Nama Latin
Eugenia uniflora L
Taksonomi
Kingdom: Plantae
Divisi: Spermatophyta
Sub Divisi: Angiospermae
Ordo: Myrtales
Famili: Myrtaceae
Genus: Eugenia
Spesies: Eugenia uniflora (Sinaga ,2025)
Definisi Umum
Dewandaru merupakan salah satu jenis koleksi tumbuhan di Kebun Raya Purwodadi Tumbuhan yang termasuk dalam suku jambu-jambuan (Myrtaceae) dengan nama ilmiah Eugenia uniflora L. Mengutip data The Plant List (2013), tumbuhan ini memiliki 46 nama sinonim. Berdasarkan Verheij & Coronel (1992), habitus tumbuhan ini berupa semak atau pohon dengan ketinggian mencapai 7 meter. Cabang menyebar, ramping, dan terkadang melekuk. Permukaan batang halus dan kulit batang mengelupas. Daun tunggal berbentuk bulat telur sungsang, bagian pangkal membulat atau sedikit terbilah, ujung meruncing dan tumpul, permukaan halus, mengkilat. Warna daun cokelat kemerahan saat masih muda dan berubah menjadi hijau gelap ketika tua. Saat musim dingin atau kering, daun akan berwarna merah. Bunga wangi, terdiri atas 1-4 bunga yang menyatu di ketiak daun, berwarna putih krem, dan berdiameter sekitar 1 cm. Kelopak bunga berbentuk tabung dengan 8 rusuk dan 4 lekukan. Mahkota bunga berwarna putih dan panjang 7-11 mm. Jumlah benang sari sekitar 50-60 helai. Buah menggantung, berbentuk bulat pipih dan terdapat 7-8 rusuk seperti lampion. Buah berwarna hijau saat masih muda dan akan berubah menjadi oranye, hingga merah terang atau gelap keunguan. Kulit buah tipis, daging buah oranye hingga merah, berair dan sedikit lengket, rasa masam hingga manis. Biji berbentuk pipih dan umumnya berjumlah 1 butir dengan ukuran besar atau 2-3 butir dengan ukuran kecil.
Kandungan
Ogunwande et al. (2005) dan Amorim et al. (2009) menjelaskan bahwa ekstrak hidroalkoholik daun dewandaru dapat mengurangi kadar enzim xanthine-oxidase yang memicu terbentuknya asam urat. Santos et al. (2015) menyebutkan bahwa ekstrak daun E. uniflora mengandung minyak esensial yang terdiri atas atractylone (16,90%), curzerene (19,70%), selina-1,3,7-trien-8-one (17,80%), dan furanodiene (9,60%). Pada ekstrak daun yang masih muda terkandung senyawa sesquiterpene jenis germacrone sebesar 35,59%. Beberapa penelitian lain menyebutkan bahwa dewandaru juga memiliki kemampuan antimikroba. Sobeh et al. (2016) telah melakukan penelitian tentang kemampuan antimikroba ekstrak minyak esensial dewandaru. Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri gram positif seperti Staphylococcus aureus, S. epidermidis, Bacillus licheniformis, B. subtilis, Enterococcus faecalis, dan bakteri gram negatif seperti Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa, serta fungi Candida parapsilosis dan C. albicans. Buah dewandaru juga kaya akan antioksidan. Berdasarkan hasil analisa Bagetti et al. (2011), antioksidan tertinggi terdapat pada buah dewandaru yang masih berwarna oranye karena kaya akan karotenoid. Di samping itu, biji dewandarujuga kaya antioksidan karena kandungan senyawa fenolik yang sangat tinggi (Luzia et al., 2010).
Khasiat
- diare
- demam
- hipertensi
- rematik
- cacingan
- bronkitis
- batuk.
Hasil observasi Ogunwande et al. (2005) dan Amorim et al. (2009)
Cara Pengolahan
Daun dicuci, dikeringkan pada suhu ruang, dan digiling dengan mixer. Rebusan air panas: 10 g sampel bubuk dilarutkan dalam 100 ml air suling, dididihkan selama satu setengah jam, lalu disaring. Rebusan disimpan pada suhu 4°C untuk penggunaan selanjutnya.
Daftar Pustaka
Daniel, G., & Kumari, S. K. (2019). Free radical scavenging activity of aqueous (hot) extract of Eugenia uniflora (L.) leaves. Journal of Plant Biochemistry & Physiology, 7(1), 1–4.
Rencana, E. (2020). Dewandaru (Eugenia uniflora L.). Warta Kebun Raya, 18(1), 1–10.
(PDF) Dewandaru (Eugenia uniflora L.), Buah Legendaris yang Sarat Mitologi di Pegunungan Kawi https://share.google/YkEGx7MTY3X8uKXAh
Sinaga, 2025. Identifikasi Tumbuhan Famili Myrtaceae di Kawasan Jalan Sukarela Timur, Desa Lau Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan. Alacrity : Jurnal Of education https://doi.org/10.52121/alacrity.v5i1.539

