Murbei (Morus alba L.)

Nama Latin

Morus alba L.

Taksonomi

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Rosales
Famili : Moraceae
Genus : Morus
Spesies : Morus alba

(Sriset et al., 2016).

Definisi Umum

Murbei (Morus alba L.) adalah tanaman tropis yang dikenal sebagai “white mulberry” dan banyak dibudidayakan di Asia serta beberapa bagian dunia. Tanaman ini secara tradisional digunakan dalam pengobatan herbal dan pangan. Buahnya dimakan segar atau diolah, daun sering dibuat teh, serta bagian lain tanaman dipakai untuk berbagai manfaat kesehatan. Secara umum tanaman ini kaya akan senyawa bioaktif yang berkontribusi pada aktivitas farmakologis seperti antioksidan dan anti-inflamasi (Sriset et al., 2016).

Kandungan

Murbei (Morus alba L.) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berperan penting dalam aktivitas farmakologisnya. Senyawa-senyawa tersebut meliputi alkaloid, flavonoid, stilbenoid seperti mulberroside A, senyawa fenolik, tanin, saponin, serta fitosterol. Keberadaan flavonoid dan senyawa fenolik berkontribusi besar terhadap aktivitas antioksidan, sedangkan stilbenoid dan alkaloid diketahui memiliki potensi anti-inflamasi, antibakteri, serta hipoglikemik. Kombinasi kandungan fitokimia ini menjadikan Morus alba sebagai tanaman yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan sebagai bahan obat tradisional maupun fitofarmaka (Sriset et al., 2016).

Khasiat

Daun murbei diketahui memiliki berbagai aktivitas farmakologis, antara lain sebagai antioksidan karena mengandung flavonoid dan senyawa fenolik yang mampu menangkal radikal bebas serta melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Selain itu, senyawa bioaktif seperti flavonoid dan stilbenoid pada murbei juga memiliki aktivitas anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan pada jaringan tubuh. Ekstrak murbei juga dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri terhadap beberapa bakteri patogen sehingga berpotensi digunakan sebagai agen antimikroba alami. Selain itu, murbei memiliki efek antidiabetes (hipoglikemik) dengan membantu menurunkan kadar glukosa darah melalui penghambatan enzim dalam metabolisme karbohidrat, serta berpotensi sebagai antihiperlipidemik yang dapat menurunkan kadar lipid darah seperti kolesterol dan trigliserida sehingga bermanfaat dalam pencegahan penyakit kardiovaskular (Sriset et al., 2016; Pamuladiman & Widiyastuti, 2021; Rhahmah, 2015; Salampe et al., 2025).

Cara Pengolahan

Daun murbei dapat diolah menjadi minuman herbal teh murbei dengan langkah sebagai berikut :

a.      Pilih daun murbei segar, kemudian cuci bersih dengan air untuk menghilangkan debu dan kotoran.

b.     Keringkan daun murbei terlebih dahulu, proses pengeringan penting agar teh memiliki daya simpan yang lebih baik dan mudah diseduh (misalnya bisa dikeringkan di tempat teduh atau oven/pengering).

c.      Setelah daun kering, remukkan atau sobek kecil-kecil agar mudah keluar sari saat direbus/seduh.

d.     Masukkan daun murbei kering yang telah disiapkan ke dalam panci atau teko, kemudian rebus dengan air panas sampai air berubah warna dan sari daun keluar.

e.      Saring hasil rebusan untuk memisahkan ampas daun dari air teh.

f.      Tambahkan gula atau madu secukupnya jika diinginkan untuk rasa manis.

g.     Dinginkan hingga mencapai suhu yang nyaman untuk diminum atau nikmati teh murbei hangat/dingin sesuai selera.

(Rhahmah, 2015)

Daftar Pustaka

Pamuladiman, A. R., & Widiyastuti, L. (2021). Formulasi dan Aktivitas Antibakteri Gel Ekstrak Daun Murbei ( Morus alba L .) terhadap Staphylococcus aureus. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 19(1), 39–48.

Rhahmah, A. (2015). Optimasi Pembuatan Teh Herbal Daun Murbei (Morus Alba) Annisa Rhahmah. 2(2).

Salampe, M., Rahimah, S., Nur, S., Mamada, S. S., Biring, F. S., Keyzia, K., Matandung, F. N., Payung, D., Rahman, A. A., Wahyuddin, N., & Ivone P., V. (2025). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Murbei (Morus alba) Menggunakan Metode BCB, CUPRAC, dan FRAP. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 11(1), 149–157. https://doi.org/10.35311/jmpi.v11i1.723

Sriset, Y., Jarukamjorn, K., & Chatuphonprasert, W. (2016). Pharmacological Activities of Morus alba Linn .

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top