Nama Latin
Curcume aeruginosa Roxb
Taksonomi
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Curcuma
Spesies : Curcume Aeruginosa Roxb
(Dina, 2016)
Definisi Umum
Temu hitam memiliki nama lokal temu erang (Sumatra), koneng hideung (Jawa Barat), temu ireng (Jawa Tengah dan Jawa Timur), temu ireng (Madura), dan temu lotong (Sulawesi dan Nusa Tenggara). Tanaman ini sudah dikenal dan dibudidayakan secara besar-besaran di negara Asia lainnya seperti Malaysia, Kamboja, dan Myanmar. Di Indonesia rimpang temu hitam telah digunakan sebagai bahan baku jamu gendong dengan nama ramuan cabe puyang . Temu hitam atau dalam bahasa latin disebut Curcuma aeruginosa Roxb. Temu Hitam (Curcuma aeruginosa Roxb) adalah salah satu rempah asli Indonesia Yang biasa digunakan sebagai bahan campuran obat atau jamu. Rimpang temu hitam merupakan salah satu keluarga dari Zingiberaceae. Tanaman ini secara empiris tumbuh pada ketinggian 1.150 m di atas permukaan laut, tumbuh baik pada tanah subur yang terairi baik (Kemenkes RI, 2011). Salah satu manfaat dari rimpang temu hitam yang sudah diteliti sebelumnya yaitu sebagai obat demam berdarah (Moektiwardoyo et al., 2012). Temu hitam adalah terna yang tingginya dapat mencapai 2 m. Batangnya semu, dan tersusun atas kumpulan pelepah daun yang basah dan berwarna hijau. Daunnya berwarna merah lembayung kecoklatan yang berwarna lebih gelap pada sepanjang tulang daunnya. Daunnya tunggal, panjang, dan terdiri atas 2-9 helai. Helaiannya berbentuk bundar memanjang sampai lanset, ujung dan pangkalnya runcing, berwarna hijau tua pada kiri-kanan tulang daun. Panjang daun 31–84 cm, dengan lebar 10–18 cm.
Kandungan
Temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb) termasuk ke dalam famili Zingiberaceae yang mengandung beberapa senyawa, seperti minyak atsiri, tanin, curikumol, kurkumenol, isokurkumenol, kurzerenon, kurdion, kurkumolactone, germakron, dan curcumin. a, ß, g-elemene, linderazulene, demethyoxy kurkumin, bisdemethoxy kurkumin dan zat pembawa rasa pahit. Kurkumin merupakan senyawa yang peka terhadap lingkungan terutama karena pengaruh ph dan suhu, cahaya serta radikal-radikal. Senyawa turunan kurkumin disebut kurkuminoid, yang hanya terdapat dua macam, yaitu desmetoksikurkumin dan bisdesmetoksikurkumin. Sebagai penambah nafsu makan, kurkumin memperbaiki kelainan pada kantong empedu dengan memperlancar pengeluaran cairan empedu dan pankreas dan sebagai hepatotoksik, sehingga terjadi peningkatan aktifitas pencernaan, serta berkemampuan merangsang perjalanan sistem hormone metabolisme dan fisiologi tubuh, Sebagai skrining awal untuk mendeteksi kemampuan ekstrak rimpang temu hitam sebagai antikanker maka dilakukan uji toksisitas. Toksisitas diartikan sebagai potensi dari suatu senyawa kimia untuk dapat menyebabkan kerusakan ketika senyawa tersebut masuk ke dalam tubuh manusia (Zulfiah et al., 2020).
Khasiat
Temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb) memiliki rasa pahit. Tumbuhan ini memiliki khasiat sebagai penambah nafsu makan, dikarenakan dalam temu hitam mengandung minyak atsiri yang berpotensi menurunkan lemak, sehingga dapat menambah nafsu makan (Adiant dkk, 2020). Selain itu, kandungan kurkumin yang terdapat di temu hitam dapat menyebabkan relaksasi usus di saluran cerna, sehingga membantu mencerna makanan dan menyerap bahan makanan dengan cara meningkatkan kinerja lambung yang menyebabkan lambung terasa kosong, kemudian akan mengirimkan sinyal ke otak yang berdampak terhadap peningkatan atau menimbulkan rasa lapar, serta Herbal Rimpang temu ireng (Curcuma aeruginosa) memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, membantu menurunkan tekanan darah dengan mencegah penumpukan Reactive Oxygen Species(ROS), yang merupakan faktor penyebab hipertensi (Sari & Supratman, 2022).
Cara Pengolahan
Olahan temu hitam meliputi jamu herbal yang diminum langsung, teh bubuk temu hitam yang diseduh dengan air hangat, serta racikan obat oles untuk penyakit kulit seperti ruam dan kudis dengan tambahan minyak kelapa. temu hitam juga dapat digunakan sebagai bumbu alami dalam masakan. Kunyit hitam sebanyak 9 gram dicuci dengan air mengalir untuk menghilangkan kotoran yang masih tertinggal pada tanaman yang kemudian dilakukan pengovenan pada suhu 50°C selama 24 jam yang bertujuan untuk mengurangi kadar air tanaman hingga kurang dari 10% untuk terhindar dari pertumbuhan jamur. temu hitam yang telah dikeringkan, digiling dan diayak. Sehingga dapat digunakan sebagai bahan masakan dan jamu temu hitam.
DAFTAR PUSTAKA
Adiant, M., Pramesti Ella, R. dan Puruhito Frederik, E. (2020). Combination therapy of massage and temu ireng. Journal of Vocational Health Studies, 4(1):1–4. https://e-journal.unair.ac.id/JVHS/article/view/21086.
Kementrian Kesehatan RI. (2011).100 Top Tanaman Obat Indonesia. Balai Besar Litbang: Kementrian Kesehatan RI
Moektiwardoyo, M., Tjitraresmi, A., Susilawati, Y., Iskandar, Y., Halimah, E. & Zahrianti,D. (2012).The Potential of Dewa Leaves (Gymura pseudochina (L) D.C) and Temu Ireng Rhizomes (Curcuma aeruginosa Roxb.) as Medicinal Herbs for Dengue Fever Treatment, Procedia Chemistry.3 (2): 134- 141. https://doi.org/10.1016/j.proche.2014.12.017
Sari, A. P., & Supratman, U. (2022). Phytochemistry and Biological Activities of Curcuma aeruginosa (Roxb.). Indonesian Journal of Chemistry, 22(2), 576–598. https://doi.org/10.22146/ijc.70101
Setiadi, A., Khumaida, N., Ardie, W., & Sintho, D. 2017. Keragaman Beberapa Aksesi Temu Hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.) Berdasarkan Karakter Morfologi. Indonesian Journal of Agronomy, 45 (1): 71–78. https://journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalagronomi/article/view/13773.
Juhadi & Fathoni. (2024). Pengaruh Pemberian Rimpang Temu Ireng (Curcuma Aeruginosa) Terhadap Tekanan Darah Hipertensi, Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia. vol. 2 (1). https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/86/56.
Zulfiah, Megawati, Herman, Lau, S. H. A, Hasyim, M. F, Murniati, Roosevelt, A, Kadang, Y, Izza, N, Patandung, G. (2020). uji Toksisitas Ekstrak Rimpang Temu Hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.) Terhadap Larva Udang (Artemia salina Leach) Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Jurnal Farmasi Sandi Karsa, 6(1), 44–49. DOI: 10.36060/jfs.v6i1.67.
Black Curcuma (Curcuma Aeruginosa)
Latin Name
Curcume aeruginosa Roxb
Taxonomy
Kingdom: Plantae
Division: Tracheophyta
Class: Liliopsida
Order: Zingiberales
Family: Zingiberaceae
Genus: Curcuma
Species: Curcume aeruginosa Roxb
(Dina, 2016)
General Definition
Black turmeric is locally known as temu erang (Sumatra), koneng hideung (West Java), temu ireng (Central and East Java), temu ireng (Madura), and temu lotong (Sulawesi and Nusa Tenggara). This plant is well-known and widely cultivated in other Asian countries such as Malaysia, Cambodia, and Myanmar. In Indonesia, the rhizome of black turmeric is used as a raw ingredient in a herbal drink called “cabe puyang” (chilli puyang). Black turmeric, or Curcuma aeruginosa Roxb. in Latin, is a native Indonesian spice commonly used as an ingredient in herbal medicines. The rhizome of black turmeric belongs to the Zingiberaceae family. This plant empirically grows at an altitude of 1,150 m above sea level, growing well in fertile, well-watered soil (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2011). One of the benefits of black turmeric rhizomes that has been previously studied is as a medicine for dengue fever (Moektiwardoyo et al., 2012). Black turmeric is a herb that can reach 2 m in height. Its stem is pseudo, and is composed of a collection of wet, green leaf sheaths. The leaves are reddish-brownish with a darker color along the leaf veins. The leaves are single, long, and consist of 2-9 leaves. The leaves are round, elongated to lanceolate, with pointed tips and bases, and dark green on the left and right of the leaf veins. The leaves are 31–84 cm long, with a width of 10–18 cm.
Contents
Black turmeric (Curcuma aeruginosa Roxb) belongs to the Zingiberaceae family and contains several compounds, such as essential oils, tannins, curcumol, curcumenol, isocurcumenol, curzerenone, curdion, curcumolactone, germacrone, and curcumin. α, β, γ-elemene, linderazulene, demethyoxycurcumin, bisdemethoxycurcumin, and bitter substances. Curcumin is sensitive to environmental influences, particularly pH and temperature, light, and radicals. Curcumin derivatives are called curcuminoids, of which there are only two types: desmethoxycurcumin and bisdesmethoxycurcumin. As an appetite stimulant, curcumin improves gallbladder abnormalities by facilitating the secretion of bile and pancreatic fluids and as a hepatotoxic, thus increasing digestive activity, and has the ability to stimulate the metabolism and physiological hormonal systems of the body. As an initial screening to detect the ability of black turmeric rhizome extract as an anticancer, a toxicity test was conducted. Toxicity is defined as the potential of a chemical compound to cause damage when the compound enters the human body (Zulfiah et al., 2020).
Benefits
Black turmeric (Curcuma aeruginosa Roxb) has a bitter taste. This plant has properties as an appetite stimulant, as it contains essential oils that have the potential to reduce fat, thus increasing appetite (Adiant et al., 2020). Furthermore, the curcumin content in black turmeric can cause intestinal relaxation in the digestive tract, thus helping digest and absorb food by improving stomach function, causing the stomach to feel empty, which then sends signals to the brain that impact or increase hunger. The black turmeric rhizome (Curcuma aeruginosa) has a high antioxidant content, helping lower blood pressure by preventing the buildup of Reactive Oxygen Species (ROS), which is a contributing factor to hypertension (Sari & Supratman, 2022).
Processing Methods
Black turmeric preparations include herbal drinks taken directly, black turmeric powdered tea brewed with warm water, and topical concoctions for skin ailments such as rashes and scabies with added coconut oil. Black turmeric can also be used as a natural spice in cooking. Nine grams of black turmeric are washed under running water to remove any remaining dirt. They are then oven-dried at 50°C for 24 hours to reduce the plant’s water content to less than 10% to prevent mold growth. The dried black turmeric is ground, and sieved. This allows it to be used as an ingredient in cooking and black turmeric herbal medicine.
BIBLIOGRAPHY
Adiant, M., Pramesti Ella, R., and Puruhito Frederik, E. (2020). Combination therapy of massage and black ginger. Journal of Vocational Health Studies, 4(1):1–4. https://e-journal.unair.ac.id/JVHS/article/view/21086.
Ministry of Health of the Republic of Indonesia. (2011). 100 Top Indonesian Medicinal Plants. Center for Research and Development: Ministry of Health of the Republic of Indonesia.
Moektiwardoyo, M., Tjitraresmi, A., Susilawati, Y., Iskandar, Y., Halimah, E. & Zahrianti, D. (2012). The Potential of Dewa Leaves (Gymura pseudochina (L) D.C) and Temu Ireng Rhizomes (Curcuma aeruginosa Roxb.) as Medicinal Herbs for Dengue Fever Treatment, Procedia Chemistry.3 (2): 134- 141. https://doi.org/10.1016/j.proche.2014.12.017
Sari, A. P., & Supratman, U. (2022). Phytochemistry and Biological Activities of Curcuma aeruginosa (Roxb.). Indonesian Journal of Chemistry, 22(2), 576–598. https://doi.org/10.22146/ijc.70101
Setiadi, A., Khumaida, N., Ardie, W., & Sintho, D. 2017. Diversity of Several Black Curcuma (Curcuma aeruginosa Roxb.) Accessions Based on Morphological Characters. Indonesian Journal of Agronomy, 45 (1): 71–78. https://journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalagronomi/article/view/13773.
Juhadi & Fathoni. (2024). The Effect of Black Curcuma (Curcuma aeruginosa) Rhizome Administration on Hypertension, Indonesian Journal of Tropical Health. vol. 2 (1). https://journal.larpainstitute.com/index.php/jkti/article/view/86/56.
Zulfiah, Megawati, Herman, Lau, S. H. A, Hasyim, M. F, Murniati, Roosevelt, A, Ketika, Y, Izza, N, Patandung, G. (2020). Toxicity test of Black Curcuma rhizome extract (Curcuma aeruginosa Roxb.) against shrimp larvae (Artemia salina Leach) using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. Sandi Karsa Pharmaceutical Journal, 6(1), 44–49. DOI: 10.36060/jfs.v6i1.67.

