapa bakteri patogen
  • Membantu menjaga kesehatan mata karena kandungan vitamin A

(Nurhayati dan Yuliani, 2015).

Cara Pengolahan

Buah sawo bludru dapat diolah menjadi berbagai produk pangan maupun digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional. Beberapa cara pengolahannya antara lain:

  1. Dikonsumsi secara segar
    Buah matang dicuci, dibelah, kemudian daging buahnya langsung dimakan menggunakan sendok.
  2. Pembuatan jus
    Daging buah diblender bersama air dan gula sehingga menghasilkan minuman segar.
  3. Pembuatan sirup
    Daging buah dihancurkan lalu dimasak bersama air dan gula hingga menjadi cairan kental.
  4. Pembuatan selai
    Buah dihaluskan kemudian dimasak dengan gula hingga terbentuk tekstur selai.
  5. Bahan campuran makanan penutup
    Sawo bludru dapat digunakan sebagai bahan tambahan es krim, puding, maupun salad buah.
  6. Pengobatan tradisional
    Daun atau kulit batang direbus dan air rebusannya dimanfaatkan secara tradisional untuk membantu mengatasi diare dan demam ringan.

Daftar Pustaka

Agroteknologi. 2016. Klasifikasi Tanaman Sawo. Fakultas Pertanian.

Juwita, R. dan Jessy, C. 2013. “Morfologi dan Pemanfaatan Tanaman Sawo.” Jurnal Biologi Tropis.

Natasha, D. dan Mufti, A. 2017. “Kandungan Senyawa Aktif pada Tanaman Sawo.” Jurnal Farmasi Herbal Indonesia.

Nugraha, A. 2015. “Kandungan Gizi dan Manfaat Buah Sawo bagi Kesehatan.” Jurnal Gizi dan Pangan.

Nurhayati, S. dan Yuliani, R. 2015. “Pemanfaatan Tanaman Sawo sebagai Obat Tradisional.” Jurnal Kesehatan Tradisional Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top