March 2026

NONA MAKAN SIRIH (Clerodendrum thomsoniae Balf.F)

Nama Latin Clerodendrum thomsoniae Balf.F Taksonomi Kingdom Plantae Divisi  Streophyta Subclass Magnolidae Order Lamiales Familly Verbenaceae Genus  Clerodendrum Spesies Clerodendrum thomsoniae Balf. F (Halilah et.al 2017) Definisi Umum Nona makan sirih (Clerodendrum thomsoniae), yang dikenal sebagai tanaman merambat jantung berdarah atau bunga kantung, merupakan tanaman hias semi-herba yang tumbuh merambat dan memiliki nilai estetika tinggi, sehingga banyak dimanfaatkan dalam industri florikultura. Secara morfologi, nona makan sirih memiliki batang lunak, pertumbuhan menjalar, serta daun yang rimbun, yang menjadikannya populer sebagai tanaman hias (Kar et.al 2024). Kandungan Daun Nona Makan Sirih mengandung berbagai metabolit sekunder bioaktif, antara lain alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan senyawa fenolik, yang diketahui berperan penting dalam aktivitas antibakteri dan farmakologis (Hadjar et.al 2023). Khasiat Daun nona makan sirih (Clerodendrum thomsoniae) digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit, antara lain sebagai antimikroba, antihelmintik, antiinflamasi, antimalaria, antidiabetes, hepatoprotektif, serta untuk mengatasi gangguan pencernaan, hipertensi, demam tinggi, asma, dan berbagai keluhan kesehatan lainnya (Hadjar et.al 2023). Cara Pengolahan Cara pengolahannya yaitu dengan mengambil segenggam daun segar (sekitar 10–15 gram), kemudian direbus dalam 2–3 gelas air hingga tersisa sekitar 1 gelas. Air rebusan tersebut selanjutnya disaring dan diminum dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari, yang secara tradisional digunakan untuk membantu meredakan radang serta memperlancar sistem tubuh tertentu (Socfindo Conservation, 2026). Daftar Pustaka Hadjar, A., Fitriana, & Asmaliani, I. (2024). Isolation and identification endophyte fungi from daun nona makan sirih (Clerodendrum thomsoniae) as antibacterial against bacteria causing skin infection using TLC-bioautography. Journal Microbiology Science, 4(1), 107-119. https://jurnal.farmasi.umi.ac.id/index.php/microbiologyscience/article/download/1034/pdf Halilah, N. A., Febrina, L., & Ramadhan, A. M. (2017). Standarisasi ekstrak daun nona makan sirih (Clerodendrum x speciosum Dombrain). Proceeding of the 6th Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, Samarinda, Indonesia, 36–40. https://prosiding.ff.unmul.ac.id/index.php/mpc/article/view/65/59 Kar, P., Oriola, A. O., & Oyedeji, A. O. (2024). In vitro antioxidant, anti-inflammatory, anti-cancer and in silico molecular docking studies of Clerodendrum thomsoniae. Journal of Phytology, 16, 200–215. https://doi.org/10.25081/jp.2024.v16.9015 Socfindo Conservation. (2026). Clerodendrum thomsoniae (Nona makan sirih) — Socfindo Conservation. Diakses 11 Februari 2026, dari https://www.socfindoconservation.co.id/plant/638

NONA MAKAN SIRIH (Clerodendrum thomsoniae Balf.F) Read More »

PURING (Codiaeum variegatum)

Nama Latin Codiaeum variegatum Taksonomi Kingdom Plantae Divisi  Angiospermae Subclass Eudikotil Order Malpighiales Familly Euphorbiaceae Genus  Codiaeum Spesies C. variegatum Yulianti et al., 2023 Definisi Umum Tanaman puring adalah salah Satu jenis tanaman yang populer di beberapa tahun terakhir. Tanaman puring menjadi salah satu komoditas yang berperan penting di kalangan masyarakat karena dapat mempercantik atau memperindah lingkungan dan menyerap polutan (Sukmawati et al. 2020). Tanaman puring adalah tanaman yang memiliki bentuk dan warna daun yang sangat bervariasi. Daunnya yang memiliki bentuk dan warna yang khas memikat masyarakat untuk mengoleksi tanaman puring. Selain itu, tanaman puring juga dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional. Kandungan Daun puring mengandung senyawa sekunder seperti flavonoida, terpenoida, tannin, saponin, dan alkaloida. () Daftar Pustaka Yulianti, A. D. A., Murty, E. H., Hikmiyah, L.R., A’yuningtiyas, Q., Agustin, S. A. D., Rahmadhani, S., & Fardhani, I. (2023). Diversity of Angiosperm Plants in the Tugu Square, Malang City. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA,9(6), 4343-4352. https://doi.org/10.29303/jppipa.v9i6.2622

PURING (Codiaeum variegatum) Read More »

Scroll to Top