Nama Latin
Physalis angulata L.
Taksonomi
Kingdom: Plantae
Devisi: Spermatophyta
Sub devisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledonnae
Ordo: Solanes
Famili: Solanaceae
Genus: Physialis
Spesies: Physalis angulata L.
Definisi Umum
Ciplukan (Physalis angulata L.) adalah tumbuhan liar berupa herba/perdu yang tumbuh tahunan dengan tinggi 0,1–1 m, memiliki batang berongga, percabangan menggarpu, dan daun tunggal berbentuk bulat telur hingga memanjang. Buahnya bulat berwarna hijau saat muda lalu menjadi kuning saat matang dan terbungkus kelopak (Sarumaha dkk., 2023). Tanaman ini dapat tumbuh 0,5–1,8 m, memiliki biji sangat banyak, dan seluruh bagiannya (akar, batang, daun, buah) digunakan dalam pengobatan tradisional (Istiqomah, 2024).
Kandungan
Skrining fitokimia berbagai bagian tanaman ciplukan menunjukkan adanya Flavonoid, Fenolik, Tanin, Saponin, Steroid/Terpenoid, Physalin (khususnya Physalin F) dan Withanolide. (Farida dkk., 2025; Sih Prabandari & Novita Sari, 2025).
Khasiat
- Menurunkan Panas Dalam
- Antidiabetes
- Antioksidan Tinggi
- Anti inflamasi dan Antibakteri
- Mengatasi Gangguan Pencernaan
- Potensi Antikanker
(Fadhli dkk., 2023; Farida dkk., 2025; Sih Prabandari & Novita Sari, 2025)
Cara Pengolahan
Seluruh bagian tanaman, mulai dari akar, batang, daun, hingga buah, dapat dimanfaatkan. Metode pengolahan yang paling umum dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat penderita hipertensi adalah dalam bentuk air rebusan, yang diminum secara rutin 1-2 kali sehari, atau disajikan sebagai seduhan(Laia, 2022). Untuk mengatasi diare, bagian yang digunakan adalah daun, yang diolah menjadi air rebusan Sementara untuk mengatasi masalah kesehatan umum seperti demam, alergi, dan panas dalam, selain rebusan, buah ciplukan juga sering dikonsumsi dalam keadaan segar. Secara umum, ciplukan menunjukkan aktivitas farmakologi seperti antidiabetik, antioksidan, antikanker, antiinflamasi, dan antidiare (Fadhli dkk., 2023).
Daftar Pustaka
Fadhli, H., Ruska, S. L., Furi, M., Suhery, W. N., Susanti, E., & Nasution, M. R. (2023). Ciplukan (Physalis angulata L.): Review Tanaman Liar yang Berpotensi Sebagai Tanaman Obat. JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X, 15(2), 134–141. https://doi.org/10.35617/jfionline.v15i2.144
Farida, M., Azhari, S., Darsa, D. D., & Mahmudi, M. (2025). Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Ciplukan (Physalis angulata L) Dikawasan Manifestasi Geothermal Seulawah Agam. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 571–580. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v8i1.826
Istiqomah, N. N. (2024). Karakterisasi Morfologi Ciplukan (Physalis angulata L.). Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Pekanbaru. https://repository.uin-suska.ac.id/84010/1/FILE%20LENGKAP%20KECUALI%20HASIL%20PENELTIAN%20(ABB%20UIV).pdf
Laia, I. S. (2022). Pemanfaatan Ciplukan (Physalis angulata) Sebagai Tanaman Obat Hipertensi di Desa Mohili Kecamatan Amandraya Kabupaten Nias Slatam. 1(2). https://jurnal.uniraya.ac.id/index.php/faguru/article/download/675/652
Sarumaha, M., Harefa, D., Bago, A. S., Fau, A., Priatin, W., Duha, T. L., Zirahu, M., & Lase, H. W. (2023). Sosialisasi Tumbuhan Ciplukan (Physalis angulata L.) Sebagai Obat Tradisional. 2(2). https://jurnal.uniraya.ac.id/index.php/HAGA
Sih Prabandari, A., & Novita Sari, A. (2025). Fraksi kaya antioksidan ciplukan (physalis angulata) sebagai kandidat terapi komplementer diabetes melitus tipe 2: Literature Review. Avicenna : Journal of Health Research, 8(2), 109. http://dx.doi.org/10.36419/avicenna.v8i2.1607

