Nama Latin
Lavandula angustifolia
Taksonomi
Divisi : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Sub Class : Asteridae
Ordo : Lamiales
Famili : Lamiaceae
Genus : Lavandula Spesies : Lavandula angustifolia Chaix
Definisi Umum
Lavandula angustifolia merupakan tanaman dengan tinggi 1 – 2 m dan perawakannya seperti rumput dan sering disebut sebagai rumput raksasa. Susunan bunganya mengumpul di tengah dengan jumlah 6 – 8 bunga pada setiap gerombolannya. Bunga berwarna ungu kecil-kecil dengan panjang 2 – 8 cm dengan kebiruan di ujung daun dan mengeluarkan aroma wangi. Daunnya berukuran 2 – 6 cm dan lebar 4 – 6 mm, bertulang sejajar, tangkai daunnya pendek dan berwarna hijau dan tumbuh diujung batang bunga. Batangnya berwarna coklat abu-abu atau coklat gelap dengan kulit kayunya mempunyai pola memanjang sesuai dengan batang kayunya.
Khasiat
Tanaman lavender (Lavandula angustifolia) memiliki banyak manfaat, berikut adalah berbagai macam manfaat yang dimilikinya:
- Mengatasi rambut rontok
- Memperkuat akar rambut
- Mengatasi insomnia dan meringankan pikiran
- Mengurangi sakit kepala
- Mengatasi gangguan pernafasan
- Sebagai obat sakit perut, dan;
- Sebagai penghilang ketombe
Cara Pengolahan
Penggunaan Tanaman Lavender sebagai Minyak Aromaterapi diperoleh dari bagian tanaman seperti bunga melalui proses penyulingan. Metode ini menjadi cara utama untuk memisahkan kandungan minyak dari bahan tanaman. Jenis teknik yang digunakan biasanya disesuaikan dengan ketersediaan alat dan skala produksi. Untuk hasil yang lebih baik, alat penyuling sebaiknya berbahan stainless steel agar minyak yang dihasilkan tetap jernih dan tidak terkontaminasi.
Sebelum proses penyulingan, bunga lavender dipotong kecil agar kelenjar minyak lebih mudah terbuka. Setelah itu, bahan dikeringkan di tempat teduh selama kurang lebih dua hari. Pengeringan tidak dianjurkan di bawah sinar matahari langsung karena dapat menyebabkan minyak menguap dan kualitasnya menurun.
Secara umum, terdapat tiga teknik penyulingan minyak lavender:
- Penyulingan dengan air (direbus)
Pada metode ini, bahan dimasukkan langsung ke dalam air dan dipanaskan. Uap yang dihasilkan kemudian didinginkan hingga menjadi cairan campuran air dan minyak, lalu dipisahkan. Teknik ini sederhana dan murah, tetapi kualitas minyak yang dihasilkan cenderung lebih rendah.
- Penyulingan dengan air dan uap (dikukus)
Bahan tidak bersentuhan langsung dengan air, melainkan terkena uap panas dari air mendidih. Uap membawa minyak menuju kondensor, lalu dipisahkan. Cara ini menghasilkan minyak dengan kualitas lebih baik dan sering digunakan oleh petani.
- Penyulingan dengan uap (steam distillation)
Teknik ini umumnya digunakan dalam skala industri. Uap dihasilkan dari ketel terpisah dan dialirkan ke bahan. Hasil minyak yang diperoleh lebih murni dan berkualitas tinggi, meskipun membutuhkan biaya dan peralatan yang lebih besar.
Pemilihan metode penyulingan sangat memengaruhi kualitas dan jumlah minyak esensial yang dihasilkan. Semakin baik teknik dan peralatannya, semakin tinggi pula mutu minyak lavender yang diperoleh.
Daftar Pustaka
Sari, Puspita, et al. (2020). Penanaman Bunga Lavender Untuk Pencegahan Malaria Pada ibu Hamil Tahun 2020. TRIDARMA: Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM)
Isnaeni. (2022). Makalah Lavender. Scribd Manfaat dan Pembuatan Minyak Lavender | PDF | Kesehatan Holistik

