Asam Jawa (Tamarindus indica L.)

Nama Latin

Tamarindus indica L.

Taksonomi

Kindong: Plantae

Divisi: Tracheophyta

Kelas: Magnoliopsida

Ordo: Fabales

Famili: Fabaceae

Genus: Tamarindus

Spesies: Tamarindus indica L.

(ITIS, n.d.)

Definisi Umum

Asam jawa merupakan salah satu tanaman yang berasal dari Afrika, dan banyak dibudidayakan di negara tropis termasuk Indonesia. Asam jawa termasuk dalam subfamili Caesalpiniaceae dari famili Fabaceae, memiliki struktur kromosom 2n = 24 (Kanupriya et al., 2024). Batang pohon asam yang cukup keras dapat tumbuh menjadi besar dan daunnya rindang. Pohon Asam jawa bertangkai panjang, sekitar 117 cm dan bersirip genap, tipe daunnya majemuk dengan panjang mencapai 15 cm dan memiliki 8-18 anak daun dengan panjang anak daun 1-3,5 cm. Bunganya berwarna kuning kemerah-merahan dan buah polongnya berwarna coklat dan tentu saja berasa khas asam. Biasanya di dalam buah polong buah juga terdapat biji berkisar 2-5 yang berbentuk pipih dengan warna coklat agak kehitaman (Sindriyani, 2024). Asam jawa adalah pohon yang tumbuh lambat, selalu hijau dengan banyak kegunaan yang telah dinaturalisasi di daerah tropis subtropis dan semi-kering di seluruh dunia. Hampir setiap bagian pohon (daging buah, biji, bunga, daun, kayu, kulit kayu) memiliki kegunaan khusus, termasuk konsumsi manusia dan hewan, perdagangan, konstruksi, kayu bakar, obat tradisional, dan pemrosesan industri (Dorni et al., 2017).

Kandungan

Asam Jawa (Tamarindus indica L.) mempunyai kandungan flavonoid, tanin, alkaloid, anthocyanin, dan asam sitrat (Saadah et al., 2017). Daun asam Jawa diketahui mengandung berbagai golongan diantaranya terpenoid, fenol, flavonoid, dan asam asam organik (Megawasti et al., 2021).  Buah asam jawa mengandung flavonoid, tanin, glikosida, dan saponin. Kandungan lainnya adalah kalium, fosfor, magnesium, kalsium, besi, natrium, dan seng. Selain itu, asam jawa juga mengandung vitamin C, vitamin B, vitamin A dan vitamin K (Lisa et al., 2025).

Khasiat

Asam jawa (Tamarindus indica L.) memiliki banyak manfaat, diantaranya untuk masakan atau bumbu masakan. Selain itu, daging asam jawa dapat memudahkan buang air besar dan melancarkan peredaran darah (Lissa et al., 2023). Asam jawa (Tamarindus indica L.) memiliki khasiat sebagai antioksidan, antibakteri, antiinflamasi, dan dapat membantu mengendalikan kadar gula darah serta kolesterol. Kandungan senyawa seperti flavonoid, tanin, dan saponin dalam asam jawa berkontribusi pada aktivitas farmakologinya, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk membuktikan efektivitasnya pada manusia dalam skala besar (Sindriyani, 2024).

Cara pengolahan

Asam Jawa (Tamarindus indica L.) dapat diolah menjadi beberapa bentuk sediaan untuk pengobatan, antara lain:

  1. Sediaan larutan/siap minum dengan cara daun asam jawa yang telah dicuci dan dikeringkan lalu diseduh seperti teh herbal, kemudian disaring dan dikonsumsi hangat, baik secara tunggal maupun dengan tambahan madu atau gula merah untuk meningkatkan rasa.
  2. Sediaan larutan/siap minum dengan cara bunga asam jawa segar dipetik kemudian direbus atau diseduh sebagai ramuan tradisional untuk obat batuk, pilek.
  3. Sediaan serbuk instan yang dibuat dengan mengeringkan buah asam jawa dengan dijemur, kemudian digiling menjadi bubuk halus. Selanjutnya dilarutkan dalam air hangat dan disaring. Minuman ini dapat dimanfaatkan untuk melancarkan pencernaan dan menurunkan panas. Bisa juga bila ingin dijadikan jamu dengan mencampurkan dengan kunyit menjadi jamu kunyit asam.
  4. Aplikasi topikal yaitu dengan menumbuk daun asam jawa segar kemudian ditempelkan untuk mengatasi demam, bengkak, atau sakit perut.
  5. Aplikasi topikal yaitu biji asam jawa dicuci bersih dan dikeringkan, selanjutnya ditumbuk halus dan ditempelkan pada sariawan (Lissa et al., 2023).

Daftar Pustaka

Dorni AC, Amalraj A, Gopi S, Varma K, Anjana SN. (2017). Kosmetika baru dari tumbuhan—Tinjauan yang dipandu industri. Jurnal penelitian terapan tumbuhan obat dan aromatik, 7:1–26. https://doi.org/10.1016/j.jarmap.2017.05.003

Integrated Taxonomic Information System. (n.d.). Tamarindus indica L. (TSN 26980). ITIS. Retrieved November 19, 2025, from https://www.itis.gov/servlet/SingleRpt/SingleRpt?search_topic=TSN&search_value=26980

Kanupriya C, Karunakaran G, Singh P, Venugopalan R, Samant D, Prakash K. (2024). Keragaman Fenotipik Tamarindus indica L. yang berasal dari berbagai asal di India. Sistem Agroforestri, 98(2):477–90. https://doi.org/10.1016/j.jarmap.2017.05.003

Lissa, L., Hamidah, I., Rizqiah, K. M., & Munfarijah, M. (2023). Pemanfaatan Asam Jawa (Tamarindus indica) Untuk Menghasilkan Produk Olahan Minuman Dan Manisan di Desa Krangkeng. Abdi Wiralodra: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 114-124. https://doi.org/10.31943/abdi.v5i1.64

Megawasti, M., Sukmawati, S., & Aminah, A. (2021). Uji aktivitas antioksidan fraksi etil asetat daun asam jawa (Tamarindus indica L) dengan metode DPPH (1, 1 Diphenyl-2-Picrylhydrazil). Wal’afiat Hospital Journal, 2(2), 95-102. https://doi.org/10.33096/whj.v2i2.77

Saadah, A. A., Setyarini, D. I., & Mardiyanti, T. (2017). Asam Jawa (Tamarindus Indica L) Dan Intensitas Nyeri Dismenorea Primer Pada Remaja Putri. Jurnal Keperawatan Terapan, 3(2), 57-63. https://doi.org/10.31290/jkt.v(3)i(2)y(2017).page:57-63

Sindriyani, L. S. (2024). Artikel review: Studi fitokimia dan farmakologi asam jawa (Tamarindus indica L.). Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi, 9(1), 15-21. https://ejournal.stifibp.ac.id/index.php/jibf/article/view/129/111

Asam Jawa (Tamarindus indica L.)

Latin Name

Tamarindus indica L.

Taxonomy

Kingdom: Plantae

Division: Tracheophyta

Class: Magnoliopsida

Order: Fabales

Family: Fabaceae

Genus: Tamarindus

Species: Tamarindus indica L.

(ITIS, n.d.)

General Definition

Tamarind is a plant native to Africa and is widely cultivated in tropical countries, including Indonesia. It belongs to the subfamily Caesalpiniaceae within the family Fabaceae and has a chromosome structure of 2n = 24 (Kanupriya et al., 2024). The tree’s sturdy trunk can grow quite large, and its foliage is dense. The tamarind tree has long petioles, approximately 117 cm long, and even-pinnate leaves. The leaves are compound, reaching up to 15 cm in length, and consist of 8–18 leaflets, each 1–3.5 cm long. The flowers are yellowish-pink, and the pods are brown and, of course, have a distinct sour taste. Typically, the pods contain 2–5 flat, dark brown seeds (Sindriyani, 2024). The Java tamarind is a slow-growing, evergreen tree with numerous uses that has been naturalized in tropical, subtropical, and semi-arid regions worldwide. Nearly every part of the tree (flesh, seeds, flowers, leaves, wood, and bark) has a specific use, including for human and animal consumption, trade, construction, firewood, traditional medicine, and industrial processing (Dorni et al., 2017).

Composition

Tamarind (Tamarindus indica L.) contains flavonoids, tannins, alkaloids, anthocyanins, and citric acid (Saadah et al., 2017). Tamarind leaves are known to contain various compounds, including terpenoids, phenols, flavonoids, and organic acids (Megawasti et al., 2021). Tamarind fruit contains flavonoids, tannins, glycosides, and saponins. Other components include potassium, phosphorus, magnesium, calcium, iron, sodium, and zinc. Additionally, tamarind is a source of vitamin C, B vitamins, vitamin A, and vitamin K (Lisa et al., 2025).

Benefits

Tamarind (Tamarindus indica L.) has many benefits, including use in cooking or as a seasoning. Furthermore, tamarind pulp can facilitate bowel movements and improve blood circulation (Lissa et al., 2023). Tamarind (Tamarindus indica L.) possesses antioxidant, antibacterial, and anti-inflammatory properties and can help regulate blood sugar levels and cholesterol. Compounds such as flavonoids, tannins, and saponins in tamarind contribute to its pharmacological activity, although further research is still needed to prove its effectiveness in humans on a large scale (Sindriyani, 2024).

Methods of Preparation

Tamarind (Tamarindus indica L.) can be processed into several forms of preparations for medicinal use, including:

A liquid preparation/ready-to-drink solution made by washing and drying tamarind leaves, then brewing them like herbal tea; the mixture is then strained and consumed warm, either on its own or with added honey or brown sugar to improve the taste.

A ready-to-drink solution made by picking fresh tamarind flowers, then boiling or steeping them as a traditional remedy for coughs and colds.

Instant powder preparation made by sun-drying tamarind fruit, then grinding it into a fine powder. It is then dissolved in warm water and strained. This drink can be used to aid digestion and reduce fever. It can also be made into a herbal remedy by mixing it with turmeric to create a turmeric-tamarind herbal remedy.

Topical application involves pounding fresh tamarind leaves and applying them to treat fever, swelling, or stomach pain.

Topical application involves washing tamarind seeds thoroughly and drying them, then grinding them into a fine powder and applying it to canker sores (Lissa et al., 2023).

References

Dorni AC, Amalraj A, Gopi S, Varma K, Anjana SN. (2017). New plant-based cosmetics—An industry-guided review. Journal of Applied Research on Medicinal and Aromatic Plants, 7:1–26. https://doi.org/10.1016/j.jarmap.2017.05.003

Integrated Taxonomic Information System. (n.d.). Tamarindus indica L. (TSN 26980). ITIS. Retrieved November 19, 2025, from https://www.itis.gov/servlet/SingleRpt/SingleRpt?search_topic=TSN&search_value=26980

Kanupriya C, Karunakaran G, Singh P, Venugopalan R, Samant D, Prakash K. (2024). Phenotypic diversity of Tamarindus indica L. from various origins in India. Agroforestry Systems, 98(2):477–90. https://doi.org/10.1016/j.jarmap.2017.05.003

Lissa, L., Hamidah, I., Rizqiah, K. M., & Munfarijah, M. (2023). Utilization of Tamarind (Tamarindus indica) to Produce Processed Beverage and Confectionery Products in Krangkeng Village. Abdi Wiralodra: Journal of Community Service, 5(1), 114–124. https://doi.org/10.31943/abdi.v5i1.64

Megawasti, M., Sukmawati, S., & Aminah, A. (2021). Antioxidant activity test of the ethyl acetate fraction of tamarind (Tamarindus indica L) leaves using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method. Wal’afiat Hospital Journal, 2(2), 95-102. https://doi.org/10.33096/whj.v2i2.77

Saadah, A. A., Setyarini, D. I., & Mardiyanti, T. (2017). Tamarind (Tamarindus Indica L) and the Intensity of Primary Dysmenorrhea Pain in Adolescent Girls. Journal of Applied Nursing, 3(2), 57-63. https://doi.org/10.31290/jkt.v(3)i(2)y(2017).page:57-63

Sindriyani, L. S. (2024). Review article: Phytochemical and pharmacological studies of tamarind (Tamarindus indica L.). Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi, 9(1), 15-21. https://ejournal.stifibp.ac.id/index.php/jibf/article/view/129/111

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top