Nama Latin
Typhonium flagelliforme (Lodd.) Bl.
Taksonomi
- Divisio: Spermatophyta
- Sub divisio: Gymnospermae
- Classsis: Dicotyledonae
- Ordo: Arales
- Familia: Araceae
- Genus: Typhonium
(Harfia, M., 2006)
Definisi Umum
Keladi tikus adalah tanaman herba kecil yang tumbuh di daerah lembap dan teduh. Tanaman ini dikenal luas sebagai tanaman obat tradisional di Asia Tenggara, terutama karena potensi farmakologinya sebagai antikanker.
Kandungan
Kandungan senyawa aktif pada keladi tikus meliputi:
- Alkaloid
- Triterpenoid
- Lignan (polifenol)
- Saponin
- Sterol (β-sitosterol, β-daucosterol, campesterol, stigmasterol)
- Asam lemak (asam heksadekanoat, asam oleat, asam linoleat, asam linolenat)
- Senyawa alifatik (dodekan, heksadekana, oktadekana, dll.)
- Senyawa unik: metil ester asam 13-phenyltridecanoic
- Asam amino (arginin dan triptofan tinggi)
- Glikosida fenilpropanoid
- Cerebroside
Khasiat
Berdasarkan berbagai penelitian, keladi tikus memiliki efek:
- Antikanker (menghambat pertumbuhan sel kanker)
- Sitotoksik ringan terhadap sel kanker tertentu
- Antivirus
- Antibakteri
- Antihepatotoksik (melindungi hati)
- Membantu mengurangi efek samping kemoterapi
- Meningkatkan sistem imun
Cara Pengolahan
Bagian tanaman yang digunakan:
- Umbi
- Seluruh bagian tanaman (akar, batang, daun)
Cara pengolahan tradisional:
- Dibuat jus segar (sari tanaman) dari seluruh bagian tanaman
- Direbus untuk ekstrak herbal
- Dikonsumsi langsung setelah diolah (umumnya dalam pengobatan tradisional)
Daftar Pustaka
CCRC Universitas Gadjah Mada. (2011). Ensiklopedia Tanaman Obat Antikanker: Keladi Tikus.
Harfia, M., 2006, Uji Aktivitas Ekstrak Etanol 50% Umbi Keladi Tikus (Typhonium flagelliforme (Lood) Bl) terhadap Sel Kanker Payudara (MCF-7 Cell line) secara In-Vitro, Puslitbang Biomedis dan Farmasi, Badan Litbang Kesehatan.
Kementerian Kesehatan RI. (2017). Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

