BLIGO (Benincasa hispida)

Nama Latin

Benincasa hispida

Taksonomi

Kingdom : Plantae – Plants

Subkingdom : Tracheobionta – Vascular plants

Superdivision : Spermatophyta – Seed plants

Division : Magnoliopsida – Flowering plants

Class : Magnoliopsida – Dicotyledons

Subclass : Dillenidae

Order : Violales

Family : Cucurbitaceae – Cucumber family

Genus : Benincasa Savi – benincasa

Species : Benincasa hispida (Thunb.) Cogn. –   waxgourd

                   (USDA, 2009 dalam Zaini et al., 2011; Lim, 2012)

Definisi Umum

Tanaman bligo (Benincasa hispida) merupakan salah satu tanaman dari famili Cucurbitaceae yang tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis, serta dikenal dengan berbagai nama seperti kundur atau labu lilin. Buahnya berukuran besar dengan ciri khas kulit yang pada saat matang dilapisi serbuk putih menyerupai lilin, sehingga sering disebut wax gourd. Meskipun rasanya tidak manis, bligo memiliki kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, glikosida, karoten, vitamin, dan mineral yang memberikan berbagai manfaat, di antaranya sebagai antioksidan, antiinflamasi, antidiabetik, serta antimikroba. Selain bagian daging buah, kulit bligo juga berpotensi mengandung senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut dalam bidang kesehatan dan pengolahan pangan (Hakiki et al., 2021).

Kandungan

Bligo (Benincasa hispida) mengandung berbagai senyawa aktif seperti flavonoid, glikosida, karoten, vitamin, mineral, dan asam uronat. Selain itu, juga terdapat metabolit sekunder seperti alkaloid, saponin, dan beta-sitosterol. Pada bagian kulitnya, teridentifikasi sekitar 36 senyawa, dengan senyawa dominan antara lain adenosin, polidatin, morasin C, dan kushenol S yang termasuk golongan fenolik dan flavonoid berpotensi sebagai antioksidan (Hakiki et al., 2021; Babu et al., 2003; Zaini et al., 2011).

Khasiat

  • Antioksidan (menangkal radikal bebas)
  • Antiinflamasi (mengurangi peradangan)
  • Antidiabetik (membantu mengontrol gula darah)
  • Antimikroba (menghambat pertumbuhan mikroorganisme)
  • Diuretik (melancarkan pengeluaran urin)
  • Membantu gangguan pencernaan seperti diare dan maag

Cara Pengolahan

  • Buah segar: dikupas, dicuci, lalu diolah menjadi jus, sup, atau direbus untuk dikonsumsi langsung.
  • Jus bligo: daging buah diblender dengan air, bisa ditambahkan madu agar lebih mudah dikonsumsi.
  • Simplisia (kulit/daging): dikeringkan (±5 hari), lalu dihaluskan menjadi bubuk untuk bahan ekstrak atau campuran herbal.
  • Ekstrak: serbuk bligo direndam atau dipanaskan dengan pelarut seperti etanol, kemudian disaring untuk diambil ekstraknya.

Daftar Pustaka

Babu, S. C., Ilavarasan, R., Sahib Thambi Refai, M. A. C., Themeemul-Ansari, L. H., & Anil Kumar, D. (2003). Preliminary Pharmacological Screening of Benincasa hispida Cogn. Journal of Natural Remedies, 3, 143–147.

Hakiki, D. N., Fauziyyah, A., & Wijanarti, S. (2021). Aktivitas Antioksidan dan Screening Fitokimia Kulit Bligo (Benincasa hispida). ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia, 17(1), 27–36. https://doi.org/10.20961/alchemy.17.1.38675.27-36

Muley, B., Dhongade, H., Upadhyay, A., & Pandey, A. (2012). Phytochemical Screening and Anthelmintic Potential of Fruit Peels of Benincasa hispida (Cucurbitaceae). International Journal of Herbal Drug Research, 1, 5–9.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top