Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa)

Nama Ilmiah

Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa )

Taksonomi Tumbuhan

Kingdom : Plantae 

Divisi : Tracheophyta

Kelas : Magnoliopsida

Ordo : Asparagales

Famili : Iridaceae 

Genus : Eleutherine 

Spesies : Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.

(ITIS, n.d.)

Definisi Umum

Bawang dayak merupakan tanaman yang sudah terbukti secara empiris dalam megobati berbagai penyakit. Bagian tanaman bawang dayak yang digunakan dalam pengobatan yaitu pada umbinya. Bawang dayak merupakan tanaman khas Kalimantan yang berasal dari Amerika Tropis. Bawang dayak memiliki morfologi seperti daun tunggal berbentuk pita dan berwarna hijau, memiliki ujung dan pangkal daun runcing dengan tepi daun rata, bunga majemuk dalam tandan terletak diujung (terminalis) dan monochlasial, biseksual dan aktinomorf, memiliki akar serabut berwarna coklat muda (Sirhi et al., 2018). 

Kandungan

Bawang dayak mengandung berbagai senyawa bioaktif yang dapat digunakan dalam pengobatan diantaranya triterpenoid naftokuinon dan senyawa turunannya seperti elacanicin, eleutherol, isoeleutherol, eleutherin, dan isoeleutherin (Sirhi et al., 2018). Umbi bawang dayak juga mengandung kandungan metabolit sekunder seperti alkaloid, glikosida, flavonoid, fenolik, kuinon, steroid, tanin, dan minyak atsiri (Puspadewi et al., 2013). 

Khasiat

Bawang dayak memiliki khasiat yang sudah terbuktibaik secara empiris maupun ilmiah, secara empiris bawang dayak berkhasiat mengobati luka, sakit kuning, batuk, sakit perut, disentri, kanker payudara, radang poros usis, obat bisul dan perangsang muntah, secara ilmiah khasiat bawang dayak melalui studi pre klinik memiliki potensi sebagai anti kanker (Muti’ah et al., 2020). 

Cara Pengolahan

Pengolahan bawang dayak sebagai obat secara tradisional dapat dilakukan dengan cara perebusan umbi dari bawang dayak yang dapat digunakan sebagai obat kanker, kolesterol, dna jantung (Alang, 2025). Cara pengolahan lain untuk umbi bawang dayak yaitu dapat melalui proses sehingga menghasilkan produk berupa simplisia, bubuk atau tepung, maupum bawang dayak instan (Aslamiah, 2016). 

Daftar Pustaka

Alang, H. (2025). Inventarisasi tumbuhan obat tradisional sebagai upaya swamedikasi oleh Suku Dayak di Mandor. Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi), 7(1), 35-46. https://doi.org/10.37301/esabi.v7i1.73. 

Aslamiah, S. (2016). Ujicoba Hidriponik Tanaman Kencur dan Bawang Dayak: The Trial of Hydroponic on Kencur and Dayak’s Onion. Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan, 3(1), 46-53. https://doi.org/10.33084/daun.v3i1.166  

Muti’ah, R., Listiyana, A., Nafisa, B. B., & Suryadinata, A. (2020). Kajian efek ekstrak umbi bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) sebagai antikanker. Journal of Islamic Pharmacy, 5(2), 14-25. https://doi.org/10.18860/jip.v5i2.9778 

Puspadewi, R., Adirestuti, P., & Menawati, R. (2013). Khasiat umbi bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) sebagai herbal antimikroba kulit. Kartika: Jurnal Ilmiah Farmasi, 1(1), 31-37. https://doi.org/10.26874/kjif.v1i1.21 

Puspadewi, R., Adirestuti, P., & Menawati, R. (2013). Khasiat Umbi Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) sebagai Herbal Antimikroba Kulit. Jurnal Ilmiah Farmasi, 1(1), 31-37. https://doi.org/10.26874/kjif.v1i1.21

Sirhi, S., Astuti, S., & Esti, F. R. (2018). Iptek bagi budidaya dan ekstrak bawang dayak sebagai obat alternatif. JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia), 2(2), 1-7. https://doi.org/10.33366/japi.v2i2.804 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top